Вы находитесь на странице: 1из 8

Bioilmi Vol. 4 No.

2 Edisi Juli-Desember Tahun 2018 45

PENGARUH INTEGRASI NILAI-NILAI ISLAM MELALUI PENDEKATAN


IMAN DAN TAQWA (IMTAQ) PADA HASIL BELAJAR SISTEM
REPRODUKSI MANUSIA DI MAN 2 KOTA BANDUNG

Iwan Ridwan Yusup1) a), Ukit2), Epa Paujiah3)

1) 2) 3)
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Gunung Djati Bandung,
Jalan. A. H Nasution No. 105 Cibiru Bandung

a)
iwanyusup@uinsgd.ac.id

ABSTRACT

Basically, education is a structured and systematic pattern that aims to improve human civilization,
including biology teaching which is expected to contribute to the improvement of student behavior. Therefore, it is
necessary to integrate religious values as an important part in biology lessons. This research aims to know the effect of
applying faith and taqwa (IMTAQ) approach to Biology learning in improving meaningful learning, with learning
outcomes in the form of conceptual mastery and affective improvement. The research was conducted by using quasi
experimental method, which is expected to describe phenomenon, occurrence, and causal relationship as the impact of
integritation value of religious on biology subjects in the school of MAN 2, Bandung. In the research focus, it is
assumed that teachers have the ability to integrate general science materials with Islamic values. The results showed
that the integration of Islamic values through IMTAQ approach can improve the process and the students learning
outcomes, significantly. Used of this approach can also improve teacher performance with three reasons; 1) learning
time more effective and efficient, 2) learning more focused on analysis of study of general and religious knowledge, and
3) learning activities more controlled. Through this model, the acquisition of learning outcomes has increased the
mastery of significant student concepts, as evidenced by the increasing grade of students of class XI IPA from pre-test
(36) and post-tests (74) results, with N-Gain 0.58 (medium category). The average post-test score indicates that 80%
have reached of KKM (70), whereas affective indicator is 4.24% (high qualification). This study demonstrates that the
integration of Islamic values through an approach of faith and taqwa in biology learning can improve the
meaningfulness of learning, and similar concepts can be implemented in other subjects and other schools.

Keywords: affective, cognitive, IMTAQ approach, integration of religious values

ABSTRAK
Pendidikan pada dasarnya merupakan pola terstruktur dan sistematis yang bertujuan untuk memperbaiki
peradaban manusia, termasuk pengajaran biologi yang diharapkan mampu memberikan kontribusi bagi perbaikan
perilaku siswa. Untuk itu diperlukan integrasi nilai keagamaan sebagai bagian penting dalam pelajaran biologi.
Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh menerapkan pendekatan iman dan taqwa (IMTAQ) pada
pembelajaran Biologi dalam meningkatkan belajar bermakna, dengan hasil belajar berupa penguasaan konsep dan
peningkatan afektif. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode quasi eksperimen, yang diharapkan mampu
menggambarkan fenomena, kejadian, dan hubungan sebab akibat sebagai dampak dari pengeintegritasian nilai
keagaaaan pada mata pelajaran biologi pada objek penelitian. Lokasi penelitian ini adalah MAN 2 Kota Bandung. Pada
fokus penelitian, diasumsikan bahwa guru memiliki kemampuan mengintegrasikan materi ilmu umum dengan nilai-nilai
Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai Islam melalui pendekatan IMTAQ mampu
meningkatkan proses dan hasil belajar siswa secara signifikan. penggunaan pendekatan ini juga dapat meningkatkan
kinerja guru karena; 1) waktu pembelajaran lebih efektif dan efisien, 2) pemelajaran lebih terfokus pada analisis kajian
ilmu umum dan agama, 3) aktivitas pembelajaran lebih terkontrol. melalui model ini, perolehan hasil belajar terjadi
peningkatan penguasaan konsep siswa yang signifikan, terbukti dengan meningkatnya rata-rata nilai siswa kelas XI IPA
dari hasil pre-test (36) dan pos-ttest (74), dengan N-Gain 0,58 (kategori sedang). Nilai rata-rata post test menunjukkan
bahwa 80% (20 orang siswa) telah mencapai KKM (70). sedangkan afektif diperoleh data 4,24% (kualifikasi tinggi).
Penelitian ini menjunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai Islam melalui pendekatan iman dan taqwa dalam pembelajaran
biologi dapat meningkatkan kebermaknaan pembelajaran, dan konsep yang sama dapat dilaksanakan pada mata
pelajaran lainnya dan diimplementasikan pada sekolah-sekolah lainnya.

Kata kunci: Afektif, integrasi nilai keagamaan, kognitif, Pendekatan IMTAQ


46 Bioilmi Vol. 4 No. 2 Edisi Juli-Desember Tahun 2018

PENDAHULUAN pengetahuan yang berkemampuan dalam


Kebermaknaan hidup seseorang mewujud mencapai cita-cita hidup, namun juga
dalam sikap dan perilaku yang padan dengan penghayatan nilai-nilai.
nilai kemakhlukannya sebagai khalifah di Tidak dapat dipungkiri lagi, bahwa antara
muka bumi ini. Relevan dengan kejiwannya, proses perkembanagan dengan proses belajar-
diyakini bahwa manusia adalah makhluk yang mengajar yang dikelola oleh para guru
berdimensi biopsiko-siospiritual. (LN, 2004). terdapat hubungan yang sangat kuat.
Perkembangan sikap dan perilaku yang sedemikian kuatnya sehingga berbagai
berkaitan erat dengan dimensi-dimensi perkembangan baik jasmani maupun rohani
tersebut perlu dipahami secara dini agar dapat tidak akan pernah lepas dari proses belajar
dipersiapkan sebagai upaya yang mengajar. selanjutnya, ranah psikologis siswa
menasilitsinya atau iklim lingkungan belajar yang terpenting adalah ranah kognitif. ranah
yang sehat dan kondusif. kejiwaan yang berkedudukan pada otak ini,
Keutuhan sosok pribadi seseorang sebagai dalam perspektif psikologis kognitif adalah
perwujudan dari dimensi kefitrahannya, sumber sekaligus pengendali ranah kejiwaan
merupakan tujuan pendidikan. dalam proses lainnya, yaitu ranah afektif (rasa) dan ranah
perkembangannya sering mengalami kendala psikomotor (karsa). Otak sebagai markas
atau hambatan (baik eksternal maupun fungsi kognitif dapat diibaratkan sebagai
internal), apabila kurang diwaspadai dapat menara pengontrol ranah yang lainnya.
melahirkan stagnasi atau kemandegan bagi Tanpa ranah kognitif, sulit dibayangkan
perkembangannya, terutama dalam bidang seorang siswa dapat berpikir. selanjutnya,
pendidikan yang senantiasa memerlukan tanpa kemampuan berpikir mustahil bisa
dukungan untuk menhasilkan prestasi belajar dapat memahami dan meyakini manfaat
yang luar biasa. materi/konsep dalam suatu pelajaran yang
Pendidikan merupakan suatu upaya disampaikan kepadanya. disamping itu juga
mewariskan nilai, yang akan menjadi tanpa kemampuan berpikir siswa tidakdapat
penolong dan penuntun dalam menjalani menangkap berbagai pesan moral yang
kehidupan, dan sekaligus untuk memperbaiki terkandung dalam materi pelajaran yang
nasib dan peradaban umat manusia. tanpa diterimanya. sedangkan sebagaimana yang
pendidikan maka manusia sekarang tidak disampaiakan oleh Muhibin Syah dalam
akan berbeda dengan generasi manusia masa bukunya (Psikologi Pendidikan:2004;85)
lampau, atau manusia yang akan datang tidak bahwa sekurang-kurangnya ada dua macam
akan berbeda dengan manusia sekarang. kecakapan kognitif siswa yang amat perlu
Berdasarkan pengembangan pribadi dalam dikembangkan segera oleh guru, yakni: 1)
semua aspeknya, pendidikan juga mencakup strategi belajar memahami isi materi
pada pendidikan oleh diri sendiri, pendidikan pelajaran; 2) strategi meyakini arti penting isi
oleh lingkungan, pendidikan oleh orang lain, materi pelajaran dan aplikasinya serta
seluruh aspek mencakup jasmani, akal, dan penyerapan pesan-pesan moral yang
hati. (Ahmad Tafsir). terkandung dalam materi pelajaran tersebut.
Dtinjau dari segi individu, pendidkan tanpa pengembangan kecakaan tersebut sulit
dapat diartikan sebagai pengembangan diharapkan dapat mengebangkan ranah afektif
potensi-potensi yang terpendam dan dan psikomotornya sendiri.
tersembunyi. pendidikan sebenarnya bukan Kategori afektif yang menyangkut minat,
hanya suatu usaha untuk menambah pemberi respon, penilaian, apresiasi dan
Bioilmi Vol. 4 No. 2 Edisi Juli-Desember Tahun 2018 47

internalisasi, minat merupakan salah satu Materi sistem reproduksi pada manusia
factor internal siswa yang dapat memengaruhi disampaikan pada akhir semester dua kelas
prestasi belajar mereka. Menurut Mhibin XI, sedangkan materi BAB pernikahan dan
Syah (2001:136) minat berarti kecenderungan hukum-hukumnya disampaikan di awal
dan kegairahan yag tinggi atau keinginan semester satu, sehingga dengan kondisi ini,
yang besar terhadap sesuatu. Dalam hal ini, diperlukan adanya penguatan integrasi konsep
afektif sangat penting dikarenakan tanpa keduanya, supaya tidak terjadi
minat untuk belajar, seorang siswa walaupun penyimpangan-penyimpangan perilaku pada
dengan kognitif yang tinggi tidak akan siswa.
melaksanakan belajar dengan sempurna. Untuk mencapai ketuntasan dan
Kecerdasan baik ranah kognitif maupun kebermaknaan proses pembelajaran, salah
afektif akan sangat hambar, tanpa adanya satu langkah yang dilakukan dalam penelitian
dukungan kecerdasan hati atau kecerdasan ini adalah menentukn pendekatan
spiritual (dalam hal ini kaum muslimin). pembelajaran yang mampu mengakomodir
dimana yang menjadi pegangan adalah Al- kebutuhan-kebutuhan di atas. selain itu
Qur’an dan Al-Haits, penting untuk diperlukan metode, dan berbagai strategi
diintegrasikan dalam penyampaian materi pembelajaran yang akan di pakai dalam
pelajaran terutama biologi yang sangat erat pelaksanaan pembelajaran. pendekatan
kaitannya dengan pembangunan semua asfek (approach) lebih menekan kan pada strategi
keecerdasan yang dikembnagan dalam proses dalam perencanaan, melalui pendekatan
pembelajaran. ditargetkan puncak dari tujuan pembelajaran
Kuriulum KTSP 2006 SMU.MA, siswa memiliki kemmapuan tertentu yang
pembelajaran materi system reproduksi pada spesifik. sedangkan metode (method) lebih
manusia, terbagi menjadi beberapa sub materi menekankan pada teknik pelaksanaannya.
pokok yaitu alat-alat reproduksi, siklus (Muhibin Syah:2001;92).
menstruasi, fertilisasi, gestasi dan kelahiran. Dalam arti lain pendekatan diartikan juga
materi-materi pelajaran ini merupakan sebagai hamparan, jalan, tindakan. dalam
serangkaian materi pelajaran yang akan suatu pembelajaran, pendekatan diartikan
mengingatkan siswa lebih dalam pada hakikat sebagai jalan yang digubakan oleh guru atau
hidup sesungguhnya, namun dengan pembelajaran untuk menciptakan suasana
abstraknya konsep ini, seringkali dihadapi yang memungkinkan siswa belajar (dalam
kesulitan dalam penyampaiannya oleh guru, penelitian ini siswa diharapkan mengalami
sehingga berimbas pada tidak adanya perubahan perilaku “pembelajaran sebagai
ketercapaian kriteria ketuntasan minimal konsep yang mencakup asumsi dasar
(KKM) atau ketuntasan belajar sesuai dengan (pandangan kita) tentang siswa, proses belajar
tujuan pembelajaran. bahkan seringkali dan tentang kondisi yang bias diciptakan
ditemui siswa melakukan penyimpangan suasana belajar).
seksual seperti sedang maraknya isu LGBT Pendekatan selalu menyandang prediket
(Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transjender), yang dalam pendidikan pada umumnya
karena pada proses pembelajaran system dilandasi oleh pemikiran (ide, konsep, teori)
reproduksi tidak disampaian dari berbagai yang berkembnag dalam bidangbidang ilmu
sudut pandang, terutama nilai-nilai agama dan yang menunjang (termasuk Agama), salah
social, yang justu merupakan hal yang harus satunya adalah pendekatan IMTAQ (Winata
dikuatkan selama KBM dibandingkan hanya putra,1995;124-126).
konsep dari system reproduksi itu sendiri.
48 Bioilmi Vol. 4 No. 2 Edisi Juli-Desember Tahun 2018

Ahmad Sanusi (dalam Ridunsyah, (MAN) 2 Kota Bandung, yang terdiri dari 2
2007:17) menyatakan bahwa, pendekatan kelas. Sampel dalam penelitian ini terdiri atas
IMTAQ salahsatunya dapat dibangun melalui satu kelas yaitu kelas XI-IPA 1 sebagai kelas
eksperimen. Instrumen yang digunakan
pembelajaran yang dihubungkan dengan
adalah soal tes kemampuan kognitif berupa
materi pembelajaran umum. caranya adalah soal tes pilihan ganda sistem reproduksi pada
dengan menyatukan ilmu pengetahuan dengna manusia, lembar observasi keterlaksanaan
Agama melalui pendekatan IMTAQ dalam pendekatan IMTAQ, dan lembar angket untuk
proses pembelajaran konsep umum. mengetahui afektif siswa.
Pendekatan IMTAQ biasa dikatakan Data yang diperoleh terdiri atas : (1) skor
sebagai jalan yang digunakan oleh seorang pre-test dan post-test kemampuan kognitif
siswa yang kemudian dikonversi pada nilai
guru dengan landasan pemikiran, yaitu agama
skala 100, (2) skor angket dalah hal
untuk menciptakan suasana yang minat/afektif siswa terhadap penerapan
memungkinkan timbulnya keimanan dan pendekatan IMTAQ dalam proses
ketaqwaan kepad Allah SWT. pembelajaran dengan skala linkert.
Pendekatan IMTAQ dapat dikatakan Analisis dilakukan terhadap data yang
sebagai pendekatan terpadu (integrated telah terkumpul dan berpedoman pada
aproaach), Karena memusatkan perhatian pertanyaan-pertanyaan yang telah dibuat
dalam penelitian. Data yang bersifat kualitatif
pada suatu masalah dengan menggunakan
dianalisis secara deskriptif untuk menemukan
konsep dan metode juga berbagai bidang ilmu kecenderungan-kecenderungan yang muncul
(dalam hal ini ilmu agama). pada dalam penelitian. Sedangkan data kuantitatif
pelaksaannya digunakan berbagai strategi dianalisis dengan uji statistik. Pengolahan
yang dapat mendukung pada ketercapaian dan data statistik dilakukan dengan menggunakan
kesetabilan dalam proses pembelajaran. salah uji t-test.
satunya adalah pembelajaran dengan
Subjek Penelitian
pendekatan IMTAQ. sehingga diharapkan Dalam penelitian ini yang dijadikan
aspek-aspek yang diharapkan muncul sebagai popuasi adalah siswa kelas XI IPA MAN 2
hasil dari pembelajaran yang dilaksanakan Kota Bandung yang berjumlah 2 kelas dengan
dapat tercapai. jumlah populasi 75 siswa. pengambila sampel
Oleh karena itu, berdasarkan UU system dalam penelitian ini menggunakan metode
pendidikan nasional (USPN) pada BAB II sampling purposive. sampel dalam penelitian
ini diambil 1 dari 2 kelas yang ada, yaitu
pasal 3 tahun 2003, dalam menjalankan tugas
kelas XI IPA 1 dengan jumlah siswa sebanyak
dan fungsinya, profesionalisme guru sangat 36 orang.
dituntut dalam melaksanakan kgiatan belajar
mengajar di satuan ajar masing-masing. Instrumen Penelitian
Instrument yang digunakan adalah soal
METODOLOGI PENELITIAN pre-test dan post-test sebagai alat untuk
Metode dan Desain Penelitian mengevaluasi kognitif, yang berjumlah 25
Metode penelitian kuantitatif. Pendekatan soal dan sudah divalidasi sebelumnya. lemabr
kuantitatif digunakan untuk mengukur kerja siswa, lebar obervasi partisipatif untuk
penguasaan konsep dan kreativitas siswa men-dapatkaan data afektif.
Madrasah Aliyah kelas XI IPA. Pendekatan
Hipotesis dalam penelitian ini adalah
penelitian kuantitatif dalam penelitian ini
adalah metode weak eksperiment dengan “Integrasi nilai-nilai Islam melalui pendekatan
desain penelitian Single-Group Pre-Test and IMTAQ berpengaruh secara signifikan
Post-Test design (Borg et al., 2003). Populasi terhadap hasil belajar kognitif dan afektif
dalam penelitian ini adalah seluruh siswa
kelas XI IPA Madrasah Aliyah Negeri
Bioilmi Vol. 4 No. 2 Edisi Juli-Desember Tahun 2018 49
siswa pada konsep sistem reproduksi
manusia”

HASIL DAN PEMBAHASAN


Pembelajaran Biologi di tingkatan
SMA/MA, merupakan puncak dari rangkaian
pembelajaran dasar dan menengah, setiap
konsep baik rill maupun abstark disampaikan
dalam bentuk sebermakna mungkin bagi
bekal kehidupan siswa di kemudian hari.
Setelah dilaksanakan pembelajaran materi
Gambar 1. Perbandingan nilai pre test dan post test
system reproduksi manusia (siklus serta N-Gain peningkatan penguasaan konsep siswa
menstruasi, gestasi, dan kelahiran) melalui pada konsep sistem ekskresi manusia.
integrasi nilai-nilai Agama dalam pendekatan
Berdasarkan perhitungan N-gain di atas,
IMTAQ, menunjukkan bahwa hasil belajar
terlihat bahwa perolehan rerata N-gain adalah
kognitif dan afektif siswa mencapai 0,58 (sedang), hasil ini menunjukkan bahwa
peningkatan yang signifikan. hal ini terlihat terjadi peningkatan penguasaan konsep secara
dari data penguasaan konsep yang diperoleh signifikan.
dalam pembelajaran Biologi konsep sistem Berdasarkan pada skala nilai maksimal
ekskresi manusia, kemudian dibandingkan 100, rata-rata nilai pre test adalah 36 dan post
dengan KKM yang telah ditetapkan test 74, nilai terendah dan tertinggi pada pre
test secara berurut adalah 13 dan 52, nilai
sebelumnya (KKM = 70).
terendah dan tertinggi pada post test secara
berurut adalah 38 dan 91. Perolehan rata-rata
Penguasaan Konsep Sistem Reproduksi nilai-nilai tersebut kemudian dibandingkan
Manusia dengan KKM yang telah ditetapkan yaitu 70,
Skor pretest, posttest dan N-gain diperoleh data bahwa dari 35 siswa, 28 siswa
penguasaan konsep hasil penelitian dapat telah mencapai kriteria ketuntasan minimal,
dilihat pada Tabel 1 berikut ini : sedangkan 7 orang siswa belum mencapai
KKM. peningkatan afektif siswa dapa tterlihat
Tabel 1. Skor rerata N-gain penguasaan
dari perolehan skor afektif 4,24% dari skor
konsep
Kelas Eksperimen maksimal 6. Hal ini menunjukkan bahwa
Penguasaan perolehan jumlah siswa yang mencapai KKM
Konsep N-gain 80% menunjukkan adanya pengaruh positif
Pre-test Post-test
KKM 70 70 integrasi nilai-nilai IMTAQ dalam rangka
0,58 meningkatkan hasil penguasaan konsep dana
Rata-rata skor 36 74
fektif siswa.
Hasil perbandingan rata-rata nilai tes awal Pendekatan IMTAQ merupakan
dan tes akhir dapat dilihat dalam Gambar 1. pendekatan pembelajaran yang menanamkan
dan memunculkan nilai kesadaran akan
adanya kesadaran dan kekuasaan Allah SWT,
sehingga dapat membuka cakrawala berpikir
siswa. Damak positif lain yaitu pembelajaran
lebih terasa akti, hidup dan bermakna
sehingga siswa lebih mudah untuk mengingat
pelajaran. hal ini sejalan dengan apa yang
disampaikan oleh Suroso (1998:1). Apabila
pendekatan imtaq dapat diterapkan dalam
pembelajaran sains teruama biologi, maka
50 Bioilmi Vol. 4 No. 2 Edisi Juli-Desember Tahun 2018

tidak akan ada lagi dikotomi antara sains dan dalam Islam diharamkan bersenggama karena
agama. baik secara hormonal maupun fisik, wanita
Wina Sanjaya (2006:137) me- yang sedang menstruasi mengalami peluruhan
nyampaikan pula bahwa, pembelajaran ukan dinding Rahim dan fluktuatif hormonal di
hanya menuntut penguasaan materi, namun dalam tubuhnya. Siswa terlihat antusias
bagaimana memanfaatkan materi yang karena disadarkan akan pentingnya konsep
diperoleh untuk kehidupannya di kemudian ini, bagi perempuan karena mereka
hari. Apabila pendekatan ini diterapkan secara mengalaminya dan bagi laki-laki kelak
kontinyu maka bisa dipastikan akan terjadi mereka akan mempunyai istri. Pada fase
revolusi cara berpikir, yaitu bukan hanya minggu pertama setelah haid, disampaikan
bagaimana mengusai pelajaran tetapi juga bagaimana proses perkembangan sel telur dan
bagaimana mengaplikasikannya dalam terjadinya ovulasi, sel telur berkembang
kehidupan dan terus mempertebal keimanan dengan diseliumuti oleh korpus luteum dan
dan ketaqwaan. kemudian terus berkembang hingga terjadinya
Integrasi konsep biologi dengan nilai- ovulasi ketika ovulasi sel telur menuju tuba
nilai IMTAQ dalam pembelajaran sejalan valofi untuk dibuahi, korpus luteum berubah
konsep ilmu dlam Al-Qur’an. Manusia tanpa menjadi korpus ablikan namun tetap
ilmu/tidak mengetahui sesuatu pun, menstimulasi produksi hormone progesterone
diberikannya pendengaran, agar memperoleh supaya dinding Rahim semakin menebal
ilmu dengan pengabaran, diberikan gambaran, untuk implantasi zigot. pada fase ini
diberikannya penglihatan agar diperoleh ilmu disadarkan nilai-nilai kehidupan, bahwa
degan kenyataan, dan diberikannya hati/akal pelindung sel telur saja ketika meninggalkan
agar memperoleh ilmu dengan penalaran atau ditinggalkan oleh inti sel telur, masih tetap
proses. Selain itu, orang berilmu pada taat kepada Allah dalam subuah system untuk
hakekatnya adalah terus bertambah ilmunya mendukung sel telur implantasi saat terjadi
dan seiring itu pula semakin kuat pengakuan kehamilan, selain itu pada minggu ini
akan ke-Esaan Allah SWT dan membenarkan (sebelum ovulasi) dan minggu ke-3, dikatakan
suatu yang datang dari-Nya. sebagai zona aman karena kemungkinan besar
Jaminan Allah SWT, bahwa kedudukan tidak akan terjadi kehamilan apabila
orang yang yang berilmu akan ditinggikan berhubungan intim, namun disadarkan akan
derajatnya. hal ini berlaku bagi orang yang adanya konsep Qodho dan Qodar Allah,
mampu menjadikan Al-Qur’an sebagai sehingga tidak terbuka celah bagi siswa untuk
sumber ilmu. menyalah-gunakan konsep tersebut bagi seks
Integrasi pendekatan IMTAQ dalam bebas. Pada minggu ke-2 siklus haid,
pembelajaran biologi terbukti dapat disampaikan konsep tentang minggu subur,
meningkatkan hasil blajar kognitif dan efektif sehingga siswa diperlihatkan bagaimana
siswa. hal ini terjadi karena dalam proses kuasa Allah yang menciptakan kondisi
pembelajaran siswa secara terbuka diberikan perubahan Rahim yang kokoh bagi
kesempatan untuk memaknai hakikat perkembangan embrio.
kemakhlukannya melalui penyajian konsep Kedua, proses kehamilan. pada proses
system reproduksi pada manusia dalam pembelajaran diampaikan bagaimana proses
beberapa tahapan; kehamilan mulai dari menempelnya embrio
Pertama, pada materi siklus menstruasi pada dinding Rahim (implantasi). proses
siswa siswa dijelaskan tentang 28 hari siklus perubahan fisik dan hormonal dijelaskan seara
menstruasi, yeng terdiri dari siklus masa suci rinci melalui gambar, animasi dan video,
(21 hari + 7 hari haid) dan. Pada 7 hari sehingga siswa disadarkan akan ajaran Islam
pertama siswa diajarkan konsep proses tentang kewajiban menghormati Orang tua,
terjadinya menstruasi baik secara fisik bagaimana keluh kedah orangtua dalam
maupun hormonal, namun disatu sisi mengandung. dengan ditambah mmotivasi
diingatkan bagaimana hukum dalam Islam seperti pada pelaksanaan ESQ, siswa
tentang diharamkannya bersenggama ketika diarahkan untuk menghayati jasa dan
sedang haid, sehingga siswa paham mengapa pengorbanan orang tua terutama ibu.
Bioilmi Vol. 4 No. 2 Edisi Juli-Desember Tahun 2018 51
Ketiga, fase penyampaian konsep pelatihan kecerdasan spiritual, rasio, perasaan
kelahiran. pada fase ini siswa mendapatkan dan panca indera, dalam artian bukan
penyampaian konsep proses kelahiran dengan menekankan pada pencapaian kognitif yang
melihat tayangan video proses melahirkan, maksimal dapat meimbukan kecerdasan
sehingga lebih jelas dan internalisasi kasih- lainnya yaitu afektif. hal ini sejalan dengan
sayang kepada orang tua lebih mendalam konsep-konsep dasar yang menjadi focus
pada siswa. utama dari pendekatan imtaq yang muncul
Berdasarkan tahapan-tahapan yag sebagai suatu pendekatan dengan
dilaksanakan, terlihat ahwa dengan batuan menanamkan dan memunculkan nilai-nilai
guru sebagai variable pasilitator, dan media Islam (inteerasi nilai-nilai Islam melalui
sebagai variable intervening, pembelajaran pendekatan IMTAQ).
bukan hanya sekedar penyampaian konsep Dengan demikian, seperti disampaikan
namun juga adanya pemberian kesempatan oleh H. Syamsu Yusuf (2005:14), bahwa
bagi siswa untuk leih kritis, mengembangkan kejiwaan beragama seseorang dipengaruhi
keterampilan kognitif, afektif, dan social, oleh factor internal (fitrah) dan actor eksternal
sehingga mampu meningkatkan kualitas (luar) baik ingkungan keluarga maupun
pembelajaran bermakna melalui proses lingkungan sekolah. semuanya berkaitan
integasi nilai-nilai Islam (penerapan secara seimbang dan tidak dapat dipisahkan.
pendekatan IMTAQ). pembelajaran yang terintegrasi antara konsep
Bromed dalam buku (pendidikan umum dan agama mengarahkan siswa untuk
nilai:181) menyatakan bahwa pembelajaran senantiasa nadzar terhadap ilmu dan keilmuan
sebagai education power yang menekankan yang telah Allah hampar luaskan di dunia ini
pentingnya pendidikan untuk pengembangan bagi orang-orang yang mau berpikir.
system nilai peserta didik mampu berpikir,
bersikap, dan bertindak lebih matang. dengan KESIMPULAN
pendekatan IMTAQ diharapkan terbentuk Berdasarkan hasil analisis data dan
pemaknaan materi yang sesungguhnya. pembahasan yang telah dikemukakan
Berdasarkan data-data di atas, sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa
menunjukkan bahwa pendekata imtaq bisa Integrasi nilai-nilai Islam melalui Pendekatan
dijadikan model dalam proses pembelajaran IMTAQ dalam pembelajaran biologi konsep
biologi, Karen adalam proses pembelajaran sistem reproduksi manusia terbukti berimbas
dengan metode ini, siswa dan guru dituntut pada peningkatan penguasaan konsep siswa
untuk sama-sama berperan aktif dalam yang signifikan, terbukti dengan
memaknai materi pelajaran, bukan hanya meningkatnya rata-rata nilai siswa kelas XI
bertumpu pada perolehan intelegensi namun IPA dari hasil pre-test (36) dan pos-ttest (74),
afektif pun dapat meningkat. seperti dengan N-Gain 0,58 (kategori sedang). Nilai
disampaikan oleh Muhibbin (2000:85) bahwa rata-rata post test menunjukkan bahwa 80%
dalam peningkatan kecakapan kogitif yang (20 orang siswa) telah mencapai KKM (70).
perlu dikembangkan segera khususnya oleh sedangkan afektif diperoleh data 4,24%
guru yaitu; 1) strategi belajar memahami isi (kualifikasi tinggi).
materi pelajaran, 2) strategi meyakini arti
penting materi pelajaran dan aplikasinya serta UCAPAN TERIMA KASIH
menyerap pesan-pesan moral yang terkandung Penulis mengucapkan terima kasih
dalam materi pelajaran tersebut. keberhasilan kepada pihak yang telah memberikan
peningkatan ranah kognitif tidak hanya akan dukungan untuk peelitian ini.
membuahkan kecakapan kognitif, tetapi
menghasilkan kecakapan afektif yang kuat. DAFTAR PUSTAKA
Hasil perumusan pendidkan Islam se- Ahmadi, A. (2005). Strategi Belajar
Dunia tahun 1980 di Islamabad, merumuskan mengajar. Pustaka Setia. Jakarta.
bahwa pendidikan seharusnya bertujuan
mencapai pertumbuhan yang seimbang dalam Sanusia, A. (1999). Bagaiman pengaruh
kepribadian manusia secara total melalui pembelajaran berbasis Imtaq Terhadap
52 Bioilmi Vol. 4 No. 2 Edisi Juli-Desember Tahun 2018

Hasil Belajar Siswa SMP pada Konsep


Keanekaragaman hewan. Skripsi Sudjana, N. (2001). Penilaian Hasil Proses
FPMIPA UPI Bandung: Tidak Belajar Mengajar. Bandung : PT
diteritkan. Rosda Karya.
Agustian, A. G. (2006). Rahasia sukses
menmbangun kecerdasan dan spiritual Sugiyono. (2005). Statistika Untuk Penelitian.
ESQ, Jakarta : Arga. Bandung. Alfabeta.

Masyur. (2004). Mendidika Anak Sejak LN, S. Y. (2004). Psikologi Perkembangan


Dalam Kandungan. Yogyakarta : Anak dan Remaja. Bandung : PT.
Mitra Pustaka. Rosda karya.
Syah, M. (2004). Psikologi Pendidikan,
Bandung : PT. Rosda Karya.