You are on page 1of 4

Akuisisi Retail Carrefour Oleh CT Corp

Pada April 2010, Choirul Tanjung atau yang akrab dipanggil CT melalui CT CROP
membeli 40% saham PT Carrefour Indonesia senilai US$ 300 juta atau lebih dari Rp 3 triliun.
Keberhasilan CT CROP mengakuisisi PT Carrefour karena Sejumlah bank yang tergabung dalam
sindikasi berada dibelakang CT. Mereka adalah korporasi-korporasi keuangan dunia yakni Credit
Suisse, Citibank, JP Morgan, dan ING. Trans Corp sendiri maju melalui PT Trans Ritel, sebuah
anak perusahaan Trans Corp di bawah Para Group.Lantas, komposisi pemegang saham PT
Carrefour Indonesia berubah menjadi Trans Ritel (40%), Carrefour SA 39%, Carrefour
Netherland BV 9,5%, dan Onesia BV 11,5%.
Akuisisi ini terbilang heboh sebab yang diakuisisi adalah perusahaan asing yang sangat
besar dan sukses yang ada di Indonesia. PT Carrefour diciptakan di Perancis pada tahun 1959.
Hypermarket Carrefour pertama dibuka pada tahun 1963, di Sainte-Genevieve-des-bois. Pada
tahun 1999, bergabung dengan Promodes Carrefour, dan menjadi pemimpin bisnis ritel di Eropa,
perusahaan terbesar kedua di seluruh dunia.
Selama 40 tahun, dari kelompok Carrefour telah tumbuh menjadi salah satu terkemuka di
dunia kelompok distribusi. Kedua di dunia pengecer terbesar dan terbesar di Eropa, kelompok saat
ini mengoperasikan empat toko utama format: hypermarket, supermarket, keras toko diskon dan
kenyamanan. Grup yang Carrefour saat ini memiliki lebih dari 12.500 toko, perusahaan baik
dioperasikan atau waralaba.
Carrefour Indonesia sendiri memulai sejarahnya di Indonesia pada bulan Oktober
1998 dengan membuka unit pertama di Cempaka Putih. PT Carrefour Indonesia saat ini
merupakan pemimpin pasar yang terkemuka, menguasai lebih dari 40% pangsa pasar di segmen
hypermarket dan supermarket dengan jaringan operasional yang terdiri dari 85 gerai atau pusat
perdagangan di 28 kota di Indonesia dan mempekerjakan sekitar 28,000 karyawan. Selain itu
perusahaan ini bermitra dengan lebih dari 4,000 pemasok (dimana 70% adalah UKM) dan
melayani lebih dari 72 juta pelanggan diseluruh Indonesia. Trans Retail mengakuisisi 40%
kepemilikan saham di PT Carrefour Indonesia pada bulan April 2010 dan pada tahun 2011,
penjualan PT Carrefour Indonesia telah melampaui US$ 1.3 milliar. Carrefour S.A. adalah
kelompok usaha ritel terbesar kedua dalam hal perolehan pendapatan. Beroperasi utamanya di
Europa, Amerika Selatan dan Tengah, Timur Tengah, Cina dan Asia Tenggara.
Pada tahun 2011, perusahaan ini membukukan penjualan bersih sebesar EUR 81,271 juta.Gerai
Carrefour saat ini sebanyak 85 gerai dan berada di 28 kota. Pemilik kelompok usaha CT
Corporation, Chairul Tanjung, menjelaskan PT Carrefour Indonesia menyumbang 60% dari
pendapatan CT Corporation di 2011. "Penjualan Carrefour selama 2011 berkisar Rp 15
triliun,katanya.
Sementara pendapatan usaha CT Corporation, yang sebelumnya bernama Para Group, pada
2011 mencapai sekitar Rp 25 triliun. "Pendapatan seluruh perusahaan di bawah bendera CT
Corporation mencapai Rp 25 triliun," kata Chairul.Dia menjelaskan setiap dua tahun pendapatan
CT Corporation tumbuh dua kali lipat atau sekitar 40% setiap tahun.
CT Corporation terdiri dari tiga anak usaha, Mega Corp, Trans Corp, dan CT Global
Resources yang bergerak di sektor finansial, media, ritel, gaya hidup, hiburan, dan sumber daya
alam.Chairul yang menjadi orang terkaya di Indonesia nomor 11 menurut versi Forbes di 2011
dengan kekayaan US$ 2,1 miliar menerangkan, Carrefour menjadi penyumbang pendapatan
terbesar bagi CT Corporation. Sebelumnya, Trans Corp, kelompok usaha dari Para Group milik
Chairul Tanjung, mengakuisisi 40% saham PT Carrefour Indonesia sekaligus menjadi pemegang
saham terbesar pada April 2010. Nilai akuisisi atas perusahaan ritel terbesar di Indonesia itu lebih
dari US$ 300 juta atau sekitar Rp 2,7 triliun. Chairul menyatakan dana akuisisi didapat dari
pinjaman konsorsium empat bank asing sebesar US$ 350 juta, yaitu Credit Suisse, Citibank, JP
Morgan, dan ING Commercial Bank.
Untuk melunasi pinjaman akuisisi Carrefour ini, Trans Corp akan menggali utang baru
dengan menerbitkan obligasi global. Uniknya, penjamin emisinya juga empat bank yang memberi
pinjaman dana untuk akuisisi Carrefour.Dengan penguasaan 40% saham Carrefour Indonesia,
Trans Corp mendapatkan hak atas posisi empat komisaris dan dua direksi. Chairul menjabat
presiden komisaris. Dua posisi komisaris Trans Corp diisi mantan Kapolri Bimantoro dan mantan
Kepala Badan Intelijen Negara AM Hendro Priyono. Carrefour Indonesia mengoperasikan 79
gerai, terdiri 63 hypermarket dan 16 supermarket di 22 kota. Pada 2009 penjualan Carrefour
Indonesia mencapai Rp 11,7 triliun.Penyumbang pendapatan terbesar kedua atau sekitar 20% bagi
CT Corporation berasal dari Trans Media. Selain itu, pendapatan juga dikontribusi dari bisnis ritel
seperti Metro Departemen Store dan jasa travel AntaTour dan FayaTour.
Setelah bebrapa tahun perusahaan ritel dari prancis ini membuka bisnis di indonesia
mereka Fokus terhadap konsumen Carrefour terjemahkan dalam 3 pilar utama, yang diyakini akan
dapat membuat Carrefour menjadi pilihan tempat belanja bagi para konsumen Indonesia. Ketiga
pilar utama tersebut adalah sebagai berikut :
1. Harga yang bersaing
2. Pilihan yang lengkap
3. Pelayanan yang memuaskan.
November 2012 CT Corp telah mengambil alih 100% saham PT Carrefour Indonesia. CT
Corp mengambil alih 100% PT Carrefour Indonesia melalui PT Trans Retail dengan nilai US$ 750
juta untuk pembelian 60% saham yang sebelumnya dikuasai 40 % melalui anak perusahaan Trans
Ritel.
Menurut Chairul, dengan menguasai 100% Carrefour, pihaknya tetap memiliki hak untuk
menggunakan nama Carrefour secara eksklusif selama lima tahun. "Selama lima tahun kami bisa
menggunakan nama Carrefour. Setelah lima tahun, kalau kami masih ingin menggunakan nama
Carrefour, kami harus membayar royalti," ujar pengusaha berumur 50 tahun itu.
Pembelian 60% saham Carrefour ini, CT Corp melalui anak usahanya PT Trans Ritel mendapatkan
utangan dari 10 bank internasional. Adapun 10 bank tersebut yakni, Credit Suisse, BNP Paribas,
JP Morgan Securities, ING Bank, ANZ, Goldman Sachs, Deustche Bank, RBS, Standard
Chartered Bank dan Bank of Mitsubishi UFC.
Faktor-faktor yang mendorong CT mengakuisisi Carrefour :
1. Carrefour adalah ritel papan atas negeri ini. Bahkan sejak tahun 2008, ia ranking pertama
dengan omset Rp 10,68 Triliun. Meninggalkan Matahari yang omsetnya Rp 9,03 trilyun.
2. Carrefour sudah membuktikan eksistensinya dalam jangka panjang. Orang SNF Consulting
harus antusias dengan perusahaan seperti ini. Perusahaan ini sudah berdiri sejak 3 Juni
1957 di dekat sebuah perempatan jalan di Paris.
3. Carrefour adalah perusahaan kelas dunia. Visi SNF Consulting sebagai kantor konsultan
yang dipercaya perusahaan-perusahaan kelas dunia memacu saya untuk menyimaknya
secara mendalam. Ritel nomor dua di dunia setelah Wallmart ini telah beroperasi di
berbagai negara di dunia. Indonesia adalah salah satunya. Lebih dari 50 gerai Carrefour
beroperasi di negeri ini sebagai bagian dari 8 023 gerainya di seluruh dunia.
4. Carrefour berbisnis ritel. Ini adalah bidang yang sangat tradisional. Siapa pun bisa
memasuki sektor ini. Entry barrier nya rendah. Di gang-gang kecil kampung selalu ditemui
toko-toko kelontong yang menjual aneka kebutuhan sehari-hari. Gula, garam, beras, sayur-
mayur, sabun, minyak goreng dan sejenisnya. Bidang inilah yang dimasuki raksasa ritel
yang secara global beromset lebih dari Rp 900 Trilyun ini dengan sukses.
5. Carrefour merupakan perusahaan retail terbesar di Indonesia. Pemasoknya bervariasi mulai
dari perusahaan besar, kecil, dan menengah, petani, peternak, kelompok nelayan, dan lain-
lain. Perkembangannya semakin meluas setelah pada Januari 2008, Carrefour berhasil
mengakuisisi 75 persen saham PT Alfa Retailindo Tbk yang kemudian mengubah seluruh
gerai Alfa menjadi Carrefour Express.
6. Dengan kerjasama tersebut, Trans Corp akan menerapkan kekuatannya dalam inovasi,
operasi, dan pengetahuan mengenai pasar lokal untuk bekerja sama dengan Carrefour
dalam menyediakan kebutuhan konsumen di Indonesia. Sekaligus mengombinasikan gerai
Carrefour dengan kelompok usaha Para Group dalam bidang pelayanan finansial dan gaya
hidup (lifestyle-fashion), makanan dan minuman (food & beverage), dan travel.