You are on page 1of 2

PAPUA

Pagimu jatuh diatas pangkuan


Meski tak penyapa hijau daun
bayang hitammu terpapar jelas
Bahkan subuh sempat melempar cemburu saat ujung rasamu menjamah
khilafku
Teruslah terjaga
Jangan kau lepas birunya rindu
Sebab kau harus bertanggung jawab
Eratkan saja pelukan
Kita saling topang kepercayaan
Sebab kian banyak keinginan yang menjungkir balikkan fakta dan kisah kita
Seratus bahkan Seribu
Mereka rela memenjarakan kebaikan demi mengikat emosi jiwa
Bila perlu sabotase segera akan digelar
Agar kita membatalkan niat untuk menorehkan hasrat
Atau kita akan menyerahkan asa dan mengibarkan kepasrahan ?
Jangan menjelentikkan nafsu
Kita masih mampu bertahan
Jika perang dimulai
Ambil saja setangkup doa
Dan jabarkan maknanya
Biar mereka menarik urat nadinya sendiri
Sebagai penutup malu