Вы находитесь на странице: 1из 3

Nama : Ilham Bintang Mahendra

NIM : F34170014

Sektor pertanian memiliki peranan yang sangat penting di dalam perekonomian


Indonesia. Hal ini dapat terlihat dari kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB),
penyerapan tenaga kerja, penciptaan kesempatan kerja/berusaha, peningkatan pendapatan
masyarakat, dan sumber perolehan devisa. Pertanian untuk pembangunan nasional dipandang
sebagai suatu sektor yang memiliki kemampuan khusus dalam menghasilkan pertumbuhan
yang berkualitas. Selain dinilai strategis, sektor pertanian juga memiliki potensi besar dan
prospek yang cerah untuk dikembangkan. Peran baru sektor pertanian dalam menyediakan
pangan (food), pakan (feed), dan energi (biofuel) menjadikan sektor pertanian layak dijadikan
sektor andalan dalam pembangunan nasional. Peran sebagai penyedia pangan, pakan, dan
energi tersebut menyebabkan peningkatan produksi komoditas pertanian menjadi target yang
sangat penting seiring dengan semakin tingginya permintaan akan komoditas pertanian
tersebut, terlebih untuk komoditas-komoditas pertanian yang sampai saat ini masih harus
diimpor dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan domestik.
Negara penghasil pertanian dalam jumlah saja ternyata tak cukup untuk meningkatkan
perekonomian negara, harus dilakukann berbagai upaya seperti peningkatan nilai tambah di
suatu produk agar penghasilan di bidang pertanian dapat naik secara signifikan. Komoditi yang
berpengaruh besar terhadap perekonomian negeri ini antara lain adalah kakao, kopi, teh, gula,
minyak atsiri, peternakan, jus buah, perikanan dan udang . Akan dijelaskan bagaimana
pertambahan nilai dari masing-masing komoditi serta alat pengecil ukuran yang digunakan.

1. Kakao
Harga buah kakao per kilo berdasarkan sumber di internet yaitu berkisar sekitar US$ 2.4 atau
sekitar Rp. 30 ribu per kg . Dari 100 kilo buah kakao akan dihasilkan 78 kilo pasta. Salah satu
merk pasta kakao yaitu merk ny. Liem dijual seharga Rp. 250rb per kg. Berarti Kakao
mengalami nilai tambah sebesar 6,5 kali (tergantung merk pasta). Itu belum termasuk sisa buah
kakao yang belum dimanfaatkan. Alat yang digunakan untuk membuat kakao menjadi tepung
adalah hammer mill.
2. Kopi
Kopi jenis robusta(75% konsumsi di indonesia) untuk saat ini bijinya memiliki harga berkisar
+- US $ 1700 per ton, atau sekitar Rp. 24 juta rupiah per ton. Sedangkan bubuk kopi yang
sudah diolah menjadi produk berkisar 80 ribu – 300 ribu rupiah per kilo. Hal ini berarti kopi
mengalami peningkatan nilai tambah 3 hinga 10 kali tergantung jenisnya.. Untuk kopi, alat
untuk mengecilkannya adalah Coffe Mill yaitu sebuah alat kecil yang mengubah biji kopi
menjadi bubuk. Konsep dari coffee mill sama seperti mesin mill lainnya.
3. Teh
Daun teh domestik memiliki harga sekitar US$1,75 atau sekitar Rp.25000 per kilonya. Untuk
produk teh merk Cap keris berisi 1 kilo serbuk teh berharga Rp.100 ribu per kilo yang berarti
teh mengalami peningkatan nilai tambah kurang lebih 4 kali. Untuk menghancurkan daun teh
kering, alat yang digunakan adalah disk mill.
4. Gula Tebu
Tebu di indonesia memiliki harga sekitar Rp. 50.000 per kuintalnya. Rendemen gula dari tebu
sendiri adalah 6-8% yang berarti 1 kuintal tebu akan menghasilkan sekitar 6-8 kilo gula. Di
Indonesia harga gula per kilo adalah sekitar Rp. 13000 rupiah. Dari data tersebut, berarti Gula
mendapatkan peningkatan nilai tambah sekitar 1,8 Kali. Alat pengecil ukuran pada tebu adalah
Cane Shreeder yang befungsi sebagai pencacah tebu agar menjadi potongan yang lebih kecil
dan memperluas permukaan tebu.
5. Kelapa Sawit
Kelapa sawit memiliki harga buah per kilo sekitar Rp. 1200 . Rendemen dari sawit untuk
menghasilkan cpo adalah sekitar 19% . Harga CPO per kilo nya adalah sekitar Rp.7000
sehingga nilai tambah sawit meningkat 1,2 kali.Alat yg digunakan untuk memperkecil ukuran
adalah chopper mill
6. Karet
Karet per kilo memiliki harga 8000 rupiah, namun harga lateks diperkirakan mencapai 25000
rupiah sehingga kenaikan nilai tambah berkisar 3 kali lipat. Alat untuk memperkecil ukuran
biji karet adalah hammer mill.
7. Minyak atsiri – Jahe
Harga jahe sendiri per kilo nya adalah Rp. 4000 untuk jenis biasa. Rendemen jahe sangat sedikit
yaitu sekitar 0,7% . Harga per 100 mililiter adalah 360.000 rupiah. Dibutuhkan 14 kilo jahe
untuk 100 mililiter sehingga nilai tambah dari jahe adalah sekitar 6 kali lipat. Alat pengecil
ukuran yang digunakan bisa di berbagai mesin milling seperti disk mill dll.
8. Peternakan – sapi
Sapi lokal memiliki berat badan sekitar 300-400 kilogram. Harga sapi juga sangat beragam
sekotar 16 jutaan 1 buahnya. Dari 400 kilo bobot sapi akan dihasilkan sekitar 170-200kilo
daging + lemak. Harga daging sapi per kilonya adalah 120 ribu rupiah . Dari penjualan daging,
nilai tambah yang didapat adalah sekitar 1,8 kali. Itu belum termasuk jeroan, tulang dan bagian
bagian sapi non daging lainnya yg tentunya dapat meningkatkan nilai tambah. Sapi biasanya
diperkecil ukurannya menggunakan meat slicer.
9. Jus buah – Mangga
Harga buah mangga berbeda tergantung jenisnya. Jika membeli di peetaninya langsung, harga
buah mangga yang normal adalah sekitar 8000 rupiah per kilo. Sedangkan salah satu produk
jus buah merk buavita menjual dengan harga 30 ribu untuk satu liter. Peningkatan nilai tambah
nya adalah sekitar 3,7 kali lipat. Pengecil ukuran untuk jus adalah mesin blender .
10. Perikanan- tuna dan udang
Harga ikan tuna per kilo di Indonesia adalah Rp.45000-50000. Produk ikan tuna salah satunya
adalah abon ikan tuna seharga Rp.130.000 per kilo sehingga ikan tuna mengalami peningkatan
nilai tambah 2,8 kali. Udang jenis vaname per kilonya dijual seharga Rp.8000 . Produk udang
segar di berbagai supermarket bisa mencapat Rp. 170ribu sehingga udang mengalami
peningkatan nilai tambah kurang lebih 2x lipat. Keduanya menggunakan alat pengecil ukuran
slicer