You are on page 1of 8

 Provinsi Kalimantan selatan, Ibukota Banjar Masin

Kalimantan selatan adalah salah satu provinsi di Indonesia yang terletak di pulau Kalimantan. Ibu
kotanya adalah Banjarmasin. Provinsi Kalimantan Selatan memiliki luas 37.530,52 km² dengan populasi
hampir 3,7 juta jiwa. Provinsi ini mempunyai 11 kabupaten dan 2 kota. Tanggal 14 agustus 1950
merupakan hari jadi provinsi kalimantan selatan, Kawasan Kalimantan Selatan pada masa lalu
merupakan bagian dari 3 kerajaan besar, yaitu:

Kerajaan Negara Dipa

Kerajaan Negara Dipa adalah kerajaan yang berada di pedalaman


Kalimantan Selatan. Pusat kerajaan Negara Dipa terletak dekat Amuntai
sekitar Tabasan sekarang.

Diteruskan oleh Kerajaan Negara Daha

Kerajaan Negara Daha adalah sebuah kerajaan Hindu (Syiwa-Buddha) yang


pernah berdiri di Kalimantan Selatan se-zaman dengan kerajaan Islam Giri
Kedaton. Kerajaan Negara Daha merupakan pendahulu Kesultanan
Banjar.Pusat Kerajaan Negara Daha terletak di tepi sungai Negara dan
berjarak 165 km di sebelah utara Kota Banjarmasin, ibukota provinsi
Kalimantan Selatan.

Diteruskan oleh Kesultanan Banjar

Kesultanan Banjar atau Kesultanan Banjarmasin berdiri pada Tahun 1520,


dihapuskan sepihak oleh Belanda pada 11 Juni 1860. Namun rakyat Banjar
tetap mengakui ada pemerintahan darurat/pelarian yang baru berakhir pada 24 Januari 1905.

 Bahasa Daerah

Bahasa yang digunakan dalam keseharian oleh suku Banjar sebagai bahasa ibu dan sebagai lingua franca
bagi masyarakat Kalimantan Selatan umumnya adalah Bahasa Banjar yang memiliki dua dialek besar,
yakni dialek Banjar Kuala dan dialek Banjar Hulu. Suku Dayak yang mendiami kawasan selatan
Pegunungan Meratus menuturkan bahasa Dayak Meratus (d/h Bahasa Bukit) Bahasa Banjar dan bahasa
Bukit, keduanya merupakan bahasa Melayik.

Suku Dayak rumpun Dusmala (Dusun-Maanyan-Lawangan) yang menuturkan bahasa Barito Timur
mendiami kawasan utara Pegunungan Meratus menuturkan bahasa Dayak Maanyan Warukin, bahasa
Dayak Dusun Halong, bahasa Dayak Samihin (Dusun Tumbang), bahasa Dayak Deah/Dusun Deyah,
bahasa Dayak Lawangan dan bahasa Dayak Abal.

Sedangkan suku Dayak rumpun Biaju yang menuturkan bahasa Barito Barat mendiami aliran sungai
Barito menuturkan bahasa ibu antara lain bahasa Dayak Bakumpai dan bahasa Dayak Barangas.

 Rumah Adat khas Kalimantan Selatan

Rumah Bubungan Tinggi atau yang biasa disebut rumah


banjar adalah salah satu jenis rumah adat tradisional suku
banjar dari provinsi Kalimantan Selatan. Rumah banjar
merupakan suatu rumah adat khas yang menjadi maskot di
provinsi Kalimantan Selatan.

bentuk rumah adat itu sendiri yang memang bagian


atamnya tinggi dan lancip hingga membentuk sudut 45
derajat. Rumah adat Bubungan sudah lahir sejak abad
16. tepatnya pada masa pemerintahan Pangeran Samudera atau yang dikenal juga dengan nama Sultan
Suriansyah.Yang unik dari Rumah adat banjar adalah kontruksi fisik rumahnya yang tidak sembarangan
membuatnya, Bahan-bahan yang digunakan berpadu dengan kepercayaan yang dianut serta faktor fisik
tanah di wilayah kerajaan Banjar saat itu.

 Tarian Tradisional

1. Tari Kanjar atau Kakanjaran


Tari kanjar atau kakanjaran merupakan tarian tradisional Hulu Sungai Selatan, Kalimantan
Selatan. Tarian daerah Kalimantan Selatan ini merupakan tarian hiburan adat Suku Dayak yang
memiliki kepercayaan Kaharingan peninggalan leluhur.

2. Tari Baksa Kembang

Tari Baksa Kembang merupakan tarian tradisional yang berasal dari daerah Banjar, Kalimantan
Selatan. Tarian ini adalah tarian untuk menyambut tamu.

3. Tari Bagandut

Tari Bagandut adalah salah satu tarian rakyat yang berasal dari Kalimantan Selatan. Tarian ini
merupakan jenis tari tradisional berpasangan yang dimasa lalunya lebih menonjolkan erotisme
dari para penarinya.

Dll.

 Pakaian Adat

Sedikitnya ada 4 jenis pakaian adat Kalimantan Selatan yang hingga kini masih tetap lestari
dalam kehidupan masyarakat suku Banjar. Keempat pakaian adat tersebut masing-masing
memiliki nama antara lain:

1. Pengantin Bagajah Gamuling Baular Lulut

Bagajah Gamuling Baular Lulut adalah baju adat Kalimantan


Selatan yang modelnya sangat dipengaruhi budaya Hindu pada masa
silam
2. Pengantin Baamar Galung Pancar Matahari

Baamar Galung Matahari adalah Busana pengantin Banjar yang


dipengaruhi budaya Hindu dan Jawa menjelang masuknya Islam di
Indonesia.

3. Pengantin Babaju Kun Galung Pacinan

Babaju Kun Galung Pacinan, yaitu suatu jenis busana pengantin yang
mencerminkan masuknya pengaruh pedagang Gujarat dan China di Kalimantan
Selatan. Model ini mirip dengan busana pengantin Betawi dan pengantin
Semarang.

4. Pangantin Babaju Kubaya Panjang.

Babaju Kubaya Panjang, yaitu suatu jenis busana pengantin yang menggunakan
kebaya panjang.

 Senjata Tradisional
1. Sungga 2. Mandau

3. Sarapang 4. Keris Banjar

5. Parang

 Makanan dan Minuman khas

Setiap kawasan di Kalimantan Selatan, memiliki makanan sebagai ciri-ciri khas daerah, seperti daerah
Hulu Sungai Selatan dengan dodol dan ketupat khas kandangan-nya, Barabai dengan apam dan kacang
jaruk, Amuntai dengan kuliner dari daging itik, Martapura dengan kelepon buntut, dan Binuang dengan
olahan pisang sale yang disebut rimpi, Soto Banjar, Sate Itik, Nasi Kuning, dan lain-lain.
 Destinasi Wisata

1.Pasar Terapung Lok Baintan 2. Taman Hutan Raya Sultan Adam

3.Bukit Matang Kaladan Destinasi 4. Bukit Meratus

Wisata
 Silsilah keluarga dalam bahasa masyarakat kalimantan selatan

Kai Nini
+

Paman + Acil Abah + Mama +


Ua Ua

+ Sapupu
Kaka Ipar kaka Ulun

Kamanakan

 Sumber daya alam

Kehutanan: Hutan Tetap (139.315 ha), Hutan Produksi (1.325.024 ha), Hutan Lindung (139.315 ha),
Hutan Konvensi (348.919 ha) Perkebunan: Perkebunan Negara (229.541 ha) Bahan Galian: batu
bara, minyak, pasir kwarsa, biji besi, dll
 Agama di banjar masin

Nomor Agama Jumlah Konsentrasi

1 Islam 597.556 95,54%

2 Kristen 15.095 2,41%

3 Katolik 6.484 1,04%

4 Buddha 4.262 0,68%

5 Hindu 437 0,07%

6 Khonghucu 122 0,02%

7 Lainnya 1.525 0.24%

Total 625.481 100,00%