You are on page 1of 8

PEMBUATAN BUKU PANDUAN WISATA DESA SAPIT KECAMATAN SUELA

KABUPATEN LOMBOK TIMUR

MAKING A TOURIST GUIDE BOOK FOR SAPIT VILLAGE SUB-DISTRICT OF


SUELA EAST LOMBOK REGENCY

Muhammad Safwatur Rijal1 , Mutia Zahranie2 , Poppy Rizki Asmita3, Paryanto Dwi
Setyawan4
1
Fakultas Hukum, Universitas Mataram
2,3
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram
4
Fakultas Teknik, Universitas Mataram

Universitas Mataram Jln. Majapahit 62 Mataram 83125


Email : paryanto.ds@unram.ac.id

ABSTRAK
Tujuan dari pembuatan buku panduan wisata ini adalah untuk mempermudah perjalanan
wisata ke Desa sapit dan memperkenalkan Desa Sapit yang tidak terlalu dikenali oleh
kalangan masyarakat. Buku panduan ini dilengkapi dengan foto-foto yang mampu
memvisualisasikan tempat yang dapat dikunjungi wisatawan, diharapkan dengan buku
panduan ini dapat membantu perjalanan wisata ke Desa Sapit dan dapat menarik wisatawan
untuk datang ke Desa ini.
Kata Kunci : Buku panduan, Wisata, Desa

ABSTRACT
The purpose of making this guide book is to facilitate the trip traveler and introduce the Sapit
Village who still not too well known by the community. This guide book equipped with many
pitctures which able to visualize places that can be visited by travelers. To be expected this
guide book can help travelling in Sapit Village also could invite many travellers to visit Sapit
Village.
Keyword : Travel Guide, Tour, Village
Pendahuluan obyek sekaligus subyek. Tentunya inisiasi ini
Desa Sapit adalah desa yang berada di akan terwujud apabila didukung oleh
kawasan Lereng Gunung Rinjani dengan beberapa faktor di antaranya; kesiapan
ketinggian 700 – 1100 mdpl. Secara potensi masyarakat, dukungan pemerintah, dan
Desa Sapit memiliki kekayaan Sumber Daya semua pihak kepentingan.
Alam yang sangat komplit yang jarang di Dengan adanya potensi-potensi yang
miliki oleh wilayah lain, sehingga Desa Sapit ada di Desa Sapit, sebagai tempat wisata
sejak Tahun 1980-an di kenal sebagai yang baik untuk para wisatawan yang ingin
wilayah tujuan wisata, dan desa kedua masuk berlibur. Para wisatawan banyak yang tidak
dalam Lonly Planet setelah Tete Batu. mengerti akan potensi wisata di Desa Sapit.
Desa Sapit merupakan bagian dari Desa Sapit ini kurang dikenali karena orang-
Kecamatan Suela Kabupaten Lombok Timur orang masih menganggap Desa Sapit sebagai
Propinsi Nusa Tenggara Barat. Kode Desa Desa bersinggah untuk berkunjung ke tempat
Sapit adalah 52.03.16.2005. Dengan untuk berkunjung ke tempat wisata lainnya.
menggunakan sepeda motor, jarak dari kota Selama kurun waktu yang berjalan Desa
kecamatan sekitar 10-15 menit perjalanan, Sapit memiliki banyak potensi yang tidak
dari Kota Kabupaten sekitar 45 menit diketahui oleh para wisatawan yang melewati
perjalanan dan dari Kota Propinsi sekitar 1 Desa Sapit ini.
jam 45 menit perjalanan. Para wisatawan ini adalah target
Desa Sapit merupakan salah satu audience yang ingin diberikan informasi
kawasan wisata yang ada di Nusa Tenggara tentang Desa Sapit, karena orang yang ingin
Barat dengan potensi alam, pertanian dan beriwisata pasti ingin mendapatkan
polanya, adat budaya dan potensi lainnya. pengalaman yang tidak bisa dilupakan dan
wisata lainnya. Awal tahun 1990 sampai mempunyai kesan yang indah. Para
awal tahun 2000an Desa Sapit menjadi wisatawan memiliki tujuan untuk melakukan
daerah transit menuju Rinjani dengan porter- wisata agar mendapatkan pengalaman
porter lokal yang berpengalaman. bersama teman dan keluarga.
Inisiasi konsep wisata di Desa Sapit Buku panduan merupakan solusi yang
kedepan adalah wisata berbasis masyarakat, tepat untuk memecahkan masalah ini
wisata ramah lingkungan, agrowisata, yang dikarenakan bahwa para wisatawan ataupun
umumnya di kenal dengan istilah Ekowisata. orang yang ingin berwisata ingin
Dasar pemikirannya adalah bagaimana mendapatkan kepastian tempat yang
wisata dapat menjadikan masyarakat sebagai memiliki wilayah atau tempat yang menarik
untuk dikunjungi atau tidak, karena para Metode Analisis
wisatawan pasti tidak ingin menghabiskan Metode yang digunakan adalah
waktu yang ada dengan sia-sia. Dengan metode kualititif. Dengan metode ini, dapat
adanya buku panduan Wisata yang menghasilkan data yang akurat dan berguna
menggunakan teknik fotografi para untuk pembuatan buku ini. Metode kualitatif
wisatawan bisa mengerti tempat apa yang digunakan saat ingin mengetahui tempat
didatanginya dan memiliki panduan setelah wisata apa saja yang terkenal di Desa Sapit.
sampai di Desa Sapit, mulai dari dimana Strength
wisatawan bisa tinggal, makanan terkenal di Mempunyai tempat tujuan pariwisata

Desa Sapit, dan masih banyak lagi. yang baru.


Weakness
Belum dikenal oleh para wisatawan,
Konsep Pembuatan
dan wisatawan lebih banyak
Buku panduan wisata yang dibuat
berkunjung di daerah Lemor.
menyajikan informasi destinasi wisata di
Opportunity
Desa Sapit. Buku ini memakai teknik
Memiliki kesempatan berkembang
fotografi, bentuk buku yang memanjang
karena terkenal sebagai Desa Wisata.
untuk memperlihatkan elemen visual yang
Threat
lebih detail tetapi tidak menghilangkan unsur Desa yang lebih menonjol
memandu dari buku panduan itu sendiri. dibandingkan dengan Desa Sekitar
yang ada di Suela.
Judul Buku
Judul dari buku ini sendiri yaitu Metode Pengumpulan Data
“Buku Panduan Wisata Desa Sapit Metode pengumpulan data yang
Kecamatan Suela” pemilihan judul sesuai dilakukan adalah melakukan wawancara di
dengan target audience yang melibatkan Desa Sapit untuk mendapatkan informasi
wisatawan lokal. Pemilihan judul bertujuan yang detail untuk tempat wisata di Desa
untuk menunjukkan para wisatawan suasana Sapit.
yang bisa didapatkan di Desa Sapit tidak bisa Data Primer
didapatkan di perkotaan.  Metode Wawancara
Wawancara termasuk salah satu
Metode Pembuatan metode pengumpulan data dengan
Metode pembuatan yang digunakan cara bertanya langsung kepada
adalah sebagai berikut: responden. Wawancara merupakan
suatu proses interaksi dan komunikasi dalam membaca informasi yang ada.
secara langsung. Wawancara 2. Informasi verbal yang diberikan
dilakukan dengan narasumber di Desa ringkas dan padat dan langsung
Sapit yaitu dengan pemilik tempat menuju inti dari penjelasan mengenai
wisata. objek wisata, adat dan tradisi,
 Metode Observasi kerajingan tangan, kuliner, dan
Observasi merupakan teknik penginapan yang ada di Desa Sapit.
pengumpulan data, dimana peneliti
melakukan pengamatan secara Isi Buku
langsung ke objek penelitian untuk Isi buku diawali dengan penjelasan
melihat dari dekat kegiatan yang sedikit tentang Desa Sapit kemudian
dilakukan, jadi metode observasi dilanjutkan dengan daftar isi. Setelah
adalah pengamatan dan pencatatan itu baru memasuki:
secara sistematik terhadap gejala yang 1. Peta Wisata Desa Sapit
tampak pada subyek penelitian. Yang Berisi tentang tempat-tempat wisata
akan di observasi adalah keadaan dan Desa Sapit.
suasana tempat wisata di Desa Sapit. 2. 6 tempat wisata di Desa Sapit :
Data Sekunder menjelaskan tentang 6 tempat wisata
 Media Internet di Desa Sapit yaitu Langgar Pusaka,
Metode ini adalah cara dengan Canvas Coffee, Taman Langit, Sawah
mengkaji informasi melalui media Cafe, Hot Spring Sebau, dan
internet yang website nya sudah Agroforestree.
disediakan langsung oleh Pokdarwis 3. Air terjun
Langgar Pusaka Desa Sapit. Air terjun yang dimaksud di sini
adalah air terjun musiman di Desa
Strategi Kreatif Sapit.
Strategi kreatif berupa: 4. Camping ground
1. Memberikan visualisasi berupa foto- Camping ground merupakan area
foto objek wisata, adat dan tradisi, camping yang dengan ketinggian
kerajinan tangan, kuliner, dan sekitar 1100 mdpl dan 1300 mdpl.
penginapan yang berada di Desa 5. Terasering
Sapit. Memberikan visualisasi berupa Merupakan pemandangan sawah yang
foto untuk menghindari kejenuhan bertingkat yang dilihat dari ketinggian
1100 mdpl. dominan pada buku ini adalah hijau untuk
6. Kuliner kesan alami dan biru yang menyesuaikan
Kuliner yang ditampilkan pada buku dengan warna foto.
ini adalah kuliner yang terkenal di
Desa Sapit yaitu Kopi Sapit, Kripik : Gaya Layout
Nangka, Nanas, dan Pisang Desa Buku ini memakai layout 1 grid
Sapit. untuk mendapatkan kesan mewah dan untuk
7. Kain tenun khas Sapit memaksimalkan keadaan di Desa Sapit yang
Kain tenun khas Sapit dibuat dengan bertema menyejukan. White space yang
ragi atau corak warna yang berbeda- digunakan cukup banyak untuk memberikan
beda dan dibuat melalui pewarnaan kenyamanan untuk para pembaca sehingga
secara alami yang berasal dari bisa timbul kesan sejuk dalam buku ini.
tanaman-tanaman. Contoh hasil jadi:
8. Homestay
Memberitahukan homestay-homestay
yang layak ditinggali saat berkunjung
ke Desa Sapit dengan harga yang
terjangkau dan dengan fasilitas
lengkap.
9. Tradisi dan Budaya Desa Sapit
Memberitahukan tentang tradisi dan
budaya Desa Sapit yang sudah ada
sejak zaman dulu.
10. Sanggar seni
Memberitahukan bahwa Desa Sapit
ini memiliki lima buah sanggar
budaya, yang masing masing
Gambar 1. Cover Buku
mempunyai kesenian, mulai dari
gamela jangger dan juga gendang
beleq.

Konsep Warna
Warna yang dipakai atau warna yang
Gambar 2. Daftar isi Gambar 4. Canvas Coffee

Gambar 3. Majid kuno (Langgar Pusaka) Gambar 5. Agroo Forestree


Desa Sapit
Gambar 6. Sawah Cafe Gambar 8. Kopi Sapit

Kesimpulan
Desa Sapit merupakan Desa tujuan
wisata sejak Tahun 1980-an, dan Desa kedua
masuk dalam lonly Planet setelah Tete Batu.
Pembuatan buku panduan wisata dirancang
untuk membimbing parawisatawan yang
ingin berlibur dan menikmati suasana baru
yang berbeda dari suasana perkotaan, selain
itu bisa menikmati wisata alam yang
ditunjukkan di Desa Sapit. Namun, tujuan
utama dari pembuatan buku panduan wisata
Desa Sapit adalah sebagai ladang promosi
pariwisata yang ada di Desa Sapit sebagai
Desa Wisata yang berada di Lombok Timur.
Gambar 7. Camping Ground
Buku panduan wisata ini juga dibuat sebagai
sarana mempermudah para wisatawan untuk
menemukan letak daerah pariwisata yang Sofian, Effendi. 1987. Metode Penelitian
tidak terjangkau oleh internet sehingga dapat Survai. Jakarta: PT New Aqua Press.
memperoleh penglaman yang maksimal, Sugiyono. 2009. Metode Penelitian
buku ini juga mengulas tentang destinasi- Pendidikan Pendekatan Kuantitatif,
destinasi wisata yang direkomendasikan serta Kualitatif, dan R dan D. Bandung:
kuliner, adat dan tradisi, homestay, peta Alfabeta.
untuk mempermudah para wisatawan yang Umar, Husein. 2003. Metode Riset
datang di Desa Sapit. Komunikasi Organisasi. Jakarta: PT
Gramedia Pustaka Utama.

Daftar Referensi
Fandeli, Chafid, ed. 1995. Dasar-Dasar
Manajemen Kepariwisataan Alam,
Pengertian dan Kerangka Dasar
Kepariwisataan. Yogyakarta: Liberty
Offset.
Kertajaya, Hermawan. 2005. Attracting
Tourist Traders Investor :
Memasarkan Daerah di Era Otonomi.
Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.
Muljadi, A.J. 2009. Kepariwisataan dan
Perjalanan. Jakarta: PT Raja
Grafindo Persada.
Oka, A. 1996. Pengantar Ilmu Pariwisata
Angkasa. Bandung.
Pendit, Nyoman. S. 1994. Ilmu Pariwisata :
sSebuah Pengantar Perdana. Jakarta:
PT Pradnya Paramita.
Riduwan. 2004. Metode Riset. Jakarta:
Rineka Cipta.
Rustan, Surianto. 2008. Layout Dasar dan
Penerapannya. Jakarta : Gramedia
Pustaka Utama.