You are on page 1of 7

Teknik Mindfulness: Suatu Alternatif untuk Mengurangi Kecemasan Siswa

Terhadap Pembelajaran Matematika

Rindang Maaris Aadzaar (18709251024) dan Muh. Fachrullah Amal (18709251036)


Kelas B, Pendidikan Matematika, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Yogyakarta

Abstrak. Dalam setiap pembelajaran, tentunya tidak semua siswa dapat menerima
pembelajaran dengan baik. Melalui pengalaman belajar yang buruk, siswa dapat merasa
cemas terhadap suatu pembelajaran terutama matematika. Kecemasan bisa membawa
dampak positif seperti siswa akan lebih berusaha untuk memecahkan suatu masalah
sehingga menimbulkan motivasi yang positif. Tetapi, jika siswa masih merasa
kecemasan setelah mencoba memecahkan masalah, maka siswa akan merasakan
kecemasan yang berlebihan. Hal tersebut yang harus dihindari dalam pembelajaran.
Beberapa cara dapat dilakukan untuk mengurangi kecemasan, salah satunya adalah
dengan teknik mindfulness yang mampu membantu siswa dalam sisi psikologis untuk
mengatur emosi dan sosial siswa. Pengunaan teknik mindfulness mampu mendorong
siswa untuk lebih konsentrasi dan merasa tenang dalam melakukan pembelajaran
matematika. Artikel ini akan membahas tentang multimedia sebagai suatu alternatif
untuk meningkatkan kemandirian belajar dalam pemecahan masalah matematis.

1. Pendahuluan
Dalam pembelajaran, siswa diharapkan dapat mengikuti pembelajaran dengan baik
sesuai dengan apa yang disampaikan oleh guru di kelas. Tetapi, tidak semua siswa memiliki
kondisi yang sama. Pada pembelajaran jika terdapat siswa yang merasa sangat cemas atau
khawatir terhadap matematika, maka biasanya dicirikan oleh kecenderungan yang kuat
untuk menghindari matematika [1]. Kecemasan terhadap matematika dapat menjadi faktor
penting dalam pendidikan dan dapat mempengaruhi pencapaian siswa dari tujuan
pendidikan dan prestasi belajarnya [2]. Kecemasan dapat meningkatkan motivasi untuk
memecahkan suatu masalah, tetapi kecemasan yang berlebihan akan menghambat siswa
dalam pembelajaran.
Kecemasan terhadap matematika bukan hanya muncul karena kurangnya kemampuan
matematika yang dikuasai siswa. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi
kecemasan siswa, diantaranya adalah kecemasan guru yang juga dapat menular kepada
siswa sehingga siswa juga dapat merasa cemas dan pemberian masalah yang tidak rutin dan
kompleks [3-4]. Oleh karena itu, kecemasan terhadap matematika sangat perlu untuk
dikurangi agar tidak memengaruhi prestasi belajar siswa dan dapat melalui perlakukan yang
diberikan oleh guru maupun dalam diri siswa secara langsung.
Teknik mindfulness dapat digunakan dalam sisi psikologis siswa untuk
mengembangkan jenis khusus kualitas mental yang berupa kesadaran [5]. Dengan
menggunakan teknik mindfulness, akan memfasilitasi pengembangan kompetensi
emosional dan sosial siswa yang dapat diajarkan dan dipraktekkan sehingga siswa mampu
terlibat dalam pembelajaran yang dirancang untuk mendapatkan pengaruh yang positif [6].
Hal ini dapat membantu siswa untuk membangun konsentrasi dan menengangkan pikiran
sehingga teknik mindfulness dapat digunakan dalam pembelajaran matematika.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan Meiklejohn et al [7], penggunaan teknik
mindfulness dalam pembelajaran dapat meningkatkan memori kerja, perhatian,
kemampuan akademis, keterampilan sosial, regulasi emosional, dan harga diri, serta
perbaikan suasana hati yang dilaporkan sendiri dan penurunan kecemasan, stres, dan
kelelahan. Dari penelitian tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa teknik mindfulness
bisa menjadi solusi untuk mengurangi kecemasan siswa terhadap pembelajaran
matematika. Artikel ini akan membahas bagaimana teknik mindfulness dapat sebagai
alternatif untuk mengurangi kecemasan siswa terhadap matematika.
2. Kecemasan
Kirkland [8] mengatakan bahwa kecemasan matematika yang diidentifikasi merupakan
perasaan tegang, prihatin, dan takut dalam mengerjakan permasalahan matematika. Wilson
[9] berpendapat bahwa kecemasan matematika adalah emosi yang dimiliki seseorang
terhadap pembelajaran matematika. Kecemasan matematika dapat memotivasi pelajar
dewasa untuk berlatih dan memecahkan banyak perhitungan matematika dan masalah, atau
dapat merugikan yang lain sehingga dia tidak dapat melakukan bahkan dasar masalah
matematika seperti penjumlahan.
Secara umum, kecemasan matematika dapat didefinisikan bahwa suatu bentuk perasaan
takut, tegang, serta emosi yang berlebihan terhadap matematika. Sebagai contoh ketika
siswa diminta untuk maju ke depan papan tulis dan mengerjakan soal matematika padahal
siswa tersebut sama sekali tidak paham terkait materi yang diajarkan. Hal ini merupakan
gejala awal siswa menjadi cemas dan tidak yakin lagi dalam menerima materi selanjutnya.
Kecemasan matematika dipengaruhi oleh pemberian tugas-tugas baik itu pada saat
proses pembelajaran berlangsung, diskusi kelompok, maupun pekerjaan rumah [10]. Satu
hal yang dapat memicu tingkat kecemasan matematika tinggi yaitu mengikuti ujian
matematika. Walaupun siswa dituntut untuk belajar dan memahami materi yang
disampaikan oleh guru.
Richardson & Suinn [11] mendefinisikan bahwa secara umum kecemasan terhadap
matematika merupakan perasaan tegang dan cemas yang berhubungan dengan manipulasi
angka dan penyelesaian masalah matematika dalam beragam situasi kehidupan dan
akademik. Banyak orang yang beranggapan bahwa kecemasan terhadap matematika dan
ketidakmampuan seseorang menjadi sukses dalam matematika disebabkan oleh warisan
atau keturunan dari orang tua, namun kebenaran yang terdapat di lapangan adalah tidak
semua siswa yang merasakan kecemasan terhadap matematika karena faktor keturunan
orang tua karena ada beberapa siswa yang berlatar belakang pendidikan orang tuanya tidak
tamat sekolah justru memiliki kemampuan matematis yang baik. Hal ini menunjukkan
bahwa anggapan faktor keturunan bukanlah penyebab utama terjadi kecemasan terhadap
matematika.
3. Teknik Mindfulness
Mindfulness didefinisikan sebagai suatu peningkatan perhatian dan kesadaran momen
demi momen atau suatu keadaan dimana terjadi peningkatan keterlibatan dan kesadaran
yang terbuka [12]. Terdapat dua pandangan tentang mindfulness, yaitu yang pertama adalah
sebagai disposisi atau sifat stabil dimana dapat dilihat sebagai aspek kepribadian yang terus
berlangsung dan yang kedua adalah dapat dipertahankan atau ditingkatkan melalui latihan
untuk menghasilkan intervensi kognitif atau perilaku dengan basis bukti yang berkembang
[13-15].
Pandangan lain tentang mindfulness adalah suatu kesadaran dari keterampilan atau
keadaan. Keadaan mindfulness dipandang sebagai perhatian yang terarah [12]. Artinya,
apakah siswa mampu melangkah keluar dari proses perseptual otomatis dan memusatkan
perhatian mereka pada detail-detail kecil aktivitas mental yang tidak akan diperhatikan
seperti biasanya. Keadaan mindfulness hanya dipertahankan sementara, dan ketika tidak
lagi diatur, mindfulness akan berhenti [16]. Meskipun konstruksi terpisah, ada
kemungkinan bahwa individu akan memiliki tingkat mindfulness yang stabil dan mengubah
tingkat keadaan kesadaran (misalnya untuk kecemasan, kemarahan, dll) [17].
Pada penelitian yang dilakukan oleh Shapiro, Astin, Bishop, dan Cordova [18],
mindfulness digunakan untuk menurunkan stres. Dari hasil penelitian yang dilakukan,
didapatkan bahwa tingkat stres dapat menurun dan tingkat keluasan kerja meningkat.
Penelitian lain dilakukan oleh Kumalasari, Fourianalistyawati, Triman, dan Putra [19], dari
hasil penelitian tentang mindfulness, dapat digunakan membantu siswa lebih percaya diri
dan memiliki daya konsentrasi yang lebih baik. Dari kedua penelitian tersebut, mindfulness
dapat diterapkan dalam pembelajaran khususnya pada pembelajaran matematika dimana
banyak siswa yang masih merasakan kecemasan terhadap pembelajaran matematika.
Teknik mindfulness yang dapat dilakukan adalah dengan cara melakukan mini meditasi
[20] untuk menenangkan diri. Meditasi mini dapat dilakukan di dalam kelas selama 5
sampai 10 menit dalam keadaan yang terus berlangsung selama beberapa pertemuan. Guru
bisa mengatur mini meditasi tersebut sesuai dengan kebutuhan. Contohnya adalah dengan
memperdengarkan lagu, membagi-bagikan camilan, menggambar, mengatur pernafasan,
dan mengatur kesadaran tubuh [12, 19 &21].
4. Penelitian dan Diskusi
Tabel 1 menunjukkan hasil dari penelusuran artikel-artikel terkait mindfulness dan
kecemasan belajar siswa terhadap matematika selama 8 tahun terakhir.
Tabel 1. Ringkasan hasil penelusuran artikel yang relevan
Peneliti Tahun Negara Subjek
[22] Randye J. Semple, Jennifer Lee, 2010 USA Siswa yang berusia
Dinelia Rosa, dan Lisa F. Miller 9 hingga 13 tahun
[23] Ji-Eun Lee dan Mary Zeppelin 2013 USA Calon guru
[24] Nathaniel R. Riggs, David S. Black, 2014 USA Siswa kelas 7 dan
dan Anamara Ritt-Olson 8 SMP
[25] Karen Milligan, Paul Badali, dan 2015 Kanada Siswa yang berusia
Flavia Spiroiu 12 hingga 17 tahun
[12] Lynsey Mahmood, Tim Hopthrow, 2016 Perancis Siswa yang berusia
dan Georgina Randsley de Moura 16 hingga 18 tahun
[26] Stefan Brunnhuber 2017 Jerman Mahasiswa

Dari beberapa artikel penelusuran yang terkait mindfulness dan kecemasan belajar siswa
terhadap matematika, didapatkan analisis bahwa dengan menggunakan teknik mindfulness,
dapat digunakan sebagai alternatif untuk mengurangi kecemasan belajar siswa terhadap
matematika.
Beberapa cara yang digunakan melalui teknik mindfulness seperti menggambar,
berdasarkan penelitian yang pernah dilakukan bermanfaat untuk siswa sebagai sarana untuk
mengembangkan rencana dalam menjembatani pengalaman mengajar matematika masa
lalu dan masa depan mereka. Seperti banyak diketahui jika kecemasan belajar juga bisa
didapatkan melalui pengalaman belajar siswa yang sebelumnya hingga memberikan
dampak negatif untuk pembelajaran yang akan dihadapinya. Sehingga siswa yang telah
mengalami pengalaman belajar yang buruk dapat dikurangi tingkat kecemasannya melalui
pengembangan rencana untuk menjembatani pengalaman belajar mereka dengan
pengalaman belajar yang baru.
Teknik mindfulness lannya seperti mendengarkan musik, membagi-bagikan camilan,
mengatur pernafasan, dan mengatur kesadaran tubuh juga dapat digunakan untuk
mengurangi kecemasan siswa terhadap matematika. Hal tersebut bisa dilakukan karena
berdasarkan artikel yang dianalisis, hal-hal tersebut mampu mengurangi stres berdasarkan
pengendalian pikiran dengan menciptakan sikap yang lebih positif terhadap kemampuan
mereka, menciptakan lingkungan perhatian yang tepat dan pengendalian diri siswa dalam
menerima pembelajaran. Oleh karena itu teknik mindfulness sangat berpengaruh untuk
mengurangi tingkat kecemasan siswa terhadap matematika.
Dari hasil diskusi, penggunaan teknik mindfulness sebagai suatu alternatif untuk
mengurangi kecemasan siswa terhadap matematika dapat dituangkan dalam skema atau
gambaran sebagai berikut,

Pembelajaran Matematika

Siswa menunjukkan tanda-tanda


kecemasan

Peran guru untuk mengurangi kecemasan siswa

Perlakuan dari Guru Teknik mindfulness

Kecemasan siswa menurun

Gambar 1. Skema Penggunaan Teknik Mindfulness Sebagai Suatu Alternatif untuk


Mengurangi Kecemasan Siswa Terhadap Matematika
Dari skema Gambar 1, dapat dilihat bahwa dalam pembelajaran matematika, guru akan
mengamati keadaan kelasnya terutama tentang bagaimana kemampuan siswa agar guru
dapat memberikan metode pembelajaran yang tepat sesuai dengan kemampuan siswa.
Apabila guru menemui siswanya mengalami tanda-tanda kecemasan, maka guru yang baik
akan berusaha untuk mengurangi kecemasan siswa agar tidak meningkat saat akan
diberikan pengalaman belajar yang baru. Guru bisa memberikan beberapa perlakukan
terhadap siswa seperti dengan cara menciptakan suasa kelas senyaman mungkin seperti
memberikan soalnya tidak dengan permasalah yang tidak rutin bagi siswa, menumbuhkan
rasa percaya diri kepada siswa, mengajukan pertanyaan yang bisa dijawab oleh siswa, dan
perlakuan-perlakuan lainnya. Tetapi tidak semua siswa akan termotivasi juga untuk
melakukan itu semuanya karena tidak semua siswa menyukai pembelajaran yang demikian.
Teknik mindfulness bisa menjadi suatu alternatif melalui perlukan terhadap siswa
seperti menggambar, mendengarkan musik, membagi-bagikan camilan, mengatur
pernafasan, dan mengatur kesadaran tubuh. Cara-cara tersebut dapat dipilih oleh guru,
mana yang lebih tepat digunakan oleh siswa sesuai dengan kebutuhan dan ketersedianya
fasilitas yang ada di kelas. Dengan begitu, kecemasan siswa terhadap matematika dapat
menurun sehingga pembelajaran matematika dapat mencapai hasil yang diharapkan.
5. Kesimpulan
Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa teknik mindfulness dapat
menurunkan kecemasan siswa terhadap matematika melalui pemberian pelayanan seperti
menggambar, mendengarkan musik, memberikan cemilan, mengatur pernapasan, dan
mengatur kesadaran tubuh. Adapun pelayanan yang diberikan menyesuaikan dengan
kondisi dan kebutuhan siswa ketika mendapati gejala kecemasan saat memberikan suatu
pelajaran.
6. Referensi
[1] Ramirez G, Gunderson E A, Levine S C, dan Beilock S L 2013 Jour.of.Cog.and.Dev
14 187
[2] Geist E 2010 Jour.of.Inst.Psy 37 24
[3] Beilock S L, Gunderson E A, Ramirez G, dan Levine S C 2010 PNAS 107 1861
[4] Maloney E A dan Beilock S L 2012 Trends.in.Cog.Scie 16 404
[5] Eberth J dan Sedlmeier P 2012 Mindfulness 3 174
[6] Schonert-Reichl K A dan Lawlor M S 2010 Mindfulness 1 137
[7] Meiklejohn J et al 2012 Mindfulness 3 291
[8] Kirkland H 2016 ATM 1 11
[9] Wilson S A 2014 Int.Pub.Health.Jour 6 147
[10] Hosein, Anesa, dan Harle J 2018 Stud.in.Edu.Eva 56 32
[11] Schillinger F L, Vogel S E, Diedrich J, dan Grabner R H 2018 Lear.and.Indv.Diff 61
109
[12] Mahmood L, Hopthrow T, dan Moura G D 2016 Jour.Pone. 11 2
[13] Garland E L, Gaylord S A, dan Fredrickson B L 2011 Mindfulness 2 59
[14] Hanley A, Garland E, Canto A, et al 2013 Mindfulness 6 202
[15] Cash M dan Whittingham K (2010) Mindfulness 1 177
[16] Bowen S, Chawla N, dan Witkiewitz K 2014 Mindfulness-Based.Treat.App 2 141
[17] Barnhofer T, Duggan D S, dan Griffith J W 2011 Pers.and.Indiv.Diff 51 958
[18] Brown K W, Weinstein N, Creswell J D 2012 Psychoneuroendocrinology 37 2037
[19] Kumalasari D, Fourianalistyawati E, Triman A, dan Putra J S 2017 Conf.Pap Doi:
10.17605/OSF.IO/7NTQM
[20] Carmody J and Baer R A 2008 Jour.Behav.Med 31 25
[21] Rufo D 2017 Art.Edu. 1 10
[22] Semple R J, Lee J, Rosa D, dan Miller L F 2010 Jour.Chi.Fam.Stud 19 218
[23] Lee J dan Zeppelin M 2014 Int.Elec.Jour.of.Elem.Edu 6 333
[24] Riggs N R, Black D S, dan Ritt-Olson A 2014 Jour.Chi.Fam.Stud 24 2745
[25] Milligan K, Badali P, dan Spiroiu F 2015 Jour.Chi.Fam.Stud 24 562
[26] Stefan Brunnhuber 2017 Cadmus 3 58