You are on page 1of 7

1

APLIKASI ANALISIS REGRESI KOMPONEN UTAMA TERHADAP


FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENYAKIT DIABETES
MELLITUS
(Studi Kasus di Puskesmas Tempeh Kab. Lumajang)

Universitas Negeri Malang


E-mail: livia.mat09@gmail.com

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji model hubungan


terbaik antara kadar gula darah dengan usia, berat badan, tekanan
darah sistolik, tekanan darah diastolik, kolesterol LDL, kolesterol
HDL, asam urat, hemoglobin, dan denyut nadi. Metode analisis
yang digunakan adalah regresi komponen utama. Berdasarkan hasil
analisis data, diperoleh persamaan regresi

. Jadi, penyebab
penyakit Diabetes Mellitus disebabkan oleh faktor usia, berat badan,
tekanan darah sistolik, tekanan darah diastolik, kolesterol LDL,
kolesterol HDL, asam urat, hemoglobin, dan denyut nadi sebesar
79,2%.

Kata kunci: Diabetes Mellitus, analisis regresi linier berganda, multikolinearitas,


regresi komponen utama.

Diabetes atau kencing manis adalah penyakit yang ditandai dengan


meningkatnya tingkat kadar gula dalam darah yang disebabkan oleh banyak
faktor, diantaranya usia, berat badan, tekanan darah sistolik, tekanan darah
diastolik, kolesterol LDL, kolesterol HDL, asam urat, hemoglobin, dan denyut
nadi. Sehingga untuk mengetahui seberapa besar pengaruh faktor-faktor tersebut
terhadap Diabetes Mellitus digunakan metode regresi berganda yang digunakan
untuk melihat hubungan antara beberapa variabel bebas dan variabel terikat, dari
variabel-variabel bebas tersebut diidentifikasi adanya kasus multikolinearitas.
Untuk mengatasi kasus multikolinearitas maka digunakan suatu metode yaitu
regresi komponen utama.
Regresi komponen utama adalah suatu analisis regresi yang digunakan
untuk mengetahui hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat yang
tak saling berkorelasi atau tidak terjadi multikolinearitas.
Model regresi berganda adalah Y  0  1 X1  2 X 2  3 X 3  ...   p X p  
dimana Y = variabl terikat, X1 , X 2 , X 3 ,..., X p = variabel bebas, 1 , 2 , 3 ,...,  p =
koefisien regresi parsial untuk variabel X secara berturut-turut,  0 = titik potong
sumbu Y,  = galat (error). Sedangkan model untuk regresi komponen utama
adalah dimana = variabel penjelas
komponen utama, = titik potong sumbu Y, = koefisien regresi
komponen utama, = faktor galat.

1. Livia Arif Vita adalah mahasiswa jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Malang
2. I Nengah Parta adalah dosen jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Malang
2

Menurut Draper dan Smith (1992), terdapat dua kriteria untuk


menentukan model regresi komponen utama yaitu: mengambil akar ciri yang
lebih dari 1 ( ), memilih m komponen utama sebagai penyumbang terbesar
terhadap keragaman data yang menghasilkan total keragaman lebih dari 0,75
∑ . Langkah selanjutnya setelah komponen utama diperoleh maka
menetukan skor komponen utama, dengan menggunakan matrik data :

[ ] Maka skor komponen dari individu ke-i pada

komponen utama yang dihasilkan dari matriks ragam peragam adalah:


̅̅̅
̅̅̅ ̅
[ ] ,
[ ̅̅̅ ]
Dimana: skor komponen ke-j dari individu ke-i, vektor ciri
komponen utama ke-j, vektor individu ke-i, ̅ vektor nilai rata – rata
variabel asal. Langkah selanjutnya untuk menentukan model regresi komponen
utma yaitu meregresikan variabel terikat Y dengan komponen utama, yang
dinyatakan dalam persamaan . Setiap komponen
utama dalam persamaan merupakan kombinasi
dari semua variabel penjelas X yang dinyatakan dalam hubungan
, , …,
. apabila persamaan tersebut disubstitusi
ke dalam persamaan diperoleh persamaan
baku dengan variabel asal X., yaitu .
Langkah selanjutnya dilakukan pengujian koefisien regresi untuk mengetahui
signifikansi dari masing – masing variabel bebas terhadap respon Y. Model regresi
yang digunakan adalah uji statistik t, yaitu:
,
Jika | | , ini berarti koefisien regresi bersifat
sangat nyata secara statistik. Sebaliknya jika | | .
Kemudian untuk menguji pengaruh variabel bebasnya secara serentak terhadap
respon Y, dilakukan melalui uji F.

METODE
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang
diperoleh dari arsip rekam medik pasien penderita Diabetes Mellitus sebanyak 44
data. Variabel terikat yang digunakan dalam penelitian ini adalah kadar gula
darah, sedangkan variabel bebas yang digunakan antara lain usia ( ), berat badan
( ), tekanan darah sistolik ( ), tekanan darah diastolik ( ), kolesterol LDL
( ), kolesterol HDL ( ), asam urat ( ), hemoglobin ( ), dan denyut nadi
( ). Dalam penelitian ini menggunakan metode analisis regresi komponen utama.
3

Langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian ini adalah:


1. Melakukan analisis regresi linear berganda
2. Interpretasi hasil analisis regresi linear berganda
a.
b. Uji koefisien regresi berganda secara serentak
c. Uji koefisien regresi berganda secara individual
3. Melakukan analisis korelasi (identifikasi multikolinearitas). Pengujian ini
menggunakan matrik korelasi.
4. Jika ada kasus multikolinearitas maka transformasi variabel bebas ( )
menjadi variabel (standarisasi)
5. Mencari nilai akar ciri (nilai eigen) dan vektor ciri dengan menggunakan
matriks varian kovarian (jika satuan sama) atau matriks korelsai (jika
satuannya berbeda)
6. Menentukan skor komponen utama
7. Mengambil akar ciri (nilai eigen) yang lebih dari satu ( )
8. Melakukan analisis regresi linear berganda antara variabel terikat dengan
komponen utama yang terpilih
9. Menentukan persamaan regresi yaitu mensubstitusikan komponen utama yang
merupakan kombinasi linear yang terbobot dari variabel asal
10. Interpretasi hasil analisis regresi komponen utama
a.
b. Uji koefisien regresi komponen utama secara serentak
c. Uji koefisien regresi komponen utama secara individual

HASIL DAN PEMBAHASAN

Dari hasil analisis regresi linear berganda diperoleh nilai sebesar 89%,
menunjukkan bahwa hubungan antara kadar gula darah dengan variabel bebasnya
sebesar 89% sedangkan sisanya 11% disebabkan oleh faktor-faktor lainnya. Untuk
selanjutnya perlu dilakukan uji serentak dan uji individual untuk melihat pengaruh
secara serentak dan secara individual antara variabel bebas dan variabel
terikatnya. Dari hasil analisis diperoleh nilai dan
maka dapat dikatakan bahwa variabel bebas secara
serentak mempengaruhi variabel terikat. Untuk pengujian koefisien regresi secara
individual diperoleh perhitungan sebagai berikut
4

Tabel 1. Koefisien dan Nilai hitung

Variabel Koefisien Ragam P


5,8839 0,8278 7,11 0,000
0,8862 0,2445 3,62 0,001
-0,4724 0,1580 -2,99 0,005
0,1361 0,2839 0,48 0,635
0,4959 0,1687 2,94 0,006
-0,6260 0,4585 -1,37 0,181
-1,546 2,660 -0,58 0,565
1,353 1,409 0,96 0,344
-0,8533 0,2787 -3,06 0,004

Nilai , diperoleh bahwa nilai adalah


sehingga dapat disimpulkan variabel
signifikan berpengaruh terhadap variabel Y. sebelum
melakukan analisis regresi komponen utama maka dilakukan pengujian asumsi
multikolinearitas. Dari hasil pemeriksaan multikolinearitas diperoleh nilai korelasi
antara variabel dan sebesar 0,195 lebih besar dibandingkan dengan korelasi
antara dengan Y yaitu 0,123. Hal ini mengindikasikan terjadi multikolinearitas.
Langkah selanjutnya adalah melakukan analisis regresi komponen utama. Pada
analisis ini langkah awal yang dilakukan adalah mentransformasikan variabel
bebas ( ) menjadi variabel dengan menggunakan matrik korelasi karena
diasumsikan satuan yang digunakan pada variabel bebasnya tidak sama. Sehingga
diperoleh data baru dengan variabel Z. Kemudian menentukan akar ciri atau nilai
eigen komponen utama dan skor komponen utama, diperoleh sebagai berikut

Tabel 2. Nilai Eigen

Komponen Utama Nilai Eigen Propoersi Komulatif


PC1 1,9784 0,220 0,220
PC2 1,5718 0,175 0,394
PC3 1.4048 0,156 0,551
PC4 1,1049 0,123 0,673
PC5 0,8746 0,097 0,771
PC6 0,7080 0,079 0,849
PC7 0,6123 0,068 0,917
PC8 0,5439 0,060 0,978
PC9 0,2013 0,022 1,000

Mengambil nilai eigen yang lebih dari satu ( ). Diperoleh bahwa komponen
utama yang memenuhi kriteria (nilai eigen > 1) adalah PC1, PC2, PC3, dan PC4
sehingga komponen utama tersebut yang dipilih. Langkah selanjutnya
meregresikan variabel terikat Y dengan komponen utama yang terpilih, diperoleh
persamaan regresi yang merepresentasikan hubungan gula darah dengan PC1,
PC2, PC3, dan PC4 yaitu:
. Kemudian menentukan persamaan regresi dengan mensubstitusikan
5

PC1, PC2, PC3, dan PC4 sehingga diperoleh persamaan dengan variabel X
sebagai berikut
..
Selanjtnya diperoleh interpretasi hasil analisis regresi komponen utama yaitu nilai
sebesar 79,2% hal ini mampu menunjukkan pengaruh antara kadar gula darah
dengan variabel bebasnya sebesar 79,2% sedangkan sisanya 20,8% dipengaruhi
oleh faktor lainnya. Selanjutnya dilakukan uji koefisien regresi komponen utama
secara serentak yaitu dengan menggunakan uji F, diperoleh
sehingga dapat dikatakan bahwa usia, berat badan, tekanan darah
sistolik, tekanan darah diastolik, kolesterol LDL, kolesterol HDL, asam urat,
hemoglobin, dan denyut nadi secara serentak mempengaruhi gula darah. Setelah
itu dilakukan pengujian koefisien regresi komponen utama secara individual,
diperoleh nilai sebagai berikut

Tabel 3. Koefisien dan Nilai komponen utma

Variabel Koefisien Ragam


3,568 0,001328 97,9097
-0,111 0,001344 -3,028
-0,237 0,002974 -4,346
-0,707 0,001475 -19,42
0,763 0,001241 21,659
-0,276 0,001124 -7,735
4,119 0,001794 97,248
0,205 0,00225 4,322
-0,618 0,001166 -18,098

Nilai ,maka diperoleh bahwa variabel


memenuhi asumsi sehingga
dapat disimpulkan semua koefisien X signifikan atau berpengaruh secara
individual terhadap variabel Y.

Kesimpulan data penderita penyakit Diabetes Mellitus berdasarkan faktor – faktor


yang mempengaruhi sebagai berikut:
1. Semakin bertambahnya usia tiap tahunnya maka semakin besar kandungan
kadar gula darah karena setiap kenaikan 1 tahun usia mengakibatkan kadar
gula bertambah sebesar 3,568 mg/dl.
2. Semakin bertambahnya 1 kg berat badan maka semakin kecil kandungan
kadar gula darah karena setiap kenaikan 1 kg berat badan mengakibatkan
kadar gula darah berkurang sebesar 0,111 mg/dl.
3. Semakin tingginya tekanan darah sistolik maka semakin rendah kandungan
kadar gula darah karena setiap kenaikan 1 mmHg tekanan darah sistolik
mengakibatkan kadar gula darah berkurang sebesar 0,237 mg/dl.
4. Semakin tingginya tekanan darah diastolik maka semakin rendah kandungan
kadar gula darah karena setiap kenaikan 1 mmHg tekanan darah diastolik
mengakibatkan kadar gula darah berkurang sebesar 0,707 mg/dl.
6

5. Semakin tingginya kandungan kolesterol LDL maka semakin tinggi


kandungan kadar gula darah karena setiap kenaikan 1 mg/dl kolesterol LDL
mengakibatkan kadar gula darah bertambah sebesar 0,763 mg/dl.
6. Semakin tingginya kandungan kolesterol HDL maka semakin rendah
kandungan kadar gula darah karena setiap kenaikan 1 mg/dl kolesterol HDL
mengakibatkan kadar gula darah berkurang sebesar 0,276 mg/dl.
7. Semakin tingginya tingkat asam urat maka semakin tinggi kandungan kadar
gula darah karena setiap kenaikan 1 mg/dl asam urat mengakibatkan kadar
gula darah bertambah sebesar 4,119 mg/dl.
8. Semakin tingginya kandungan hemoglobin maka semakin tinggi kandungan
kadar gula darah karena setiap kenaikan 1 mg/dl hemoglobin mengakibatkan
kadar gula darah bertambah sebesar 0,205 mg/dl.
9. Semakin cepat denyut nadi maka semakin kecil kandungan kadar gula darah
karena setiap kenaikan 1 satuan denyut nadi mengakibatkan kadar gula darah
berkurang sebesar 0,618 mg/dl.

PENUTUP
Kesimpulan
Data penderita penyakit Diabetes Mellitus terdapat kasus multikolinearitas
sehingga Analisis Regresi Komponen Utama diterapkan pada data tersebut untuk
memperoleh model hubungan yang mendekati pola sebaran data asli. Dengan
menggunakan Analisis Regresi Kompnen Utama diperoleh model terbaik untuk
data tersebut adalah

Dengan berturut-turut adalah usia, berat badan,


tekanan darah sistolik, tekanan darah diastolik, kolesterol LDL, kolesterol HDL,
asam urat, hemoglobin, dan denyut nadi. Koefisien determinasi ( ) sebesar
79,2% yang menjelaskan pengaruh usia, berat badan, tekanan darah sistolik,
tekanan darah diastolik, kolesterol LDL, kolesterol HDL, asam urat, hemoglobin,
dan denyut nadi terhadap kadar gula darah, sedangkan sisanya 20,8% dipengaruhi
oleh faktor-faktor lain. Model regresi komponen utama tersebut memenuhi semua
pengujian koefisien regresi secara serentak, pengujian koefisien regresi secara
individual dan pengujian asumsi nilai sisaan. Berdasarkan model persamaan
regresi tersebut diperoleh koefisien terbesar yaitu pada (asam urat), yang
berarti bahwa faktor dominan penyebab Diabetes Mellitus adalah asam urat.

Saran
Beberapa saran yang dapat diberikan berdasarkan hasil penelitian ini
adalah: disarankan bagi penderita Diabetes Mellitus menghindari makanan yang
banyak mengandung zat purin (mengakibatkan asam urat), karena asam urat
merupakan faktor dominan penyebab Diabetes Mellitus. Sedangkan bagi
masyarakat diharapkan agar masyarakat lebih mengutamakan pola hidup sehat,
dan untuk peneliti selanjutnya disarankan melakukan penelitian lebih lanjut
dengan memperhatikan faktor-faktor yang lainnya juga.
7

DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2010. Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah: Skripsi, Tesis, Disertasi,
Artikel, Makalah, Laporan Penelitian. Edisi Kelima. Malang: Biro
Akademik, Perencanaan, dan Sistem Informasi Bekerja sama dengan
penerbit Universitas Negeri Malang.
Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Edisi
Revisi IV. Jakarta: Rineka Cipta.
Darmono. 2005. Pengaturan Pola Hidup Penderita Diabetes Untuk Mencegah
Komplikasi Kerusakan Organ-Organ Tubuh. Semarang: Universitas
Diponegoro Semarang.
Draper, N.R dan Smith, H.1992.Analisis Regresi Terapan, edisi kedua.Alih
bahasa : Sumantri b. Jakarta : Gramedia

Marfianti, Erlina. Tanpa Tahun. Perbedaan Kadar Resisten Pada Obes Dengan
Resistensi Insulin Obes Tanpa Resistensi Insulin. Jurnal Kedokteran dan
Kesehatan Indonesia.
Moerdowo, R.M. 1989. Spektrum Diabetes Melitus. Jakarta: Djambatan.
Nasution. 2011. Metode Research. Jakarta: Bumi Aksara.
Nugroho, W.H. 1990. Pengantar Analisis Statistia. Bandung: Ganeca Exact.
Permadi, Hendro. 1999. Teknik Analisis Regresi. Malang: JICA.
Sembiring, R.K. 1995. Analsis Regresi. Bandung: ITB Bandung.

Sugiyono. 2004. Metode Penelitian Bisnis. Bandung: Alfabeta


Suryanto. 1988. Metode Statistik Multivariat. Jakarta: P2LPTK.
Sutanto. 2010. CEKAL (Cegah & Tangkal) PENYAKIT MODERN. Yogyakarta:
ANDI OFFSET.

Tandra, Hans. 2008. Diabetes. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.


Waluyo, Srikandi. 2009. 100 Questions & Answers Diabetes. Jakarta: PT Elex
Media Komputindo
Widharto. 2007. Kencing Manis (DIABETES). Jakarta: Sunda Kelapa Pustaka.

Webster, J.T. and Mason, R.L (1974) Latent Root Regression Analysis.
Technometrics. Vol.16 No. 4 P 513-522