You are on page 1of 6

BAB I

PENDAHULUAN

Ilmu Tauhid adalah ilmu yang membahas tentang “Wujud Allah SWT”, tentang sifat – sif
at wajib, sifat mustahil dan jaiz Allah SWT.
Ada pendapat lain tentang ilmu tauhid yaitu ilmu yang menerangkan sifat – sifat Allah ya
ng wajib kita ketahui. Dan Dalil – Dalil Al - Qur’an dibagi dua yaitu Dalil Naqli dan Dalil Aqli.
Dalil Naqli adalah bukti – bukti hukum atau ketentuan syari’at islam yang kebenarannya berasal
dari al Qur’an dan al Hadis. Sedangkan dalil Aqli adalah bukti – bukti kebenaran syari’at islam y
ang berasal dari hasil pemikiran akal (otak) manusia yang logis, yang dibuktikan secara ilmiah, n
amun digunakan setelah dalil naqli.
Didalam Al – Qur’an ada banyak surah yang didalam nya membahas tentang ilmu tauhid
di antaranya di awal surah Al – Hadit, akhir surah Al – Hasyir, awal surah As – Sajadah, awal
surah Ali Imran, surah Al – Ikhlas seluruhnya dan masih ada baynyak lagi yng tidak bisa
dipaparkan satu persatu.
Tidak hanya didalam Al – Qur’an yang membahas tentang ilmu tauhid tapi juga terdapat
dalam As Sunnah (Al – Hadits). Didalam Al – Hadits juga ada banyak yang membahas tentang
ilmu tauhid.

1
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Ilmu Tauhid


Ilmu Tauhid adalah ilmu yang membahas tentang “Wujud Allah SWT”, tentang sifat – sif
at wajib, sifat mustahil dan jaiz Allah SWT.
Ada pendapat lain tentang ilmu tauhid yaitu ilmu yang menerangkan sifat – sifat Allah ya
ng wajib kita ketahui.
Sedangkan menurut Drs, H. Ahmad Bisri, M.Ag bahwa ilmu tauhid adalah ilmu yang me
membahas tentang keesaan Allah dari segi Dzat, Sifat dan Af’al-
Nya. Beliau berpendapat bahwa ilmu tauhid tidak sama dengan aqidah, karena ilmu tauhid meng
kaji tentang praktik dari tauhid itu sendiri, tapi jika aqidah lebih mengkaji tentang kepercayaan.
Pendapat lain yang diungkapkan adalah bahwa Allah itu Esa, maksudnya adalah bahwa A
llah itu tidak bisa dibagi – bagi, Allah tidak beranak dan tidak juga diperanakkan, tidak ada yang
menyamai dengan diri-Nya.
Mengapa dinamakan ilmu tauhid? Jawabannya adalah karena bagian yang terpenting dala
m menetapkan sifat “wahdah” (satu) bagi Allah dalam dzat-Nya dan perbuatan-
Nya dalam menciptakan alam semesta ini.
Sedangkan pengertian tauhid adalah mengetahui atau mengenal Allah Ta’ala, mengetah
dan meyakini bahwa Allah Ta’ala itu tunggal dan tidak ada sekutu bagi-Nya.

B. Pengertian Dalil Naqli dan Aqli


Dalil Naqli adalah bukti – bukti hukum atau ketentuan syari’at islam yang kebenarannya
berasal dari al Qur’an dan al Hadis. Sedangkan dalil Aqli adalah bukti – bukti kebenaran syari’at
islam yang berasal dari hasil pemikiran akal (otak) manusia yang logis, yang dibuktikan secara i
lmiah, namun digunakan setelah dalil naqli.
Dalam penentuan sebuah hukum, sebuah aturan syari’at islam sangat diperlukan dalil Na
qli men – argumen yang berlawanan dengan al Qur’an maupun al Hadis) dan dalil Aqli atau dalil
yang bersumber dari akal (otak) atau hasil dari pemikiran manusia.1

C. Dalil – Dalil Al – Qur’an Tentang Ilmu Tauhid


Al – Qur’an telah memaparkan tahid ini dengan pemaparan yang sangat jelas, sebagaimana
di awal surah Al – Hadit, akhir surah Al – Hasyir, awal surah As – Sajadah, awal surah Ali Imran,
surah Al – Ikhlas seluruhnya dan lain – lain.

a. Al – Qur’an surah Al – Hadid ayat 1 s/d 2

‫ض َوه َُو االعَ ٰزي ُاز اال َح ٰكيام‬ َ ‫ت َو ا‬


ِۚ ٰ ‫اْل ار‬ ٰ ‫سبَّ َح ٰ هّلِلٰ َما فٰى السَّمٰ ٰو‬
َ

َ ‫ي َوي ُٰمي ِۚاتُ َوه َُو َع ٰلى ُك ٰل‬


‫ش ايءٍ قَ ٰديار‬ ٰ ‫لَهٗ ُم الكُ السَّمٰ ٰو‬
ِۚ ٰ ‫ت َو ااْلَ ار‬
ٖ ‫ض يُحا‬
Artinya:
“1. Apa yang di langit dab di bumi bertasbih kepada Allah. Dia – lah Yang Maha Perkasa , Maha
Bijaksana.
2. Milik – nya – lah kerajaan langit dan bumi, Dia menghidupkan dan Mematikan; dan dia Maha
Kuasa atas segala sesuatu.“ 2

1
Syekh Muhammad Abduh, Risalah Tauhid, (Cet . 9 Jakarta: PT. Bulan Bintang, 19992), hlm 8
2
Q.S Al – Hadid {57 } : 1 - 2
2
b. Al – Qur’an surah Al – Hasyr ayat 22 s/d 24
َّ ُ‫الرحا ٰ َمن‬
‫الر ٰحي ُم‬ َّ ‫ش َهادَةٰ ۖه َُو‬ ٰ ‫َّللاُ الَّذٰي َْل إٰ ٰلَهَ إٰ َّْل ه َُو ۖ َعا ٰل ُم االغَ اي‬
َّ ‫ب َوال‬ َّ ‫ه َُو‬

َ‫َّللاٰ َع َّم ُه َو يُ اش ٰر ُكون‬ ُ ِۚ ‫َّار اال ُمَتَ َك ٰب ُر‬


َّ َ‫س اب َحان‬ ُ ‫يز اال ََجب‬ ُ ‫هُوالَّذٰي َْل ٰإ ٰلَهَ ٰإ َّْل ه َُو اال َم ٰلكُ االقُد‬
ُ ‫ُّوس الس َََّل ُم اال ُمؤا ٰمنُ اال ُم َهي ٰامنُ اال َع ٰز‬

‫يز اال َح ٰكيم‬


ُ ‫ض َۖوه َُو االعَ ٰز‬
ٰ ‫ت َو ااْل َ ار‬ َ ُ‫ص ٰو ُر ۖلَهُ ااْل َ اس َما ُء اال ُح اسن َٰى ِۚي‬
َّ ‫سبٰ ُح لَهُ َما فٰي ال‬
ٰ ‫س َم َاوا‬ َ ‫ئ اال ُم‬ ٰ َ‫َّللاُ االخَا ٰل ُق االب‬
ُ ‫ار‬ َّ ‫ه َُو‬

Artinya:
“22. Dialah Allah, Tiada tuhan selain Allah. Mengetahui yang ghaib dan yang nyata , Dialah
Yang Maha Pengasih , Maha Penyayang.
23. Dialah Allah, Tiada tuhan selain Dia. Maha Raja Yang Maha Suci , Yang Maha Sejahtera ,
Yang Maha Menjaga Keamanan. Pemelihara keselamatan , Yang Maha Perkasa , Yang Maha
Perkasa, Yang Segala Keagungan. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.
24. Dialah Yang Menciptakan , Yang Mengadakan , Yang Membentuk Rupa , Yang Memiliki Nama
– Nama yang indah. Apa yang ada di langit dan di bumi bertasbih kepada nya. Dan Dialah Yang
Maha Perkasa , Maha Bijaksana.”3

c. Al – Qur’an surah As – Sajdah ayat 4 s/d 6


ِۗ ٰ ‫ض َو َما بَ اينَ ُه َما فٰ اي ٰسَت َّ ٰة اَي ٍَّام ث ُ َّم ا اسَت َٰوى َعلَى اال َع ار‬
َ ‫ش َما لَ ُك ام ٰم ان د اُونٰ ٖه ٰم ان َّو ٰلي ٍ َّو َْل‬
َ‫ش ٰفي ِۗاعٍ اَفَ ََل تََتَذَ َّك ُر اون‬ َ ‫ت َو ااْلَ ار‬ ‫َّللاُ الَّ ٰذ ا‬
ٰ ‫ي َخلَقَ السَّمٰ ٰو‬ ‫َه‬

َ‫سنَ ٍة ٰم َّما تَعُد اُّون‬ َ ‫ار ٗ ٓٗه ا َ ال‬


َ ‫ف‬ ٰ ‫س َم ۤا ٰء اٰلَى ااْلَ ار‬
ُ َ‫ض ث ُ َّم يَ اع ُر ُج اٰلَ اي ٰه فٰ اي يَ او ٍم َكانَ ٰم اقد‬ َّ ‫يُدَ ٰب ُر ااْلَ ام َر ٰمنَ ال‬

َّ ‫ش َهادَةٰ االعَ ٰزي ُاز‬


‫الر ٰح اي ُم‬ ٰ ‫ٰذلٰكَ عٰ ٰل ُم االغَ اي‬
َّ ‫ب َوال‬

Artinya:
“4. Allah yang mencpiptakan langit dan bumi dan apa yang ada di diantara keduanya dalam enam
masa, kemudan Dia Bersemayam diatas Arsyi. Baginya tidak ada seorang pun penolong maupun
pemberi syarat lain dia. Maka apakah kamu tidak memperhtikannya?.
5. Dan mengatur segala urusan dari langit ke bumi, kemudian urusan itu naik kepadanya
(lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu.
6. Yang demikian itu, ialah tuhan Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Yang Maha
Perkasa , Maha Penyayang.”4

d. Al – Qur’an surah Ali – Imran ayat 2 dan 18

ُّ ‫ْل ا ٰٰلهَ ا َّْٰل ه َُو اال َح‬


‫ي االقَي اُّو ِۗ ُم‬ ‫َه‬
ٗٓ َ ُ‫َّللا‬
Artinya:
“2. Allah, tiada tuhan selain Dia. Yang Maha Hidup, Yang terus menerus Mengurus (makhluk
nya).”5

ۤ
‫ْل ا ٰٰلهَ ا َّْٰل ه َُو االعَ ٰزي ُاز اال َح ٰك اي ُم‬ ِٰۗ ‫ْل ا ٰٰلهَ ا َّْٰل ه َُو َو اال َم ٰل ِٕى َكةُ َواُولُوا اال ٰع ال ٰم قَ ۤا ِٕىم ۢا بٰ اال ٰقس‬
ٗٓ َ ‫اط‬ ٗٓ َ ٗ‫َّللاُ اَنَّه‬
‫ش ٰهدَ ه‬
َ

3
Q. S Al – Hasyr {59} 22 – 24
4
Q. S As Sajadah {32} 4 – 6
5
Q. S Ali Imran {3} 2
3
Artinya:
“18. Allah menyatakan bahwa tidak ada tuhan selain Dia; (Demikian pula) para malaikat dan
orang yang berilmu dan yang menegakkan keadilan, tidak ada tuhan selain Dia , Yang Maha
Perkasa, Maha Bijaksana.”6

e. Al – Qur’an surah Al – Ikhlas ayat 1 s/d 4

‫َّللاُ ا َ َح ِۚد‬
‫قُ ال ه َُو ه‬

ُ ‫ص َم ِۚد‬ ‫َه‬
َّ ‫َّللاُ ال‬

‫لَ ام َي ٰلدا َولَ ام ي اُولَدا‬

‫َولَ ام يَ ُك ان لَّهٗ ُكفُوا ا َ َحد‬

Artinya:
“1. Katakanalah (Muhammad). “Dialah Allah, Yang Maha Esa”.
2. Allah tempat meminta segala Sesuatu.
3. (allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakan.
4. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.”7

D. Dalil – Dalil Hadits Tentang Ilmu Tauhid


1. Hadits pertama
‫ ثم خط خطوطا عن يمين ذلك الخط وعن شماله‬,‫ ثم سبيل هللا مسَتقيما‬,‫خط رسول هللا صلئ هللا عليه وسلم خطا بيده‬
)‫ ثم قرا(وان هذا صرطئ مسَتقيما فاتبعوه وْلتَتبعواالسبل‬,‫هذه سبل ليس منها سبيل اْل وعليه شيطان يدعو اليه‬: ‫ثم قال‬
“Rasulullah saw pernah membuat sebuah garis dengan tangan beliau,
kemudian beliau bersabda, ini adalah jalan Allah yang lurus ‘.kemudian
beliau bersabda, ‘ini adalah jalan-jalan, tidak ada jalan pun kecuali ada setan
yang menyeru kepadanya’. Kemudian beliau membaca (firman Allah)‘dan
bahwa (yang kami perintahkan ini) adalah jalanku yang lurus, maka ikutilah
ia dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain)’.(Al-An’am: 153)’.”
Ibnul qayyim rahmatullah berkata, “kami disini mencoba menyebutkan
ucapan singkat tentang jalan yang lurus ini, karena ungkapan orang
tentangnya bermacam-macam menurut sifatsifatnyadan keterkaitannya,
padahal hakikatnya adalah satu, yaitu jalan allah yang dia letakkan untuk
hamba-hambanya yang menyampaikan kepadanya, tiada jalan lain selainnya,
semua jalan terputus bagi manusia kecuali jalannya yang dia letakkan melalui
lisan rasul-rasulnya dan menjadikannya perantara bagi hamba-hambanya
untuk sampai kepadanya. Jalan ini adalah mengesahkan nya dalam beribadah

6
Q. S Ali Imran {3} 18
7
Q. S Al Ikhlas {112} 1 – 4
4
dan memberikan ketaatan kepada para rasulnya, sehingga dia tidak
dipersekutukan dengan siapa pun dalam ibadah, sebagaiman rasulnya saw
tidak diduakan dengan seseorang pun dalam ketaatan. Tauhid kepada Allah
dimurnikan dan ketaatan kepada rasulullah saw dibersihkan. Semua ini
merupakan kandungan syahadat laa ilaaha illallaah (tidak ada tuhan yang
berhak disembah selain Allah), wa anna muhammadar rasuulullaah (dan
bahwa Muhammad adalah utusan Allah).
2. Hadits kedua

‫اتدري ما حق هللا‬,‫ يا معاذ‬: ‫ كنت رديف النبي صلى هللا عليه وسلم على حمارفقال لي‬: ‫وعن معاذ بن جبل قال‬
‫ ان يعبدوه‬: ‫ حق هللا على العباد‬:‫ قال‬.‫ هللا ورسوله اعلم‬: ‫ وما حق العباد على هللا؟ قلت‬,‫على العباد‬
‫ افَل ابشر الناس؟‬,‫ يارسول هللا‬: ‫ قلت‬,‫ ان ْليعذب من ْل يشرك به شيأ‬:‫ وحق الباد على هللا‬,‫وْليشركوابه شيأ‬
‫ اخرجاه في الصحيحين‬.‫ ْلتبشرهم فيَتكلوا‬: ‫قال‬
Dari Mu’adz bin jabal ra., beliau berkata, “Rasulullah saw
memboncengku di atas punggung seekor keledai, lalu beliau bersabda
kepadaku, ‘wahai Muadz, tahukah kamu apa hak Allah atas hamba-hambanya
dan apa hamba-hamba atas Allah ?’ saya menjawab, ‘Allah dan Rasulnya
yang lebih mengetahui.’ Beliau bersabda, ‘Hak Allah Allah atas hamba-
hambanya adalah hendaknya mererka menyembahnya dan tidak
menyekutukan sesuatu dengannya dan hak hamba-hamba atas Allah adalah
bahwa dia tidak mengazab saipa yang tidak menyekutukannya dengan
sesuatu.’ Saya berkata, ‘ya rasulullah, bolehkah aku menyampaikan berita
gembira ini kepada manusia?’ Beliau menjawab, ‘jangan sampaikan kabar
gembira ini buat mereka,
3. Hadits ketiga

,‫ مت شهد ان ْلاله اْلهللا وحده ْلشريك له‬: ‫ قال رسول هللا صلئ هللا عليه وسلم‬: ‫عن عبادةبن الصامت قال‬
‫ اد خله هللا الَجنة‬,‫ والَجنة حق والنار حق‬,‫ وروح منه‬,‫ القاها الى مريم‬,‫وان عيسى عبد هللا ورسوله وكلمَته‬
.‫ اخرجاه‬.‫على ما كان من العمل‬

Dari Ubadah bin Ash-Shamit, beliau berkata, Rasulullah saw


bersabda,”barang siapa bersaksi bahawa tidak ada tuhan yang berhak
disembah selain Allah semata, tiada sekutu baginya, bahwa Muhammad
adalah hamba dan utusan Allah, bahwa isa adalah hamba dan utusan Alllah,
kalimatnya yang dia sampaikan kepada Maryam dan ruh darinya, surga
adalah haq dan neraka adalah haq, niscaya Allah memasukkannya ke dalam
surga sesuai dengan amal yang dia lakukan.” Diriwayatkan oleh albukhari
dan muslim.

5
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan: