You are on page 1of 4

IMPLEMENTASI PENDEKATAN SAINTIFIK DALAM PEMBELAJARAN DI SDN

ANDIR 172 ANDIR KIDUL

Adam Ramadhan Yusuf


Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Pendidikan Indonesia
3F - 2019

Abstrak

Pembelajaran dengan pendekatan saintifik adalah proses pembelajaran yang


dirancang sedemikian rupa agar peserta didik secara aktif mengonstruksi konsep,
hukum atau prinsip dengan langkah-langkah sebagai berikut: (1) mengamati, (2)
menanya, (3) mencoba, (4) mengasosiasi, dan (5) mengomunikasikan serta dapat
ditambahkan (6) mencipta. Pendekatan saintifik dimaksudkan untuk memberikan
pemahaman kepada peserta didik dalam mengenal, memahami berbagai materi
menggunakan pendekatan ilmiah, bahwa informasi bisa berasal dari mana saja, kapan
saja, tidak bergantung pada informasi searah dari guru. Oleh karena itu kondisi
pembelajaran yang diharapkan tercipta diarahkan untuk mendorong peserta didik
dalam mencari tahu dari berbagai sumber melalui observasi, dan bukan hanya diberi
tahu. Penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran melibatkan keterampilan
proses seperti mengamati, menanya, mencoba, mengasosiasi, dan mengomunikasikan.
Dalam melaksanakan proses-proses tersebut, bantuan guru sangat diperlukan. Akan
tetapi bantuan guru tersebut akan semakin berkurang dengan semakin bertambah
dewasanya siswa atau semakin tingginya kelas siswa. Untuk mengetahui keberhasilan
penerapan pendekatan saintifik yang dilaksanakan oleh guru sebagai ujung tombak
kegiatan pembelajaran, maka penulis melaksanakan observasi penilaian sampai
melakukan wawancara terhadap salah satu guru di SD Negeri di Kota Bandung.

Kata Kunci : Implementasi, Pendekatan Saintifik, Kegiatan Pembelajaran

Pendahuluan
kurikulum 2013 dengan pendekatan saintifik tentu dalam beberapa hal akan membawa
perubahan dalam proses belajar, yaitu menggunakan langkah-langkah ilmiah, pendekatan
scientific akan digunakan dengan langkah-langkah sebagai berikut, observasi (mengamati),
questioning (menanya), associating (menalar), experimenting (mencoba), networking
(membentuk jejaring) Kemendikbud (2013). Seperti yang disebutkan oleh (Nuh, 2014:4)
bahwa perbedaan mendasar antara Kurikulum 2013 dengan kurikulum sebelumnya adalah
lebih meneguhkan pendekatan keilmuan untuk mendorong kreativitas peserta didik. Karena,
ke depan, zaman akan bertambah rumit mengingat jumlah penduduk semakin besar dan
perkembangan ilmu pengetahuan yang semakin canggih. Segala kerumitan dapat diselesaikan
dengan kreativitas. Solusinya adalah mendidik seluruh anak bangsa menjadi lebih kreatif
dengan pendekatan saintifik.
Tujuan pembelajaran dengan pendekatan saintifik di antaranya untuk: (1)
meningkatkan kemampuan intelektual, khususnya kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa,
(2) membentuk kemampuan siswa dalam menyelesaikan suatu masalah secara sistematik, (3)
memperoleh hasil belajar yang tinggi, (4) melatih siswa dalam mengomunikasikan ide-ide,
khususnya dalam menulis karya ilmiah, serta (5) mengembangkan karakter siswa. Sesuai
dengan tujuan tersebut, pembelajaran dengan pendekatan saintifik antara lain didasarkan pada
prinsip pembelajaran sebagai berikut: (1) keaktifan peserta didik secara fisik dan mental dalam
membangun makna konsep, prinsip, atau hukum, (2) membentuk konsep diri peserta didik
berdasarkan pemahamannya sendiri, (3) menghindari verbalisme, (4) memberikan kesempatan
bagi peserta didik untuk mengasimilasi dan mengakomodasi konsep, prinsip, atau hukum, (5)
mendorong peningkatan kecakapan berpikir, (6) meningkatkan motivasi belajar, (6) melatih
kemampuan dalam komunikasi, (7) memberikan kesempatan untuk validasi konsep, hukum,
dan prinsip yang dikonstruksi peserta didik, (8) melibatkan keterampilan proses sains dalam
mengonstruksi konsep, hukum, atau prinsip, (9) melibatkan proses kognitif yang potensial
dalam merangsang keterampilan berpikir tingkat tinggi.

Untuk mengetahui beberapa keberhasilan prinsip pendekatan saintifik di atas maka salah
satunya dapat dilihat dari beberapa dokumen kurikulum yang dimiliki oleh pihak sekolah
sebagai pelaksana juga sebagai perumus kurikulum, proses pembelajaran yang dilakukan oleh
guru di kelas juga merupakan suatu aspek penilaian tentang seberapa berhasilnya kegiatan
pembelajaran yang efektif dan penuh kebermaknaan, dan selain itu tindakan penelitian dengan
melalui proses wawancara terhadap guru sebagai ujung tombak keberhasilan kegiatan
pembelajaran pun perlu kita kaji.

Metode
Metode penelitian yang dilakukan dalam kepenulisan artkel ini merujuk pada beberapa
studi kepustakaan dokumen yang dimiliki oleh salah satu sekolah dasar di Bandung seperti
dokumen KTSP Sekolah,, sampai relevansinya penerapan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
di kelas. Yang pertama penulis teliti adalah dengan memusatkan perhatian pada guru dalam
memfasilitasi muridnya selama kegiatan pembelajaran di kelas, yaitu dengan memberikan
catatan keterangan apabila ada aktivitas siswa yang positif atau sangat negatif baik itu dari
kegiatan presentasi siswa, hidup atau tidaknya diskusi siswa sampai pemahaman siswa
terhadap proses pembelajaran. Dilanjutkan dengan mengumpulkan data dari proses wawancara
terhadap guru tentang pemahaman guru tentang ide kurikulum 2013. Lalu diakhiri dengan
proses pengkajian berbagai dokumen pendukung keberhasilan kurikulum 2013 seperti
kelengkapan Pedoman KTSP Sekolah, sampai pada penerapannya pada silabus dan Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran.

Hasil dan Bahasan


Pembelajaran ditujukan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar memiliki
kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga negara yang beriman, produktif, kreatif, inovatif,
dan afektif, serta mampu berkontribusi pada kehidupan masyarakat, berbangsa, bernegara, dan
berperadaban dunia. Pada proses memusatkan perhatian pada guru dalam memfasilitasi
muridnya selama kegiatan pembelajaran di kelas, terdapat banyak temuan yang harus dinilai
dari tingkat postiif atau negatifnya suatu aktivitas di kelas. Mulai dari pendahuluan
pembelajaran, kegiatan inti, sampai kegiatan penutup proses pembelajaran oleh guru terhadap
siswanya. Guru tersebut mengacu pada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang dibuatnya
dengan melakukan pendekatan secara saintifik. Jika direlevansikan dengan proses
pembelajaran guru tersebut sudah memenuhi kegiatan Kompetensi dasar dalam Rencana
Pembelajarannya. Tampak sudah terlihat Kompetensi dasar yang harus dicapai peserta didik
yaitu kompetensi, sikap, kompetensi pengetahuan, dan kompetensi keterampilan. Kompetensi
sikap terkait dengan nilai-nilai yang bersifat umum, yaitu nilai spiritual (terkait dengan
Kompetensi Inti ke-1) dan nilai-nilai sosial (terkait dengan Kompetensi Inti ke-2). Selain itu,
pembelajaran sikap juga perlu dikaitkan dengan karakteristik mata pelajaran yang diajarkan.

Proses pembelajaran pada Kurikulum 2013 menggunakan pendekatan saintifik atau


pendekatan berbasis proses keilmuan. Pendekatan saintifik dapat menggunakan beberapa
strategi seperti pembelajaran kontekstual. Model pembelajaran merupakan suatu bentuk
pembelajaran yang memiliki nama, ciri, sintak, pengaturan, dan budaya misalnya discovery
learning, project-based learning, problem based learning, inquiry learning. Maka dari hasil
pengamatan terlihat terlihat seorang guru sedang mengajarkan pemecahan masalah soal
matematika, dalam Rencana Pembelajarannya memusatkan pada keaktifan siswanya dalam
perumusan pemecahan masalah atau problem based learning. Sehingga telah tercapai guru
tersebut melaksanakan proses pembelajaran dengan menggunakan penerapan atau
implementasi pendekatan saintifik yang memang menggunakan modus pembelajaran langsung
(direct instructional. Pembelajaran langsung adalah pembelajaran yang mengembangkan
pengetahuan, kemampuan berpikir dan keterampilan menggunakan pengetahuan peserta didik
melalui interaksi langsung dengan sumber belajar yang dirancang dalam silabus dan RPP.
Dalam pembelajaran langsung peserta didik melakukan kegiatan mengamati, menanya,
mengumpulkan informasi/ mencoba, menalar/KTPS mengasosiasi, dan mengomunikasikan.
Pembelajaran langsung menghasilkan pengetahuan dan keterampilan langsung, yang disebut
dengan dampak pembelajaran (instructional effect) (Peraturan Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan Repulik Indonesia No. 103 tahun 2014).

Memunculkan masalah dalam pendekatan saintifik membuat peserta didik bertanya


memiliki keuntungan dalam memacu kreativitas anak seperti yang dijelaskan oleh (Nassirudin,
2009: 114) kreativitas akan muncul jika seorang membentuk pilihan atau pandangan terhadap
suatu objek yang dapat dijangkau indra maupun yang terlahir dari pikiran-pikiran individual.
Jika seorang mengarahkan konstrasinya kepada suatu objek melalui salah satu motivator
lahiriah yang ada di lingkungan luar atau melalui pengaruh internal yang bergejolak dalam
benak seseorang, pasti objek akan menempati posisi yang kuat dalam benak dan perasaanya,
sementara pengaruh-pengaruh lainnya hanya di tepian perasaan.

Selain itu dalam dokumen buku 1 KTSP yang dimiliki sekolah sudah memenuhi
substansi yang perlu dimilikinya, seperti Visi misi sekolah, tujuan sekolah, muatan kurikulum,
pengaturan beban belajar dan kalender Pendidikan. Substansi dalam buku 2 KTSP (silabus)
telah memenuhi dan tersusun dengan valid yakni seperti terlaksananya kompetensi Inti yang
sesuai dengan standar isi kurikulum 2013, pendekatan pembelajaran dengan pendekatan
saintifik, strategi pembelajaran dengan berpusat pada siswa, dengan diikuti rancangan system
penilaian yang otentik juga sumber belajar yang bervariatif.
Substansi Buku 3 KTSP (RPP) telah relevan dengan aktivitas atau kegiatan
pembelajaran yang telah dipaparkan di atas, dimulai dari rumusan tujuan pembelajaran,
kompetensi dasar rumusan yang telah relevan dengan KD yang akan dicapai, penetapan media
pembelajaran yang digunakan sudah jelas, penetapan sumber belajar, rumusan langkah-
langkah pembelajaran sudah sesuai dengan pendekatan saintifik dan tersistematis mulai dari
pendahuluan, inti dan pentup yang diakhir dengan penilaian yang otentik.

Dengan terlaksananya semua kegiatan pembelajaran yang sudah sesuai dengan


pendekatan saintifik dan tuntutan kurikulum 2013 maka akan sejalannya proses pengambilan
data melalui wawancara dengan gurunya. Yaitu mulai dari pemahaman konsep peserta didik
menurut kurikulum 2013 secara keseluruhan.

Simpulan dan Saran


Langkah-langkah yang dilakukan SDN Andir 172 Andir Kidul beserta salah satu
gurunya dapat memicu peserta didik untuk melaksanakan ranah kegiatan berpikir, sehingga
akan muncul ide-ide yang baru dan hal ini akan menjadikan peserta didik kreatif dalam
memecahkan masalah yang dihadapi, hal seperti inilah yang biasa disebut Pendekatan Saintifik
dalam proses pembelajaran. Kegiatan yang dirancang dalam pembelajaran ini jika dilakukan
berulang-ulang akan menjadi suatu kebiasan oleh peserta didik, sehingga nantinya peserta
didik akan terbiasa menggunakan pola pikir rasional, dan peserta didik akan terbiasa mencari
yang terbaik baik dirinya dengan alasan yang jelas dan dapat dipertanggung jawabkan hal ini
akan berdampak positif terhadap perkembangan karakter peserta didik. Selain
mengembangkan kemampuan peserta didik pendekatan saintifik memungkinkan untuk
mengembangkan ilmu pengetahuan serta keterampilan seorang guru, karena didalam
pendekatan saintifik bagi guru sangat penting dalam meningkatkan mutu pendidikan yaitu
dengan menggunakan teknik mengajar yang bermakna, karena teknik mengajar bermakna
merupakan salah satu motor penggerak yang mengaktifkan siswa dalam proses belajar
mengajar.

Langkah-langkah pembelajaran dengan pendekatan saintifik dalam Kurikulum 2013


merupakan suatau keutuhan, tetapi dapat diberikan dalam beberapa kali pertemuan sesuai
dengan kebutuhan waktu untuk mencapai rangkaian KD yang dipelajari. Namun demikian,
langkah-langkah pembelajaran tersebut harus dilaksanakan secara berurutan. Untuk
melaksanakan setiap langkah kegiatan tersebut guru perlu memperhitungkan waktu yang
digunakan dan menginformasikannya kepada peserta didik. Pembelajaran sikap, baik sikap
spiritual maupun sikap sosial, harus diintegrasikan dalam langkah-langkah pembelajaran
tersebut sesuai dengan konteksnya.

Daftar Rujukan
Nuh. M. (2014). Kurikulum 2013 Kanal Pembentukan Generasi Unggul. Majalah DIKBUD.
Edisi ke 4. Jakarta: Pusat Informasi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Paparan Menteri Pendidikan & Kebudayaan RI (2013).Pengembangan kurikulum


2013.Bandung: 16 Maret 2013. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan