You are on page 1of 5

.

Otak kiri dan otak kanan


Secara umum, Otak kanan berperan dalam kecerdasan EQ (Emotional Quotient), seperti hal
persamaan, khayalan, kreativitas, bentuk atau ruang, emosi, musik dan warna. Daya ingat otak
kanan bersifat panjang (long term memory). Bila terjadi kerusakan otak kanan misalnya pada
penyakit stroke atau tumor otak, maka fungsi otak yang terganggu adalah kemampuan visual dan
emosi misalnya.
Sementara itu, Otak kiri berperan dalam kecerdasan IQ (Intelligence Quotient) seperti hal
perbedaan, angka, urutan, tulisan, bahasa, hitungan dan logika. Daya ingat otak kiri bersifat jangka
pendek (short term memory). Bila terjadi kerusakan pada otak kiri maka akan terjadi gangguan
dalam hal fungsi berbicara, berbahasa dan matematika. Kedua belahan otak ini dihubungkan
dengan penyekat yang disebut korpus kalosum yang terbentuk seperti kumpulan serabut. Melalui
korpus kalosum ini otak kanan dan otak kiri saling berkomunikasi. Jadi, aktivitas dari
masing-masing bagian otak diketahui oleh bagian yang lain. Ini memungkinkan proses
kolaborasi kedua belahan otak dalam memproses informas

Proses berpikir otak kiri bersifat logis, sekuensial, linear, dan rasional. Belahan otak kiri
ini cenderung memecah segala sesuatu ke dalam bagian-bagian dan lebih mengenali perbedaan
dari pada menemukan kesamaan ciri. Di samping itu, belahan otak kiri memproses dunia dengan
cara yang linear dan runut. Otak kiri berdasarkan realitas mampu melakukan penafsiran abstrak
dan simbolis. Cara berpikir sesuai untuk tugas-tugas teratur, ekspresi verbal, menulis, membaca,
asosiasi audiotorial, menempatkan detail dan fakta, fonetik, serta simbolisme.
Untuk belahan otak kanan cara berpikirnya bersifat acak, tidak teratur, intuitif, dan holistik.
Cara berpikirnya sesuai dengan cara-cara untuk mengetahui yang bersifat nonverbal, seperti
perasaan dan emosi, kesadaran yang berkenaan dengan perasaaan (merasakan kehadiran suatu
benda atau orang, kesadaran spasial, pengenalan bentuk dan pola, musik, seni, kepekaan warna,
kreativitas dan visualisasi. Belahan otak kanan ini lebih bisa melihat gambar secara keseluruhan
dengan memperhatikan dan menggabungkan menjadi sebuah gambaran umum. Belahan otak
kanan terlibat dalam proses penyetaraan yang melibatkan banyak operasi sekaligus.

Perbedaan fungsi antara otak kanan dan kiri dapat dikelompokkan seperti berikut ini:
a. Otak kiri mengontrol bagian tubuh sebelah kanan, sementara otak kanan mengontrol bagian tubuh
sebelah kiri.
b. Otak kiri berpikir secara berurutan, sementara otak kanan bersifat simultan.
c. Otak kiri fokus pada teks, sementara otak kanan fokus pada konteks.
d. Fungsi otak kiri adalah menganalisis rincian, sementara otak kanan melihat secara keseluruhan.
e. Otak kiri berperan dalam proses berpikir yang logis, analitis, linier dan bertindak yang
rasional. Otak kanan berfungsi dalam hal persamaan, khayalan, kreativitas, bentuk atau ruang,
emosi, musik dan warna.

OTAK TENGAH
Otak tengah adalah bagian kecil dari batang otak. Ia terletak di tengah-tengah antara
belahan otak kanan dan belahan otak kiri. Batang otak terdiri atas, otak tengah, pons, dan medula
oblongata. Ketiga bagian tersebut bekerja sama, seperti sebuah tim yang mengatur fungsi-fungsi
dasar batang otak, seperti bernafas dan menghubungkan otak besar dengan syaraf tulang belakang.
Jika otak tengah kita bedah lagi, akan terlihat dua bagian yaitu, tektum dan cerebral peduncle.
Keduanya sangat berperan dalam proses pendengaran dan penglihatan.

2. Ilustrasi fungsi otak kanan dan otak kiri


Perbedaan dua fungsi otak sebelah kiri dan kanan akan membentuk sifat, karakteristik
dan kemampuan yang berbeda pada seseorang. Perbedaan teori fungsi otak kiri dan otak kanan ini
telah populer sejak tahun 1960an, dari hasil penelitian Roger Sperry.

Otak besar atau cerebrum yang merupakan bagian terbesar dari otak manusia adalah
bagian yang memproses semua kegiatan intelektual, seperti kemampuan berpikir, penalaran,
mengingat, membayangkan, serta merencanakan masa depan.
Otak besar dibagi menjadi belahan kiri dan belahan kanan, atau yang lebih dikenal dengan
Otak Kiri dan Otak Kanan. Masing-masing belahan mempunyai fungsi yang berbeda. Otak kiri
berfungsi dalam hal-hal yang berhubungan dengan logika, rasio, kemampuan menulis dan
membaca, serta merupakan pusat matematika. Beberapa pakar menyebutkan bahwa otak kiri
merupakan pusat Intelligence Quotient (IQ).
Sementara itu otak kanan berfungsi dalam perkembangan Emotional Quotient (EQ).
Misalnya sosialisasi, komunikasi, interaksi dengan manusia lain serta pengendalian emosi. Pada
otak kanan ini pula terletak kemampuan intuitif, kemampuan merasakan, memadukan, dan
ekspresi tubuh, seperti menyanyi, menari, melukis dan segala jenis kegiatan kreatif lainnya.
Belahan otak mana yang lebih baik? Keduanya baik. Setiap belahan otak punya fungsi
masing-masing yang penting bagi kelangsungan hidup manusia. Akan tetapi, menurut penelitian,
sebagian besar orang di dunia hidup dengan lebih mengandalkan otak kirinya. Hal ini disebabkan
oleh pendidikan formal (sekolah dan kuliah) lebih banyak mengasah kemampuan otak kiri dan
hanya sedikit mengembangkan otak kanan.
Orang yang dominan otak kirinya, pandai melakukan analisa dan proses pemikiran logis,
namun kurang pandai dalam hubungan sosial. Mereka juga cenderung memiliki telinga kanan lebih
tajam, kaki dan tangan kanannya juga lebih tajam daripada tangan dan kaki kirinya. Sedangkan
orang yang dominan otak kanannya bisa jadi adalah orang yang pandai bergaul, namun mengalami
kesulitan dalam belajar hal-hal yang teknis.

Ada banyak cara untuk mengetahui apakah seseorang dominan otak kanan atau dominan
otak kiri. Misalnya dengan melihat perilaku sehari-hari, cara berpakaian, dengan mengisi kuisioner
yang dirancang khusus atau dengan peralatan Electroencephalograph yang bisa mengamati bagian
otak mana yang paling aktif.
Disekitar Anda pastinya ada orang yang pandai dalam ilmu pengetahuan, tapi tidak pandai
bergaul. Sebaliknya ada orang yang pandai bergaul, tapi kurang pandai di sekolahnya. Keadaan
semacam ini disebabkan oleh ketidakseimbangan antara otak kanan dan otak kiri.
Idealnya, otak kiri dan otak kanan haruslah seimbang dan semuanya berfungsi secara
optimal. Orang yang otak kanan dan otak kirinya seimbang, maka dia bisa menjadi orang yang
cerdas sekaligus pandai bergaul atau bersosialisasi.Untuk mengoptimalkan dan menyeimbangkan
kinerja dua belahan otak, Anda bisa menggunakan teknologi Brainwave Entrainment atau yang
dikenal dengan Terapi Gelombang Otak. Metode ini sangat mudah diikuti karena Anda hanya
perlu mendengarkan semacam musik instrumental yang dirancang khusus untuk menyelaraskan
dan mengaktifkan kedua belahan otak Anda.

3. Teori Otak kiri dan Otak kanan


a. Menurut teori dominasi otak kiri atau otak kanan, masing-masing sisi otak mengontrol
berbagai jenis pemikiran yang berbeda. Sebagai tambahan, teori tersebut mengemukakan bahwa
seseorang akan lebih dominan menggunakan satu bagian otak dibandingkan bagian yang lain.
Misalnya, seseorang yang "berotak kiri" sering dikatakan lebih logis, analitis dan obyektif,
sementara orang yang "berotak kanan" dikatakan lebih intuitif, bijaksana dan subyektif.

Dalam ilmu psikologi, teori ini didasarkan pada apa yang dikenal sebagai lateralisasi
fungsi otak. Teori otak otak kiri dan kanan berawal dari karya Roger W. Sperry, yang dianugerahi
Hadiah Nobel pada tahun 1981. Sementara mempelajari efek epilepsi, Sperry menemukan bahwa
dengan memotong corpus collosum (struktur yang menghubungkan dua belahan otak) akan dapat
mengurangi atau menghilangkan kejang.

Namun, pasien tersebut juga mengalami gejala lain setelah jalur komunikasi antara kedua
sisi otak tersebut dipotong. Sebagai contoh, banyak pasien yang melakukan pemisahan otak tidak
dapat menyebutkan nama benda yang diproses oleh sisi kanan otak, tetapi mampu menyebutkan
nama benda yang diproses oleh sisi kiri otak. Berdasarkan informasi ini, Sperry mengatakan
bahwa bahasa dikendalikan oleh sisi kiri otak.

Penelitian dikemudian hari telah menunjukkan bahwa otak hampir tidak dikotomis seperti
yang pernah diperkirakan. Sebagai contoh, penelitian terbaru menunjukkan bahwa kemampuan
dalam mata pelajaran seperti matematika sebenarnya lebih kuat ketika kedua bagian otak bekerja
sama.

 Otak Kanan
Menurut, teori dominasi otak kanan dan otak kiri, sisi kanan otak berfungsi terbaik jika
digunakan pada tugas yang ekspresif dan kreatif. Beberapa kemampuan yang populer terkait
dengan sisi kanan otak meliputi:

 Mengenali wajah
 Mengekspresikan emosi
 Musik
 Membaca emosi
 Warna
 Gambar
 Intuisi
 Kreativitas

 Otak Kiri
Sisi kiri otak dianggap mahir dalam tugas yang melibatkan logika, bahasa dan berpikir
analitis. Otak kiri sering digambarkan lebih baik dalam:

 Bahasa
 Logika
 Berpikir Kritis
 Angka
 Penalaran

KESIMPULAN
Fungsi otak kanan dan otak kiri manusia pada prinsipnya merupakan satu kesatuan fungsi.
Akan tetapi beberapa penelitian menunjukkan bahwa, jika otak kiri sedang aktif, maka otak kanan
akan lebih tenang, demikian pula sebaliknya. otak kanan dan otak kiri juga sebenarnya bekerja
saling mendukung, sebagaimana pentingnya fungsi memori jangka pendek dan memori jangka
panjang. Dengan demikian, tidak bisa dikatakan, otak kanan lebih bagus dari otak kiri, ataupun
sebaliknya. Walaupun, pada sebagian orang, terkadang lebih dominan untuk menggunakan area
otak tertentu. Penggunaan dominasi area otak tertentu inilah yang kemungkinan membedakan
minat dan bakat antar individu.