You are on page 1of 5

Tanggal Efektif: 20 Okt 2015

Lampiran SK No: 006/PN/


RSIA DEDARI KEBIJAKAN
RSIA.D/X/15
DEDARI
RevisiKe : 00
Halaman: 1

KEBIJAKAN TENTANG PONEK


A. Pengertian
PONEK adalah Pelayanan Obstetri Neonatal Emergency Komprehensif. Rumah Sakit
PONEK 24 jam merupakan bagian dari sistem rujukan dalam pelayanan kedaruratan
dalam maternal dan neonatal.
B. Tujuan
Untuk menurunkan angka kematian ibu dan angka kematian bayi serta peningkatan
kesehatan ibu dan bayi
C. Prinsip
1. Pelayanan kesehatan maternal fisiologis
2. Pelayanan kesehatan neonatal fisiologis
3. Pelayanan kesehatan maternal resiko tinggi
4. Pelayanan kesehatan neonatal dengan resiko tinggi
5. Pelayanan gynekologi
6. Perawatan khusus/ high care unit dan tranfusi darah
7. Pelayanan penunjang medik
D. Tata laksana
1. Menempatkan dokter jaga yang terlatih di UGD untuk mengatasi kasus emergensi
baik secara umum maupun emergensi obstetrik – neonatal
2. Membuat rencana pendidikan dan pelatihan untuk dokter, bidan dan perawat tentang
resusitasi neonatus dan kegawatdaruratan obstetrik dan neonatus
3. Membuat Standar Prosedur Operasional penerimaan dan penanganan pasien
kegawatdaruratan obstetrik dan neonatal
4. Membuat kebijakan tidak ada uang muka bagi pasien
kegawatdarutan obstetrik dan neonatal (jika diperlukan)
5. Membuat prosedur pendelegasian wewenang tertentu
6. Membuat standar respon time di UGD (target diupayakan selama 5 menit),
di ruang bersalin/ VK (target diupayakan kurang dari 30 menit), pelayanan darah
(target diupayakan kurang dari 1 jam)
7. Menyediakan kamar operasi yang siap (siaga 24 jam) untuk melakukan operasi, bila
ada kasus emergensi obstetrik atau umum
8. Menyediakan kamar bersalin yang mampu menyiapkan operasi dengan target dalam
waktu kurang dari 30 menit
9. Membuat rencana ketersediaan tenaga medis (tim operasi) yang siap melakukan
operasi atau melaksanakan tugas sewaktu-waktu, meskipun on call
10. Menciptakan kerjasama yang baik dalam tim pelayanan PONEK, antara lain dokter
kebidanan, dokter anak, dokter/petugas anestesi, dokter penyakit dalam, dokter
spesialis lain serta dokter umum, bidan dan perawat
Tanggal Efektif: 20 Okt 2015
Lampiran SK No: 006/PN/
RSIA DEDARI KEBIJAKAN
RSIA.D/X/15
DEDARI
RevisiKe : 00
Halaman: 1

11. Mengupayakan tersedianya pelayanan darah yang siap 24 jam (kerjasama dengan
PMI)
12. Mengupayakan tersedianya pelayanan penunjang lain yang berperan dalam
PONEK, seperti Laboratorium selama 24 jam, recovery room 24
jam, obat dan alat penunjang yang selalu siap tersedia
13. Membuat rencana pengadaan sarana dan prasarana dalam pelayanan PONEK

Ditetapkan di : Kupang
Pada tanggal : April 2018
RSIA Dedari

dr. Nanin Susanti, Akp.MARS


Direktur
Tanggal Efektif: 20 Okt 2015
Lampiran SK No: 006/PN/
RSIA DEDARI KEBIJAKAN
RSIA.D/X/15
DEDARI
RevisiKe : 00
Halaman: 1

KEBIJAKAN TENTANG PENANGGULANGAN HIV/ AIDS

A. PENGERTIAN
HIV/AIDS adalah suatu syndrom atau kumpulan tanda dan gejala yang terjadi akibat
penurunan kekebalan tubuh yang didapat atau tertular/ terinfeksi virus HIV.
B. TUJUAN
Menurunkan angka kesakitan HIV/ AIDS
C. PRINSIP
RSIA Dedari tidak melakukan penatalaksanaan dan perawatan HIV/ AIDS
D. TATA LAKSANA
1. Membuat Standar Prosedur Operasional tentang skreaning awal kasus dengan HIV/
AIDS di UGD
2. Membuat rencana MOU dengan RSU W.Z Yohanes untuk rujukan kasus HIV/ AIDS

Ditetapkan di : Kupang
Pada tanggal : April 2018
RSIA Dedari

dr. Nanin Susanti, Akp.MARS


Direktur
Tanggal Efektif: 20 Okt 2015
Lampiran SK No: 006/PN/
RSIA DEDARI KEBIJAKAN
RSIA.D/X/15
DEDARI
RevisiKe : 00
Halaman: 1

KEBIJAKAN TENTANG PENANGGULANGAN TB

A. PENGERTIAN
TB (Tuberkulosis) adalah suatu syndrom atau kumpulan tanda dan gejala yang terjadi
akibat penurunan kekebalan tubuh yang didapat atau tertular/ terinfeksi virus HIV.
B. TUJUAN
Menurunkan angka kesakitan TB
C. PRINSIP
RSIA Dedari tidak melakukan penatalaksanaan dan perawatan TB
D. TATA LAKSANA
1. Membuat Standar Prosedur Operasional tentang skreaning awal kasus TB
2. Membuat rencana MOU dengan RSU W.Z Yohanes untuk rujukan kasus TB

Ditetapkan di : Kupang
Pada tanggal : April 2018
RSIA Dedari

dr. Nanin Susanti, Akp.MARS


Direktur
Tanggal Efektif: 20 Okt 2015
Lampiran SK No: 006/PN/
RSIA DEDARI KEBIJAKAN
RSIA.D/X/15
DEDARI
RevisiKe : 00
Halaman: 1

KEBIJAKAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK YANG RASIONAL

A. Penggunaan antibiotikrasional yaitu penggunaan antibiotik dengan spectrum sempit pada


indikasi yang ketat dengan dosis yang adekuat.
B. Penggunaan antibiotik ditandai dengan pembatasan penggunaan antibiotik dan
mengutamakan penggunaan antibiotik lini pertama
C. Indikasi ketat penggunaan antibiotik dimulai dengan menegakan diagnose penyakit
infeksi, penggunaan informasi klinis dan hasil pemeriksaan laboratorium
D. Antibiotik tidak diberikan pada panyakit infeksi yang disebabkan oleh virus/penyakit
yang dapat sembuh sendiri
E. Pemilihan jenis antibiotik yang paling cost efetktif dan aman
F. Pemilihan jenis dan dosis antibiotik berdasarkan pola resistensi bakteri yang tersedia di
rumah sakit, kondisi klinis pasien dan ketersediaan antibiotik, kemampuan antibiotik
untuk menembus kedalam jaringan/organ yang terinfeksi
G. Untuk infeksi berat yang diduga disebabkan oleh polimikroba dapat ddigunakan
antibiotik kombinasi
H. Antibiotik oral seharusnya menjadi pilihan pertama untuk terapi infeksi, pada infeksi
sedang sampai berat dapat dipertimbangkan menggunakan antibiotik parenteral
I. Lama pemberianantibiotik empiris diberikan untuk jangka waktu 48-72 jam, selanjutnya
harus dilakukan evaluasi berdasarkan data mikribiologis, kondisi pasien dan data
penunjang.
J. Lama pemberianantibiotik defenitif berdasarkan pada efikasi klinis untuk eradikasi
bakteri sesuai diagnosis awal yang telah dikonfirmasi. Selanjutnya harus dilakukan
evaluasi berdasarkan data mikrobiologis, kondisi klinis pasien dan data penunjang
lainnya.

Ditetapkan di : Kupang
Pada tanggal : 20 Oktober 2015
RSIA Dedari

dr. E. Frank Touw, M.Kes


Direktur