You are on page 1of 7

MAKALAH

EKSPLORASI PERASAAN
Dosen Pembimbing : Wenna Araya,S.Psi,M.Pd.

Disusun Oleh:
Kelompok 2
1) Endang Margianti (2017.C.09a.0884)
2) Erikson (2017.C.09a.0885)
3) Erna Sari (2017.C.09a.0886)
4) Ferdianto (2017.C.09a.0887)
5) Friska Amelia (2017.C.09a.0888)
6) Halimatussyadiah (2017.C.09a.0889)
7) Hendra Gustika Saputra (2017.C.09a.0890)
8) Istiyani Lotina Lilit (2017.C.09a.0892)
9) Jepri (2017.C.09a.0893)

YAYASAN EKA HARAP PALANGKARAYA


SEKOLAH TINGGI ILMU KESHATAN
PRODI S1 KEPERAWATAN
TAHUN AJARAN 2018
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pada kenyataanya kesulitan yang terjadi kepada klien itu adalah mengungkapkan
perasaan, pikiran, dan pengalamannya kepada konselor karena ada perasaannya
seperti malu, takut, segan, curiga, tertutup dan berbagai halangan lainnya. Ditambah
lagi dengan faktor budaya bangsa sebagaimana kita ketahui bahwa bangsa Indonesia
adalah bangsa bekas penjajahan terdahulu. Oleh sebab itu banyak masyarakat kita
yang belum memiliki kebranian untuk mengatakan atau mengeluarkan isi hati dan
perasaannya terhadap orang lain termasuk keluarganya sendiri.
Dengan adanya hubungan yang dibangun atas dasar ingin membantu klien
inilah seharusnya dapat mengatasi semua kendala di atas. Yaitu dengan upaya
membuat klien terbuka, merasa aman untuk berpartisipasi di dalam dialog. Dan salah
satu upaya konseling adalah dengan menggunakan teknik eksplorasi.

B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian eksplorasi?
2. Bagaimana teknik-teknik eksplorasi dalam upaya konseling?

C. Tujuan
Penulisan makalah ini bertujuan untuk memaparkan tentang eksplorasi, baik
pengertian eksplorasi, teknik-teknik eksplorasi, dan pendekatan penggalian masalah
dengan teori-teori yang dikemukakan beberapa tokoh.
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Eksplorasi
Penjelajahan lapangan dengan tujuan memperoleh pengetahuan lebih banyak
(tentang keadaan), terutama sumber-sumber alam yg terdapat di tempat itu;
penyelidikan; penjajakan: -- sumber minyak di daerah lepas pantai sedang giat
dilakukan; 2 Dik kegiatan untuk memperoleh pengalaman baru dari situasi yg baru; 3
Pet penyelidikan dan penjajakan daerah yg diperkirakan mengandung mineral
berharga dng jalan survei geologi, survei geofisika, atau pengeboran untuk
menemukan deposit dan mengetahui luas wilayahnya
Menurut Willis eksplorasi adalah keterampilan konselor untuk menggali
perasaan, pengalaman dan pikiran klien. Dengan demikian eksplorasi adalah teknik
untuk menggali perasaan, pikiran, dan pengalaman Klien. Hal ini penting dilakukan
karena banyak Klien menyimpan rahasia batin, menutup diri, atau tidak mampu
mengemukakan pendapatnya. Menurut Edi Kurnanto (2009) mendefenisikan
eksplorasi adalah teknik untuk menggali perasaan, pikiran dan pengalaman klien.
Dan menurutnya pula eksplorasi ini penting dilakukan karena banyak klien atau
konselee menyimpan rahasia batin, menutup diri atau tidak mampu mengemukakan
pendapatnya. Dengan demikian teknik eksplorasi ini memumungkinkan klien untuk
bebas berbicara tanpa rasa takut tertekan dan terancam.
Dengan demikian eksplorasi adalah teknik yang digunakan oleh konselor untuk
memecahkan masalah klien dengan cara menggali perasaan, pikiran dan pengalaman
klien. Dengan begitu klien dapat memaparkan masalah yang ada dalam dirinya
hingga tidak ada lagi kesulitan untuk memaparkannya.
Eksplorasi adalah teknik untuk menggali perasaan, pikiran, dan pengalaman
klien. Hal ini penting dilakukan karena banyak klien menyimpan rahasia batin,
menutup diri, atau tidak mampu mengemukakan pendapatnya. Dengan teknik ini
memungkinkan klien untuk bebas berbicara tanpa rasa takut, tertekan dan terancam.
B. Teknik Eksplorasi
Hubungan konseling seharusnya dapat mengatasi semua kendala klien. Yaitu
berupaya untuk membuat klien terbuka, merasa aman, dan berpartisipasi di dalam
dialog. Salah satu upaya untuk konseling adalah tehnik eksplorasi untuk membuat
klien mengatakan semua perasaan, pikiran dan pengalaman kepada konselor secara
jujur. Seperti halnya pada teknik refleksi, terdapat 3 jenis dalam teknik eksplorasi,
yaitu:
1. Eksplorasi perasaan, yaitu teknik untuk dapat menggali perasaan klien yang
tersimpan. Contoh: ”Bisakah Anda menjelaskan apa perasaan bingung yang
dimaksudkan ….”
2. Eksplorasi pikiran, yaitu teknik untuk menggali ide, pikiran, dan pendapat klien.
Contoh: ”Saya yakin Anda dapat menjelaskan lebih lanjut ide Anda tentang
sekolah sambil bekerja”.
3. Eksplorasi pengalaman, yaitu keterampilan atau teknik untuk menggali
pengalaman-pengalaman klien. Contoh: ”Saya terkesan dengan pengalaman yang
Anda lalui Namun saya ingin memahami lebih jauh tentang pengalaman tersebut
dan pengaruhnya terhadap pendidikan Anda”.
Adalah keterampilan konselor untuk menggali perasaan, pengalaman, dan
pikiran klien. Hal inipenting, karena kebanyakan klien menyimpan rahasia batin,
menutup atau tidak mampu mengemukakan pendapatnya dengan terus terang.
Teknik eksplorasi memungkinkan klien untuk bebas berbicara tanpa rasa takut,
tertekan, dan terancam. Sebagaimana refleksi, eksplorasi ada tiga jenis:
1. Eksplorasi perasaan
Eksplorasi perasaan, yaitu keterampilan konselor menggali perasaan klien yang
tersimpan. Konselor dapat menggunakan kalimat-kalimat berikut ini untuk memulai
keterampilan eksplorasi perasaan.
- ”Bisakah Saudara menjelaskan bagaimana perasaan bingung yang Anda
maksudkan”
- “Saya kira rasa sedih Anda begitu dalam pada peristiwa tersebut. Dapatkah
Anda kemukakan perasaan Anda lebih jauh? ”
Agar perawat dapat berperan efektif dan therapeutic, ia harus menganalisa
dirinya melalui eksplorasi perasaan. Seluruh prilaku dan pesan yang disampaikan
perawat ( verbal dan non verbal ) hendaknya bertujuan therapeutic untuk klien.dengan
mengenal dan menerima diri sendiri, perawat akan mampu mengenal dan menerima
keunikan klien.analisa hubungan intim yang therapeutic antara perawat klien perlu
dilakukan untuk evaluasi perkembangan huibungan dan menentukan tehnik dan
keterampilan yang tepat dalam setiap tahap untuk mengatasi masalah klien dengan
prinsip disini dan saat ini ( here and now )
Eksplorasi perasaan yaitu mengkaji atau menggali perasaan-perasaan yang
muncul sebelum dan sesudah berinteraksi dengan orang lain , dimana eksplorasi
perasaan membantu seseorang untuk mempersiapkan objektif secara komplit dan
sikap yang sangat berpengaruh.ini menggambarkan tentang ketidakbenaran. Objektif
yang komplit dan sikap yang sangat berpengaruh dijabarkan sebagai seseorang adalah
tidak responsif, kesalahan, mudah ditemui, tidak mengenai orang tertentu dimana
mutu hubungan therapeutic perawat sangat terbuka, sadar dan kontrol diri, akal,
perasaan dimana dapat membantu pasien.
Sebagai perawat, kita perlu terbuka dan sadar terhadap perasaan kita dan
mengontrolnya agar kita dapat menggunakan diri kita secara therapeutic. Jika perawat
terbuka pada perasaannya maka ia akan mendapatkan dua informasi penting, yaitu
bagaimana responnya pada klien dan bagaimana penampilannya pada klien sehingga
pada saat berbicara dengan klien, perawat harus menyadari responnya dan
mengontrol penampilannya.bagaimana perasaan perawat terhadap proses interaksi
berpengaruh terhadap respon dan penampilannya yang pada akhirnya akan
berpengaruh terhadap perasaan klien ( Stuart, GW, 1998 )
Seorang perawat yang merasa cemas pada saat interaksi akan tampak pada
ekspresi wajah dan prilakunya. Kecemasan perawat ini akan membuat klien merasa
tidak nyaman dan karena adanya untuk pemindahan perasaan ( transfer feeling )
mungkin klien juga akan menjadi cemas dan hal ini akan mempengaruhi interaksi
secara keseluruhan.
Perasaan perawat merupakan tujuan penting dalam membantu pasien.perasaan
merupakan tolak ukur untuk umpan balik dan hubungan dengan orang lain,membantu
orang lain.perawat akan menggunakan perasaan-perasaanya, kurang memperhatikan
kebutuhan pasien, tidak menepati janji sehingga pasien mengalami kemunduran,
distress sehingga pasien tidak mau menemui, marah karena pasien banyak permintaan
atau manipulasi dan kekuatan karena pasien terlalu tergantung pada perawat.
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Dengan demikian eksplorasi adalah teknik yang digunakan oleh konselor
untuk memecahkan masalah klien dengan cara menggali perasaan, pikiran dan
pengalaman klien. Dengan begitu klien dapat memaparkan masalah yang ada dalam
dirinya hingga tidak ada lagi kesulitan untuk memaparkannya.
Terdapat 3 jenis dalam teknik eksplorasi, yaitu Eksplorasi perasaan,
Eksplorasi pikiran, dan Eksplorasi pengalaman. Di dalam penjelasan masalah
biasanya konseling hanya mengungkapkan hal-hal pokok yang menjadi beban
pikiran dan perasaannya. Penggalian masalah dipakai untuk mengungkap lebih
dalam masalah konseli.

B. Saran
Dari beberapa penjelasan di atas, diharapkan pembaca dan penulis
mendapatkan informasi yang berkaitan dengan materi Mata Kuliah Psikologi
Konseling tentang Eksplorasi. Di mana pada penjelasan di makalah ini kami landasi
dari materi yang kami ambil dari buku dan internet yang kami harapkan dapat
dimengerti dengan mudah. Makalah ini juga menyampaikan beberapa teori
pendekatan untuk melakukan eksplorasi yang mana kelak akan dibutuhkan ketika
kita praktik di lapangan.
DAFTAR PUSTAKA

Jalaluddin Rakhmat, Psikologi Komunikasi.Cetakan 2004


Koentjoro. 1989. Konsep Pengenalan Diri dalam AMT. Makalah. Dalam Modul
Pelatihan AMT. Jurusan Psikolog
Arintoko. 2011. Wawancara Konseling di Sekolah. Yogyakarta: Penerbit Andi.
Corey, Gerald. 1988. Teori dan Praktek Konseling dan Psikoterapi. Bandung: Refika
Aditama. www.artikata.com/arti-326118-eksplorasi.html. (diakses tanggal 25
Oktober, jam 09.30)
Lumongga Lubis, Namora. 2011. Memahami Dasar-Dasar Konseling. Jakarta:
Kencana