You are on page 1of 5

Rencana PPM Pengenalan KMC (Kangaroo Mother Care) /

PMK (Perawatan Metode Kangguru)

Untuk memenuhi tugas : Pengorganisasian dan Pengembangan Masyarakat

Oleh :
Kelompok 8

Cindy Krisga Z 1806268931


Kartika Sari W 1806269165
Wanda Dwisetia 1806269474
Yuwilma 1806269493

Fakultas Kesehatan Masyarakat


Universitas Indonesia
Tahun 2019
Rencana PPM Pengenalan KMC (Kangaroo Mother Care) /
PMK (Perawatan Metode Kangguru)
Di Rumah Sakit dan Puskesmas Wilayah Keluarahan Kukusan, Depok

1. Tahap persiapan petugas


a) Menyiapkan petugas lapangan:
1) yang bertanggung jawab untuk seluruh proyek:
Kepala Puskesmas ____
2) Yang bertanggung jawab di lokasi:
 Rumah Sakit : Bidan 1, Bidan 2, Bidan 3 (memberi penyuluhan
kepada ibu dan keluarga tentang cara melakukan perawatan metode
kangguru saat di rumah sakit dan memberikan informasi kepada
petugas di puskesmas tempat ibu tinggal tentang kepulangan bayi
bersama ibu).
 Puskesmas : Bidan 1, bidan 2, bidan 3 (membantu kepulangan bayi
dan ibu di perjalanan dan melakukan kunjungan di rumah tempat ibu
dan bayi tinggal untuk memastikan KMC berjalan dengan baik).
 Ambulance : Supir 1, Supir 2, Supir 3 (Penjemputan ibu dan bayi ke
rumah)
b) Persiapan yang diperlukan:
1) Pelatihan petugas (kalau petugas belum mendapat pelatihan)
Pelatihan Resusitasi dan KMC pada petugas yang bertanggung jawab di
rumah sakit, puskesmas dan ambulance.
2) Dinamisasi kelompok:
Brainstorming dan FGD tentang mekanisme informasi dan pengenalan
KMC kepada ibu dan masyarakat.
3) Pendekatan ke pejabat/lintas sector:
Mengajak tokoh masyarakat : ketua RT/RW, Lurah, dan Camat di
Kelurahan Kukusan, Kecamatan Beji untuk ikut serta dalam mengenalkan
KMC dengan menjelaskan bahaya yang dapat terjadi pada bayi dengan berat
badan lahir rendah dan manfaat perawatan metode kangguru terhadap bayi
BBLR tersebut.
4) Penyiapan lapangan:
Persiapan ambulance dan alat emergency yang diperlukan.
2. Tahap persiapan sosial
a) Pengenalan masyarakat: petugas datang ke masyarakat untuk mengenal dan
memahami.
1) Jaringan sosial : Adakah organisasi-organisasi yang ada di Kelurahan
Kukusan yang peduli tentang bayi dengan BBLR dan dapat membantu dalam
pengenalan KMC
2) Kelompok-kelompok sosial : Ibu-ibu PKK
3) Situasi sosial ekonomi
Keterlibatan masyarakat masih sedikit.
Petugas PPM mengunjungi masyarakat yang tinggal di kelurahan kukusan untuk
mengetahui keadaan sosial ekonomi mereka.
b) Pengenalan masalah → keterlibatan masyarakat sudah agak besar
Pendidikan kesehatan tentang pentingnya KMC untuk perawatan bayi baru lahir,
khususnya untuk bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) dilakukan di
balai desa.
c) Penyadaran masyarakat → keterlibatan masyarakat sudah lebih besar.
Dengan cara rembug desa dan musyawarah, sehingga masyarakat menyadari
pentingnya KMC dan mau untuk menjadi Kader.

3. Penyusunan rencana (rencana kegiatan)


Aktivitas masyarakat sudah lebih besar daripada aktivitas petugas
Bulan Ke
No Kegiatan
I II III IV V
1. Survey sasaran,
persiapan proposal,
seminar perencanaan
kegiatan
2. Persiapan alat dan
perlengkapan
3. Pelaksanaan
pelatihan
4. Evaluasi kegiatan
5. Pembuatan laporan

4. Pelaksanaan
Petugas yang berada di Rumah Sakit mengajarkan ibu cara melakukan KMC yang
benar, memantau keadaan bayi BBLR, mengabarkan kepada petugas Puskesmas dan
ambulance tentang persiapan kepulangan bayi dari RS.
Petugas puskesmas dan ambulance menjemput setiap bayi BBLR dengan
menggunakan ambulance.
Untuk masyarakat (kader) dan ibu dilakukan pelatihan pada 1 April 2019 – Juli 2019
setiap minggu ke 2 dan ke 4 di Kelurahan Kukusan, Depok. Kegiatan pelatihan yang
dilakukan diantaranya yaitu :
a. Pelatihan tentang KMC dan bagaimana merawat bayi dengan baik dan benar
pada kader yang nantinya akan mengenalkan metode tersebut kepada
ibu/keluarga lain yang mempunyai bayi di kelurahan Kukusan.
b. Kunjungan ke rumah - rumah ibu yang baru melahirkan bersama bidan dan
kader untuk mengenalkan dan memberikan informasi tentang KMC
c. Pelatihan tentang KMC dan bagaimana merawat bayi dengan baik dan benar
pada ibu yang baru melahirkan
5. Pemantauan dan evaluasi → peran masyarakat lebih besar
a. keikut-sertaan/keterlibatan
b. perkembangan program yang dilaksanakan
c. hasil (keefektivan dan efisiensi)

Evaluasi formatif dilakukan setelah kegiatan berupa evaluasi cara ibu melakukan
KMC. Evaluasi sumatif dilakukan setelah bulan ke 5 dilakukannya kegiatan PPM
dengan melihat partisipasi masyarakat dan untuk mengetahui pencapaian hasil
apakah sudah tercapai atau belum.
6. Perluasan→ masyarakat
Kader dari masyarakat melakukan upaya perluasan berupa perluasan kualitatif yaitu
meningkatkan mutu/ kualitas kegiatan yang telah dilaksanakan. Upaya ini dilakukan
melalui pelatihan dan sharing pengalaman tentang KMC dengan bidan setiap 1
bulan.
Selanjutnya dapat dilakukan perluasan kuantitatif ke tingkat kecamatan.