You are on page 1of 1

HASIL

AKUAPONIK LELE DI AKUARIUM DENGAN MEDIA DASAR BERUPA BIOBALL


DAN STEROFOAM

Akuaponik menggunakan system resirkulasi. artinya memanfaatkan kembali air yang telah
digunakan dalam budidaya ikan dengan filter biologi dan fisika berupa tanaman dan medianya.
resirkulasi yang digunakan berisi kompartemen pemeliharaan dan kompartemen pengolahan air.
Penggunaan bahan-bahan filter, misalnya bio ball dan sterofoam sebagai substrat bakteri yang
mampu mengatasi dan mengatur kelebihan senyawa-senyawa nitrogen berbahaya untuk ikan pada
sistem akuaponik. Dengan demikian, tanaman berfungsi sebagai biofilter untuk menyerap amonia,
nitrat, nitrit, dan fosfor yang berbahaya untuk ikan

Dalam sistem pemeliharaan akuaponik, amonia berasal dari buangan metabolisme ikan, hasil
degradasi feses ikan maupun sisa pakan. Menurut Sugita et al. (2005), bahwa dalam proses
mineralisasi nitrogen, protein didekomposisi menjadi amonia (NH4+) melalui kinerja enzim
protease dan deaminase yang dihasilkan oleh bakteri. Amonia sebagai material yang berbahaya
bagi kehidupan ikan akan dikonversi menjadi nitrat melalui pembentukan nitrit oleh bakteri
nitrifikasi yang terdapat pada bioball, Proses nitrifikasi oleh bakteri nitrifikasi mengubah sekitar
93-96% amonia menjadi nitrat dalam kondisi yang optimal dalam unit biofiltrasi (Tyson, 2007).
Nitrat yang telah dihasilkan mengandung unsur Nitrogen (N2), Nitrogen. Peranan nitrogen secara
khusus pada tanaman adalah berperan dalam pertumbuhan vegetatif tanaman, memberikan
warna pada tanaman, panjang umur tanaman, penggunaan karbohidrat, dan lain-lain (Zailani et al.,
1993).

Dengan adanya konsumsi pakan yang tinggi, otomatis akan menghasilkan kotoran yang banyak
pula akibat sisa pakan yang tidak termakan. Banyaknya kotoran yang dikeluarkan oleh ikan lele
dan sisa pakan yang mengendap di kolam menjadikan pertumbuhan tanaman menjadi sangat cepat
Keuntungan untuk hasil panen dari sayuran yang dikembangkan melalui akuaponik adalah
tanaman lebih hijau, segar, awet, dan tidak mudah menguning. Selain itu, sayuran menjadi lebih
sehat karena bersifat organik. Sebab, selama masa tanam sayuran tidak menggunakan pupuk kimia
dan pestisida, karena hanya menggunakan limbah dari kolam sebagai pupuk alaminya. Tanaman
yang bersifat organik juga akan memiliki nilai jual yang lebih tinggi di pasaran bila dikembangkan
dalam skala besar, sedang bila dikonsumsi sendiri tentunya menjadi bahan makanan yang sehat.