Вы находитесь на странице: 1из 9

ANALISIS KANDUNGAN MERKURI (Hg) PADA AIR SUMUR GALI

MASYARAKAT DI SEKITAR PENAMBANGAN EMAS TRADISIONAL


DESA SABA PADANG KECAMATAN HUTA BARGOT KABUPATEN
MANDAILING NATAL TAHUN 2015

Saddam Musthofa1, Devi Naria Santi2, Taufik Ashar 2


1
Mahasiswa Departemen Kesehatan Lingkungan FKM USU
2
Dosen Departemen Kesehatan Lingkungan FKM USU
Sumatera Utara, Medan, 2016, Indonesia
Email: Saddammusthofa560@yahoo.co.id

ABSTRACT

The contamination of wells is influenced by any factors, such as condition of


geographic, hydrogeology, soil topography, season, ground water flow rate and construction
of physics of wells. With the founding of prospect area for gold in Mandailing Natal
especially at sub-district of Huta Bargot, the higher of gold mining by the local people
without permission.Generally, the mining activities cause the damage of environment,, it
cause the contamination or pollution in the mining location.
The assessment was conducted to study the traditional gold mining process, to study
the content of mercury (Hg) on the waste water, the wells water of local people and to study
the content of Mercury in the water of wells based on the distance from the center of
traditional gold mining. This research is a descriptive study. The sample was took from the
local wells in Rural village of Saba Padang, sub-district of Huta Bargot Mandailing Natal
and than tested in the laboratory.
Based on the result of research it known that the assessment was conducted at 9
sample of water of wells with the content of Mercury is less than standard content and 1
sample of waste water that positively contain Mercury with the higher content on the waste
water for 0.01736 mg/l and the lower content is 0.0001 mg/l. According to the regulation of
Health Minister No. 82 of 2001 concerning to the processing of water quality and pollution
control the permitted value is 0.001 mg/l.
The content of Mercury (Hg) in human body has a bad impact for the health either in
short or in a long term. Therefore, the local people as miners must pay attention to the
distance of mining processing to the settlement area of people that not less than 200 m from
the center of traditional gold mining so the local people is safe and the consumed water is not
contaminated by Mercury (Hg).

Keywords : Mercury, Distance, Well water.

PENDAHULUAN
Kemajuan industri dan teknologi Namun pada sisi lain manusia yang
dimanfaatkan manusia untuk mulai juga ketakutan akan adanya
meningkatkan kualitas hidupnya. Sudah pencemaran lingkungan yang ditimbulkan
terbukti bahwa industri dan teknologi yang oleh kemajuan industri dan teknologi
maju identik dengan tingkat kehidupan tersebut. Hal ini mudah di pahami karena
yang lebih baik. Jadi, kemajuan industri apabila lingkungan telah tercemar maka
dan teknologi berdampak positif terhadap daya dukung alam bagi kehidupan manusia
lingkungan hidup karena meningkatnya akan terganggu. Kalau hal ini sampai
kualitas hidup manusia. terjadi maka usaha untuk mningkatkan
kualitas hidup atau kenyamanan hidup Minamata. Keracunan ini menyebabkan
manusia akan gagal (Wardhana, 2004) 111 orang menjadi cacat dan 43 orang
Usaha pertambangan oleh sebagian diantaranya meninggal. Penderita adalah
masyarakat sering dianggap sebagai masyarakat nelayan yang tinggal di kota
penyebab kerusakan dan pencemaran pesisir Minamata di pulau Kyushu.
lingkungan.sebagai contoh, pada kegiatan Keracunan itu berlangsung selama tujuh
usaha pertambangan emas skala kecil, tahun, yaitu dari tahun 1953-1960,
pengolahan bijih dilakukan dengan proses disebabkan pabrik plastik yang membuang
amalgamasi dimana merkuri (Hg) di air raksa ke dalam perairan. Ikan di
gunakan sebagai pengikat emas, Minamata mengandung merkuri antara 27-
mengingat sifat merkuri yang berbahaya, 102 ppm berat kering. Selain penderita
maka penyebaran logam ini perlu diawasi keracunan tersebut, terdapat 19 bayi yang
agar penanggulangannya dapat dilakukan lahir cacat (Soemirat, 2009).
sedini mungkin secara terarah (Setia Budi, Di Indonesia, pencemaran merkuri
2005). akibat adanya penambangan emas tanpa
Air merupakan sumber daya alam ijin (PETI) ditemukan di berbagai tempat,
yang digunakan untuk memenuhi hajat namun tidak pernah ada investigasi atau
hidup orang banyak sehingga perlu laporan adanya penderita keracunan
dilindungi agar tetap bisa bermanfaat bagi merkuri. Misalnya di Pongkor, Jawa Barat
hidup dan kehidupan manusia serta dilaporkan bahwa konsentrasi merkuri di
mahluk hidup lainnya, oleh karena itu, sedimen sungai berkisar antara 0-2,688
perlindungan terhadap kualitas air sangat ppm, sedangkan di tanah didapat
penting dan berpengaruh besar terhadap konsentrasi sebanyak 1-1300 ppm
kesehatan mahluk hidup dan peningkatan (Soemirat, 2003 mengutip dari Gunradi,
lingkungan yang sehat, untuk menjaga atau 2001).
mencapai kualitas tersebut, yaitu kualitas Logam berat merkuri (Hg) sangat
air yang dapat dimanfaatkan secara berbahaya bagi ekosistem perairan. Logam
berkelanjutan sesuai dengan mutu air yang berat yang masuk ke dalam lingkungan
diinginkan, maka perlu upaya pelestarian perairan akan mengalami pengendapan,
untuk memelihara fungsi air sehingga pengenceran, dan dispersi, kemudian
kualitasnya tetap memenuhi baku mutu diserap oleh organisme yang hidup di
yang ditetapkan (Susanto, 2005). perairan tersebut. Merkuri yang terdapat di
Air adalah unsur kehidupan yang perairan akan di ubah menjadi metil
sangat mendasar mencakup semua merkuri oleh bakteri tertentu, proses ini
aktivitas manusia, tidak semua air bisa di disebut biometilasi (Wardana, 2004).
dunia bisa dimanfaatkan langsung oleh Salah satu penyebab pencemaran
manusia, karena keadaan dan kondisi lingkungan oleh merkuri adalah
tertentu air baku harus terlebih dahulu di pembuangan sisa hasil pengolahan
olah atau di proses menjadi air bersih (tailing) pengolahan emas yang diolah
yang sesuai dengan standar kesehatan. Air secara amalgamasi. Pada proses
bawah permukaan merupakan sumber air amalgamasi emas, merkuri dapat terlepas
terbesar yang di eksploitasi manusia ke lingkungan dalam tahap pencucian dan
sehingga untuk mencukupi kebutuhan akan penggarangan/pendulangan. Pada proses
air yang selalu meningkat, manusia selalu pencucian, limbah yang umumnya masih
mencari sumber-sumber air tanah yang mengandung merkuri dibuang langsung ke
baru (Hendrayana, 2004) badan air. Hal ini disebabkan merkuri
Pencemaran oleh logam berat yang tersebut tercampur/terpecah menjadi
paling terkenal yaitu keracunan merkuri butiran-butiran halus yang sifatnya sukar
yang menyebabkan cacat bawaan pada dipisahkan pada proses penggilingan yang
bayi yang dikenal sebagai penyakit dilakukan bersamaan dengan proses
amalgamasi, sehingga pada proses Desa Saba Padang Kecamatan Huta
pencucian merkuri dalam ampas terbawa Bargot Kabupaten Mandailing Natal.
masuk ke sungai (Widowati, 2008).
Penambangan emas tradisional TUJUAN PENELITIAN
belakangan ini sangat banyak dilakukan di Secara umum tujuan penelitian ini
Kabupaten Mandailing Natal. Beberapa Untuk mengetahui Kadar merkuri (Hg)
tempat dijadikan tempat berdirinya pada bak penampungan air limbah dan air
penambangan emas tradisional. Proses sumur gali masyarakat akibat
pengolahan emas dilakukan dengan penambangan emas tradisional di Desa
mengikuti tahapan antara lain penggalian Saba Padang Kecamatan Huta Bargot
batuan, pengolahan, dan pembuangan Kabupaten Mandailing Natal.
limbah. Dalam pengolahannya,
penambangan emas ini menggunakan RUMUSAN PENELITIAN
merkuri (Hg). Menurut penelitian Adapum rumusan masalah
sebelumnya Rusli. M (2005), bahwa di berdasarkan berdasarkan uraian di atasa
temukan sampel air sungai di Desa Muara adalah belum diketahuinya kadar merkuri
Botung Kecamatan Kotanopan Kabupaten (Hg) pada air sumur gali masyarakat di
Mandailing Natal positif mengandung daerah sekitar penambangan emas
merkuri mencapai 0,1176 mg/L, padahal tradisional di Desa Saba Padang
menurut standar baku mutu sesuai dengan Kecamatan Huta Bargot Kabupaten
Permenkes Republik Indonesia No: 82 Mandailing Natal.
Tahun 2001 tentang Pengolahan kualitas
air dan pengendalian pencemaran air, MANFAAT PENELITIAN
standar kandungan merkuri di dalam air Sebagai informasi kepada
yang aman adalah 0,001 mg/L. masyarakat yang tinggal di Desa Saba
Merkuri (Hg) memikili dampak Padang Kecamatan Huta Bargot
negatif terhadap kesehatan apabila Kabupaten Mandailing Natal dalam
dikonsumsi. Dampak yang ditimbulkan pemanfaatan air sumur gali sebagai
merkuri (Hg) terhadap kesehatan ditandai keperluan sehari-hari, Sebagai informasi
dengan perasaan mual pada lambung dan kepada pengusaha penambang emas
rasa ingin muntah, terasa gemetaran pada tradisional dalam penanggulangan limbah
anggota badan seperti lengan dan kaki, dan cair hasil penambangan emas tradisional
terasa peka pada kulit yang tidak ditutupi. tersebut, Dapat memberikan masukan bagi
Dan dalam jangka waktu yang lama, pihak Pemerintah Kabupaten Mandailing
merkuri (Hg) dapat mengakibatkan radang Natal dalam hal meminimalisir dampak
gusi (gingivitis), gangguan terhadap sistem dari pengoperasian mesin galundung
saraf, tremor (gemetaran) ringan dan penambangan emas tradisional, agar air
parkinsonisme yang juga disertai dengan sumur gali masyarakat Desa Saba Padang
tremor pada fungsi otot sadar (Palar, tidak tercemar akibat kegiatan
2008). penambangan emas tradisional tersebut.
Berdasarkan hasil analisis
pendahuluan terhadap sampel air sumur METODE PENELITIAN
yang di lakukan peneliti pada tanggal 15- Jenis penelitian ini adalah
03-2015 di Desa Saba padang Kecamatan Penelitian survey yang bersifat deskriptif
Hutabargot Kabupaten Mandailing Natal yaitu untuk mengetahui kadar merkuri
dengan kadar merkuri 0,0010 ppm. (Hg) pada air sumur gali masyarakat akibat
Oleh karena itu, peneliti ingin limbah penambangan emas tradisional di
melakukan penelitian kadar merkuri (Hg), Desa Saba padang Kecamatan Huta Bargot
serta menganalisa tingkat pencemaran Kabupaten Mandailing Natal.
merkuri (Hg) pada air sumur masyarakat di
Lokasi penelitian dilakukan pada 4.3.1.2. Distribusi Responden
air sumur gali masyarakat Saba Padang Berdasarkan Penggunaan
Kecamatan Huta Bargot Kabupaten Sumber Air Sumur Gali Untuk
Mandailing Natal. Adapun alasan Keperluan Sehari-hari di Desa
dipilihnya lokasi tersebut sebagai lokasi Saba Padang Kecamatan
penelitian adalah karena: Di Kecamatan Hutabargot Tahun 2015
Hutabargot termasuk Desa Saba Padang
banyak terdapat penambangan emas Berdasarkan dari hasil responden
tradisional, Waktu penelitian dilaksanakan yang peneliti peroleh bahwa 100%
pada bulan Mei-Juli 2015. responden menggunakan sumber air sumur
Sampel dalam penelitian ini gali untuk keperluan mandi, cuci, dan
adalah menggunakan metode pengambilan minum di Desa Saba Padang Kecamatan
sampel secara Purposive Sampling, Huta Bargot Kabupaten Mandailing Natal.
dimana sebagian anggota populasi menjadi
sampel penelitian sehingga teknik 4.3.1.3. Distribusi Responden
pengambilan sampel purposive ini di Berdasarkan Lama
dasarkan pada pertimbangan peneliti Menggunakan Sumber Air
sendiri, adapun sampel dalam penelitian Sumur Gali Masyarakat di
ini di ambil berdasarkan jarak, dengan Desa Saba Padang Tahun 2015
jarak mulai dari 10m-100m
(Notoatmodjo, 2010). Berdasarkan dari hasil responden
yang peneliti peroleh bahwa seluruh
HASIL DAN PEMBAHASAN responden 100% menggunakan sumber air
Peneliti melakukan penelitian di sumur gali di Desa Saba Padang
Desa Saba Padang Kecamatan Huta Kecamatan Huta Bargot Kabupaten
Bargot Kabupaten Mandailing Natal Mandailingg Natal.
terhadap kandungan merkuri (Hg) pada
bak pembuangan air limbah dan air sumur 4.3.1.4. Distribusi Responden
Gali masyarakat keluhan kesehatan akibat Berdasarkan Ciri-Ciri
adanya penambangan emas tradisional Perubahan Fisik Air Seperti
Bau, Perubahan Warna, Rasa
4.3.1. Karakteristik Penduduk Desa dan kekeruhan Air Sumur Gali
Saba Padang Berdasarkan Masyarakat di Desa Saba
Kuesioner Padang Tahun 2015

4.3.1.1. Distribusi Responden Berdasarkan dari hasil responden


Berdasarkan Cara yang peneliti peroleh bahwa seluruh
Memperoleh Sumber Air yang responden 100% tidak ada merasakan
Digunakan Untuk Keperluan perubahan fisik air seperti bau, perubahan
Sehari-hari di Desa Saba warna, rasa dan kekeruhan air sumur gali
Padang Kecamatan Hutabargot masyarakat di Desa Saba Padang
Tahun 2015 Kecamatan Huta Bargot Kabupaten
Mandailingg Natal.
Berdasarkan hasil dari responden
yang peneliti peroleh bahwa 100%
masyarakat memperoleh sumber air untuk
keperluan sehari-hari dari air sumur gali
masyarakat di Desa Saba Padang
Kecamatan Hutabargot Kabupaten
Mandailing Natal.
4.3.1.5. Distribusi Responden Huta Bargot Kabupaten
Berdasarkan Keluhan Mandailing Natal Tahun 2015
Kesehatan yang Dirasakan
Karena Menggunakan Sumber Pemeriksaan Kandungan Merkuri
Air Sumur Gali di Desa Saba (Hg) pada bak penampungan pengolahan
Padang Kecamatan Hutabargot emas tradisional dan air sumur masyarakat
Tahun 2015 dilakukan dilaboratorium Fakultas Farmasi
Universitas Sumatera Utara
Berdasarkan dari hasil responden Berdasarkan hasil pemeriksaan
yang peneliti peroleh bahwa seluruh dilaboratorium 1 Sampel air limbah/
responden 100% tidak pernah merasakan pembuangan dari pengolahan Emas
keluhan kesehatan karena menggunakan tradisional diperoleh kandungan
sumber air sumur gali di Desa Saba merkurinya (Hg) yaitu 0,01736 mg/L, dan
Padang Kecamatan Huta Bargot hasil pemeriksaan dilaboratorium pada 9
Kabupaten Mandailingg Natal. sampel air sumur masyarakat diperoleh
bahwa kandungan merkuri terendah
4.4. Hasil Pemeriksaan Kandungan terdapat pada sumur 9 yaitu 0,00001 mg/l
Merkuri (Hg) Pada Bak dan kadar merkuri tertinggi terdapat pada
Penampungan Air Limbah sumur 8 yaitu 0,00093 mg/l. Hasil
Pertambangan Emas Tradisional pemeriksaan pada bak penampungan air
dan Air Sumur Gali Masyarakat limbah dan air sumur dapat dilihat pada
di Desa Saba Padang Kecamatan tabel berikut:

Tabel 4.4.1. Kandungan Merkuri (Hg) Pada Bak Pembuangan Air Limbah
Pertambangan Emas Tradisional di Desa Saba Padang Kecamatan Huta
Bargot Kaupaten Mandailing Natal Tahun 2015

Jarak Sumur Baku


Merkuri
No. Lokasi (Koordinat) Ke Pengolahan Mutu Keterangan
(mg/L)
PETI (M) (mg/l)
1 3º 099º LU 30 12,4 BT 5 0,001 0.01736 Tdk memenuhi syarat

Tabel 4.4.2. Kandungan Merkuri (Hg) Pada Air Sumur Masyarakat di Desa Saba
Padang Kecamatan Huta Bargot Kabupaten Mandailing Natal Tahun 2015

Jarak Sumur Baku


Merkuri
No. Lokasi (Koordinat) Ke Pengolahan Mutu Keterangan
(mg/L)
PETI (M) (mg/l)
1 3º 099º LU 30 13,0 BT 10 0,001 0.0005 Memenuhi syarat
2 3º 099º LU 30 10,2 BT 16 0,001 0.0007 Memenuhi syarat
3 3º 099º LU 30 11,5 BT 35 0,001 0.00071 Memenuhi syarat
4 3º 099º LU 30 13,1 BT 44 0,001 0.00013 Memenuhi syarat
5 3º 099º LU 30 10,1 BT 64 0,001 0.00065 Memenuhi syarat
6 3º 099º LU 30 11,8 BT 66 0,001 0.00048 Memenuhi syarat
7 3º 099º LU 30 12,4 BT 70 0,001 0.00022 Memenuhi syarat
8 3º 099º LU 30 12,4 BT 84 0,001 0.00093 Memenuhi syarat
9 3º 099º LU 30 14,0 BT 99 0,001 0.00001 Memenuhi syarat
Hasil penelitian ini menunjukkan luminer. Jenis aliran akan berpengaruh
bahwa jarak dari lokasi pengolahan terhadap proses pengendapan merkuri pada
pertambangan emas tradisional air, aliran air yang cenderung datar dan
menentukan tingkat konsentrasi (Hg) yang rendahnya kecepatan aliran sungai akan
terakumulasi dari dalam air sumur, dimana mengakibatkan lumpur dan sedimen.
semakin dekat jarak dan lokasi pengolahan Salah satu yang mempengaruhi
pertambangan maka semakin lebih tinggi kualitas air sumur adalah jarak terhadap
pula konsentrasinya jika dibandingkan sumber pencemar. Menurut Sirait (2010),
dengan lokasi yang berada jauh dari dikutip dari Harvany Boky menyebutkan
tempat pengolahan pertambangan emas bahwa pencemaran sumur gali dipengaruhi
tradisional. oleh beberapa faktor diantaranya adalah
Di Desa Saba Padang terdapat kondisi geografis, hidrogeologi, topografi
tanah jenis lanau (debu) yang memiliki tanah, musim, aliran air tanah dan
pori-pori tanah sedang dan permeabilitas kontruksi bangunan fisik sumur gali.
yang sedang. Ini menyebabkan merkuri Menurut Entjang (2000), jarak sumber
yang mengalir didalam tanah sebagian pencemaran bahan kimia terhadap air
akan tertahan ditanah, sehingga tidak sumur yang diperbolehkan adalah 200
semua merkuri akan merembes ke dalam meter. Di Desa Saba Padang masih ada
air sumur masyarakat. sebagian sumur masyarakat yang jaraknya
Menurut Hanafiah (2005), tanah <200 meter dari lokasai pengolahan emas
yang didominasi pasir akan banyak tradisional. Tetapi air sumur warga masih
mempunyai pori-pori makro (besar), tanah aman dalam batas aman untuk
yang didominasi debu (lanau) akan banyak dipergunakan untuk keperluan sehari-hari.
mempunyai pori-pori meso (sedang), dan Hal ini disebabkan seluruh sumur memiliki
yang didominasi liat akan banyak dinding yang berbahan beton yang kedap
mempunyai pori-pori mikro (kecil). Tanah air sedalam 3 meter sehingga mengurangi
lanau adalah butiran penyusun tanah yang pencemaran terhadap air bersih. Menurut
berukuran diantara pasir dan liat Chandra (2007), dinding sumur gali yang
(Wikipedia). memenuhi persyaratan sanitasi adalah
Menurut Hanafiah (2005), dinding sumur yang berbahan kedap air,
dominasi fraksi debu ditanah akan tujuannya sebagai proteksi/pelindung
menyebabkan terbentuknya pori-pori meso terhadap bakteri-bakteri patogen maupun
(sedang) sehingga cakupannya cukup luas non-patogen yang ada dalam tanah,
dan menghasilkan daya serap terhadap air sehingga kualitas air dapat terjaga dan
yang cukup kuat. Hal ini menyebabkan air tidak tercemar.
dan udara cukup mudah masuk dan keluar Secara alamiah, merkuri ada
tanah, dan sebagian air akan tertahan. didalam tanah karena adanya kegiatan
Tanah berjenis lanau memiliki gunung berapi dan pelapukan batuan.
permeabilitas (kemampuan tanah untuk Apabila merkuri tersebut masuk ke dalam
dapat dilalui air) yang sedang, yaitu sumber air secara alamiah, tidak akan
memiliki daya serap 2,0-6,5 cm/jam. menimbulkan efek merugikan karena
Artinya, dalam 1 jam kedalaman serapan masih dapat ditolerir oleh alam (Palar,
air ditanah yaitu 2,0-6,5 cm. 2008). Namun karena adanya
Menurut Subanri (2008), penambangan emas tradisional yang
kemiringan tanah juga berpengaruh membuang limbah merkuri, maka akan
terhadap pengendapan kadar merkuri memperkuat adanya pencemaran merkuri
didalam air, kemiringan yang cukup besar tersebut terhadap air sumur masyarakat.
akan mengakibatkan terjadinya aliran air Dalam Peraturan Menteri Negara
turbulen, sedangkan aliran yang kecil akan Lingkungan Hidup Nomor 23 Tahun 2008
mengakibatkan aliran sungai menjadi Tentang Pedoman Teknis Pencegahan
Pencemaran Atau Kerusakan Lingkungan 2. Kandungan merkuri (Hg) pada bak
Hidup Akibat Penambangan Emas Rakyat, penampungan air limbah pengolahan
disebutkan bahwa kegiatan penambangan pertambangan emas tradisional adalah
harus membatasi laju pembukaan lahan. 0,01736 mg/l.
Namun kenyataannya pengolahan 3. Kandungan merkuri (Hg) pada air
penambangan emas tradisional sudah sumur gali masyarakat Desa Saba
berada ditengah-tengah pemukiman warga, Padang memenuhi syarat menurut
bahkan dipekarangan rumah warga. Hal ini permenkes No.28 Tahun 2001 dengan
menyebabkan pencemaran air tanah yang baku mutu 0,001 mg/l. kandungan
merupakan sumber air yang digunakan merkuri terendah adalah 0,00001 mg/l
masyarakat. dan kandungan merkuri tertingi pada
Metil-merkuri merupakan bentuk sampel air sumur 8 yaitu 0,00093
merkuri yang paling beracun. Dalam WHO mg/l.
(1989), disebutkan bahwa merkuri dialam 4. Tidak ada keluhan kesehatan pada
umumnya terdapat sebagai metil-merkuri, Masyarakat Desa Saba Padang yang
yaitu bentuk senyawa organik dengan daya menggunakan air sumur gali sebagai
racun tinggi dan sukar terurai keperluan sehari-hari dikarenakan air
dibandingkan zat asalnya. Pada tragedi sumur yang dikonsumsi masyarakat
Minamata di Jepang, Industri Desa Saba Padang masih aman dan
Kimia Chisso menggunakan merkuri bisa dikonsumsi karena masih
khlorida (HgCl2) sebagai katalisator dalam dibawah baku mutu yang ditetapkan
memproduksi asetaldehid sintesis dimana oleh PERMENKES RI No.28 Tahun
setiap memproduksi satu ton asetaldehid 2001.
menghasilkan limbah antara 30-100 gram
merkuri dalam bentuk metal merkuri yang Saran
dibuang ke Teluk Minamata. Sehingga 1. Kepada para penambang emas yang
ikan yang berada dalam perairan tersebut beroperasi disekitar pemukiman
mengandung 27-102 ppm, sedangkan masyarakat, agar mengindahkan
batasan kandungan merkuri maksimum Peraturan/UU yang telah ditetapkan
pada ikan menurut Food and Drug oleh pemerintah agar masyarakat desa
Administration (FDA) adalah 0,5 ppm. Saba Padang sehat dan sejahtera.
Limbah logam berat yang dibuang 2. Kepada Pemerintah Kabupaten
ke perairan laut, sering bersifat kronis Mandailing Natal diharapkan agar
(subletal) dan tidak menyebabkan melakukan pemantauan aktifitas
kematian biota laut secara langsung. penambangan emas tradisional, dan
Pengaruh toksisitas kronis jarang terpantau melakukan penyuluhan kepada para
oleh manusia, karena pengaruh baru penambang agar melakukan
muncul setelah beberapa tahun kemudian. pengolahan terlebih dahulu sebelum
Menurut Food and Drug Administration membuang limbah yang mengandung
(FDA), kadar total merkuri di alam secara merkuri ke lingkungan ataupun
normal adalah 20-625 ppb. kebadan air.
3. Kepada para penambang emas yang
KESIMPKULAN DAN SARAN beroperasi disekitar pemukiman
Kesimpulan masyarakat dan yang jaraknya dekat
Berdasarkan hasil penelitian yang kebadan air agar membuat bak
diperoleh dan pembahasan maka dapat penampungan air limbah minimalnya
disimpulkan sebagai berikut: 1 bak penampungan sebelum dibuang
1. Penambangan emas tradisional di kelingkungan atau kebadan air untuk
Desa Saba Padang menggunakan mengurangi kandungan merkuri (Hg)
teknik amalgamasi. didalam limbah yang dihasilkan
pengolahan pertambangan emas Ependi, H. 2003. Telaah Kualitas Air
tersebut. Bagi Pengelolaan Sumber Daya
4. Kepada para penambang emas yang dan Lingkungan Perairan.
beroperasi disekitar pemukiman Penerbit Kamisius. Yogyakarta.
masyarakat, agar memperhatikan jarak
pengolahan emas tradisional terhadap Entjang. I. 2000. Ilmu Kesehatan
pemukiman masyarakat minimal Lingkungan. Bandung. PT Citra
jaraknya 200 meter agar mengurangi Aditya Bakti.
kontaminasi dari air limbah seperti
merkuri (Hg) yang dihasilkan oleh Harvany Boky, J. M. L. Umboh. B. Ratag.
pertambangan tersebut yang nantinya Jurnal Perbedaan Kandungan
bisa mencemari air sumur gali Merkuri (Hg) Air Sumur Gali
masyarakat setempat. Berdasarkan Jarak Dari
5. Sampai saat ini air sumur gali masih Sumber Pencemaran di
aman dan bisa dikonsumsi oleh Wilayah Pertambangan Rakyat
masyarakat Desa Saba Padang Desa Tatela 1, vol 5. No.1
Kecamatan Huta Bargot, akan tetapi Januari 2015. Diakses pada
disarankan jangan terus menerus tanggal 24 Februari 2015.
karena infiltrasi didalam tanah.
6. Memberi masukan kepada peneliti Inswiarsi. 2008. Paradikma Kejadian
selanjutnya untuk melakukan Pajanan Merkuri Jurnal
pemeriksaan terhadap akumulasi Ekologi Kesehatan Vol 7 No.2
merkuri pada penambang dan .2008.775-785. Diakses Tanggal
masyarakat sekitar penambangan 02 Januari 2015.
emas tradisional.
Kemas. A, H. 2005. Dasar-Dasar Ilmu
DAFTAR PUSTAKA Tanah. Raja Grafindo Persada:
Jakarta.
Arikunto, S. 2009. Manajemen
penelitian. Jakarta .Penerit : Susanto, J. P. 2005. Jurnal Analisis
Rineka Cipta.. Deskripsi Pencemaran Air
Sumur Pada Daerah Industri
Arya, W. W. 2001. Dampak Pencemaran Pengecoran Logam. Pusat
Lingkungan. Yogyakarta. pengkajian dan Penerapan
Penerbit Andi. Teknologi Lingkungan, Diakses
pada tanggal 13 Januari 2015.
. 2004. Dampak Pencemaran
Lingkungan. Yogyakarta. Suryana H,Rifda Tugas ahir Analisis
Penerbit Andi. Kualitas Air Sumur Dangkal Di
kecamatan Biringkanayya Kota
Chandra, B. 2007. Pengantar kesehatan Makassar Jurusan sipil Tahun
Lingkungan. Jakarta. Penerbit 2013
Buku Kedokteran
Kristanto, P. 2002. Ekologi Industri.
Darmono. 2001. Lingkungan Hidup dan Penerbit Andi. Yogyakarta.
Pencemaran. UI. Pres. Jakarta.
Notoatmojo. 2007. Tumbuh Kembang
Remaja dan Permasalahannya.
Jakarta. PT Rineka Cipta.
Palar, H. 2008. Pencemaran dan
Toksikologi Logam Berat.
Jakarta. Rineka. Cipta.

Rianto, S., Setiani, O., Budiono. 2012.


Junal kesehatan lingkungan
Indonesia vol,11
No.1.2012.4141-887. Di akses
tanggal 12 januari 2015

Setiabudi, B. T. 2005. Jurnal Penyearan


Merkuri Akibat Usaha
Pertambangan Emas di Daerah
Sangon, Kabupaten Kulon
Progo D.I.Yogyakatra. di akses
tgl 10 Februari 2015

Setiabudi, R. 2005. Pengajar


Antimikroba dalam Garis
Warna, Sulistia G. Editor
Farmakologi dan Terapi Edisi 4
Jakarta : Bagian Farmakologi
FKUI. hal/ 585-595.

Siswoyo, E. 2011. Pengolahan Air


Limbah Laboratorium Dengan
Menggunakan Sistem
Kombinasi Adsopsi dan
Fitoremediasi Yogyakarta: Tesis
Universitas Gajah Mada,Diakses
pada tanggal 25-April-2015.

Sutrisno, T. 2004. Teknologi Penyediaan


Air Bersih. Rineka Cipta.
Jakarta.

Widowati. 2008. Efek Toksik Logam


Pencegahan dan
Penanggulangan. Penerbit. Andi
Yogyakarta.