You are on page 1of 4

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Desain Penelitian

Penelitian mengenai dampak psikologis akibat kebisingan lalu lintas

menggunakan metode kualitatif. Adapun menurut (Moleong, 2010), penelitian

kualitatif ialah penelitian yang menghasilkan data secara deskriptif baik berupa

tulisan maupun lisan dari informan serta perilaku yang dapat diamati. Metode

kualitatif bersifat alamiah, peneliti tidak melakukan manipulasi terhadap

keadaan ataupun kondisi lingkungkungan penelitian. Peneliti melakukan

penelitian dengan membiarkan kondisi yang diteliti dalam keadaan yang

sebenarnya.

Model pendekatan yang digunakan peneliti ialah fenomenologis.

Pendekatan fenomenologis memaparkan pemaknaan umum dari sejumlah

informan terhadap berbagai pengalaman hidup yang berkaitan dengan suatu

fenomena. Melalui pendekatan tersebut, peneliti berusaha mencari arti secara

psikologi dari suatu pengalaman individu terhadap fenomena melalui penelitian

yang mendalam dalam konteks kehidupan sehari-hari informan (Herdiansyah,

2015 ).
B. Penetapan Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilakukan di beberapa titik perumahan di Kota Malang

dengan tingkat lalu lintas yang tinggi. Lokasi penelitian dilaksanakan secara

fleksibel, di mana peneliti dapat bertemu dengan informan, misal di rumah

informan.

C. Fokus Penelitian

Penelitian ini berfokus untuk mengetahui bagaimana dampak psikologis

akibat kebisingan. Tema ini diangkat dari adanya fenomena dan persoalan

terkait dengan hal tersebut.

D. Pemilihan Informan

Penentuan informan pada penelitian ini menggunakan teknik purposive

sampling. Peneliti menentukan informan penelitian berdasarkan karakteristik

tertentu. Pertimbangan karakteristik tersebut menjadikan informan sebagai

individu yang paling tahu tentang apa yang diteliti. Sehingga memudahkan

peneliti dalam menelusuri objek/situasi yang menjadi tujuan penelitian

(Sugiyono, 2015). Kriteria informan pada penelitian ini yaitu:

1.

E. Teknik Pengumpulan Data

Penelitian ini menggunakan dua metode pengumpulan data yaitu,

wawancara dan observasi.


1. Wawancara

Berkaitan dengan penelitian dampak psikologis akibat kebisingan

membutuhkan data yang mendalam mengenai dampak psikologis yang

diakibatkan kebisingan. Wawancara secara mendalam digunakan sebagai

teknik utama dalam pengumpulan data penelitian ini. Menurut Moleong (2010)

“Wawancara ialah percakapan yang memiliki tujuan tertentu, percakapan

tersebut dilakukan oleh dua pihak, yaitu pewawancara yang mengajukan

pertanyaan dan terwawancara yang memberikan jawaban pada pewawancara.”

Wawancara terdiri dari beberapa jenis, penelitian ini menggunakan

wawancara semi terstruktur. Di mana peneliti menggunakan pertanyaan terbuka

sesuai batasan dan fokus penelitian. Wawancara jenis ini akan lebih memudah

peneliti dalam menggali data, namun tetap terkontrol. Pada penelitian ini

wawancara dilakukan pada subyek primer …. dan subyek sekunder …..

2. Observasi
F. Analisis Data

G. Keabsahan Data