You are on page 1of 33

BAB III

GAMBARAN UNIT RAWAT INAP


RUMAH SAKIT TK.II 14.05.01 PELAMONIA
A. Organisasi dan Manajemen Unit Rawat Inap
1. Visi Unit Rawat Inap
Analisis:
Dalam unit Pelayanan Rawat Inap tidak mempunyai Visi tersendiri,
Namun hanya mengacu pada Visi Rumah Sakit TK.II 14.05.01
Pelamonia.Visi dalam suatu unit organisasi itu penting Karena dengan
adanya suatu visi dalam suatu unit maka akan menjadi landasan dasar bagi
suatu unit dalam pencapaian tujuan.
2. Misi Unit Rawat Inap
1) Menyelenggarakan pelayanan Asuhan Keperawatan yang bermutu
bagi pasien rumah sakit pelamonia.
2) Mengelola tenaga profesi perawat secara professional dan bermutu
untuk dapat didayagunakan secara optimal.
3) Memberikan Pelayanan Asuhan Keperawatan bagi pasien Rumah
Sakit Pelamonia dan dilaksanakan secara manusiawi serta terjangkau,
memuaskan semua pihak terkait.
4) Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas Sumber Daya Keperawatan
Melalui Pendidikan dan Pelatihan.
5) Memelihara hubungan kerja yang efektif dengan semua anggota tim
kesehatan dan bagian yang terkait.

Tabel 1
Uji Checklist Pernyataan Misi
Rumah Sakit TK.II 14.05.01 Pelamonia
Tahun 2019
No Pernyataan Uji Ya Tidak
1 Apakah pernyataan misi menyatakan secara jelas √
tentang manfaat kehadiran organisasi ?
2 Apakah pernyataan misi telah jelas sehingga

semua karyawan daam organisasi dapat melihat
bagaimana mereka dapatt berkontribusi ?
3 Apakah pernyataan misi itu mampu menjawab

pertanyaan tentang: siapa kita, apa dan untuk
siapa kita melakukan itu, dan mengapa penting ?
4 Apakah pernyaaan misi itu mampu memberikan
jawaban terhadap alasan mengapa kita √
membelanjakan dana pada usaha-usaha organisasi
program atau sub program?
Sumber: Data Primer, 2019
Analisis:
1) Misi Keperawatan Rumah Sakit TK II 14.05.01 Pelamonia menyatakan
secara jelas tentang manfaat kehadiran organisasi yakni
menyelenggarakan pelayanan Asuhan Keperawatan yang bermutu bagi
pasien Rumah Sakit Pelamonia.
2) Misi Keperawatan Rumah Sakit TK II 14.05.01 Pelamonia telah jelas
sehingga semua karyawan dalam organisasi dapat melihat bagaimana
mereka dapat berkontribusi dengan mengelola tenaga profesi perawat
secara profesional dan bermutu untuk dapat didayagunakan secara
optimal, dan Memelihara hubungan kerja yang efektif dengan semua
anggota tim kesehatan dan bagian yang terkait.
3) Misi Keperawatan Rumah Sakit TK II 14.05.01 Pelamonia mampu
menjawab siapa kita, apa dan untuk siapa kita melakukan, mengapa itu
penting.
 Pertama, siapa kita. Kita (Rumah Sakit TK II 14.05.01 Pelamonia)
unit pelayanan Keperawatan yang menyelenggarakan pelayanan
Asuhan Keperawatan yang bermutu bagi pasien Rumah Sakit
Pelamonia
 Kedua, apa dan untuk siapa dan megapa itu penting. Telah
dijelaskan pada pernyataan misi pada poin ketiga yaitu
Memberikan Pelayanan Asuhan Keperawatan bagi pasien Rumah
Sakit Pelamonia dan dilaksanakan secara manusiawi serta
terjangkau, memuaskan semua pihak terkait.
4) Misi Keperawatan Rumah Sakit TK II 14.05.01 Pelamonia telah
menjawab penggunaan dana pada usaha organisasi. Hal ini dapat dilihat
dari berbagai upaya yang tercantum dalam pernyataan misi
membutuhkan dana seperti upaya Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas
Sumber Daya Keperawatan Melalui Pendidikan dan Pelatihan.
3. Motto Rumah Sakit Pelamonia
Peduli, Ramah, Jujur, Ikhlas dan Terampil (PRAJURIT).
4. Fungsi Pelayanan Rawat Inap
Fungsi Pelayanan Rawat Inap yaitu memberikan pelayanan Rawat inap
bagi pasien dengan didukung oleh tenaga medis dan paramedis yang ahli
dan berkompeten.
5. Struktur Organisasi
Struktur Organisasi Rawat Inap Rumkit TK.II 07.05.01 Pelamonia

KARUMKIT

dr. I Made Mardika,Sp.PD.,MARS


Kolonel CKM. NRP 11940001780267
KAINSTALWATNAP

Mugiharto, Amd. Rad.,S.K.M


Letkol CKM. NRP 11970026840374
KEPALA RUANGAN

KASUBINSTALWATNAP A

TULIP MAWAR TERATAI DAHLIA KRISAN


KASUBINSTALWATNAP B
Hariati,S.Kep.,NS,,MM.Kes Maya Tri Amiasih,S.Kep.NS Ariyanti,S.Kep.NS Mery Daniel,S.Kep.,NS Karyani,S.Kep.,NS
ICU/ICCU ANYELIR K. BERSALIN CEMPAKA KENANGA
Ns. Andi Arnoli,S.Kep.,M.Kep
KASUBINSTALWATNAP B Tino Fitriani Sulaiman,S.Kep.NS Fajar, Amd.Ked Suharti Buha,S.ST Noreta Tasik,S.Kep
ASTER MELATI SERUNI LILY FLAMBOYAN

Ns.St. Hamsinah,S.Kep.M.Kep Herlina,S.Kep,NS Syalmiati,S.Kep.NS Abd.Rahim,S.Kep.N


ADELIA
Dian Maharani,S.ST Nurhayani,S.Kep
SAKURA ASOKA S

Hasmiati,S.Kep.NS Kadriati Junaid,S.Kep.NS


Lili Suryanti,S.Kep.,NS
Berikut standar pengorganisasian rumah sakit kelas B dibandingkan dengan
pengorganisasian Rumkit TK.II 07.05.01 Pelamonia.

Tabel 2
Analisis Struktur Organisasi Rumkit TK.II Pelamonia dibandingkan
dengan Standar Pengorganisasian Rumah Sakit Kelas B
Tahun 2019
Kondisi Rawat
No Standar Rincian Inap Rumkit TK.II Ket
Pelamonia
1 PMK No. 1045 Pembentukan Berada dibawah Sesuai
Tahun 2006 instalasi tanggungjawab oleh
ditetapkan oleh seorang Karumkit.
Pedoman pimpinan rumah
Organisasi sakit sesuai
Rumah Sakit Di kebutuhan
Lingkungan rumah sakit.
Departemen Instalasi Dipimpin oleh Sesuai
Kesehatan dipimpin oleh Kainstalwatnap
seorang kepala
yang diangkat
dan diberhetikan
oleh pimpinan
rumah sakit.
1. Direktur 1.Karumkit Sesuai
Utama 2.Kainstalwatnap
2. Kepala bagian 3.Kasubinstalwatnap
dan Kepala 4.Kepala Ruangan
bidang
3. Kepala
Subbagian dan
Kepala Seksi

Sumber: Data Primer, 2019


Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa struktur organisasi Instalasi
Rawat Inap Rumah Sakit TK.II 07.05.01 Pelamonia sudah sesuai dengan
standar.
6. Deskripsi Pekerjaan

URAIAN TUGAS
KEPALA INSTALASI RAWAT INAP
1) Nama Jabatan : Kepala Instalasi Rawat Inap

2) Pengertian Jabatan : Seorang perawat profesional yang


mempunyai tugas dan tanggung jawab serta
wewenang dalam mengatur dan
mengendalikan kegiatan pelayanan
keperawatan di rumah sakit.

3. Persyaratan Jabatan : Pendidikan dan Pengalaman


a. DIII Keperawatan pengalaman
minimal 3 – 5 tahun
b. Memiliki sertifikat kursus manajemen
pelayanan keperawatan
c. Memiliki kemampuan kepemimpinan
d. Berwibawa dan bertanggungjawab
e. Mampu bekerjasama secara horizontal
maupun vertikal
f. Sehat jasmani dan rohani

4. Tugas Pokok : Mengatur dan mengendalikan kegiatan


pelayanan keperawatan di rumah sakit

5. Wewenang a. Memberikan pengarahan dan


bimbingan pelaksanaan tugas keperawatan.
b. Mengkoordinasikan, mengawasi &
mengendalikan pelaksanaan dan
penggunaan sumber daya tenaga &
peralatan keperawatan.
c. Memberikan bimbingan penerapan
etika profesi, asuhan keperawatan sesuai
SDM.
d. Menanda tangani surat dan dokumen
yang ditetapkan menjadi wewenang
Kainstal.
Menghadiri rapat berkala dengan
Kabid/Kainstal/Karu/Kapol untuk
kelancaran pelaksanaan keperawatan.
6. Tanggung Jawab : Secara Struktural bertanggung jawab kepada
Kepala Bidang Keperawatan.
7. Hubungan dengn unit lain : Komite Medik, Komite Keperawatan, Kasi
Yanmed, Kasi TUUD, Rekam Medik,
Kabinayankesmasum, Kabid Keperawatan.
8. Uraian Tugas
a. Fungsi Perencanaan
1) Menyusun falsafah & tujuan pelayanan keperawatan tiap ruang rawat di
instalasi yang menjadi wilayah tanggung jawabnya, Koordinasi dengan
Kepala Ruangan.
2) Menyusun rencana kebutuhan tenaga keperawatan dari segi jumlah
maupun kualifikasi tenaga untuk Instalasi yang menjadi tanggung
jawabnya Koordinasi dengan Kepala Ruangan.
3) Menyusun rencana kebutuhan peralatan dari segi jumlah maupun jenis dan
kualitas alat, Koordinasi dengan Kepala Ruangan.
4) Menyusun program pengembangan staf keperawatan sesuai kebutuhan
pelayanan di Instalasi yang menjadi tanggung jawabnya Koordinasi
dengan Kepala Ruangan.
5) Menyusun program orientasi bagi siswa/ mahasiswa pendidikan
keperawatan yang menggunakan Rumah Sakit sebagai lahan praktek.
6) Menyusun program orientasi bagi tenaga keperawatan yang baru yang
akan bekerja di Rumah Sakit.
7) Menyusun jadwal pertemuan berkala dengan para Karu dan Staf Instalasi.
8) Membuat ususlan mutasi tenaga keperawatan dari ruang rawat instalasi,
Koordinasi dengan Karu/Kapol.
b. Fungsi Penggerakan & Pelaksanaan
1) Melaksanakan sebagian rugas yang dilimpahkan dari kepala Bidang.
2) Mewakili tugas dan wewenang Kabid Keperawatan atas persetujuan
Karumkit.
3) Menyampaikan dan menjelaskan kebijakan Kabid Keperawatan atas
persetujuan Karumkit.
4) Memberikan bimbingan dan motivasi kepada Karu/Kapol dan staf dalam
hal pelaksanaan askep
5) Melaksanakan program orientasi bagi perawat baru yang akan bekerja di
unit yang menjadi tanggung jawabnya.
6) Memberikan bimbingan kepada kepada tenaga keperawatan yang berada
di bawah tanggung jawabnya.
7) Mengadakan pertemuan dengan Karu/Kapol/Staf secara berkala atau
sewaktu-waktu bila diperlukan.
8) Menghadiri pertemuan yang diadakan oleh Kabid Keperawatan/Karumkit.
9) Menerima, Menyusun dan meneruskan laporan hasil rapat staf serta hasil
kegiatan keperawatan di Instalasi yang menjadi tanggung jawabnya Ke
Kabid.
10) Menerima usulan, keluhan tentang masalah ketenagaan maupun pelayanan
keperawatan serta membantu menyelesaikan masalah yang timbul di
ruang rawat yang menjadi tanggung jawabnya.
11) Melaksanakan koordinasi dengan institusi pendidikan keperawatan untuk
menunjang kelancaran program bimbingan, khususnya yang
menggunakan Rumah Sakit sebagai lahan praktik.
12) Meneliti dan mempertimbangkan syarat permohonan kenaikan pangkat,
cuti, pindah, berhenti dll.
c. Fungsi Pengawasan, Pengendalian, dan Penilaian
1) Mengendalikan pelaksanaan peraturan/tata tertib, SPO Pelayanan
keperawatan
2) Mengendalikan pendayagunaan tenaga keperawatan
3) Mengendalikan pendayagunaan peralatan keperawatan secara efektif dan
efisien
4) Melaksanakan supervise secara berkala/insidentil ke ruang rawat.
Dilakukan secara mandiri atau bersama Karu/Kapol
5) Menilai mutu pelayanan/askep Koordinasi Karu atau Tim pengendali
Mutu Askep Rumah sakit.
6) Menilai penampilan kinerja staf keperawatan di ruang rawat wilayah
tanggungjawabnya, koordinasi dengan Karu.

URAIAN TUGAS
KEPALA RUANG RAWAT INAP
1. Nama Jabatan : Kepala Ruang Rawat Inap
2. Pengertian Jabatan : Seorang tenaga perawat professional yang
diberi tanggung jawab dan wewenang
dalam mengelola kegiatan pelayanan
keperawatan di satu Ruang Rawat Inap

3. Persyaratan Jabatan : Pendidikan dan pengalaman


a. S1 Keperawatan pengalaman minimal
2 tahun
b. D III Keperawatan pengalaman
minimal 5 tahun
c. Memiliki kemampuan kepemimpinan
d. Berwibawa dan bertanggungjawab
e. Mampu bekerjasama secara horizontal
maupun vertikal
f. Sehat jasmani dan rohani

4. Tugas Pokok Mengawasi dan mengendalikan kegiatan


pelayanan keperawatan di Ruang
perawatan yang berada diwilayah
tanggung jawabnya
5. Tanggung Jawab : a. Secara administratif dan fungsional
bertanggung jawab kepada bidang
keperawatan melalui Ka Instalwat Inap.
b. Secara teknis medis fungsional,
bertanggung jawab kepada dokter
penanggung jawab / dokter yang
berwenang
6. Wewenang : a. Meminta informasi dan pengarahan
pimpinan.
b. Memberi petunjuk dan bimbingan
pelaksanaan tugas staf keperawatan.
c. Mengawasi, mengendalikan dan
menilai pendayaguaan tenaga
keperawatan, peralatan dan mutu asuhan
keperawatan diruang rawat.
d. Menanda tangani surat & dokumen
yang ditetapkan menjadi wewenang
Kepala Ruangan.
e. Menghadiri rapat berkala dengan
Kepala Instalasi/ Kasi/ Kepala rumah sakit
untuk kelancaran pelaksanaan pelayanan
keperawatan.

7. Uraian Tugas
a. Fungsi perencanaan (P1) meliputi :
1) Menyusun rencana kerja Kepala Ruangan.
2) Berperan serta menyusun falsafah dan tujuan pelayanan keperawatan
diruang rawat yang bersangkutan.
3) Menyusun rencana kebutuhan tenaga keperawatan dari segi jumlah
maupun kualifikasi untuk diruang rawat, koordinasi dengan Kepala
Perawat Instalasi/ Ka Instalasi.
b. Fungsi penggerakan dan pelaksanaan ( P2 ) meliputi :
1) Mengatur dan mengkoordinasikan seluruh kegiatan pelayanan diruang
rawat, melalui kerjasama dengan petugas lain yang bertugas diruang
rawatnya.
2) Menyusun jadwal/ daftar dinas tenaga keperawatan & tenaga lain
sesuai kebutuhan pelayanan dan peraturan yang berlaku di rumah
sakit.
3) Melaksanakan orientasi kepada tenaga kepewaratan baru/ tenaga lain
yang akan kerja diruang rawat.
4) Memberikan orientasi kepada siswa/ mahasiswa keperawatan yang
menggunakan ruang rawatnya sebagai lahan praktek.
5) Memberi orientasi kepada pasien/ keluarganya meliputi : penjelasana
tentang peraturan rumag sakit, tata tertib ruang rawat, fasilitas yang
ada dan cara penggunaannya serta kegiatan rutin sehari – hari.
6) Membimbing tenaga keperawatan untuk melaksanakan pelayanan/
asuhan keperawatan sesuai standar.
7) Mengadakan pertemuan berkala sewaktu – waktu dengan staf
keperawatan dan petugas lain yang bertugas diruang rawatnya.
8) Memberi kesempatan/ izin kepada staf keperawatan untuk mengikuti
kegiatan ilmiah/ penataran dengan koordinasi Kepala Instalasi Rawat
Inap.
9) Mengupayakan pengadaan peralatan dan obat – obatan sesuai
kebutuhan berdasarkan ketentuan/ kebijakan rumah sakit.
10) Mengatur & mengkoordinasikan pemeliharaan alat agar selalu dalam
keadaan siap pakai.
11) Mendampingi visite dokter dan mencatat intruksi dokter, khususnya
bila ada program pengobatan pasien.
12) Mengelompokkan pasien dan mengatur penempatannya diruang rawat
menurut tingkat kegawatan, infaksi, untuk kelancaran pemberian
askep.
13) Mengendalikan kualitas sistem pencatatan & pelaporan askep dan
kegiatan lain secara tepat dan benar. Hal ini penting untuk tindakan
keperawatan.
14) Memberi motivasi kepada petugas dalam memelihara kebersihan
lingkungan ruang rawat.
15) Meneliti pengisian foemulir sensus harian pasien ruang rawat.
16) Meneliti/ memeriksa pengisian daftar permintaan makanaan pasien
berdasarkan macam & jenis makan pasien.
17) Meneliti/ memeriksa ulang pada saat penyajian makanan pasien
sesuai dengan program dietnya.
18) Menyimpan berkas catatan medik pasien dalam masa perawatan
diruang rawatnya & selanjutnya mengembalikan berkas tersebut
kebagian Medical Record bila pasien keluar/ pulang dari ruang rawat
tersebut.
19) Membuat laporan harian mengenai pelaksanaan asuhan keperawatan
serta kegiatan lainnya di ruang rawat, disampaikan kepada atasannya.
20) Membimbing siswa/ mahasiswa keperawatan yang menggunakan
ruang rawat sebagai lahan praktek.
21) Memberi penyuluhan kesehatan kepada pasien/ keluarga sesuai
kebutuhan dasar dalam batas wewenangnya.
22) Melakukan serah terima pasien dan lain-lain pada saat pergantian
dinas.
c. Fungsi pengawasan, pengendalian dan penilaian (P3) meliputi :
1) Mengendalikan & menilai pelaksanaan askep yang telah ditentukan.
2) Mengawasi & menilai siswa/ mahasiswa keperawatan untuk
memperoleh pengalaman belajar sesuai tujuan program bimbingan
yang telah ditentukan.
3) Melakukan penilaian kinerja tenaga keperawatan yang berada di
bawah tanggung jawabnya.
4) Mengawasi, mengendalikan & menilai pendayagunaan tenaga
keperawatan, peralatan dan obat – obatan.
5) Mengawasi & menilai mutu asuhan keperawatan sesuai standar yang
berlaku secara mandiri atas koordinasi dengan Tim Pengendalian Mutu
Asuhan Keperawatan.
8. Hasil Kerja
a. Daftar pembagian wilayah tanggungjawab kerja.
b. Laporan kebersihan, kebutuhan inventaris alat kedokteran dan
keperawatan.
c. Laporan kelengkapan catatan medic.
d. Laporan hasil konsultasi dan koordinasi program usulan kelengkapan
sarana dan prasarana.
B. Deskripsi Kegiatan Unit Rawat Inap
Berdasarkan Pedoman Teknis Bangunan Rumah Sakit Kelas B
Kemenkes RI Tahun 2015, Lingkup kegiatan di ruang rawat inap rumah sakit
meliputi kegiatan asuhan dan pelayanan keperawatan, pelayanan medis, gizi,
administrasi pasien, rekam medis, pelayanan kebutuhan keluarga pasien
(berdoa, menunggu pasien, mandi, dapur kecil/pantry, konsultasi medis).
Pelayanan kesehatan di Instalasi Rawat Inap mencakup antara lain:
1) Pelayanan keperawatan.
2) Pelayanan medik (Pra dan Pasca Tindakan Medik).
3) Pelayanan penunjang medik, meliputi: Konsultasi Radiologi, Pengambilan
Sample Laboratorium, Konsultasi Anestesi, Gizi (Diet dan Konsultasi),
Farmasi (Depo dan Klinik), Rehab Medik (Pelayanan Fisioterapi dan
Konsultasi).
Pelayanan kesehatan di Instalasi Rawat Inap RS Tk. II 14.05.01
Pelamonia mencakup antara lain:
a) Perawatan penyakit dalam.
b) Perawatan penyakit jantung dan paru.
c) Perawatan penyakit bedah (bedah umum, urulogi, ortopedi, dan bedah
saraf).
d) Perawatan penyakit anak.
e) Perawatan penyakit jiwa.
f) Perawatan ketergantungan obat-obatan/narkoba.
g) Perawatan penyakit THT.
h) Perawatan penyakit kulit dan kelamin.
i) Perawatan penyakit saraf.
j) Persalinan dan penyakit kandungan.
Semua jenis tindakan perawatan dilaksanakan oleh dokter spesialis yang
ada di RS Tk. II 14.05.01 Pelamonia. Setiap anggota TNI atau PNS yang
dirawat akan ditempatkan sesuai dengan kepangkatannya dan bagi masyarakat
disesuaikan dengan kemampuan atau permintaan dari pasien yang
bersangkutan.

C. Kinerja Pelayanan Unit Rawat Inap


1) Laporan indikator kinerja di Rawat Inap
Laporan indikator kinerja di Rumah Sakit TK.II 14.05.01 Pelamonia
berupa angka BOR, ALOS, TOI, BTO, NDR dan GDR dibuat dalam
setiap Bulan yang kemudian direkap. Berikut merupakan rekapan
indikator kinerja Rumah Sakit TK.II 14.05.01 Pelamonia dalam dua tahun
terakhir.
Tabel 3
Kinerja Pelayanan
BOR, AvLOS, TOI, BTO, GDR, dan NDR
di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit TK.II 14.05.01 Pelamonia
Makassar
Indikator Kinerja Rawat Inap (Tahun 2017)
No Bulan
Jumlah TT BOR LOS TOI BTO NDR GDR
1 Januari 326 88% 5 7 6 13% 25%
2 Februari 358 75% 5 3 4 12% 28%
3 Maret 358 74% 5 2 5 10% 23%
4 April 358 75% 5 2 4 19% 36%
5 Mei 358 70% 5 2 4 17% 35%
6 Juni 358 56% 5 4 4 13% 25%
7 Juli 326 80% 5 2 5 17% 41%
8 Agustus 326 78% 5 2 5 16% 30%
9 September 326 76% 5 2 4 24% 37%
10 Oktober 326 81% 5 1 5 15% 29%
11 November 326 80% 5 2 5 18% 42%
12 Desember 326 84% 5 1 5 18% 35%
Jumlah 76% 5 2,5 56 16% 32%
Sumber: Data Sekunder,2017

Tabel 4
Analisis Perbandingan
Pencapaian Indikator Mutu Instalasi Pelayanan Rawat Inap
Rumah Sakit TK.II 14.05.01 Pelamonia
Makassar
Indikator Kondisi Rawat
Standar
No Kinerja Rawat Inap Ket
(Depkes RI 2005)
Inap (2017)
1 BOR 60-85% 76% Sesuai
5 Hari Tidak
2 LOS 6-9 Hari
Sesuai
3 TOI 1-3 Hari 3 Hari Sesuai
56 Kali Tidak
4 BTO 40-50 Kali
Sesuai
5 NDR ≤25/1000 Pasien 16 /1000Pasien Sesuai
6 GDR ≤45/1000 Pasien 32/1000 Pasien Sesuai
Sumber: Data Primer,2019
Analisis:
Berdasarkan tabel 4 dapat dilihat bahwa pada tahun 2017 BOR, LOS,
TOI, BTO, NDR, dan GDR tidak memenuhi syarat standar Depkes RI Tahun
2005, Pada perhitungan jumlah BOR dalam bentuk persentase (%) sudah
memenuhi standar Depkes 60%-80% jumlah BOR di Pelayanan Rawat Inap
Rumah Sakit TK.II 14.05.01 Pelamonia sebanyak 76% Artinya semakin tinggi
pula penggunaan tempat tidur yang tersedia untuk perawatan pasien dan
semakin banyak juga pasien yang dilayani sehingga semakin berat pula beban
kerja bagi perawat. Pada perhitungan LOS dalam bentuk Hari sudah memenuhi
standar Depkes RI Tahun 2005 dengan jumlah 6-9 hari, jumlah LOS di
Pelayanan Rawat Inap Rumah Sakit TK.II 14.05.01 Pelamonia yaitu hanya
sampai 5 Hari artinya Pelayanan/Perawatan yang diberikan oleh Rumah Sakit
TK.II 14.05.01 Pelamonia itu baik sehingga rata-rata lama dirawat pasien itu
kurang dari 5 hari. Pada perhitungan TOI dalam bentuk Hari sudah memenuhi
standar Depkes RI Tahun 2005 dengan jumlah 1-3 hari, jumlah TOI di
Pelayanan Rawat Inap Rumah Sakit TK.II 14.05.01 Pelamonia yaitu 2,5 yang
kemudian dibulatkan menjadi 3 Hari Artinya Jika semakin kecil angka TOI di
unit rawat inap maka tempat tidur di ruang perawatan itu produktif dan juga
dapat menguntungkan bagi pihak menejemen rumah sakit. Pada perhitungan
BTO dalam bentuk Kali tidak memenuhi standar Depkes RI Tahun 2005
dengan jumlah 40-50 kali, jumlah BTO di Pelayanan Rawat Inap Rumah Sakit
TK.II 14.05.01 Pelamonia yaitu 56 Kali di Rumah Sakit TK.II 14.05.01
Pelamonia, Artinya semakin tinggi angka BTO menunjukkan tingkat
ketidakefisienya penggunaan tempat tidur dalam rumah sakit. Pada
perhitungan NDR dalam bentuk Pasien sudah memenuhi standar Depkes RI
Tahun 2005 dengan jumlah 25/1000 pasien, jumlah NDR di Pelayanan Rawat
Inap Rumah Sakit TK.II 14.05.01 Pelamonia yaitu sebanyak 16/1000 pasien,
Artinya angka kematian 48 jam setelah dirawat lebih rendah karena dalam unit
rawat inap memberikan pelayanan yang baik. Kemudian pada perhitungan
GDR dalam bentuk Pasien sudah memenuhi standar Depkes RI Tahun 2005
dengan jumlah 45/1000 pasien, jumlah GDR di Pelayanan Rawat Inap Rumah
Sakit TK.II 14.05.01 Pelamonia yaitu sebanyak 32/1000 pasien, Artinya angka
kematian umum untuk pasien di Rumah sakit Tk.II Pelamonia pada bagian unit
rawat inap itu rendah karena dalam memberikn pelayanan yang baik.

Tabel 5
Distribusi Jumlah
BOR, AvLOS, TOI, BTO, GDR, dan NDR
di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit TK.II 14.05.01 Pelamonia
Makassar
Indikator Kinerja Rawat Inap (Tahun 2018)
No Bulan
Jumlah TT BOR LOS TOI BTO NDR GDR
1 Januari 326 88% 5 7 6 13% 25%
2 Februari 326 74% 5 2 5 16% 30%
3 Maret 326 79% 5 2 5 18% 36%
4 April 393 69% 5 2 4 12% 27%
5 Mei 393 61% 5 3 4 21% 39%
6 Juni 393 51% 5 5 3 21% 36%
7 Juli 393 67% 5 3 4 18% 34%
8 Agustus 393 62% 5 3 4 20% 30%
9 September 393 61% 5 3 4 22% 34%
10 Oktober 393 61% 5 3 4 27% 43%
11 November 393 60% 5 3 4 15% 30%
12 Desember 393 55% 5 4 3 19% 32%
Jumlah 4515 65 5 3,3 50 18 33
Sumber: Data Sekunder, 2018
Tabel 6
Analisis Perbandingan
Pencapaian Indikator Mutu Instalasi Pelayanan Rawat Inap
Rumah Sakit TK.II 14.05.01 Pelamonia
Makassar
Indikator
Kinerja Standar Kondisi
No Ket
Rawat Inap (Depkes RI 2005) Rawat Inap
(2018)
1 BOR 60-85% 65% Sesuai
5 Hari Tidak
2 LOS 6-9 Hari
Sesuai
3 TOI 1-3 Hari 3 Hari Sesuai
4 BTO 40-50 Kali 50 Kali Sesuai
5 NDR ≤25/1000 Pasien 18/1000 Pasien Sesuai
6 GDR ≤45/1000 Pasien 33/1000 Pasien Sesuai
Sumber: Data Primer, 2019
Analisis:
Berdasarkan tabel 6 dapat dilihat bahwa pada tahun 2018 BOR, LOS, TOI,
BTO, NDR, dan GDR tidak memenuhi syarat standar Depkes RI Tahun 2005,
Pada perhitungan jumlah BOR dalam bentuk persentase (%) sudah memenuhi
standar Depkes 60%-80% jumlah BOR di Pelayanan Rawat Inap Rumah Sakit
TK.II 14.05.01 Pelamonia sebanyak 65% Artinya semakin tinggi penggunaan
tempat tidur yang tersedia untuk perawatan pasien dan semakin banyak juga
pasien yang dilayani sehingga semakin berat pula beban kerja bagi perawat.
Pada perhitungan LOS dalam bentuk Hari tidak memenuhi standar Depkes RI
Tahun 2005 dengan jumlah 6-9 hari, jumlah LOS di Pelayanan Rawat Inap
Rumah Sakit TK.II 14.05.01 Pelamonia yaitu hanya sampai 5 Hari, Artinya
Pelayanan/Perawatan yang diberikan oleh Rumah Sakit TK.II 14.05.01
Pelamonia itu baik sehingga rata-rata lama dirawat pasien itu kurang dari 5
hari. Pada perhitungan TOI dalam bentuk Hari sudah memenuhi standar
Depkes RI Tahun 2005 dengan jumlah 1-3 hari, jumlah TOI di Pelayanan
Rawat Inap Rumah Sakit TK.II 14.05.01 Pelamonia yaitu 3,1 Hari yang
kemudian dibulatkan menjadi 3 hari. Artinya Jika semakin kecil angka TOI di
unit rawat inap maka tempat tidur di ruang perawatan itu produktif dan juga
dapat menguntungkan bagi pihak menejemen rumah sakit. Pada perhitungan
BTO dalam bentuk Kali sudah memenuhi standar Depkes RI Tahun 2005
dengan jumlah 40-50 kali, jumlah BTO di Pelayanan Rawat Inap Rumah Sakit
TK.II 14.05.01 Pelamonia yaitu hanya sampai 50 Kali, Semain tinggi angka
BTO maka semakin banyak pasien yang menggunakan tempat tidur yang
tersedia secara bergantian, Sehingga dapat menguntungkan bagi pihak rumah
sakit karena tempat tidur yang tersedia tidak menganggur. Pada perhitungan
NDR dalam bentuk Pasien sudah memenuhi standar Depkes RI Tahun 2005
dengan jumlah 25/1000 pasien, jumlah NDR di Pelayanan Rawat Inap Rumah
Sakit TK.II 14.05.01 Pelamonia yaitu sebanyak 18/1000 pasien, Artinya
angka kematian 48 jam setelah dirawat lebih rendah dalam artinya pelayanan
yang diberikan unit rawat inap itu memberikan pelayanan kesehatan yang
baik. Kemudian pada perhitungan GDR dalam bentuk Pasien tidak memenuhi
standar Depkes RI Tahun 2005 dengan jumlah 45/1000 pasien, jumlah NDR
di Pelayanan Rawat Inap Rumah Sakit TK.II 14.05.01 Pelamonia yaitu
sebanyak 33/1000 pasien artinya angka kematian umum untuk pasien di
Rumah sakit Tk.II Pelamonia pada bagian unit rawat inap itu rendah karena
bagian pelayanan unit rawat inap memberikan pelayanan yang baik sehingga
angka kematian dalam rumah sakit berkurang.
2) Laporan Indikator 10 Penyakit Terbesar di Rawat Inap
Tabel 7
10 Penyakit Terbesar Instalasi Pelayanan Rawat Inap
Rumah Sakit TK.II 14.05.01 Pelamonia
Makassar
No Penyakit Terbanyak (Tahun 2018) Jumlah
1 DIARE 64
2 DEMAM TIPOID 45
3 GINJAL 41
4 JANTUNG 39
5 STROK 31
6 HT 25
7 DM 18
8 TB PARU 16
9 DBD 6
10 GANGGUAN MENTAL DAN 1
PERILAKU
Jumlah 286
Sumber: Data Sekunder, 2018
Analisis:
Berdasarkan tabel 7 dapat dilihat bahwa penyakit yang paling terbesar di
Instalasi Rawat Inap yaitu penyakit Diare dengan jumlah 64 orang
sedangkan untuk penyakit terendah yaitu Gangguan mental dan perilaku
sebanyak 1 orang, Artinya adanya masa-masa dimana dalam 1 tahun terjadi
diare seperti perubahan cuaca sehingga dalam unit rawat inap sehingga
menyebabkan tingginya kejadian diare. Untuk menangani 10 penyakit
terbesar dalam rawat inap, Tenaga (Promosi Kesehatan Rumah Sakit)
PKRS di Rumah Sakit Tk.II 14.05.01 Pelamonia harus memberikan edukasi
kepada pasien/keluarga pasien. Agar masyarakat/pasien lebih bisa mencegah
serta dapat meningkatkan kesehatanya.
D. Sumber Daya Manusia Unit Rawat Inap

1) Daftar Tenaga Keperawatan

Tabel 8
Daftar Tenaga Keperawatan
Rumah Sakit TK.II 14.05.01 Pelamonia
Tahun 2019
Personil PENDIDIKAN
JUM JUM
No RUANGAN DIII DIII
BED TNI PNS TS JUM S2 S1 SPK PERS
Kep Keb
1 ANGGREK 11 0 2 9 11 6 5 11
2 ADELIA 11 0 2 8 10 4 6 10
3 ASTER 21 2 3 8 13 4 9 13
4 TULIP 18 1 3 8 12 1 4 7 12
5 TERATAI 18 1 4 7 12 7 5 12
6 KENANGA 20 2 2 7 11 4 7 11
7 KRISAN 24 2 2 9 13 6 7 13
8 MAWAR 34 0 4 14 18 10 8 18
9 MELATI 34 1 2 14 17 10 7 17
10 ANYELIR 28 1 3 12 16 7 8 1 16
11 ASOKA 33 1 2 12 15 9 6 15
12 SAKURA 14 2 2 9 13 8 5 13
13 SERUNI 10 3 2 5 10 1 6 3 10
14 CEMPAKA 24 0 4 12 16 1 2 13 16
15 DAHLIA 50 0 4 14 18 13 5 18
16 LILY 19 0 3 8 11 1 3 1 6 11
17 K.BERSALIN 7 2 6 8 16 4 1 11 16
18 ICU 15 2 6 13 21 13 7 1 21
JUMLAH 391 20 56 177 253 4 120 97 30 2 253
Sumber: Data Sekunder, 2019
Analisis:
Berdasarkan Permenkes Nomor 56 Tahun 2014 Tentang Klasifikasi dan
Perizinan Rumah Sakit menyatakan bahwa Jumlah kebutuhan tenaga keperawatan
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32 ayat (1) huruf c sama dengan jumlah tempat
tidur pada instalasi rawat inap, Jika dilihat dari kondisi Sumber Daya Manusia yang
ada di Rumah Sakit TK.II 14.05.01 Pelamonia memiliki jumlah SDM dari
keseluruhan Ruang Perawatan sebanyak 253 orang sedangkan jumlah tempat tidur
dalam kamar perawatan Rumah Sakit TK.II Pelamonia 14.05.01 sebanyak 391 bed
artinya Jumlah perawat dengan jumlah bed tidak sesuai. Dalam hal ini Unit Rawat
Inap kekurangan perawat sebanyak 38 orang jadi Unit Rawat Inap perlu merekrut
tenaga perawat minimal 38 orang untuk memenuhi kebutuhan sesuai Permenkes
Nomor 56 Tahun 2014.
Berdasarkan Permenkes Nomor 340 Tahun 2010 Tentang Klasifikasi Rumah
Sakit menyatakan bahwa Perbandingan tenaga keperawatan dan tempat tidur adalah
1:1 dengan kualifikasi tenaga keperawatan sesuai dengan pelayanan di Rumah
Sakit, artinya rata-rata 1 perawat menangani 1 orang pasien .
2) Tugas dan Fungsi
a. Ketua Tim
 Menerima pasien dan mengkaji kebutuhan pasien secara komprehensif
 Membuat tujuan dan rencana keperawatan
 Melaksanakan rencana yang telah dibuat selama praktek bila
diperlukan
 Mengkomunikasikan pelayanan yang diberikan oleh disiplin ilmu lain
maupun perawat lain
 Mengevaluasi keberhasilan asuhan keperawatan
 Menerima dan menyesuaikan rencana
 Bertanggung jawab penuh selama 24 jam terhadap asuhan
keperawatan pasien mulai masuk sampai keluar rumah sakit
 Mengikuti timbang terima
 Mendampingi visite dokter
 Melaksanakan ronde keperawatan bersama dengan kepala ruangan dan
perawat asosiate
 Melaporkan perkembangan pasien kepada kepala ruangan
b. Perawat Pelaksana
1. Memberikan perawatan secara langsung berdasarkan proses perawatan
dengan sentuhan kasih sayang
- Melaksanakan tindakan perawatan yang telah disusun
- Mengevaluasi tindakan perawatan yang telah diberikan
- Mencatat dan melaporkan semua tindakan perawatan dan respon
klien pada catatan perawatan
2. Melaksanakan program medik dengan penuh tanggung jawab
- Pemberian obat
- Pemeriksaan laboratorium
- Persiapan klien yang akan dioperasikan
3. Memperhatikan keseimbangan kebutuhan fisik, mental dan spiritual
klien
4. Memperhatikan klien secara fisik dan mental untuk menghadapi
tindakan perawatan dan pengobatan serta diagnostic
5. Melatih klien untuk menolong dirinya sendiri sesuai kemampuannya
6. Memberi pertolongan segera pada klien gawat
7. Membantu kepala ruangan dalam ketatalaksanaan ruangan secara
administratif, seperti : menyiapkan data klien baru, pulang atau
meninggal
8. Mengatur dan menyiapkan alat-alat yang ada diruangan
9. Melaksanakan tugas dinas pagi/sore/malam secara bergantian
10. Memberikan penyuluhan kesehatan kepada klien sehubungan dengan
penyakitnya
11. Melaporkan segala sesuatu mengenai keadaan klien baik lisan maupun
tertulis
12. Mengikuti kegiatan operan, timbang terima dan ronde keperawatan
13. Melaksanakan rencana keperawatan yang dibuat oleh perawat primer
14. Berkordinasi dengan perawat asosiate yang lain dan perawat primer
15. Melakukan evaluasi formatif
16. Pendokumentasian tindakan dan catatan perkembangan pasien
17. Melaporkan segala perubahan yang terjadi atas pasien kepada perawat
primer.

E. Peralatan Unit Perawatan Di Ruangan Anggrek

1) Ruangan Anggrek (Ruangan VIP)

Ruangan keperawatan Anggrek memiliki berbagai jenis dan alat yang


mendukung kegiatan pelayanan , yaitu :
Tabel 9
Daftar Peralatan Medis dan Non Medis Ruangan Anggrek
Rumah Sakit TK.II 14.05.01 Pelamonia Makassar
Tahun 2019
Fasilitas
Kesehatan yg
No Nama Alat Jumlah ada Yang
Kondisi dibutuhkan
Baik Rusak
Peralatan Medis
1 Troly emergency 1 Baik
2 Brancar 1 Baik
3 O2 Besar 2 Set Baik
4 O2 Tranker 1 Baik
6 Tabung APAR 4 Baik
7 Suction 1 Baik
8 EKG 1 Baik
9 Troly GV 2 Baik
10 Troly Obat 1 Baik
11 Termometer 1 Baik
12 Spatel 2 Baik
13 Nierbekhen 5 Baik
14 Kom Besar Pasang Infus 2 Baik
15 Kom Kecil Injeksi 1 Baik
16 Pinset Anatomi 1 Baik
17 Kom Kecil 2 Baik
18 Tensi Air Raksa 1 Baik
19 Tiiang Infus 5 Baik
20 Kursi Roda 2 Baik
21 X-Ray Film Viewer 1 Baik
Peralatan Non Medis
1 Air Conditioning (AC) 12 Baik
2 Serial Printer 1 Baik
3 Komputer 1 Set Baik
4 Kursi Putar 3 Baik
5 Kursi Futura 22 Baik
6 To Mobile 1 Rusak
7 Kursi Tamu 7 Baik
8 Sofa 6 Baik
9 Meja Kantor 1 Baik
10 Lemari Arsip 2 Baik
11 Loker Besi 2
12 Parfum Ruangan 13 Baik
13 Jam Dinding 12 Baik
14 Meja Makan Pasien 11 Baik
15 Kulkas 11 Baik
16 Dispenser 11 Baik
18 Tempat Sampah Medis 1 Baik
19 Baggae Trolly(Tempat 22 Baik
Sampah)
20 Lemari Pasien 11 Baik
21 Meja Kayu Panjang 2 Baik
22 Lemari Pakaian 11 Baik
23 Bantal Kepala 11 Baik
24 Bantal Guling 11 Baik
25 Ember Kamar Mandi 11 Baik
26 Meja Kayu Panjang 4 Baik
27 Meja Kayu Pendek 9 Baik
28 Meja Kaca Pendek 4 Baik
29 Meja Kaca Sedang 2 Baik
30 Meja Kaca Panjang 2 Baik
31 Meja Tamu 1 Set Baik
32 Hand Drap 6 Baik
Sumber: Data Sekunder, 2018

2) Ruangan Tulip (Perawatan Bedah)


Tabel 10
Daftar Peralatan Medis dan Non Medis Ruangan Tulip
Rumah Sakit TK.II 14.05.01 Pelamonia Makassar
Tahun 2019

Fasilitas
Kesehatan yg
No Nama Alat Jumlah ada Yang
Kondisi dibutuhkan
Baik Rusak
Peralatan Medis
1 Fan Cooker 2 Baik
2 Oxygen Regulator 10 Baik
3 Nebulizer 1 Baik
4 Corong 7 Baik
6 Syringe Pump 3 Baik
7 Pinset Anatomi 1 Baik
8 Tromol Gaas 2 Baik
9 Nierbekhen 2 Baik
10 Suction Pump 1 Baik
11 Stetoscope 4 Baik 3
12 TensiMeter 3 Baik
13 Tabung O2 3 Baik
14 Bak Instrument 3 Baik
15 Digital Led Running Text 3 Baik
16 Sterilisator 1 Baik
17 Termometer Standar 1 Baik
18 Bak Injeksi Baik 1
19 Tensi Air Raksa 3 Baik Rusak 3
20 Pincet Anatomis 8
21 Pincet Cirugis 8
22 Com 8
23 Regulator 02 4
24 Kabel Elektroda Eks 1
(Cito)
25 Kursi Roda 2 Baik 3
26 Branchard 1 Baik
27 Bracket Standing 4 Baik
Peralatan
28 Bed Patient 18
Peralatan Non Medis
1 Air Conditioning (AC) 9 Baik
2 Serial Printer 1 Baik
3 Komputer 1 Baik
4 LCD Monitor 1 Baik
5 Pesawat Telephone 2 Baik
6 Lemari ES 9 Baik
7 Televisi 9 Baik
8 Dispenser 1 Baik
9 Kursi Besi/Metal 63 Baik
10 Meja kerja besi/Metal 5 Baik
11 Rak Kayu 16
12 Bangku Panjang 6 Baik
Besi/Metal
13 Bangku panjang kayu 3 Baik
14 White Board 1 Baik
15 Lemari Penyimpanan 18 Baik
(Lemari Pasien)
16 Lemari besi/Metal 1 Baik
(Lemari Arsip)
18 Tempat Sampah Medis 1 Baik
19 Baggae Trolly(Tempat 18
Sampah)
20 Cermin besar 1 Baik
21 Gerobak dorong 1 Baik
23 Standar Infus 7 Baik
24 Trolly Instrument Baik
25 Paper Spray 18 Baik
26 Tabung Pemadam Api 1 Baik
27 Jam Dinding 11 Baik
28 Loker 2 Baik
29 Meja Kerja Kayu 11 Baik
30 Rak Kayu 16 Baik
31 Rak Besi 1 Baik
32 Kasur/SpringBed 32 Baik
33 Gordyin/Kray 336 Baik
34 Bantal Angin 18 Baik
35 Selimut 20 Baik
Sumber: Data Sekunder, 2019

Tabel 11
Analisis Perbandingan
Daftar Peralatan Ruangan Bedah dengan Standar Permenkes
Rumah Sakit TK.II 14.05.01 Pelamonia Makassar
Tahun 2019
Kondisi
Standar Perawatan Bedah
No PMK 56 Tahun 2014 (Rawat Inap Rumkit Ket
(Rumah Sakit Kelas B) Tk.II 14.05.01
Pelamonia)
1 Bed Side Monitor √ Sesuai
2 Patient Stracher √ Sesuai
3 Defibrilator √
4 Emergency Trolley √ Sesuai
5 Infusion Pump √
6 Suction Pump √
BAB IV
FLOWCHART
A. MasterChart Pasien Rawat Inap
IRJ,
IRJ, Pasien
Pasien
IGD,
IGD,
Rujukan
Rujukan TP2
TP2 RI
RI

Loket
Loket Bpjs
Bpjs
UMUM
UMUM Tidak
Ya

Isi
Isi BRM
BRM baru
baru BARU
BARU
Ya
Tidak
Ambil
Ambil BRM
BRM
baru
baru
Dirujuk
Dirujuk keke
Identifikasi
Identifikasi Tidak
RS
RS lain
lain
kamar
kamar
Ada
Rawat
Rawat Inap
Inap

Konsultasi
Konsultasi dokter
dokter

Lab
Lab
Penunjan
Penunjan
Radiologi
Radiologi Ya
gg
Tidak
Pulang
Pulang Paksa
Paksa
Perawatan
Perawatan dan
dan
Sembuh Dirujuk
Dirujuk
Pengobatan
Pengobatan Sembuh
Tidak Meninggal
Meninggal
Ya
Apotek
Apotek
Keterangan :
1. Pasien datang yang berasal dari Instalasi gawat
Pembayaran
darurat,Rawat jalan maupun dari pasien
Pulang yang berasal dari rujukan dari rumah
Pulang Pembayaran

sakit lain.
2. Setelah itu pasien/keluarga pasien mendaftar di
bagian pendaftaran/loket, Kemudian petugas menanyakan apakah pasien
tersebut Umum atau merupakan pasien jaminan.
3. Dari loket pendaftaran, petugas menanyakan
kepada pasien/keluarga pasien apakah pasien tersebut termasuk pasien baru
atau pasien lama.
4. Jika pasien tersebut merupakan pasien lama maka
petugas memberikan buku rekam medik kepada pasien tersebut.
5. Sebaliknya jika pasien tersebut merupakan pasien
baru di Rumah Sakit TK.II 14.05.01Pelamonia maka pasien/keluarga pasien
langsung mengisi buku rekam medik.
6. Setelah itu petugas melakukan identifikasi kamar ,
apabila tidak ada satupun kamar yang tersedia maka pihak rumah sakit akan
merujuk pasien tersebut kerumah sakit terdekat.
7. Namun jika ada kamar yang tersedia maka petugas
akan mengantar pasien keruang perawatan untuk dilakukan rawat inap.
8. Jika pasien selama dirawat dan telah melakukan
konsul kedokter dan membutuhkan pelayanan penunjang seperti pelayanan
lab atau pelayanan radiologi maka petugas akan mengantar pasien ke
pelayanan penunjang.
9. Selama pasien dirawat dan dinyatakan sembuh oleh
dokter maka pasien bisa langsung menuju apotek untuk pengambilan obat.
10. Setelah itu pasien/keluarga pasien melakukan
pembayaran dan bias langsung pulang.
11. Jika Pasien tidak sembuh maka ada tiga
kemungkinan yang terjadi yaitu pasien pulang paksa, meninggal maupun
dirujuk ke rumah sakit lainya
12. Setelah itu keluarga pasien melakukan pembayaran
dan bisa langsung pulang.
B. Cross Functional Flowchart Pasien Rawat Inap
TEMPAT RUANG
PASIEN INSTALASI ADMINISTRASI KASIR
PENDAFTARAN PERAWATAN
Tidak
Ya Perawatan
Perawatan dan
dan
Pengobatan Sembu
Sembu
IRJ, Pengobatan
IRJ, hh
TP2
TP2 RI
RI UMUM
IGD,
IGD, UMUM
Ya
Rujukan
Rujukan
Tidak Penunjan
Penunjan Apotek
Apotek
Pasien
Pasien gg
Loket
Loket BPJS
BPJS
Konsul
Konsul ke
ke Dokter
Dokter Pembayaran
Pembayaran

BARU
BARU Rawat
Rawat Inap
Inap
Pulang
Pulang
Ya
Ada
Isi
Isi BRM
BRM baru
baru
Identifika
Identifika
si
si kamar
kamar
Ambil
Ambil BRM
BRM
baru
baru
Tidak
Dirujuk
Dirujuk ke
ke RS
RS lain
lain
Lab
Lab
Radiologi
Radiologi

Pulang
Pulang Paksa
Paksa
Dirujuk
Dirujuk
Meninggal
Meninggal
Sumber: Data Primer, 2019
BAB V
PENUTUP
A. KESIMPULAN
1. Visi yang terkhusus untuk keperawatan tidak ada di
Rumah Sakit Tk.II 14.05.01 Pelamonia namun hanya mengacu pada visi
Rumah Sakit Tk.II 14.05.01 Pelamonia.
2. Pada bagian Struktur Organisasi Rawat Inap Tidak
ada Tenaga Sumber Daya yang menduduki Posisi Kasubinstalwatnap A,
Hanya ada Kasubinstalwatnap B dan Kasubinstalwatnap C.
B. SARAN
1. Bagi Rumah Sakit
a. Sebaiknya membuat visi khusus untuk Unit Rawat Karena dengan
adanya suatu visi dalam suatu unit maka akan menjadi landasan dasar
bagi suatu unit dalam pencapaian tujuan.
b. Merekrut Tenaga Sumber Daya Manusia yang sesuai dengan
kualifikasi , Agar lebih efektif lagi dalam menjalankan tugas.
2. Bagi Institusi
a. Menambah waktu Magang agar Mahasiswa lebih mempunyai banyak
waktu dalam melakukan kegiatan observasi.
b. Sebaiknya Mahasiswa di Rolling dari berbagai Unit tersebut, Agar
Mahasiswa juga bisa mengetahui bagaimana kondisi Administrasi atau
Manajemen dari berbagai Unit (Administrasi & Keuangan, Pelayanan
Rekam Medik, Administrasi Rawat Inap & OK, Administrasi Rawat
Jalan & IGD, dan Pengadaan)