You are on page 1of 15

ANALISA JURNAL KEPERAWATAN JIWA

APLIKASI TERAPI SPESIALIS KEPERAWATAN JIWA DENGAN


HARGA DIRI RENDAH KRONIS DI RSMM

JAWA BARAT

DI SUSUN OLEH :

Shufy Arya Rangga Wardhani

S1 KEPERAWATAN (TK.2)

NIM : 201713062

STIKES WIJAYA HUSADA BOGOR

2017 / 2018
KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang maha pengasih lagi maha penyayang,
kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadiratnya, yang telah melimpahkan
rahmat, hidayah, dan inayahnya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan
makalah ini tentang ANALISIS JURNAL HALUSINASI

Makalah ini telah saya susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan
dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu
kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah
berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.

Terlepas dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada
kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu
dengan tangan terbuka saya menerima segala kritik dan saran dari pembaca agar
saya dapat memperbaiki makalah ini.

Akhir kata dari saya berharap makalah tentang ANALISI JURNAL


HALUSINASI ini dapat memberikan manfaat maupun inspirasi terhadap pembaca.

Bogor, April 2019

Penyusun, Shufy Arya R.W

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR............................................................................. i

DAFTAR ISI ......................................................................................... ii

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang ....................................................................... 1

1.2 Rumusan Masalah ................................................................. 2

1.3 Tujuan Penulisan ................................................................... 2

BAB 2 TINJAUAN TEORI

2.1 Jurnal ..................................................................................... 3

2.2 Para ahli................................................................................. 3

BAB 3 PEMBAHASAN

3.1 Analisa jurnal dan Para Ahli ................................................... 4

3.2 Harga Diri Rendah ................................................................. 5

3.3 Pengertian Keperawatan Jiwa dan Kesehata Jiwa.... ............ 5

3.4 Etiologi Harga Diri Rendah .................................................... 6

3.5 Tanda dan Gejala Harga Diri Rendah .................................... 6

3.6 Proses Terjadinya Harga diri Rendah .................................... 6

BAB 4 PENUTUP

1.1 Kesimpulan ............................................................................ 7

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................. 8


BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Menurut WHO (World Health Organization), masalah gangguan jiwa di
dunia ini sudah menjadi masalah yang makin serius. Paling tidak ada satu dari
dua orang di dunia ini mengalami gangguan jiwa. WHO memperkirakan ada
sekitar 450 juta orang di dunia ini ditemukan mengalami gangguan jiwa.
Harga diri rendah adalah kondisi seseorang yang menilai keberadaan dirinya
lebih rendah dibanding orang lain yang berfikri tentang hal negatif diri sendiri
sebagai individu yang gagal, tidak mampu dan tidak berprestasi. (keliat, 2010)
Peristiwa trauma yang menimpah seseorang seperti kehilangan pekerjaan,
pasangan, harta dan lain-lain yang menimbulkan dampak yang mempengaruhi
persepsi individu tersebut terganggu sehingga kehilangan harga dirinya, merasa
bahwa dirinya tidak berguna dan selalu berfikiran negatif terhadap dirinya
sendiri.
Komunikasi terapeutik dapat menjadi jembatan penghubung antara perawat
sebagai pemberi asuhan keperawatan dan pasien sebagai pengguna mengalami
gangguan asuhan keperawatan, karena komunikasi terapeutik dapat
mengakomondasi perkembangan status kesehatan yang di alami pasien.
Komuni kasi terapeutik memperhatikan pasien secara holistic meliputi aspek
positif yang masih dimiliki pasien, dengan cara mendiskusikan bahwa pasien
masih memiliki sejumlah kemampuan dan aspek positif seperti kegiatan pasien
dirumah, adanya keluarga dan lingkungan terdekat pasien.
Gangguan jiwa adalah seseorang tentang gangguan jiwa berasal dari apa
yang orang tersebut yakin sebagai faktor penyebab.

1
Asuhan keperawatan pasien dengan harga diri rendah kronis diberikan
melalui pelaksanaan terapi generalis dan spesialis (FIK-UI, 2009). Tindakan
keperawatan generalis yang diberikan pada pasien dengan harga diri rendah
kronis adalah melatih pasien untuk mengidentifikasi kemampuan positif yang
dimiliki pasien tersebut.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa yang dimaksud dengan harga diri rendah?
2. Apa yang dimaksud dengan keperawatan jiwa dan kesehatan jiwa (sehat dan
sakit)?
3. Apa etiologi dari harga diri rendah?
4. Apa tanda dan gejala dari harga diri rendah?
5. Bagaimana proses terjadinya hargadiri rendah?

1.3 Tujuan Penulisan


 Agar mengerti apa yang dimaksud dengan harga diri rendah
 Agar mengetahui apa yang dimaksud dengan keperawatan jiwa dan
kesehatan jiwa (sehat dan sakit)
 Agar mengetahui etiologi dari harga diri rendah
 Untuk mengetahu tanda dan gejala dari harga diri rendah
 Untuk mengetahui proses terjadinya harga diri rendah

2
BAB 2

TEORI PENUNJANG

2.1 Jurnal

Harga diri kronis merupakan salah satu diagnosis keperawatan yang sering
ditemukan di rumah sakit jiwa. Prosentase pasien harga diri rendah diruang arimbi
periode Februari-April 2012 mencapai 90.4% dari jumblah total pasien. Jumblah
pasien dengan diagnosis utama harga diri rendah kronis yang dikelola penuis
sebanyak 22 orang. Tujuan penulis kaya ilmiah akhir ini adalah menguraikan aplikasi
terapi spesialis keperawatan jiwa terhadap pasien harga diri rendah kronis.

Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah studi serial kasus dengan
kombinasi tujuh paket terapi. Hasil aplikasi terapi spesialis keperawatan jiwa ini
menujukan adanya penurunan tanda dan gejala, peningkatan kemampuan pasien,
serta peningkatan kemampuan keluarga dalam merawat pasien dengan harga diri
rendah kronis. Kombinasi terapi individu (terapi kognitif perilaku dan logo terapi),
terapi kelompok (terapi suportif kelompok) dan terapi keluarga (psikoedukasi
keluarga) mampu menurunkan gejala,meningkatkan kemampuan pasien dan
meningkatkan kemampuan keluarga dalam merawat pasien dengan harga diri
rendah kronis. Rekomendasi : kombinasi terapi individu, terapi kelompok dan terapi
keluarga sangat tepat diberikan pada pasien gangguan jiwa khususnya pasien
dengan harga diri rendah kronis dan diperlukan penelitian lebih lanjut.

2.2 Menurut Para Ahli

Harga diri rendah adalah penilaian tinggi atau rendah terhadap diri sendiri
yangmenujukkan sejauh mana individu itu meyakini dirinya sebagai individu yang
mampu, penting dan berharga yanng berpengaruh dalam perilaku seseorang
(Frey&Carlock,1987)

Harga diri rendahberasal dari pengalaman seseorang seiring dengan


pertumbuhannya,seperti: 1. Tidak adanya kasih sayang, dorongan dan tantangan 2.
Tidak terdapat cinta dan penerimaan

3
3.Selalu mengalami keritikan,ejekan,sarkasme,dan sinisme 4. Adanya
pemukulan fisik dan pelecehan 5. Tidak adanya pengakuan dan pujian untuk
prestasi 6. Terdapat kelebihan dan keunikan yang selaludiabaikan ( On My Own To
Feet: Identity and Self-Esteem, 1997)

Harga diri rendah adalah perasaan tidak berharga,tidak berarti dan rendah diri
yang berkepanjangan akibat evaluasi yang negativ terhadap diri sendiri dan
kemampuan diri. Adanya perasaan hilang percaya diri, merasa gagal karena tidak
mampu mencapai keinginan sesuai ideal diri. (Keliat, 2001)

Gangguan harga diri rendah adalah penilaian negatif seseorang terhadap diri
dan kemampuan, yang diekspresikan secara langsung maupun tidak langsung.
(Schult&Videbeck, 1998)

Harga diri rendah adalah penilaian pribadi terhadap hasil yang dicapai dengan
menganalisa seberapa jauh perilaku memenuhi ideal diri (Stuart dan Sundeen,
1998:227)

Harga diri rendah merupakan evaluasi iri dari perasaan tentang diri atau
kemampuan diri yang negatif baik langsung maupun tidak langsung. (Townsend,
1998:189)

Harga diri rendah adalah merupakan keadaan dimana individu menglami


evaluasi diri yang negatif mengenai diri atau kemampuan diri. (Carpenito, L.J,
1998:352)

Harga diri rendah adalah adanya perasaan hilang kepercayaan diri, merasa
gagal karena tidak mampu mencapai keinginan sesuai ideal diri, perasaan tidak
berharga, tidak berarti dan rendah diri yang berkepanjangan akibat evaluasi yang
negatif terhadap diri sendiriatau kemampuan diri. (Yosep, 2010)

Harga diri rendah adalah perasaan yang dimiliki dan bersifat negatif terhadap diri
sendiri, hilang kepercayaan diri, serta merasa gagal mencapai keinginan. ( Fitria,
2013).

3
BAB 3

PEMBAHASAN

3.1 Analisa Jurnal dan Para Ahli

Harga diri rendah adalah suatu perasaan minder (tidak percaya diri yang
berlebih) berprasangka negatif kepada diri sendiri sehingga menilai diri sendiri
dengan rendah faktor yang menyebabkan nya bisa karena sering di bully, terlalu
dikritik, gagal mencapai keinginannya, tidak mendapat pujian dengan apa yang telah
dicapainya. Adapun terapi yang bisa diberikan pada pasien yang mengalami harga
diri rendah kronis, seperti : Congnitive Behaviour Therapy (CBT) atau terapi kognitif
perilaku dan Logotherapy. Terapi yang dapat diimplementasikan pada pasien
dengan harga diri rendah kronis adalah Supportive Therapy atau Terapi Supportif
dan Self Help Group (SHG) atau kelompok Swabantu.

Terapi kognitif perilaku dan logotherapy merupakan terapi yang membuat


kenaikan harga diri pada pasien cukup terlihat jelas perubahannya menjadi lebih
baik. Terapi suportif dan terapi kelompok yaitu terapi yang memberikan semangat
dan dukungan dari lingkungan terdekatnya seperti keluarga terapi ini memberikan
peluang untuk bertukar fikiran, bercerita, berkomunikasi atara satu dengan yang lain.

Keperawatan spesialis pada pasien harga diri rendah kronis dengan paket 1
yaitu menunjukan perubahan kemampuan yang dimiliki pasien sebelum
diberikannya terapi general dan terapi kognitif perilaku, seperti kemampuan
mengembangkan perasaan sebagai pribadi yang berharga, mempertahankan posisi
tegak tubuh saat berinteraksi, mempertahankan kontak matamenceritakan
kemampuan yang dimiliki, percaya diri, dan menerima kritikan konstruktif.

Paket 2 dapat mengatasi semua respon terhadap stressor yang muncul pada
pasien harga diri rendah kronis, dan mempunyai kemampuan dalam mengelola
potensi dan kemampuan positif yang dimiliki serta optimis dengan proses perawatan
yang dijalani akan membawa dampak bagi kesehatan pasien serta optimis dengan

4
kondisi yang dialami karena pasien telah belajar bagaimana mencari pelajaran
dan hikmah dibalik kejadian yang dialami.

Paket 3 terjadi perubahan terhadap stressor pada pasien yaitu sebagian besar
respon baik,respon kognitif, afektif, fisiologis, dan prilaku menjadi berkurang, terjadi
peningkatan kemampuan pasien dalam melawan pikiran negatif dan mengelola
kemapuan positif.

Paket 4 & Paket 5, dapat merubah perilaku negatif menjadi perilaku yang positif,
dan dapat mempertahankan rasa optimis.

Paket 6 hasil semakin optimal dengan adanya terapi kelompok sehingga pasien
dengan gangguan harga diri kronis merasa ada yang perduli dan merasa memiliki
teman untuk berbagi cerita.

Paket 7 keluarga pasien bisa merawat dengan baik anggota keluarga yang
terkena gangguan jiwa harga diri rendah dengan baik, mampu berkomunikasi secara
terapeutik, mampu memotivasi pasien untuk mempertahankan kemampuan positif
yang dimilikinya.

4
3.2 Harga Diri Rendah

Harga diri rendah adalah evaluasi diri/perasaan tentang diri atau kemampuan
diri yang negative dan dipertahankan dalam waktu yang lama (NANDA, 2005).

Individu cenderung menilai dirinya negative dan merasa lebih rendah dari orang
lain (Depkes RI, 2000).

Evaluasi diri dan perasaan tentang diri atau kemampuan diri yang negative dan
dapat secara langsung atau tidak langsung diekspresikan (Townsend, 1998).

Perasaan negative terhadap diri sendiri, hilangnya percaya diri dan harga diri,
merasa gagal mencapai keinginan (Keliat, 1998).

3.3 Keperawatan Jiwa dan Kesehatan Jiwa (sehat dan sakit)

Keperawatan jiwa adalah area khusus dalam praktek keperawatan yang


menggunakanilmu tingkah laku manusia sebagai dasar dan menggunakan diri
sendiri secara terapeutik dalam meningkatkan, mempertahankan, memulihkan
kesehatan mental klien dan kesehatan mental masyarakat dimana klien berada
(American Nurses Association).

Kesehatan jiwa/sehat jiwa adalah suatu kondisi sehat, emosional, psikologis,


dan sosiologi yang terlihat dari hubungan interpesonal yang memuaskan, perilaku
dan koping yang efektif, konsep diri yang positif dan kestabilan emosional.
Kesehatan jiwa memiliki banyak komponen dan dipengaruhi oleh berbagai faktor
(Jhonson, 1997).

Sakit jiwa adalah gangguan mental yang berdampak kepada mood, pola pikir,
hingga tingkah laku secara umum, jika gejala yang dialami membuatnya tertekan
dan tidak mampu melakukan aktivitas sehari-hari secara normal.

5
3.4 Etiologi Harga Diri Rendah

1. Faktor predisposisi

Faktor predisposisi terjainya harga diri rendah kronis adalah penolakan orang
tua yang tidak realistis, kegagalan berulang kali, kurang mempunyai tanggung jawab
personal, ketergantungan pada orang lain,ideal diri yang tidak realitas.

2. Faktor presipitasi

Faktor presipitasi terjadinya harga diri rendah adalah hilangnya sebagai


anggota tubuh, mengalami kegagalan, serta menurunnya produktivitas, gangguan
konsep diri: harga diri rendah kronis ini dapat terjadi secara situasional maupun
kronik.

3. Koping individu tidak efektif

Keadan dimana seorang individu mengalami atau beresiko mengalami suatu


ketidakmampuan dalam menangani stressor internal atau lingkungan dengan

adekuat karena ketidak adekuatan sumber-sumber (fisik,psikologis,perilaku


atau kognitif). (Townsend, M.C, 1998:312). Koping individu tidak efektif akan
menunjukan ketidak mampuan dalam menyesuaikan diri atau tidak dapat
memecahkan masalah terhadap tutunan hidup serta peran yang dihadapi.

3.5 Tanda dan Gejala Harga Diri Rendah

Manifestasi yang bisa muncul pada pasien/klien gangguan jiwa dengan harga
diri rendah, Fitria (2009):

 Mengkritik diri sendiri


 Perasaan tidak mampu
 Pandangan hidup yang pesimistis
 Tidak menerima pujian penurunan produktivitas
 Penolakan terhadap kemmpuan diri
 Kurang memperhatikan perawatan diri
 Berpakaian tidak rapih

6
 Makan berkurang
 Tidak berani menatap lawan bicara
 Lebih banyak menunduk
 Bicara lambat dengan nada suara lemah

Menurut NANDA (2005) tanda dan gejala meliputi:

 Mengatakan hal yang negatif tentang diri sendiri dalam waktu lama dan terus-
menerus
 Mengekspresikan sikap malu/minder/rasa bersalah
 Kontak mata kurang/tidak ada
 Selalu mengatakan ketidak mampuan/kesulitan untuk mencoba sesuatu
 Bergantung pada orang lain
 Tidak asertif, pasif, dan hipoaktif
 Bimbang dan ragu-ragu serta menolak umpan balik positif dan membesarkan
umpan balik negatif mengenai dirinya

3.6 Proses Terjadinya Harga Diri Rendah

Harga diri rendah kronis merupakan proses kelanjutan dari harga diri rendah
situasional yang tidak diselesaikan.atau dapat juga terjadi karena individu tidak
pernah mendapat feedback dari lingkungan tentang perilaku klien sebelumnya
bahkan mungkin kecenderungan lingkungan yang selalu memberi respon negative
mendorong individu menjadi harga diri rendah. Harga diri rendah kronis terjadi
disebabkan banyak faktor. Awalnya individu berada pada suatu situasi yang penuh
dengan stressor (krisi). Individu berusaha menyesuaikan krisis tetapi tidak tuntas
sehingga timbul pikiran bahwa diri tidak mampu atau merasa gagal menjalankan
fungsi dan peran. Penilaian individu terhadap diri sendiri karena kegagalan
menjalankan fungsi dan peran adalah kondisi harga diri rendah situasional, jika tidak
memberi dukungan positif atau justru menyalahkan individu dan terjadi secara terus-
menerus akan mengakibatkan individu mengalami harga diri rendah kronis.

6
BAB 3

PENUTUPAN

4.1 Kesimpulan

Harga diri rendah adalah perasaan tidak berharga,tidak berarti dan rendah diri
yang berkepanjangan akibat evaluasi negative terhadap diri sendiri dan kemampuan
diri, yang bisa menyebabkan harga diri kronis. Sebagai berikut tanda dan gejalanya:

1. Mengkritik diri sendiri


2. Perasaan tidak mampu
3. Pandangan hidup yang pesimis
4. Penurunan produktivitas
5. Penolakan terhadap kemampuan diri

Kita juga dapat memperhatikan seseorang dengan gangguan jiwa harga diri rendah,
yang terlihat seperti kurang memperhatikan perawatan diri, berpakaian tidak rapih,
selera makan menurun, tidak berani menatap lawan bicara,lebih banyak menunduk,
dan berbicara lambat dengan suara yang lemah (suara yang kecil).

7
DAFTAR PUSTAKA

https://www.dicito.id

https://www.academia.edu

https://www.imron46.blogspot.com

htpps://www.eprints.ums.ac.id

https://www.repo.unand.ac.id

https://www.duniapustaka.org/.
8