Вы находитесь на странице: 1из 12

1

BAB 3
LAPORAN KASUS

3.1 Profil Keluarga dan Status Kesehatan Keluarga


a. Nama : Tn. CI
Usia : 59
Status dalam keluarga : Kepala keluarga
Pekerjaan : Purnawirawan POLRI
Pendidikan Terakhir : SMA
Agama : Kristen Protestan
Suku : Alor
Keadaan umum dan TTV : diperiksa tanggal 22 Agustus 2018
Tidak ada keluhan. Pemeriksaan Tekanan darah 160/100 mmHg, Nadi 84
kali/menit, Frekuensi napas 20 kali/menit, Suhu 36,00C.
b. Nama : Ny. FK
Usia : 56 tahun
Status dalam keluarga : istri
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Pendidikan Terakhir : SMA
Agama : Kristen Protestan
Keadaan umum dan TTV : Pemeriksaan tanggal 22 Agustus 2018
Tidak ada keluhan. Pemeriksaan Tekanan darah 130/80 mmHg, Nadi 82
kali/menit, Frekuensi napas 18 kali/menit, Suhu 36,20C.
c. Nama : Tn. MKI
Usia : 32 Tahun
Status dalam keluarga : Anak kandung
Pekerjaan : Anggota POLRI
Pendidikan Terakhir : SMA
Agama : Kristen Protestan
Keadaan umum dan TTV : Pemeriksaan tanggal 22 Agustus 2018
Tidak ada keluhan. Pemeriksaan Tekanan darah 120/80 mmHg, Nadi 80
kali/menit, Frekuensi napas 18 kali/menit, Suhu 36,40C.
d. Nama : Ny. SLI
Usia : 29 Tahun
Status dalam keluarga : Anak kandung
Pekerjaan : Anggota POLRI
Pendidikan Terakhir : SMA
Agama : Kristen Protestan
Keadaan umum dan TTV : Pemeriksaan tanggal 22 Agustus 2018
Tidak ada keluhan. TD 120/90 mmHg Pemeriksaan Nadi 82 kali/menit,
Frekuensi napas 20 kali/menit, Suhu 36,50C.
e. Nama : Nn. MLI
Usia : 21 Tahun
2

Status dalam keluarga : Anak kandung


Pekerjaan : Pelajar
Pendidikan Terakhir : SMA
Agama : Kristen Protestan
Keadaan umum dan TTV : Pemeriksaan tanggal 22 Agustus 2018
Tidak ada keluhan. TD 120/80 mmHg Pemeriksaan Nadi 80 kali/menit,
Frekuensi napas 20 kali/menit, Suhu 36,50C.

3.2 Profil Pasien dan Status Kesehatan Pasien


A. Identitas
Nama : Nn. MLI
Umur : 21 tahun 5 bulan
Jenis Kelamin : Perempuan
Tanggal lahir : 28 Maret 1997
Alamat : Jln Bumi II
Kecamatan : MAulafa
Agama : Kristen Protestan
Status : Anak Kandung
B. Anamnesis
Dilakukan dirumah pasien pada hari Rabu, 22 Agustus 2018 secara
heteroanamnesis pukul 11.00 Wita.
Keluhan Utama :
Pasien datang ke Puskesmas Bakunase dengan keluhan kejang berulang.

Riwayat Penyakit Sekarang :


Pasien datang ke Puskesmas dengan keluhan kejang berulang. Menurut
ibu pasien, setiap kali pasien kejang lamanya 5-10 menit dengan seluruh badan
pasien terlihat kaku, keluar busa dari mulut, dan mata mendelik ke atas. Setelah
kejang, pasien terlihat bingung, lemas, dan kadang tidak sadar. Terakhir pasien
mengalami kejang pada bulan Mei 2018 saat pukul 05.00 wita dikarenakan
pasien tidak taat mengkonsumsi obat. Pasien memiliki riwayat kejang yang
muncul pertama kali saat pasien berusia 1 bulan. Pada saat pasien berumur 1, 5
tahun pasien kembali mengalami kejang hingga dibawa orangtua ke salah satu
RSU di Waikabubak. Semenjak kejang tersebut, menurut kedua orangtua, pasien
sering bengong dan lemas secara tiba-tiba ketika mendengar suara keras atau
bunyi bising. Pada saat bulan Agustus 2015 pada pagi hari, pasien tiba-tiba
3

terjatuh di rumah tetangga dan langsung bangun duduk, setelah terjatuh pasien
ditemukan sang ibu di rumah dengan keadaan keluar busa dari mulut pada pukul
18.00 wita hingga segera dibawa ke RS untuk dirawat inap. Satu bulan
setelahnya, yaitu September 2018, pasien mengalami kejang 2x dalam 1 bulan
yang membuat pasien kembali ke RSU Waikabubak dan menurut pertimbangan
dokter, pasien harus dirujuk ke RSU Sanglah, Denpasar. Di RSU Sanglah, pasien
melakukan pemeriksaan CT SCAN dan EEG dengan hasil adanya saraf di otak
kiri yang terganggu. Pasien sempat dirawat inap di RSU Sanglah selama 2 bulan
sampai pada bulan November 2015 pasien kembali ke Waikabubak dengan terus
mengkonsumsi obat yang diberikan di Denpasar dengan jangka waktu 3 tahun
setelahnya pasien harus melakukan kontrol ulang di RSU Sanglah.

Riwayat Penyakit Terdahulu :


Pasien pernah mengalami sakit malaria (Malaria Vivax) berulang saat usia
sekolah di Waikabubak.

Riwayat Penyakit dalam Keluarga :


Di keluarga tidak ada yang mengalami keluhan yang sama dengan pasien.

Riwayat Kehamilan :
Pasien merupakan anak terakhir dari 3 bersaudara. Menurut ibu pasien, dia
melakukan ANC teratur selama kehamilan.

Riwayat Kelahiran :
Ibu pasien melahirkan pasien dan dibantu oleh bidan desa yang berada di Sumba
Barat. Pasien dilahir secara spontan, berat badan lahir 2700 gram, panjang badan
50 cm. Ibu pasien mengatakan jika pasien lahir melebihi 10 hari dari hari
perkiraan kelahiran menurut bidan dan pada saat menjelang kelahiran ketuban ibu
sudah pecah 1 hari sebelum pasien lahir. Menurut ibu pasien, saat lahir pasien juga
tidak langsung menangis melainkan 10 menit pasca lahir pasien baru menangis.
4

Riwayat Imunisasi :
Pasien mendapat imunisasi lengkap.

Riwayat Makanan :
Pasien memiliki kebiasaan makan 3 kali sehari.

Riwayat Pendidikan Pasien:


Pasien mengikuti pendidikan taman kanak-kanak saat berusia 4 tahun. Pasien
memasuki Sekolah Dasar saat berumur 6 tahun di SDM Waikabubak. Di sekolah
dasar ini, menurut orangtua pasien cepat merasa jenuh akan pelajaran yang
diberikan yang menyebabkan pasien kesulitan mengikuti kegiatan pembelajaran
hingga pasien terus menerus tidak naik kelas. Hal ini terjadi saat pasien berada di
kelas 1 dan 2 SD. Berdasarkan saran dan pertimbangan dari wali kelas pasien
pada sasat itu, pasien sebaiknya dipindakan ke Sekolah Luar Biasa. Akhirnya
orangtua pasien memutuskan untuk memindahkannya ke SLB Waikabubak.
Pasien menghabiskan waktu 8 tahun di Sekolah Dasar, lalu melanjutkan
pendidikan di Sekolah Luar Biasa Setara SMP dan SMA.

Riwayat Pengobatan :
Pasien mendapatkan pengobatan Obat Anti epilepsi berupa Carbamazepine 200
mg sejak bulan September 2015.

C. Pemeriksaan Fisik
Keadaan umum : Tampak sakit ringan
Tekanan darah : 120/80 mmHg
Frekuensi nadi : 80 x/menit
Frekuensi nafas : 20 x/menit
Suhu : 36,5oC

Organ Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi


Kepala Rambut hitam tebal.
Mata Tidak ada kelainan
Mulut Tidak ada kelainan
Telinga Tidak ada kelainan
5

Hidung Tidak ada kelainan


Tenggorok Tidak ada kelainan
Leher Tidak ada pembesaran KGB, teraba saraf menebal seperti kawat.
Bunyi nafas vesikuler,
Pengembangan paru vocal fremitus
Paru Sonor tidak ada ronchi, tidak
simetris simetris ada wheezing
Ictus cordis -/-
teraba di ICS BJ 1 dan 2
Ictus cordis
Jantung 5 lateral Pekak tunggal, tidak ada gallop,
tidak terlihat
midclavicula tidak ada murmur
sinistra
tampak rata, tidak tidak ada
Abdomen Timpani Bising Usus normal
ada massa kelainan
Genito urinaria Tidak dilakukan pemeriksaan
Anorectal Tidak dilakukan pemeriksaan
Refleks Fisiologis Tidak dilakukan pemeriksaan
Pemeriksaan Leher : normal
Kelenjar getah Axilla : normal
bening. Inguinal : normal
6

Gambar 3.1 Pemeriksaan Pasien

Gambar 3.Pemeriksaan Keluarga Pasien

D. Denah Rumah

Gudan
Kamar Tidur 3 Ruang Keluarga Dapur g

Kamar Tidur 2 Ruang


Ruang Tamu Kamar Tidur
1 Makan
Gambar 3.2 Denah rumah

E. Keadaan Lingkungan
7

Tabel 3.1 Keadaan lingkungan pasien

Lingkungan Fisik
1. Perumahan Pasien dan keluarga tinggal di rumah tidak permanen
dan fasilitas (berdinding seng dan berlantaikan semen) dengan ukuran 6 x 3
meter. Rumah tersebut, terdiri dari 3 kamar, 1 ruang tamu, 1
ruang keluarga, dan 1 dapur, Masing-masing kamar tidur kecil
berisi 1 kasur, 1 lemari pakaian, dan 1 meja.
Juga terdapat 1 buah mandi cuci kakus (MCK).
Ventilasi pada rumah baik.

Gambar 3.4 Tampak depan rumah pasien

Gambar 3.5 Tampak Belakang rumah pasien


8

Gambar 3.6 Tampak kanan rumah pasien

Gambar 3.7 Dapur yang sehari-hari digunakan pasien


2. Sumber Sumber penerangan yang digunakan adalah lampu listrik PLN
penerangan
3. Ventilasi Terdapat ventilasi jendela yang baik.
jendela
9

Gambar 3.8 Ventilasi Rumah Pasien


4. Sarana MCK Kamar mandi: ada 1. Berdinding tembok dan berlantaikan
keramik. Jamban permanen.

Gambar 3.9 Kamar Mandi Pasien


5. Pembuangan Limbah rumah dan dapur dikumpul di halamn belakang dan
limbah langsung dibakar setiap hari
10

6. Sumber air Sumber air minum dari air PDAM.


minum
7. Lingkungan Pasien hidup dengan kedua orangtua kandung. Pasien memiliki
keluarga dan 2 saudara, 1 laki-laki dan 1 perempuan. Hubungan pasien
sekitar dengan semua anggota keluarga baik. Lingkungan tempat
tinggal pasien berada bersebelahan dengan tetangga.
Lingkungan Ekonomi
1. Tingkat Penghasilan didapatkan dari pensiun bapak pasien yang
pendapatan merupakan purnawirawan POLRI. Jumlah penghasilan berkisar
keluarga Rp 3.000.000.

2. Pengeluaran Besar pengeluaran rata-rata per bulan tidak menentu.


rata-rata per-
bulan

Lingkungan Budaya
1. Pelayanan Pasien dan keluarganya dapat mengakses pelayanan kesehatan
kesehatan di Puskesmas Bakunase dengan jarak kurang lebih 10 km dari
promotif/ rumah pasien
Preventif dan
pengobatan

2. Pemeliharaan Semua anggota keluarga mendapat pelayanan kesehatan tingkat


kesehatan pertama di Puskesmas Bakunase.
anggota
keluarga lain
Jaminan

3. Pemeliharaan Semua anggota keluarga memiliki kartu jaminan kesehatan


kesehatan (BPJS)
Lingkungan Ergonomis
111Pola makan Pasien makan tiga kali sehari, pasien mengonsumsi nasi dan
pasien sayur serta lauk. Nafsu makan pasien sangat baik.
11

F. Identifikasi Masalah Keluarga


1. Masalah dalam fungsi biologis
Pasien tidak memiliki faktor risiko penyakit turunan dalam keluarga.
2. Masalah organisasi dalam keluarga
Pasien tinggal bersama dengan kedua orangtua. Komunikasi dengan seluruh
anggota keluarga baik.
3. Masalah Ekonomi dan pemenuhan kebutuhan
Kebutuhan sehari-hari dipenuhi penghasilan ayah pasien yang merupakan
purnawirawan POLRI. Dari penghasilan ayah pasien ini kurang lebih dapat
membiayi kehidupan sehari-hari.
4. Masalah Pendidikan dan perilaku hidup sehat.
Pasien sekarang adalah seorang pelajar yang baru saja lulus SMA di salah
satu SLB di Waikabubak. Pengetahuan pasien ataupun orang tua pasien
mengenai penerapan pola hidup bersih dan sehat sangat baik. Pengetahuan
pasien ataupun orang tua pasien sudah baik mengenai penyakit epilepsi
5. Masalah Psikologis
Pasien bersama keluarga tinggal di rumah sendiri. Interaksi pasien dengan
orang tua, keluarga, dan teman-temannya baik.
6. Masalah Lingkungan dan Sosial budaya
Pasien tinggal di rumah yang tidak begitu besar dengan dinding yang tidak
permanen dan lantai yang berlantai tanah di wilayah Liliba. lingkungan
sekitar rumah pasien bersih.
3.3 Peta Genogram
12