You are on page 1of 7

INOVASI DAERAH DALAM PENGELOLAAN TEMPAT PEMROSESAN

AKHIR (TPA) TALANGAGUNG SEBAGAI KAWASAN WISATA EDUKASI


(Studi pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang)

Maya Auliya Agustin, Riyanto, Farida Nurani


Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya Malang
Email : auliyagstn@gmail.com

Abstract : Regional Innovation in Management of Talangagung Landfill As Educational


Tourism (A Study at Environment Agency of Malang Regency). Basesd on Law Number
18, 2008 about Waste Management at least implement a system of controlled landfill. Local
Governments are expected to change the viewpoints community against waste in general,
as well as on a landfill specifically. Based on the foregoing, the environmental agency of
Malang Regency apply innovation management of the Talangagung Landfill as educational
tours. This research aims to discover, describe, and analyze the application of innovation
management of the Talangagung Landfill as educational tours, as well as the impact of the
application of those innovations based on principle of sustainable development. This type
of research is descriptive research with the kind of qualitative approaches. The technique
of data collection was through interviews, observation, and documentation. As for data
analysis using Creswell analysis. The results of this research show that the innovation
management of the Talangagung Landfill as education goes well. In addition, the
application of innovations in the Talangagung Landfill gives a positive impact according to
principles of sustainable development. But in its application still contained some
shortcomings and obstacles that need to be immediately addressed by the Environment
Agency of Malang Regency.

Key Words: Innovation, Final Processing Landfill, Educational Tourism

Abstrak : Inovasi Daerah Dalam Pengelolaan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA)


Talangagung Sebagai Kawasan Wisata Edukasi (Studi Pada Dinas Lingkungan Hidup
Kabupaten Malang). Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah
yang mengharuskan TPA minimal menerapkan sistem controlled landfill (gali urug
terkendali). Pemerintah daerah diharapkan dapat merubah cara pandang masyarakat
terhadap sampah pada umumnya, serta pada TPA secara khusus. Berdasarkan hal tersebut,
Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang menerapkan inovasi pengelolaan TPA
Talangagung sebagai kawasan wisata edukasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui,
mendeskripsikan, dan menganalisis penerapan inovasi pengelolaan TPA Talangagung
sebagai kawasan wisata edukasi, serta dampak dari penerapan inovasi tersebut berdasar
prinsip pembangunan berkelanjutan. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian
deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui
wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun analisis data menggunakan model analisis
Creswell. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi pengelolaan TPA Talangagung
sebagai kawasan wisata edukasi berjalan dengan baik. Selain itu, penerapan inovasi di TPA
Talangagung memberikan dampak positif sesuai prinsip pembangunan berkelanjutan.
Namun dalam penerapannya masih terdapat beberapa kekurangan dan kendala yang perlu
segera ditangani oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang.

Kata Kunci : Inovasi, Tempat Pemrosesan Akhir, Wisata Edukasi

Jurnal Administrasi Publik (JAP), Vol.1, No.1, Hal. 1-7 | 1


Pendahuluan
Seiring dengan penetapan Undang- bahwa sebagai pusat wisata edukasi, jumlah
Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang kunjungan wisata ke TPA Talangagung
Pengelolaan Sampah, disebutkan bahwa pada tahun 2017 sebanyak 2.912 orang.
pemerintah daerah harus menutup tempat Bahkan gas metan sebagai pengganti LPG
pemrosesan akhir sampah yang sudah disalurkan kepada 200 kepala
menggunakan sistem pembuangan terbuka keluarga di sekitar TPA.
dan berubah menjadi sistem lahan urug Ketika berada di TPA Talangagung,
tekendali. Kabupaten Malang mulai pengunjung juga disuguhkan dengan
menerapkan amanat Undang-Undang pemandangan hijau pepohonan, kebun
tersebut dengan dikeluarkannya Peraturan organik, taman bermain untuk anak,
Daerah Nomor 2 Tahun 2018 tentang pemandian air hangat “Susu Tante Jupe”,
Pengelolaan Sampah. Disisi lain, serta disediakan pula rest area sehingga
Kabupaten Malang sebagai daerah terluas TPA tidak tampak kumuh seperti pada
kedua di Jawa Timur memiliki masalah umumnya. Berbagai bentuk inovasi yang
produksi sampah yang tinggi setiap telah dilakukan oleh Dinas Lingkungan
tahunnya dan kurangnya kesadaran Hidup Kabupaten Malang berdasar pada
masyarakat dalam pengurangan sampah. Rencana Strategis Dinas Lingkungan
Diperlukan suatu upaya atau terobosan Hidup Kabupaten Malang tahun 2016-2021
untuk menanggulangi masalah sampah dan dituangkan secara lebih rinci dalam
melalui bentuk inovasi. Rencana Kerja Dinas Lingkungan Hidup
Pemerintah Kabupaten Malang Kabupaten Malang melalui program
melalui Dinas Lingkungan Hidup berupaya inovasi pengelolaan persampahan yang
untuk menyelesaikan masalah tersebut dilaksanakan pada tahun 2018 sebagai
melalui penerapan program inovasi berikut:
pengelolaan TPA Talangagung sebagai Urgensi dari penelitian mengenai
kawasan wisata edukasi.Inovasi daerah inovasi pengelolaan TPA Talangagung
menurut Kee (2005) dalam (Noor, sebagai kawasan wisata edukasi didasarkan
2013:110) adalah proses meningkatkan pada kenyataan bahwa sampah merupakan
kemampuan penciptaan nilai dan potensi sumber masalah yang membutuhkan suatu
pertumbuhan melalui penguatan inovatif cara inovatif dalam mengelolanya. Lebih
kompetensi oleh proses kreatif daerah. lanjut Kabupaten Malang merupakan
Lebih lanjut konsep wisata edukasi sendiri daerah pertama yang mendapatkan
disebutkan oleh Hermawan et al, (2017:25) penghargaan Top Inovator Wisata Edukasi
sebagai aktivitas pariwisata yang dilakukan melalui pengelolaan TPA Talangagung.
wisatawan dan bertujuan utama untuk Kemudian daripada itu mengenai
memperoleh pendidikan dan pembelajaran pandangan setiap orang pada umumnya
Transformasi TPA Talangagung mengenai TPA sebegai suatu tempat yang
sebagai kawasan wisata edukasi yaitu bau dan kotor karena dipenuhi dengan
dengan mengajak masyarakat belajar sampah. Padahal sampah yang
memilah sampah dan memberikan dimanfaatkan dan diolah kembali dapat
pembelajaran tentang inovasi TPA yang menjadi sumber daya baru. TPA sebagai
menghasilkan energi terbarukan dari tempat akhir pemrosesan sampah perlu
sampah, yaitu berupa pemanfaatan gas untuk berinovasi dalam mengelola sampah
metan sebagai pengganti gas LPG menjadi lebih bermanfaat bagi lingkungan
(Liquified Petroleum Gas), serta menjadi sekitarnya.
sumber energi listrik baru (Infografis TPA
Berdasarkan latar belakang diatas,
Talangagung, 2017). Berdasar pada data
maka ditetapkan permasalahan dalam
Laporan Informasi Kinerja Pengelolaan
penelitian sebagai berikut :
Lingkungan Hidup Daerah Kabupaten
1. Penerapan program inovasi Dinas
Malang (2017) menyatakan
Lingkungan Hidup Kabupaten Malang
dalam pengelolaan Tempat Pemrosesan

Jurnal Administrasi Publik (JAP), Vol.1, No.1, Hal. 1-7 | 2


Akhir (TPA) Talangagung sebagai c. Complexity (kerumitan), artinya
kawasan wisata edukasi berdasar pada suatu inovasi mempunyai tingkat
Rencana Kerja Tahun 2018 kerumitan yang boleh jadi lebih
2. Dampak dari penerapan inovasi Dinas tinggi dibandingkan dengan inovasi
Lingkungan Hidup Kabupaten Malang sebelumnya.
pada Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) d. Triability (kemungkinan dicoba),
Talangagung sebagai kawasan wisata artinya inovasi hanya bisa diterima
edukasi berdasar prinsip pembangunan apabila telah teruji dan terbukti
berkelanjutan mempunyai keuntungan atau nilai
lebih dibandingkan dengan inovasi
Tinjauan Pustaka yang lama.
A. Inovasi Daerah e. Observability (kemudahan di
1. Pengertian Inovasi Daerah amati), artinya inovasi harus juga
West dan Farr yang dikutip Ancok dapat diamati, dari segi bagaimana
(2012:34) menjelaskan bahwa inovasi bekerja dan menghasilkan sesuatu
adalah pengenalan dan penerapan yang lebih baik.
dengan sengaja dari suatu gagasan,
proses, produk dan prosedur baru pada 3. Tipologi Inovasi
unit yang menerapkannya yang Mulgan & Albury (Muluk,
dirancang untuk memberikan 2008:44-45) berpendapat bahwa dalam
keuntungan bagi individu, kelompok, suatu inovasi sektor publik dapat
organisasi, dan masyarakat luas. Lebih dikatakan berhasil jika merupakan hasil
lanjut oleh Kee (2005) dalam (Noor, kreasi dan implementasi dari tipologi
2013:110) menjelaskan bahwa inovasi inovasi sektor publik, diantaranya
daerah adalah proses meningkatkan sebagai berikut:
kemampuan penciptaan nilai dan a. Inovasi produk atau layanan yang
potensi pertumbuhan melalui berasal dari perubahan bentuk dan
penguatan inovatif kompetensi oleh desain produk atau layanan.
proses kreatif daerah. b. Inovasi proses berasal dari gerakan
pembaharuan kualitas yang
2. Atribut Inovasi berkelanjutan dan mengacu pada
Suwarno (2008:12) memiliki kombinasi perubahan organisasi,
padangan mengenai inovasi yaitu prosedur, dan kebijakan yang
meskipun dalam mendefinisikan dibutuhkan untuk berinovasi.
inovasi para ahli tidak memiliki c. Inovasi metode pelayanan adalah
pemahaman yang sama, namun secara perubahan baru dalam hal
umum dapat disimpulkan bahwa berinteraksi dengan pengguna
inovasi memiliki beberapa atribut layanan atau cara baru dalam
sebagai sesuatu yang dapat memberikan pelayanan.
mempengaruhi suatu inovasi dalam d. Inovasi dalam strategi/kebijakan
penerapannya dapat diterima atau yang mengacu pada visi, misi,
tidak oleh suatu anggota sistem sosial, tujuan dan strategi baru beserta
diantaranya sebagai berikut: alasannya yang berangkat dari
a. Relative Advantage (keuntungan realitas yang ada.
relatif), artinya suatu inovasi harus e. Inovasi dalam interaksi sistem yang
mempunyai keunggulan dan nilai mencakup cara baru atau yang
lebih dibandingkan dengan inovasi diperbaharui dalam berinteraksi
sebelumnya. dengan aktor-aktor lain atau dengan
b. Compatibility (kesesuaian), artinya kata lain adanya perubahan dalam
suatu inovasi juga mempunyai sifat tata kelola pemerintahan (changes
kesesuaian dengan inovasi yang in governance).
digantinya.

Jurnal Administrasi Publik (JAP), Vol.1, No.1, Hal. 1-7 | 3


B. Pembangunan Berkelanjutan alam yang berbentuk padat. Sementara
1. Pengertian Pembangunan menegenai pengelolaan sampah
Berkelanjutan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008
Marlina (2010: 54) menyatakan tentang Pengelolaan Sampah
bahwa pembangunan berkelanjutan menjelaskan yag dimaksud sebagai
tidak saja berkonsentrasi pada isu-isu pengelolaan sampah adalah kegiatan
lingkungan saja. Pembangunan sistematis, menyeluruh, dan
berkelanjutan juga mencakup tiga berkesinambungan yang meliputi
lingkup kebijakan, seperti pengurangan dan penanganan sampah.
pembangunan ekonomi, pembangunan
sosial, dan perlindungan lingkungan. 2. Pengelolaan Tempat Pemrosesan
Namun demikian, secara umum Akhir (TPA)
pembangunan berkelanjutan selalu Fitri (2013:10) menyebutkan bahwa
dikaitkan dengan pelestarian TPA merupakan tempat pembuangan
lingkungan alam serta generasi masa terakhir bagi sampah-sampah yang
depan. berada pada suatu wilayah tertentu.
TPA harus memproses dan
2. Prinsip-Prinsip Pembangunan mengembalikan sampah ke media
Berkelanjutan lingkungan secara aman bagi manusia
Haris dalam Fauzi (2004: 30) dan lingkungan, sehingga TPA harus
melihat konsep pembangunan dirancang sebagai tempat dimana
berkelanjutan harus memenuhi 3 (tiga) sampah akan diisolasi secara aman agar
prinsip, yaitu keberlanjutan ekonomi, tidak menimbulkan gangguan terhadap
keberlanjutan lingkungan, dan lingkungan.
keberlanjutan sosial.
a. Keberlanjutan ekonomi artinya Metode Penelitian
mampu menghasilkan barang dan Jenis penelitian yang digunakan adalah
jasa secara kontinu agar dapat terus penelitian deskriptif dengan pendekatan
memelihara keberlanjutan kualitatif. Fokus penelitian ini adalah (1)
pemerintahan. Penerapan program inovasi Dinas
b. Keberlanjutan lingkungan artinya Lingkungan Hidup Kabupaten Malang
harus mampu memelihara sumber dalam pengelolaan Tempat Pemrosesan
daya secara stabil, menghindari Akhir (TPA) Talangagung sebagai kawasan
eksploitasi sumber daya alam dan wisata edukasi berdasar pada Rencana
fungsi penyerapan lingkungan Kerja Tahun 2018. (2) Dampak dari
secara berlebihan. penerapan inovasi Dinas Lingkungan
c. Keberlanjutan sosial artinya Hidup Kabupaten Malang pada Tempat
dimaknai sebagai sistem yang Pemrosesan Akhir (TPA) Talangagung
mampu mencapai kesetaraan, sebagai kawasan wisata edukasi berdasar
penyediaan layanan sosial termasuk prinsip pembangunan berkelanjutan.
kesehatan, pendidikan, gender, dan Lokasi Penelitian ini adalah di
akuntabilitas politik. Kabupaten Malang dengan situs penelitian
yaitu pada Dinas Lingkungan Hidup
C. Pengelolaan Sampah dan TPA Kabupaten Malang dan Tempat
(Tempat Pemrosesan Akhir) Pemrosesan Akhir (TPA) Talangagung.
1. Pengelolaan Sampah Teknik pengumpulan data yang telah
Pemerintah Daerah Kabupaten digunakan dalam penelitian ini yaitu
Malang Nomor 2 Tahun 2018 tentang melalui wawancara, observasi,
Pengelolaan Sampah menjelaskan dokumentasi. Instrumen penelitian antara
bahwa sampah sebagai sisa kegiatan lain yaitu peneliti sendiri, pedoman
sehari-hari manusia dan/atau proses wawancara, catatan lapangan. Analisis data

Jurnal Administrasi Publik (JAP), Vol.1, No.1, Hal. 1-7 | 4


menggunakan analisis data kualitatif jaringan resirkulasi air lindi, serta
menurut Creswell (2016:264) bahwa instalasi penangkap gas metan.
analisis data merupakan proses b. Inovasi produk yang dihasilkan dari
perkelanjutan yang membutuhkan refleksi proses penanganan dan pengelolaan
terus-menerus terhadap data, mengajukan sampah di TPA Talangagung terdiri
pertanyaan-pertanyaan analitis, dan atas: gas metan atau biogas, meter
menulis catatan singkat sepanjang gas metan, pemanggang sate gas
penelitian. Kemudian keabsahan data metan, oven gas metan, kompor
dengan cara pengamatan yang dilakukan nonaku, generator gas metan, lampu
secara terus-menerus, trianggulasi sumber petromak gas metan, pupuk
data, dan membicarakan dengan orang lain. kompos, dan air lindi atau pupuk
cair, dan menjadikan TPA
Talangagung sebagai tempat
Pembahasan pembelajaran penanganan dan
A. Penerapan program inovasi Dinas pengelolaan sampah.
Lingkungan Hidup Kabupaten c. Inovasi metode pelayanan di TPA
Malang dalam pengelolaan Tempat Talangagung berupaya
Pemrosesan Akhir (TPA) meningkatkan pelayanan kepada
Talangagung sebagai kawasan wisata masyarakat untuk meningkatkan
edukasi berdasar pada Rencana kesehatan masyarakat, melestarikan
Kerja Tahun 2018 lingkungan, dan menjadikan
1. Penanganan dan Pengelolaan sampah sebagai sumber daya.
Sampah Dalam fungsinya terkait pelayanan
Proses penanganan sampah di TPA publik, penanganan dan
Talangagung dimulai dari penimbunan pengelolaan sampah di TPA
atau pemadatan sampah; dan penutupan Talangagung merubah metode
timbunan sampah (covering). Lebih pelayanan dari yang semula hanya
lanjut pengelolaan sampah di TPA tempat untuk menampung sampah
Talangagung melakukan pengelolaan menjadi sebuah tempat yang lebih
air lindi, serta penangkapan dan bermanfaat sebagai kawasan wisata
pemanfaatan gas metan. Melalui 2 (dua) edukasi.
kegiatan pengelolaan sampah tersebut
sebagai dasar inovasi TPA 2. Peningkatan peran serta
Talangagung sebagai kawasan wisata masyarakat dalam pengurangan
edukasi, sebab TPA Talangagung sampah dilakukan melalui
menjadi daerah pertama di Indonesia penerapan inovasi pengelolaan
yang menjadikan TPA sebagai kawasan
TPA Talangagung menjadi
wisata edukasi. Penelitian ini melihat kawasan wisata edukasi
proses penanganan dan pengelolaan Penelitian ini melihat peningkatan
sampah di TPA Talangagung berdasar peran serta masyarakat dalam
teori tipologi inovasi Menurut Mulgan pengurangan sampah dilakukan melalui
& Albury, yaitu: penerapan inovasi pengelolaan TPA
a. Inovasi proses yang dilakukan di Talangagung menjadi kawasan wisata
TPA Talangagung yaitu adanya edukasi berdasar teori atribut inovasi
perubahan dalam sistem oleh Suwarno, yaitu:
penanganan dan pengelolaan a. Relative adventage atau keuntungan
sampah yang sebelumnya relatif yang dimiliki oleh TPA
menggunakan sistem open dumping Talangagung yaitu sejak
atau dalam artian sampah dibiarkan menggunakan sistem controlled
menumpuk begitu saja. Kemudian landfill TPA Talangagung mulai
berubah menjadi sistem controlled tertata pengelolaannya dan menjadi
landfill atau lahan urug terkendali kawasan wisata edukasi yang
yang telah dilengkapi dengan

Jurnal Administrasi Publik (JAP), Vol.1, No.1, Hal. 1-7 | 5


banyak dikunjungi oleh berbagai yang memiliki persepsi positif
pihak. terhadap TPA.
b. Compatibility atau kesesuaian yaitu
TPA Talangagung melakukan B. Dampak dari penerapan inovasi
pengelolaan persampahan lebih Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten
lanjut, dan membuat pupuk kompos Malang pada Tempat Pemrosesan
menggunakan mesin pencacah yang Akhir (TPA) Talangagung sebagai
memberikan peningkatan kawasan wisata edukasi berdasar
keefsienan waktu dan tenaga. prinsip pembangunan berkelanjutan
Kemudian proses purifikasi gas 1. Dampak Ekonomi
juga dilakukan pada tiga gas Dibuktikan melalui pendistribusian
sekaligus yang dihasilkan oleh gas metan secara gratis sehingga
sampah, yaitu CO2, H2S, dan H2O. masyarakat mampu menghemat
c. Compability atau kerumitan yaitu pengeluaran kebutuhan gas dan
dari upaya untuk merubah sistem pengeluaran untuk berlibur. TPA
pengelolaan sampah, memberikan Talangagung mampu meningkatkan
fasilitas pembelajaran terkait pendapatan dan menjadi lapangan
pengelolaan dan pemanfaatan pekerjaan bagi masyarakat di sekitar
sampah, serta mengikutsertakan TPA.
masyarakat dalam rangka
pengurangan sampah dengan 2. Dampak Lingkungan
dibentuknya KSM Desa Terpenuhinya upaya pemeliharaan
Talangagung. keanekaragaman hayati, stabilitas
d. Triability atau kemungkinan dicoba ruang udara, dan fungsi ekosistem
dilakukan melalui kegitaan di TPA Talangagung. Melalui
memberdayakan masyarakat adanya ruang terbuka hijau,
disekitar TPA baik melalui kegiatan pengelolaan air lindi untuk
sharing untuk menunjang meminimalisir pencemaran, baik itu
pelaksanaan kegiatan dari fasilitas pencemaran air, pencemaran tanah,
composting dan TPST3R yang dan pencemaran udara, serta dapat
terdapat dilokasi TPA Talangagung. menjaga ekosistem alam sesuai
Selain itu, inovasi pengelolaan TPA dengan alurnya.
Talangagung sebagai kawasan
wisata edukasi telah direplikasi oleh 3. Dampak Sosial
lebih dari 80 kota/kabupaten di Ditunjukkan melalui diterimanya
Indonesia sebagai wujud keberadaan TPA Talangagung oleh
kesungguhan dan kesadaran akan masyarakat, peningkatan kesehatan
manfaat inovasi, serta dengan masyarakat karena berkurangnya
diterimanya berbagai penghargaan pencemaran air, tanah, dan udara yang
dibidang inovasi. bersumber dari TPA. Selanjutnya
e. Observability atau kemudahan adanya daya dukung masyarakat dalam
diamati dilakukan melalui keberlanjutan TPA melalui
pemberian pembelajaran kepada terbentuknya Kelompok Swadaya
pengunjung sesuai dengan Mayarakat (KSM) dan
tingkatan usia serta keperluan pengorganisasian Bank Sampah
kunjunga ke TPA Talangagung. dilakukan oleh masyarakat, dan
Meskipun dapat diketahui bahwa meningkatkan kebersamaan dan rasa
hanya masyarakat sekitar TPA dan saling memiliki melalui kegiatan
penggiat lingkungan yang disebut sharing untuk belajar bersama dan
sebagai KSM (Kelompok Swadaya menampung semua pendapat terkait
Masyarakat) di Kabupaten Malang pengelolaan sampah.

Jurnal Administrasi Publik (JAP), Vol.1, No.1, Hal. 1-7 | 6


Kesimpulan berkelanjutan, yaitu dampak ekonomi,
Berdasarkan pembahasan diatas dapat dampak lingkungan, dan dampak sosial.
diambil kesimpulan bahwa inovasi Walaupun dalam penerapan program
pengelolaan Tempat Pemrosesan Akhir tersebut masih terdapat kekurangan yang
(TPA) Talangagung sebagai kawasan membutuhkan upaya peningkatan program
wisata edukasi dalam penerapannya sudah inovasi beserta kerjasama yang lebih antara
berjalan dengan baik dan sesuai dengan pemerintah daerah dalam hal ini Dinas
dasar peraturan perundangan yang berlaku. Lingkungan Hidup Kabupaten Malang
Lebih lanjut melalui penerapan program dengan pihak pengelola TPA Talangagung
inovasi tersebut dapat memberikan dampak beserta masyarakat.
dari ruang lingkup pembangunan

Daftar Pustaka

Ancok, Djamaluddin. 2012. Kepemimpinan dan Inovasi. Jakarta: Erlangga.


Creswell, J.W. 2016. Research Design: Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif dan Campuran.
Yogyakarta: Pustaka Belajar.
Fauzi, Akhmad. 2004. Ekonomi Sumber Daya Alam dan Lingkungan, Teori dan Aplikasi.
Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Fitri, R., 2013. Kajian Air Lindi di Tempat Pembuangan Akhir Terjun Menggunakan Metode
Thornwaite. Tesis. PPs USU, Medan.
Hermawan, Hary. dkk. 2017. Buku Panduan Wisata Edukasi Kampung Tulip. Bandung: STP
ARS.
Infografis TPA Talangagung, 2017.
Marlina, Ani. 2010. Karakteristik untuk Mendefinisikan Sustainable. Jakarta: Wordpress.
Muluk M.R Khairul. 2008. Knowledge Management: Kunci Sukses Inovasi Pemerintah
Daerah. Malang: Bayumedia Publishing.
Noor, Irwan. 2013. Desain Inovasi Pemerintah Daerah. Malang: UB Press.
Peraturan Daerah Kabupaten Malang Nomor 10 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah.
Suwarno, Yogi. 2008. Inovasi Di Sektor Publik. Jakarta: STIA-LAN Press.
Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah.

Jurnal Administrasi Publik (JAP), Vol.1, No.1, Hal. 1-7 | 7