Вы находитесь на странице: 1из 40

LAPORAN PENGKAJIAN UNTUK DESIMINASI AWAL

STASE MANAJEMEN KEPERAWATAN

Oleh :
KELOMPOK 1

PROGRAM STUDI S.1 KEPERAWATAN PROFESI NERS


FAKULTAS KEPERAWATAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BANJARMASIN
TAHUN, 2019
Nama Kelompok 1 :

1. MERAWATI
2. NOOR HAYAH
3. NIRA WULANDARY
4. RAUDATUS SALEHAH
5. NURLATIFAH
6. MARDATUL JANNAH
7. MUHAMMAD IBNU PERDANA
8. ADI SUBHANI
9. HAYATUN FARDHAH
10. AFRI YENDI
11. NOOR HADI RAHMAN
LAPORAN PENGKAJIAN UNTUK DESIMINASI AWAL
PROFESI NERS STASE MANAJEMEN KEPERAWATAN

A. Analisa Situasi berdasarkan Fungsi Manajemen Ruang Perawatan


a. Input
1. Manusia (Man)
Tenaga keperawatan di Ruang Ar-rahman (Anak) seluruhnya berjumlah
19 orang, sudah termasuk kepala ruangan dan staf perawat

a). Tenaga
Buat rekapitulasi tenaga kerja di ruang perawatan ini:
1). Berdasarkan jenis dan tingkat pendidikan
No Jenis Tenaga PNS TKK Jumlah %
Medis
1 Dokter Spesialis Anak : 4 5 - 5 16,7%
Dokter Umum : 1
2 Keperawatan
a. Perawat Profesional (Ners) 3 3 6 20%
b. Perawat Profesional (S.Kep) - - -
c. Perawat Mahir (DIII-SKM) - - -
d. Perawat Mahir (DIII) 6 7 13 43,3%
e. Perawat Kesehatan (SPK-SKM) - - -
f. Perawat Kesehatan (SPK) - - -
g. Bidan - - -
h. Perawat Gigi - - -
Non Keperawatan
Asisten : 1
3 6 6 20%
Administrasi : 2
Cleaning Service : 3
Total 30 100%

2). Berdasarkan jenjang karir


No Jenis Tenaga Jumlah %
1 Perawat Klinis I -
2 Perawat Klinis II 14 73,6 %
3 Perawat Klinis III 5 26,4 %
4 Perawat Klinis IV -
Total 19 100%

3
3). Berdasarkan pelatihan yang diikuti
No Jenis Pelatihan Jumlah %
1 BTCLS 2 28,5 %
2 Work shop hemofili 2 28,5 %
4 Manajemen bangsal 2 28,5 %
pelatihan asesor 1 145 %
TOTAL 7 100%

b). Pasien
1) Klasifikasi pasien
KLASIFIKASI DAN KRITERIA
Minimal Care (1-2 jam)
a. Dapat melakukan kebersihan diri sendiri, mandi, ganti pakaian dan minum.
b. Pengawasan dalam ambulasi atau gerakan.
c. Observasi Tanda vital setiap shift.
d. Pengobatan minimal, status psikologi stabil.
e. Persiapan prosedur pengobatan
Intermediet Care (3-4 jam)
a. Dibantu dalam kebersihan diri, makan dan minum, ambulasi.
b. Observasi tanda vital tiap 4 jam.
c. Pengobatan lebih dari 1 kali.
d. Pakai foley kateter.
e. Pasang infuse, intake out-put dicatat.
f. Pengobatan perlu prosedur.
Total Care (5-6 jam)
a. Dibantu segala sesuatunya.
b. Posisi diatur.
c. Observasi tanda vital tiap 2 jam.
d. Pakai NGT.
e. Terapi intravena, pakai suction.
f. Kondisi gelisah/disorientasi/tidak sadar.

c). Jumlah kebutuhan tenaga perawat

1. Menurut Douglas
Klasifikasi klien berdasarkan tingkat ketergantungan dengan
Metode Douglas (1984)

KLASIFIKASI DAN KRITERIA


Minimal Care (1-2 jam)
f. Dapat melakukan kebersihan diri sendiri, mandi, ganti pakaian
dan minum.
g. Pengawasan dalam ambulasi atau gerakan.
h. Observasi Tanda vital setiap shift.
i. Pengobatan minimal, status psikologi stabil.
j. Persiapan prosedur pengobatan
Intermediet Care (3-4 jam)
g. Dibantu dalam kebersihan diri, makan dan minum, ambulasi.
h. Observasi tanda vital tiap 4 jam.

4
i. Pengobatan lebih dari 1 kali.
j. Pakai foley kateter.
k. Pasang infuse, intake out-put dicatat.
l. Pengobatan perlu prosedur.
Total Care (5-6 jam)
g. Dibantu segala sesuatunya.
h. Posisi diatur.
i. Observasi tanda vital tiap 2 jam.
j. Pakai NGT.
k. Terapi intravena, pakai suction.
l. Kondisi gelisah/disorientasi/tidak sadar.

Tenaga perawat di Ruang Anak RSUD Ratu Zalecha Martapura


tanggal 07-08 Mei 2019.
Tingkat Jumlah Jumlah Kebutuhan Tenaga Total
Ketergantungan pasien Tanggal 07 Mei 2019
Pagi Siang Malam
Partial 19 19x0,27=5,13 19x0,15= 2,85 19x0,07= 1,33 9,31
Jumlah 19 5,13 2,85 1,33 9,31
Jumlah keseluruhan perawat dalam perhari adalah 9 orang

Jumlah kebutuhan pegawai perawat perhari berdasarkan tingkat


ketergantungan klien menurut teori Douglas perhitungan tanggal 07
Mei 2019 :
1. Pagi sebanyak 5,31 = 5 orang perawat
2. Siang sebanyak 2,85 = 3 orang perawat
3. Malam sebanyak 1,33 = 1 orang perawat
Tingkat Jumlah Jumlah Kebutuhan Tenaga Total
Ketergantungan pasien Tanggal 08 Mei 2019
Pagi Siang Malam
Partial 26 26x0,27= 7,02 26x0,15= 3,9 26x0,07= 1,82 12,74
Total 1 1x0,36= 0,36 1x0,30= 0,3 1x0,20= 0,2 0,86
Jumlah 27 7,38 4,2 2,02 13,6
Jumlah keseluruhan perawat dalam perhari adalah 13 orang

Jumlah kebutuhan pegawai perawat perhari berdasarkan tingkat


ketergantungan klien menurut teori Douglas perhitungan tanggal 08
Mei 2019 :
1. Pagi sebanyak 7,38 = 7 orang perawat
2. Siang sebanyak 4,2 = 4 orang perawat
3. Malam sebanyak 2,02 = 2 orang perawat

5
Sehingga total rata-rata keseluruhan perawat yang dinas perhari
berjumlah yaitu (9+ 13) : 2 = 11 orang/hari. Jadi, rata-rata tingkat
kebutuhan tenaga perawat diruang Anak RSUD Ratu Zalecha
Martapura selama 2 hari yaitu tanggal 07 dan 08 Mei 2019 berjumlah
11 orang.

Tabel Kesimpulan Jumlah Tenaga Kerja menurut Douglas (per hari).


No. Rumus/ Perhitungan Kebutuhan Tenaga Jumlah Perawat
Jumlah Tenaga Keperawatan Di Ruang Anak
Keperawatan
1. Douglas tanggal 07 9,31 = 9 18 + 1 Karu
2. Douglas tanggal 08 13,6 = 13 18+ 1 Karu
Rata-rata (9+13) : 2 = 11 18+ 1 Karu
Jumlah tenaga lepas dinas perhari :
Penambahan untuk loss day: 1/3 x 11 orang = 4. Jadi total jumlah
perawat yang dibutuhkan adalah 11 orang + 4 orang = 15 orang
Keterangan :
11 orang adalah jumlah total tenaga perawat
4 orang adalah jumlah tenaga perawat yang lepas dinas
tenaga keperawatan yang ada di Ruang Anak RSUD Ratu Zalecha
Martapura ada 18 orang tenaga perawat dimana di dalamnya sudah 3
tim namun tidak termasuk Kepala Ruangan. Jumlah tenaga perawat
pelaksana sendiri ada 11 orang, Dari perhitungan douglass, kebutuhan
tenaga keperawatan dihitung berdasarkan tingkat ketergantungan
pasien, sedangkan di dalam RSUD Ratu Zalecha Martapura khususnya
Ruang Anak tenaga perawat memiliki hak untuk cuti, tugas belajar,
dan ijin belajar sehingga perhitungan douglass yang didapatkan dari
perhitungan dibanding jumlah tenaga keperawatan yang ada saat ini di
Ruang Anak RSUD Ratu Zalecha Martapura.

4. Menurut Lokakarya Persatuan Perawat Nasional Indonesia


(PPNI)
Dalam lokakarya PPNI penentuan kebutuhan tenaga dihitung dengan
mengubah satuan hari dengan minggu. Jumlah hari kerja efektif
dihitung dalam minggu sebanyak 41 minggu dan jumlah kerja perhari
selama 40 jam per minggu. PPNI berusaha menyesuaikan lama kerja
dan libur yang berlaku di Indonesia:

6
Rawat Inap:
Bangsal A medical = 3,4 jam
Bangsal B Perawatan Bedah = 3,5 jam
Bangsal C Nifas = 3 jam
Bangsal D Bayi = 2,5 jam
Bangsal E Anak = 4 jam

(C x 52 mg) x 7 hr (TT x BOR)


Tenaga Perawat = + 25%
41 mg x 40 jam

TT : Tempat Tidur
A : Jumlah jam perawatan/24 jam

Jumlah pasien dalam perhitungan BOR


No Bulan Jumlah bulan lama Tempat Lama hari
hari dalam 1 tidur rawat
periode
1 Februari 28 34 728
2 Maret 31 34 806
3 April 30 34 780
Jumlah 89 2312

(4𝑥52)𝑥7ℎ𝑎𝑟𝑖 (34𝑥76,4%)
𝑡𝑒𝑛𝑎𝑔𝑎 𝑝𝑒𝑟𝑎𝑤𝑎𝑡 = + 25%
41𝑥40

208𝑥7𝑥25,976
= + 25%
1640
37.821,056
= + 25%
1640
= 23,061 + 25%
= 23,3 Orang
Berdasarkan perhitungan tersebut tenaga perawat yang
dibutuhkan di ruang Anak sebanyak 23 orang perawat,
sedangkan tenaga perawat di ruang anak saat ini ada 19 orang
perawat.

Dari perhitungan di atas mulai tanggal 07 – 08 Mei 2019,


dapat disimpulkan perhitungan tenaga perawat menurut

7
Douglas untuk kebutuhan tenaga perawat diruang Ar-
Rahman (anak) RSUD Ratu Zalecha Martapura sesuai
dengan kebutuhan pasien saat ini. Sedangkan, menurut
lokakarya Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)
perhitungan tenaga perawat di ruang Ar-Rahman (anak) di
RSUD Ratu Zalecha tersebut tenaga perawat yang
dibutuhkan di ruang Anak sebanyak 23 orang perawat,
sedangkan tenaga perawat di ruang anak saat ini ada 19
orang perawat dan masih belum terpenuhi sesuai dengan
perhitungan tenaga keperawatan PPNI.

1. Sarana/prasana (Material)
Data inventaris ruang rawat inap tahun 2018 Ruang Ar-Rahman (Anak)
mengenai perlengkapan alat-alat kesehatan yang ada di Ruang Ar-Rahman
(Anak) seperti uraian dibawah ini :
Daftar Barang Alat Kesehatan dan Rumah Tangga di Ruang Ar-Rahman
(Anak) RS Ratu Zalecha Martapura
Tabel 2.12 Daftar Barang Alat Keperawatan dan Kedokteran di Ruang
Anak
Ratio ideal Keadaan barang
No Nama Barang Jumlah Permenkes Baik Kurang Rusak
baik
1. Ambu bag set 3 set 1 set 
2. Suction portable 2 set 1 set 
3. Emergency 1 set 1 set 
Trolley/Resucitatio
Crash Cart
4. Film Viewer 1 bh 1 bh 
5. Examination Lamp 1 bh 
6. Nebulizer 3 bh 2 bh 2 bh 1 bh
7. Oxygen Concentrat 2 bh 
portable
8. Syringe Pump 1 set 4 bh 
9. Infusion Pump 1 set 1 bh 

8
10. Stethoskop Infant 2 pcs 
11. Stethoskop Anak 2 pcs 4/ruangan 
12. Tensimeter Aneroid 1 bh 4/ruangan 
dengan manset
untuk bayi dan anak
13. Tensimeter Digital 2 bh 
dengan manset
untuk bayi dan anak
14. Termometer Digital 5 bh 1 bh 

15. Saturasi O2 2 bh 3 bh 1 bh 1 bh
/Oxymetry untuk
bayi dan anak
16. Termometer Rectal 1 bh 2 
bh/ruangan
17. Kereta oksigen 3 bh 
18. Kursi roda 1 bh 
19. Standar infus 50 bh 
20. Maskr dan canul 10/10 
oksigen
21. Vein Viewer 1 bh 1 bh 
22. Infant dan baby 1 bh 
weighting

Berdasarkan peraturan mentri kesehatan RI tahun 2014 nomor 56


mengemukakan bahwa peralatan kesehatan yang harus ada di ruang
perawatan anak Rumah sakit tipe B dalah sebagai berikut:
a. Denah Ruangan
Lokasi penerapan manajemen yang dilakukan di ruang anak RSUD
Ratu Zalecha Martapura dijabarkan sebagai berikut :
1) Sebelah Utara berbatasan dengan lahan yang ditanami pepohonan
serta koridor untuk menuju keluar RSUD Ratu Zalecha Martapura
2) Sebelah Selatan berbatasan dengan ruang Jantung RSUD Ratu
Zalecha Martapura

9
3) Sebelah Timur bebatasan dengan lahan yang ditanami pepohonan
4) Sebelah Barat berbatasan dengan lahan yang ditanami pepohonan

Denah Ruangan

Lahan Kosong/Pepohonan

MUSHOLA PINTU SAMPING GUDANG BARANG

RUANG 2E GUDANG
ARSIP/BASECAMP
RUANG 2D
MAHASISWA
RUANG 2C
MANAJAMEN
PANTRI
RUANG 2B

RUANG 2A RUANG K3

RUANG Kori
Rua RUANG 3A
OBSERVASI dor
ng
GUDAN RUANG SMF Men
Jant
G OBAT TINDAKA uju
ung RUANG KEPALA
P N Kelu
RUANGAN
I ar
N P
T WC
2. NURSE
Pembiayaan (Money) I
U STATION N
Biaya perawatan klien diruang Anak (Ar-Rahman) terdiri dari BPJS,
R. DOKTER T
umum dan JAMKESDA. Berdasarkan informasi dari kepala ruangan Anak
MUDA U
(Ar-Rahman) KAMAR
bahwa anggaran sarana dan prasarana PERAWAT
menggunakan RBA
RUANG 1A
yang disediakan di rumah sakit. Untuk pembayaran pegawai ada 3 sistem
RUANG 1B RUANG 3B
yaitu PNS, BLUD dan kontrak. Untuk pemeliharaan ruangan, sarana
RUANG 1C
RUANG
prasarana dan alat kesehatan yang rusak maka pengadaan dana bagi
RUANG 1D PINTU SAMPING HEMATOLOGI
ruangan (renovasi ruangan), pendanaan fasilitas kesehatan bagi petugas
Lahan Kosong/Pepohonan
apabila perbaikan serahkan kepada IPS RS.

10
3. Metode Pemberian Asuhan (Methode)
Metode pemberian asuhan yang digunakan di ruangan perawatan ini
model MAKP dengan metode tim. Metode tim yaitu Ka-Ru tambah Ka-
Tim menjalankan tugas manajerial dan asuhan keperawatan sedangkan
perawat pelaksana murni bertugas menjalankan asuhan keperawatan.
Motode tim dibagi menjadi 3 shif yaitu pagi, sore dan malam.

4. Mutu /Pemasaran (Marketing)


Prestasi yang pernah diraih oleh ruangan ini antara lain hand hygiene day
2015 terbaik 1 dan 2017 terbaik 3. Unggulan ruang perawatan ini
dibanding ruangan lain ialah ruangan anak tersendiri memiliki unggulan
yaitu dalam menangani penyakit terkusus berkaiatan dengan anak. Rumah
Sakit Ratu Zalecha Martapura juga telah melakukan kerja sama dengan
BPJS melalui promosi media sosial. Rumah Sakit Ratu Zalecha
Martapura juga melakukan kerja sama dengan Dokter Praktik, dimana
pasien yang berobat di dokter praktik apabila disarankan untuk rawat inap
langsung di rujuk ke Rumah Sakit Ratu Zalecha Martapura.

a. Proses
1. Fungsi Perencanaan (Planning)
1. Visi, Misi & Tujuan Ruangan Perawatan
a. Visi Ruangan Perawatan
Melaksanakan pengobatan dan perawatan anak sesuai prosedur
b. Misi

1. Memberikan pelayanan perawatan anak yang baik dan memuaskan


keluarga
2. Menyediakan pelayanan kesehatan komprehensif baik pelayanan
dasar maupun layanan spesialis
3. Melayani kegawatdaruratan penyakit anak dengan tepat dan akurat
4. Mengusahan proses penyembuhan pasien agar meminimalkan
lamanya hari perawatan

11
b. Tujuan
2. Fungsi Ruang perawatan
Uraikan pelayanan yang ada di ruangan ini!
a. Visi misi tujuan ruangan
Wawancara: Bagaimana cara pembuatan visi misi tujuan dan cara
mensosialisasikan
Berdasarkan hasil observasi pada tanggal 08 Mei 2019 didapatkan
hasil proses perumusan visi misinya dengan cara dimusyawarahkan
dan di diskusikan dengan semua karyawan yang ada diruangan lalu
diberikan keputusa mengenai visi misi tersebut.
Observasi: didapatkan adanya visi misi ruangan yang berada di
dinding ruangan.

b. SOP dan SAK


Berdasarkan wawancara terkait SOP yang ada yaitu mengikuti SOP
yang ada dirumah sakit dari 194 hanya beberapa yang di ambil, yaitu:
SOP Manajemen Keperawatan :
SOP Ruang Ar-Rahman (Anak) terdapat 206 yang ada diruang anak,
yaitu :
1. Penerimaan Pembekalan Farmasi Floor Stock di Instalasi lain
2. Pengembalian (Retur Perbekalan farmasi dari pasien rawat inap
ke unit pelayanan farmasi
3. Distribusi perbekalan farmasi floor stock dari bagian
penyimpanan dan distribusi ke instalasi lain
4. Penyimpanan perbekalanfarmasi floor stock diruang perawatan
5. Penerimaan perbekalan farmasi floor stock di intalasi lain
6. Pengembalian (Return) perbekalan farmasi dari pasien rawat
inap ke unit pelayanan farmasi
7. Pengelolanaa limbah medis padat (Sampah Medis)
8. Pemeliharaan nebulizer ultrasonic
9. Pemeliharaan syiringe pump
10. Pengoperasian timbangan badan jarum
11. Pengoperasian tensimeter airaksa
12. Pengopeasian tensimeter digital

12
13. Pemeliharaan infus pump
14. Pemeliharaan tensimeter airraksa
15. Pengoperasian tensimeter aneroid
16. Penarikan peralatan kesehatan (Internal)
17. Pelayanan kalibrasi dan pengujian peralatan kesehatan
18. Pengoperasian syironge pump type TE-331
19. Pemeliharaan panel listrik
20. Pelayanan distribusi tabung gas medis keruang perawatan
21. Pengelolaan limbah non media(sampah non medis)
22. Kebersihan ruangan
23. Penanganan gas medis setelah terjadi kebakaran
24. Bencana keracunan makanan
25. Pengosongan area titik kumpul saat bencana
26. Kewaspadaan bencana kebakaran
27. Penarikan perbekalan farmasi
28. Pemantauan dan pelaporan efek samping obat(ESO)
29. Pengelolaan obat emergrncy
30. Pelayanan obat pasien rawat inap dengan system ODD (One-
Day-Dose Dispensing)
31. Pemantauan susu dan kelembaban diruang penyimpanan
perbekalan farmasi dan sushu lemari es penyimpanan obat
32. Penyimpanan tabung gas medis
33. Penambahan instalasi listrik
34. Penggantian pengkabelan pada instalasi listrik
35. Penyimpanan limbah B3
36. Penanganan khusus bahan infeksius
37. Pengelolaan bahan limbah bahaya dan bercun B3
38. Penatalaksaan paksa pajanan limbah tajam terkontaminasi/cairan
tubuh infeksius
39. Pemasangan infus
40. Sterilisasi dengan autoclavie (Steam/OAK)
41. Menyuntik yang aman
42. Survilinse Hais
43. Pencegahan dan pengendalian infeksi daerah operasi (IDO)

13
44. Pencegahan dan pengendalian infeksi saluran kemih
45. Pencegahan dan pengendalian infeksi Philibitis
46. Pemakaian APD
47. Penanganan tumpahan bahan beracun berbahaya (B3)
48. Penanganan tumpahan merkuri
49. Penyimpanan sementara limbah merkuri
50. Penetapan kejadian luar biasa penyakit infeksi
51. Tanggap darurat limbah B3
52. Pelaporan dan investigasi akibat abahan berbahaya beracun (B3)
53. Pemeriksaan kesehatan karyawan pra pekerjaan
54. Kesehatan khusus karyawan
55. Tatalaksana tertusuk jarum/benda tajam
56. Etika batuk
57. Pemeriksaan kesehatan berkala bagi karyawan
58. Pelayanan kunjungan pasien khusus
59. Penanganan laporan kehilangan barang
60. Evakuasi dokumen
61. Evakuasi Bencana
62. Pemberian identifikasi pada pemgunjung
63. Sistem komunikasi bencana
64. Koordinasi lintas bagian
65. Evakuasi pasien
66. Aktivasi bencana
67. Cara memakai pakaian kerja
68. Cara memakai masker
69. Vaksinasi karyawan unit khusus
70. Pemeriksaan kesehatan karyawan khusus
71. Penatalaksaan khusus kecelakaan kerja
72. Sistem pelaporan insiden keselamatan kerja
73. Pemeliharaan alat pemadamtatn da api ringan (APAR)
74. Cara penggunana free Fire
75. Respon alarm
76. Triase korban bencana
77. Menerimaa pasien baru korban bencana di IGD

14
78. Dekontaminasi pasien
79. Layanan klinis media
80. Mobilisasi tim atau sumber daya bencana saat bencana
81. Pemeriksaan kesehatan calon karyawan
82. Pencatatan dan pelaporan penyakit akibat kerja
83. Orientasi pengenalan gedung
84. Patroli satpam
85. Pelayanan kartu penunggu
86. Pelayanan kunjungan keluarga pasien
87. Pendaftaran pasien rawat inap dari intalasi rawat jalan
88. Pemberian informasi dan edukasi pelayanan saat admisi
89. Penundaan pelayanan
90. Tempat tidur penuh di dalam rumah sakit dan dirmah sakit lain
91. Bila tidak tersedia tempat tidur sesuai hak pasien
92. Tempat tidur penuh ditempat yang dituju dan seluruh rumah
sakit
93. Observasi pasien
94. Observasi
95. Fase track
96. Skrining didalam rumah sakit
97. Skrinning pasien
98. Identifikasi hambatan budaya
99. Identifikasi hambatan fisik
100. Identifikasi hambatan komunikasi
101. Transfer pasien antar ruang perawatan dan unit pelayanan
102. Transfer pasien antar rumah sakit
103. Pemulangan pasien dengan kondisi sembuh
104. Pemulangan pasien meninggal
105. Pemulanan pasien atas permintaan sendiri
106. Discharge Planning
107. Prosedur rujukan
108. Pelayanan ambulan transfer dari dalam rumah sakit
109. Pemintaan Ambulance jenazah dari dalam rumah sakit
110. Pemintaan Ambulance jenazah dari luar rumah sakit

15
111. Cuti bersalin
112. Cuti karena alasan penting
113. Cuti tahunan
114. Prosedur pengajuan usul perceraian tenaga PNS dokter, bidan,
perawat, tenaga fungsional lainnya dan tenaga manajemen
115. Pengajuan kenaikan gajih berkala
116. Prosedur pengajuan cuti PNS dan Non PNS
117. Propsedur pengajuan kenaikan pangkat
118. Prosedur pengajuan daftar ususlan penilaian angka kredit
(DUPAK)
119. Pengajuan izin belajar/tugas belajar
120. Cuti besar
121. Cuti sakit
122. Cuti diluar tangguan negara
123. Code Blue Sistem
124. Prosedur Pengisian Rekam Medis Rawat Inap
125. Prosedur Pengisian Rekam Medis Rawat Jalan
126. Pelayanan Pasien Terminal
127. Manajemen Nyeri
128. Pelepasan Restraint
129. Pemasangan Restraint
130. Pelayanan Pasien dengan Penyakit Menular
131. Penatalaksanaan Reaksi Transfusi
132. Pengelolaan Transfusi Darah
133. Pemberian Resusitasi
134. Kasus Emergency
135. Penentuan DPJP
136. Persiapan Anastesian
137. Penilaian Pra Induksi
138. Informed Consent Anastesia
139. Kriteria Pemulangan/Discharge Pasca Anastesia dan Sedasi
140. Monitoring Tindakan
141. Premidikasi
142. Pemindahan Pasien dari Ruang Pemulihan

16
143. Informed Consent Pasien Operasi
144. Kondisi Yang Harus DiLaporkan Setelah Pemulihan
145. Konsultasi Medis
146. Hand Hygiene dengan HandWash
147. Hand Hygiene dengan Handrub
148. Lima Moment Hygiene Tangan
149. Fungsi dan Peran IBS dalam Keadaan Darurat
150. Koordinasi Instalasi Bedah Sentral Dengan Instalasi Pelayanan
Medis
151. Laporan Kecelakaan atau Kegagalan Operasi
152. Identifikasi Pasien di Instalasi Bedah Sentral
153. Penandaan Lokasi Pembedahan
154. Serah Terima Pasien Pre Operasi
155. Perubahan Jadwal Operasi
156. Pendaftaran Operasi
157. Pelayanan Operasi CITO
158. Penjadwalan Operasi Elektif
159. Perencanaan Anastesia
160. Alur Pasien Tuberkulosis MDR (TB MDR) Di Instalasi Rawat
Jalan
161. Prosedur Diagnosis Pasien TB\
162. Prosedur Pengobatan Pasien TB
163. Pengumpulan dan Pemeriksaan Sputum
164. Pemeriksaan Radiologis Pada Pasien Suspek TB Paru
165. Identifikasi Pasien TB MDR
166. Penatalaksanaan Pasien TB MDR
167. Alur Pasien Tuberkulosis di Instalasi Rawat Jalan
168. Edukasi Suspek TB MDR
169. Rujukan Pengobatan pasien TB dengan Strategi DOTS
170. Prosedur pengobatan pasien TB
171. Pengawasan Menelan Obat (PMO)
172. Permintan Obat Tuberkulosis Kedinas Kesehatan Kabupaten
173. Alur Pasien Tuberkulosis di Unit Gawat Darurat
174. Pencatatan dan Pelaporan Pasien TB

17
175. Prosedur Bersama Tim DOTS-TIM VCT Untuk
Penatalaksanaan Pasien TB dan HIV
176. Penyediaan Obat Anti TB
177. Rujukan dan Pindah Pasien TB Yang sudah di Obati
178. Perlindungan Barang Milik Pasien
179. Penitipan/Penyimpanan Barang Milik Pasien
180. Pemberian Informasi Hak dan Kewajiban Pasien
181. Hak Pasien Dalam Pelayanan
182. Pelayanan Kerohanian
183. Kerahasiaan Rekam Medis
184. Menjaga Privasi Pasien
185. Penertiban Pengunjung Pasien
186. Perlindungan Terhadap Kekerasan Fisik Pada Pasien
187. Penertiban Kunjungan Tamu Redaksi
188. Pengendalian Kartu Penunggu Pasien
189. Pelaksanaan Permintaan Khusus Penjagaan Terhadap Pasien
190. Perlindungan Kerahasiaan Informasi Pasien
191. Memperoleh Second Opinion/Pendapat Medis Yang Bersedia
192. Penyampaian Informasi Medis
193. Do Not Resuscitate
194. Pelayanan Pasien Tahap Terminal
195. Assesment Pasien Tahap Terminal
196. Assesment Nyeri
197. Penolakan Tindakan Kedokteran
198. Identifikasi Nilai-Nilai Dan Kepercayaan Pasien
199. Pemberian Informed Consent Kepada Orang Lain
200. Persetujuan Tindakan Kedokteran (Informed Consent)
201. Pelayanan Kedokteran Tentang Manajement Nyeri
202. Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien
203. Analasi Data Mutu
204. Pelaporan Data Mutu
205. Pengumpul Data Mutu
206. Validasi Data Mutu

18
Hasil observasi dari tanggal 08 sampai 09 Mei 2019 diruangan Ar-
Rahman sudah ada memiliki SOP dan SAK dan sudah lengkap sesuai
dengan yang ada dirumah sakit. Hasil observasi langsung terhadap
perawat pelaksana yang betugas didapatkan dimana moment mencuci
tangan yang kurang tepat sesuai dengan SOP five moment. Sedangkan
SAK yang dimiliki ruangan anak sebanyak 19 SAK.
1. Resiko defisit volume cairan
2. Ketidakfektifan termoregulasi
3. Defisit volume cairan
4. Defisit perawatan diri (makan)
5. Defisit perawatan diri
6. Bersihan jalan nafas tidak efektif
7. Ketidakefektifan perfusi jaringan serebral
8. Kerusakan integeritas kulit
9. Gangguan rasa nyaman
10. Nyeri akut
11. Ketidakseimbangan nutrisi lebih dari kebutuhan tubuh
12. Resiko aspirasi
13. Resiko syok
14. Resiko perdarahan
15. Kelebihan volume cairan
16. Resiko infeksi
17. Intoleransi aktifitas
18. Perfusi jaringan perifer tidak efektif
19. Perfusi jaringan gastrointestinal tidak efektif
Hasil observasi yang didapatkan SAK yang 5 sering digunakan
yaitu : Nyeri akut, ketidakfektifan termoregulasi, risiko perdarahan,
bersihan jalan nafas tidak efektif dan Risiko syok.

c. Standar Kinerja
Berdasarkan wawancara didapatkan standar kinerja yang diterapkan
diruangan sesuai dengan ketetapan yang telah diserahkan kepada
kepala ruangan dan dibuat sebagai standar kinerja Rumah Sakit Ratu

19
Zalecha Martapura. Seluruh perawat wajib mematuhi dan mengikuti
standar kinerja yang ada di ruangan.

2. Fungsi Pengorganisasian (Organizing)


a. Struktur Organisasi
Ruang Ar-Rahman dipimpin oleh Kepala Ruangan/Unit dan dibantu
oleh 3 ketua tim dan 15 orang Perawat Pelaksana, 2 orang
administrasi, 3 cleaning service, dan 1 asisten perawat

DIREKTUR

WADIR PELAYANAN

KABID PELAYANAN KEPERAWATAN

KASIE MUTU KASIE ASUHAN


KEPERAWATAN KEPERAWATAN

KEPALA IRNA

KEPALA RUANGAN

Asmawati, S.Kep., Ns

Katim/PP Katim/PP
Katim/PP
Fitriana Ulandari, S.Kep.,Ns
Badrudin, A.Md Marliasari Istiqamah, A.Md

Perawat Pelaksana Perawat Pelaksana Perawat Pelaksana


1. Rahmawati,
1. S.Kep., Ns 1. Renaldy Azwari. D, S.Kep., 1. Dewi Hermawati, A.Md
2. H. Endi Maulana, A.Md Ns
2. Norjannah, A.Md
3. Thofan Thomas P, A.Md 2. Muhammad Riadi, A.Md
3. Hakim, S.Kep., Ns
4. Hj. Siti Khalilah, S,Kep., 3. Ulfah, A.Md
4. Helda Mardani, A.Md
Ns 4. Kholidah, A.Md
5. Maulida, A.Md
5. Hakim, S.Kep., Ns 5. Wina Paramitha, A.md

Gambar 2.1 Struktur Model Pelayanan Ruang Anak RSUD Ratu Zalecha Martapura

20
b. Pembagian tugas

1) Kepala Ruangan
1. Merencanakan jumlah dan kategori tenaga, jumlah dan jenis
peralatan, jenis kegiatan/asuhan keperawatan
2. Mengatur dan mengkoordinasikan seluruh pelayanan
3. Menyusun dan mengatur jadwal dinas
4. Melaksanakan orientasi tenaga baru
5. Memberikan pengarahan dan motivasi kepada tenaga
keperawatan dan tenaga lainnya
6. Bekerjasama dengan berbagai pihak yang terlibat dalam
kegiatan di ruangan
7. Mengadakan pertemuan berkala dengan tenaga keperawatan
8. Meningkatkan kemampuan dan keterampilan
9. Mengenal dan mengetahui penggunaan barang/alat serta
mengusahakan pengadaannya
10. Menyusun permintaan rutin (alat, obat dan bahan lainya)
11. Mengatur pemeliharaan alat
12. Mempertanggungjawabkan pemeliharaan alat/ inventaris
peralatan
13. Melaksanakan orientasi kepada pasien dan keluarganya tentang
peraturan, fasilitas dan kegiatan rutin ruangan
14. Mengatur penempatan pasien di ruangan
15. Membantu memecahkan masalah yang dihadapi pasien dan
keluarganya sehubungan dengan perawatannya
16. Menjaga perasaan pasien dan petugas agar merasa aman dan
terlindungi
17. Memlihara dan mengembangkan system pencataan dan
pelaporan
18. Memberikan penyuluhan kepada pasien dan keluarganya
sebatas kewenangannya
19. Bekerjasama dengan selluruh sub unit dan profesi
20. Menciptakan dan memlihara suasana kerja yang baik
21. Memotivasi tenaga perawatan dan non perawatan dalam
menjaga kebersihan

21
22. Meneliti pengisian sensus harian pasien
23. Memeriksa dan meneliti daftar permintaan dan penyajian diet
pasien
24. Memlihara buku register dan berkas medik
25. Membuat laporan harian dan bulanan
26. Menilai pelaksanaan asuhan keperawatan
27. Menilai upaya peningkatan pengetahuan dan keterampilan
dibidang keperawatan
28. Menilai siswa atau mahasiwa sesuai dengan program dari
institusi pendidikannya
29. Memberikan masukan kepada kepala sub bagian tata usaha dan
dalam pembuatan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan
Pegawai (DP3) bagi tenaga yang berada di bawah tanggung
jawabnya
30. Mengendalikan pendayagunaan peralatan keperawatan, obatan-
obatan secara efektif dan efisien
31. Mengawasi system pencatatan dan pelaporan serta semua
kegiatan di ruangan

2) Tugas Ketua Tim


1. Menerima pasien dan mengkaji kebutuhan pasien secara
komprehensip
2. Membuat tujuan dan rencana perawatan
3. Mendelegasikan rencana perawatan yang telah dibuat kepada
perawat pelaksana
4. Mengkomunikasikan dan mengkoordinasikan pelayanan yang
diberikan oleh disiplin ilmu maupun perawat lain
5. Melaksanakan program orientasi kepada pasien tentang
ruangan dan lingkungan, peraturan/tata tertib yang berlaku,
fasilitas yang ada dan cara penggunaannya
6. Mengevaluasi keberhasilan asuhan keperawatan
7. Mendampingi dokter selama visite untuk pemeriksaan pasien
dan mencatat program pengobatan

22
8. Melaporkan segala sesuatu mengenai keadaan klien baik lisan
maupun tertulis kepada kepala ruangan dan dokter penanggung
jawab
9. Membuat jadwal kegiatan yang akan dilakukan selama 1 shift
dinas
10. Menciptakan hubungan kerja sama yang baik dengan sejawat,
pasien dan keluarganya
11. Melakukan pengawasan dengan mengunjungi pasien maksimal
2 jam sekali secara continue terhadap kondisi pasien setiap
shift
12. Memlihara peralatan perawatan dan medis agar selalu dalam
keadaan siap pakai
13. Mempersiapkan pasien pulang sesuai dengan prosedur
14. Membuat laporan harian
15. Melaksanakan operan dinas sesuai protap dan ketentuan yang
berlaku

3) Tugas Pokok Perawat Pelaksana


a. Memberikan pelayanan keperawatan secara langsung
berdasarkan proses keperawatan dengan kesentuhan kasih
sayang :
1. Menyusun rencana keperawatan sesuai dengan masalah
klien
2. Melaksanakan tindakan perawatan sesuai dengan rencana
3. Mengevaluasi tindakan keperawatan yang diberikan
4. Mencatat/ melaporkan semua tindakan perawatan respon
klien pada catatan keperawatan
b. Melaksanakan program medic dengan penuh tanggung jawab :
1. Pemberian obat
2. Pemeriksaan laboratorium
3. Persiapan klien yang akan operasi
c. Memperhatikan keseimbangan kebutuhan fisik, mental, sosial,
dan spiritual klien
1. Memperhatikan kebersihan lingkungan dank lien

23
2. Mengurangi penderitaan klien dengan memberi rasa aman
dan nyaman
3. Pendekatan dan komunikasi terapeutik
d. Mempersiapkan klien secara fisik dan mental untuk menghadapi
tindakan keperawatan dan pengobatan atau diagnosis
e. Melatih klien untuk menolong dirinya sendiri seusia dengan
kemampuannya
f. Memberikan pertolongan segera pada klien gawat atau sakaratul
maut
g. Membantu kepala ruangan dalam ketatalaksanaan ruang secara
administrative :
1. Menyiapkan data klien baru, pulang, atau meninggal
2. Sensus harian/ formulir
3. Rujukan dan penyuluhan PKMRS
h. Mengatur menyiapkan alat-alat diruangan menurut fungsinya
supaya siap pakai
i. Menciptakan dan memelihara kebersihan, keamanan,
kenyamanan, dan keindahan ruangan
j. Melaksanakan tugas dinas pagi/ sore/ malam atau hari libur
secara bergantian sesuai dengan jadwal dians
k. Memberikan penyuluhan kesehatan sehubungan dengan
penyakitnya
l. Melapor segala sesuatu mengenai keadaan klien baik secara
tulisan dan maupun lisan
m. Membuat laporan harian klien
n. Laporan dengan dinas berikutnya

c. Pengaturan Pengorganisasian Pasien


Wawancara:
Berdasarkan hasil wawancara, kepala ruangan mengatakan bahwa
ruangan menggunakan system asuhan keperawatan dengan
menggunakan MAKP dengan menggunakan metode tim, pembagian
tugas dilakukan oleh Kepala Ruangan dimana penugasan dibagi
menjadi 3 tim yaitu Tim A,B dan C. Tim A bertugas untuk pasien

24
kelas II, Tim B bertugas untuk pasien kelas III, dan Tim C bertugas
untuk kelas I , kelasIII dan observasi.

Kepala ruangan menjelaskan apa saja tugas dari semua anggota yang
ada diruangan terutama uraian tugas perawat. Berdasarkan observasi
pengaturan pada shift pagi tanggal 8 Mei 2019, terdapat 7 perawat
yang berdinas pada shift pagi yaitu yaitu KARU, Ka Tim A dan1
perawat pelaksana, Ka Tim B dan 1 perawat pelaksana, Ka Tim C dan
1 perawat pelaksana. Shift siang terdiri dari 3 anggota tim, 1 orang
diantaranya bertanggungjawab sebagai Ka shift, demikian juga shift
malam. Sudah terdapat tugas, peran dan wewenang yang jelas pada
setiap anggota tim. Ketua tim sebagai perawat professional sudah
menjalankan dan menerapkan tugasnya masing-masing seperti sudah
melakukan pembuatan perencanaan, penugasan, supervise, dan
evaluasi. Ketua tim juga sudah mengetahui kondisi pasien dan menilai
tinggi kebutuhan pasien. Begitu juga dengan anggota tim sudah
melakukan dan telah memberikan laporan dengan baik.

Observasi:
Berdasarkan observasi didapatkan jadwal pembagian jumlah pertim
yaitu Tim A ada 6 perawat (1 katim, 5 PA), Tim B ada 6 perawat (1
katim, 5 PA), Tim C ada 6 perawat (1 katim, 5 PA).

3. Fungsi Pengaturan Staf (Staffing)


a. Orientasi Staf perawat yang baru
Wawancara:
Perawat baru disini di orientasi oleh bidang keperawatan, bidang
keperawatan bekerjasama berkordinasi dengan komite keperawatan
karena terkait dengan kredensial, kredensial adalah persyaratan
orientasi perawat baru untuk membuat loogbook. Orientasi biasanya di
dilakukan oleh bidang keperawatan, bidang keperawatan membuakan
SK untuk tahap orientasi. Dalam persyaratan kredensial tahap orientasi
menjalani 6 bulan, tetapi bisa saja 8 minggu, atau 3 bulan karena
terdesaknya kurang ketenaga kerjaan.

25
b. Pengaturan jadwal dinas
Wawancara:
Pengaturan jadwal dinas di Ruangan dibagi menjadi 3 shif yaitu pagi,
sore dan malam dengan memaksimalkan perawatan yang efisien dan
memperhatikan hak libur sesuai kebutuhan.
Observasi:
Ada penyusunan jadwal dinas.

c. Perhitungan kebutuhan tenaga di ruangan


Dari perhitungan di atas mulai tanggal 07 – 08 Mei 2019, dapat
disimpulkan perhitungan tenaga perawat menurut Douglas untuk
kebutuhan tenaga perawat diruang Ar-Rahman (anak) RSUD Ratu
Zalecha Martapura sesuai dengan kebutuhan pasien saat ini.
Sedangkan, menurut lokakarya Persatuan Perawat Nasional Indonesia
(PPNI) perhitungan tenaga perawat di ruang Ar-Rahman (anak) di
RSUD Ratu Zalecha tersebut tenaga perawat yang dibutuhkan di ruang
Anak sebanyak 23 orang perawat, sedangkan tenaga perawat di ruang
anak saat ini ada 19 orang perawat dan masih belum terpenuhi sesuai
dengan perhitungan tenaga keperawatan PPNI.

4. Fungsi Pengarahan (Actuating)


a. Timbang terima (Hand Over)
Wawancara: Timbang terima dilakukan setiap hari selama 3 shift dan
dipimpin oleh kepala ruangan atau ketua tim.
Observasi: Perawat melakukan timbang terima setiap pergantian shift
dinas. Timbang terima dilakukan di Ruang Keperawatan kemudian
dilanjutkan menuju bed pasien.
Berdasarkan langkah-langkah dalam timbang terima beberapa hal yang
dilakukan di ruangan antara lain :
1) Kedua kelompok shift dalam keadaan siap melakukan timbang
terima
2) Shift yang menyerahkan telah menyiapkan hal-hal yang akan
disampaikan seperti menjelaskan kondisi atau keadaan pasien
namun secara singkat

26
3) Menjelaskan rencana tindakan yang telah dilakukan dan rencana
tindak lanjut kepada perawat shift selanjutnya
4) Perawat shift sebelumnya dan perawat shift selanjutnya bersama-
sama secara langsung melihat keadaan pasien

b. Preconferen dan postconfrence


Wawancara: Kegiatan pre dan post conference dilakukan setiap hari
setelah timbang terima, juga dipimpin oleh kepala raungan saat pagi,
katim atau perawat pelaksana setiap berganti shift dinas.

Observasi: Pada saat mahasiswa melakukan observasi, kegiatan pre


dan post conference sudah dilakukan diruangan, setiap kali berakhir
kegiatan operan/serah terima, kegiatan merumuskan perencanaan
untuk kegiatan selanjutnya. Kemudian perawat diruangan melakukan
tindakan secara bersamaan apa saja tindakan tindak lanjut yang
disampai oleh shift sebelumnya dan didokumentasikan di buku
aplusan.

c. Motivasi
Berdasarkan hasil wawancara dengan kepala ruangan didapatkan
informasi bahwa peningkatan motivasi sebenarnya sudah dilakukan
baik secara langsung maupun tidak langsung, misalnya pemberian
insentif tiap bulan yang didasarkan pada keaktifan perawat.
Berdasarkan hasil observasi belum ada hasil peratuan secara tertulis
mengenai kegiatan motivasi yang dilakukan diruangan.

d. Pendelegasian
Wawancara: Ruang Ar-Rahman dalam melakukan pendelegasian
dilakukan antara Kepala ruangan kepada katim, katim kepada perawat
pelaksana yang dianggap kompeten.

Observasi : ada SOP pendelegasian yang disusun untuk ruangan

27
e. Supervisi
Pelaksanaan supervisi di ruang Ar-Rahman dilakukan oleh kepala
ruangan dan bisa juga dilakukan oleh ketua tim. Teknik supervisi
dilakukan secara langsung dan tidak langsung. Secara langsung kepala
ruangan atau ketua tim melakukan pengamatan langsung apa yang
terjadi dilapangan (ruangan) dan secara tidak langsung kepala ruangan
atau ketua tim menerima laporan secara lisan maupun tertulis apa yang
terjadi diruangan. Kepala Ruangan atau ketua tim yang melakukan
supervisi akan memberikan pengarahan, bimbingan, memotivasi,
mengobservasi dan mengevaluasi kegiatan diruangan. Biasanya kepala
ruangan akan berdiskusi dengan ketua tim dan anggota tim dalam
memecahkan masalah atau kekurangan yang ditemukan selama
supervisi.

f. Ronde Keperawatan
Di ruangan Ar-Rahman belum bisa dilaksanakan karena keterbatasan
waktu untuk melakukan pertemuan untuk membahas masalah klien.
Ronde keperawatan dilakukan apabila ada mahasiswa.

5. Fungsi Pengendalian (Controlling)


a. Indikator Mutu
Indikator mutu ruangan adalah Resiko Jatuh, flebitis, dan risiko
dekubitus. Pelaksanaan SKP dilakukan dengan edukasi dan jika terjadi
kesalahan identifikasi pasien maka dilaporkan kebagian pengendalian
mutu dan pada setiap bulannya. Akan tetapi pada saat observasi tidak
ada kejadian tersebut yang terjadi.
Tanggal Jumlah pasien terpasang Jumlah pasien %
infus flebitis

07 Mei 19 orang Tidak ada 0%


2019

08 Mei 27 orang Tidak ada 0%


2019

Tabel 3.1 kejadian flebitis diruang anak Ar-Rahman

Menurut Risky (2013) flebitis merupakan inplamasi vena yang


disebabkan oleh iritasi kimia atau mekanik. Kejadian flebitis menjadi
indikator mutu pelayanan minimal RS dengan standar kejadian <

28
1,5%. Berdasarkan data pada tabel di atas maka dapat dilihat bahwa
kejadian flebitis di ruang anak Ar-Rahman pada tanggal 07 Mei 2019
dan 08 Mei 2019 tidak ada terjadinya pasien flebitis karena dengan
hasil 0%.
Tanggal Jumlah pasien Jumlah pasien resiko jatuh %

07 Mei 19 orang 1 orang 5,2 %


2019

08 Mei 27 orang 2 orang 7,4%


2019

Tabel 3.2 kejadian resiko jatuh diruang anak Ar-Rahman

Berdasarkan data pada tabel di atas maka dapat dilihat bahwa kejadian
fresiko jatuh di ruang anak Ar-Rahman pada tanggal 07 Mei 2019 ada
1 orang (5,2%) dan 08 Mei 2019 ada 2 orang (7,4%) yang terjadinya
pasien resiko jatuh.

Jumlah pasien resiko


Tanggal Jumlah pasien %
dekubitus

07 Mei
19 orang Tidak ada 0%
2019

08 Mei
27 orang Tidak ada 0%
2019

Total 0%

Tabel 3.3 kejadian risiko dekubitus diruang anak Ar-Rahman

Berdasarkan standar dari Kemenkes RI Dirjen Bina Upaya Kesehatan


dalam kamus indikator kinerja rumah sakit dan balai 2017. Nilai
kejadian dekubitus untuk memenuhi standar adalah kurang dari 1,5%.

b. Audit Dokumentasi Keperawatan


Wawancara: Audit dokumentasi Ruangan dilakukan namun tidak
rutin

29
g. Survei Kepuasan pasien

a. Kepuasan pasien
Dari hasil wawancara didapatkan 14 orang pasien merasa puas
dengan pelayanan dan perawatan di Ruang Anak (Ar-Rahman),
hasil observasi pasien tidak ada keluhan dengan pelayanan dan
perawatan di ruang Anak. Dengan hasil kuesioner didapatkan hasil
kepuasan pasien adalah puas dengan skor nilai 85.5%.Kepuasan
perawat.
b. Kepuasan Perawat
Berdasarkan hasil kuesioner pada tanggal 7 mei 2019 diapatkan
hasil yang menyatakan Sangat Puas sebanyak 18,4%, Puas 61,5 %,
Cukup Puas 17,1 %, Tidak Puas 2,9%, dan Sangat Tidak Puas
0%.

h. Survey Masalah
Dari hasil wawancara didapatkan bahwa perawat yang tidak
memperkenalkan diri terhadap pasien dan keluarganya selama
bertugas diruang Anak, pasien dan keluarga meminta perawat lebih
meningkatkan BHSP (Bina Hubungan saling percaya) terhadap pasien.
Dengan hasil kuisioner didapatkan klien merasa kurang puas dengan
skor nilai 14.5% pada pertanyaan 1,12,13 dan 21.

c. Output
Efisiensi ruang rawat (BOR, LOS,BTO, TOI)
Jumlah bulan Periode(H) Tempat tidur Lama hari rawat
Pebruari 28 hari 34 728
Maret 31 hari 34 806
April 30 hari 34 780
Total 89 hari 34 2312

Bulan Jumlah pasien Pasien meninggal


Februari 41 Tidak ada
Maret 38 1 orang
April 36 1 orang
Jumlah 115 2 orang

30
3.5.1.1 BOR
BOR (Bed Oucupancy Rate)
x 100%

2312
𝐵𝑂𝑅 = 34𝑥89 𝑥100%

𝐵𝑂𝑅 = 76,40%
Tahun 2019 BOR = 76,40%
Dari hasil perhitungan BOR di ruang Anak Ar-Rahman selama 3
bulan (Februari-April) 2019 didapatkan hasil 76.40%. Standar ideal
menurut Depkes 2005 yaitu 60-85% sehingga hasil perhitungan BOR
diruang Anak Ar-Rahman memasuki standar ideal.

3.5.1.2 ALOS
ALOS (Average Leng Of Stay)

2312
𝐴𝐿𝑂𝑆 = 663

𝐴𝐿𝑂𝑆 = 3,48
Tahun 2019 ALOS = 3 Hari
Dari hasil perhitungan LOS (rata-rata lama rawat pasien) di ruang
Anak Ar-Rahman selama 3 bulan (Februari-April) 2019 didapatkan
hasil 3 hari. Standar ideal menurut Depkes 2005 yaitu 6-9 hari
sehingga hasil perhitungan ALOS diruang Anak Ar-Rahman tidak
memasuki standar ideal.

3.5.1.3 BTO
BTO (Bed Turn Over)

663
𝐵𝑇𝑂 = 34

𝐵𝑇𝑂 = 19,5 𝑎𝑡𝑎𝑢 20 𝑘𝑎𝑙𝑖


Tahun 2019 BTO = 20 Kali

31
Dari hasil perhitungan BTO di ruang Anak Ar-Rahman selama 3
bulan (Februari-April) 2019 didapatkan hasil BTO 20 kali. menurut
Depkes 2005 idealnya dalam satu tahun, satu tempat tidur rata-rata
dipakai 40-50 kali sehingga masih kurang dari nilai ideal.

3.5.1.4 TOI
TOI (Turn Over Intval)

(34𝑥89)−2312
𝑇𝑂𝐼 = 663
3026−2312
𝑇𝑂𝐼 = 663

𝑇𝑂𝐼 = 1,0 𝑎𝑡𝑎𝑢 1 ℎ𝑎𝑟𝑖

Tahun 2019 TOI = 1 Hari

TOI merupakan indikator yang memberikan gambaran tingkat


efesiensi penggunaan tempat tidur. Idealnya tempat tidur kosong
tidak terisi pada kisaran 1-3 hari (Depkes, 2005). Berdasarkan data
ruangan Ar-Rahman didapat nilai TOI 1 hari yang artinya ideal.

3.5.1.5 NDR
𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑝𝑎𝑠𝑖𝑒𝑛 𝑚𝑎𝑡𝑖>48𝑗𝑎𝑚
𝑁𝐷𝑅 = 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑝𝑎𝑠𝑖𝑒𝑛 𝑘𝑒𝑙𝑢𝑎𝑟 (ℎ𝑖𝑑𝑢𝑝+𝑚𝑎𝑡𝑖) 𝑥 1000/𝑚𝑖𝑙
2
𝑁𝐷𝑅 = 663 𝑥 1000 𝑝𝑒𝑟𝑚𝑖𝑙

𝑁𝐷𝑅 = 3,01 𝑝𝑒𝑟𝑚𝑖𝑙


Dari hasil perhitungan NDR (angkat kematian > 48 jam
setelah dirawat) di ruang Anak Ar-Rahman selama 3 bulan
(Februari-April) 2019 didapatkan hasil 3,01.

3.5.1.6 GDR
𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑝𝑎𝑠𝑖𝑒𝑛 (ℎ𝑖𝑑𝑢𝑝 𝑚𝑎𝑡𝑖) 𝑠𝑒𝑙𝑢𝑟𝑢ℎ𝑛𝑦𝑎
𝐺𝑂𝑅 = 𝑥 1000/𝑚𝑖𝑙
𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑝𝑎𝑠𝑖𝑒𝑛 𝑘𝑒𝑙𝑢𝑎𝑟
2
𝐺𝑂𝑅 = 663 𝑥 1000/𝑚𝑖𝑙

𝐺𝑂𝑅 = 3,01/𝑚

32
Dari hasil perhitungan GDR (angka kematian) di ruang Anak Ar-
Rahman selama 3 bulan (Februari-April) 2019 didapatkan hasil 3,01
permil.

1. Hasil Evaluasi penerapan SAK (Instrumen ABC)


a. Instrumen A
Rata-rata
No Apek yang dinilai Keterangan
Jumlah Presentase
1 Pengkajian keperawatan 35 87,5s% Baik
2 Diagnosa Keperawatan 30 100% Baik
3 Perencanaan Keperawatan 30 100% Baik
4 Tindakan Keperawatan 30 100% Baik
5 Evaluasi Keperawatan 20 100% Baik
6 Asuhan Kperawatan 47 94% Baik
Pencapaian Rata-rata 96,8%
Ket :
Buruk = 0% - 33%
Cukup Baik = 34% - 67%
Baik = 67% - 100%

Jadi dari data yang didapat dari hasil pengkajian studi dokumentasi penerapan
standar asuhan keperawatan diruang Ar-Rahman Rumah Sakit Umum Daerah
Ratu Zalecha dapat dikatakan baik dengan pencapaian rata-rata 96,8%.

1) Hasil Evaluasi Penerapan Standar Asuhan Keperawatan (Instrumen A)


Fungsi Perencanaan
Selalu Sering Kadang- Jarang
No Aspek yang dinilai
kadang
Dalam melaksanakan tugas, saya
2 15 2
1 sesuaikan dengan visi dan misi Rumah 0
(10,52%) (78,94%) (10,52%)
Sakit
Dalam melakuka asuhan keperawatan saya
6 13
2 berpedoman pada standart asuhan 0 0
(31,57%) (68,42%)
keperawatan (SAK)
Dalam melaksanakan prosedur
5 14
3 keperawatan saya berpedoman pada 0 0
(26,31%) (73,68%)
standart operasional prosedur (SOP)
Dalam bekerja saya berdasarkan peraturan 2 17
4 0 0
yang ada di rumah sakit (10,52%) (89,47%)
Saya berusaha konsisten dalam bekerja
6 13
5. dengan mengikuti standart kinerja di 0 0
(31,57%) (68,42%)
rumah sakit
Total 21 72 2 0
Persentase 22,1% 75,8% 2,1%

33
Berdasarkan hasil instrument studi dokumentasi penerapan standar asuhan
keperawatan pada bagian perencanaan didapatkan bahwa 22,1% selalu
melakukan dokumentasi perencanaan, 75,8% sering melakukan dokumentasi
perencanaan dan sebesar 2,1% kadang-kadang melakukan dokumentasi
perencanaan keperawatan.

Fungsi Pengorganisasian
No Kadang-
Aspek yang dinilai Selalu Sering Jarang
kadang
Sistem pemberian asuhan keperawatan
1 7
1 yang digunakan di ruangan ini dengan 11(57,89%) 0%
(5,26%) (36,84%)
MPKP
Saya memahami struktur organisasi
yang ada di ruangan 11 8
2 0% 0%
(57,89%) (42,10%)

Dalam bekerja saya melakukan tugas 3 16


3 0% 0%
sesuai dengan uraian tugas yang (15,78%) (84,21%)
Jumlah tenaga keperawatan yang ada
1 11
4 diruangan telah sesuai dengan beban 7 (36,84%) 0%
(5,26%) (57,89%)
kerja
Pengaturan shif yang ada dalam
11
5. ruangan saya berdasarkan dari tingkat 0 8 (42,10%) 0%
(57,89%)
ketergantungan klien
Total 16 53 26 0
Persentase 16,8% 55,8% 27,4% 0%

Berdasarkan hasil instrument studi dokumentasi penerapan standar asuhan


keperawatan pada bagian fungsi pengorganisasian didapatkan bahwa 16,8%
selalu melakukan dokumentasi fungsi pengorganisasian, 55,8% sering
melakukan dokumentasi fungsi pengorganisasian dan sebesar 27,4% kadang-
kadang melakukan dokumentasi fungsi pengorganisasian keperawatan.

Pengaturan Staf
No Kadang-
Aspek yang dinilai Selalu Sering Jarang
kadang
1 Diruangan ini dilaksanakan orientasi 13 6
0 0%
staf pada setiap perawat yang baru (68,42%) (31,57%)
2 Pengaturan jadwal dinas diruangan
3 4 12
ini dilakukan dengan musyawarah 0%
(15,78%) (21,05%) (63,15%)
dan fleksibel
3 Perhitungan kebutuhan tenaga yang
2 16
digunakan oleh kepala ruangan ini 1 (5,26%) 0%
(10,52%) (84,21%)
sudah sesuai gambar
Total 18 26 13 0
Persentase 31,6% 45,6% 22,8% 0%

Berdasarkan hasil instrument studi dokumentasi penerapan standar asuhan


keperawatan pada bagian pengaturan staf didapatkan bahwa 31,6% selalu

34
melakukan dokumentasi pengaturan staf, 45,6% sering melakukan
dokumentasi pengaturan staf dan sebesar 22,8% kadang-kadang melakukan
dokumentasi pengorganisasian keperawatan.

Pengarahan

Kadang-
No Aspek yang dinilai Selalu Sering Jarang
kadang
Didalam bekerja saya tenang karena
2 11 6
1 setiap saat ada kegiatan supervise untk 0
(10,52%) (57,89%) (31,57%)
menunjukkan yang baik kepada kami
Saya tahu betul pekerjaan saya karena
17 2
2 setiap dinas ada program operan antar 0 0
(89,47%) (10,52%)
shift yang jelas
Saya tahu betul pekerjaan saya sebagai
perawat pelaksana karena sebelum
2 16 1
3 dinas ada preconfernt dari kpala tim 0
(10,52%) (84,21%) (5,26%)
untuk menjelaskan pekerjaan yang
akan kita lakukan
Saya mengetahui pekerjaan dengan
baik karena setiap hari ada program
2 16 1
4 post confernt dari kepala tim untuk 0
(10,52%) (84,21%) (5,26%)
menjelaskan evaluasi pekerjaan yang
kita lakukan
Ruangan melakukan kegiatan ronde
1
keperawatan diruangan untuk 18
5. 0% 0% (5,26%
menyelesaikan kasus kompleks (94,73%)
)
diruangan
Total 23 45 26 1
Persentase 24,2% 47,3% 27,3% 1,2%
Berdasarkan hasil instrument studi dokumentasi penerapan standar asuhan
keperawatan pada bagian pengarahan didapatkan bahwa 24,2% selalu
melakukan dokumentasi pengarahan, 47,3% sering melakukan dokumentasi
pengarahan dan sebesar 27,3% kadang-kadang melakukan dokumentasi
pengarahankeperawatan dan 1,2% jarang melakukan dokumentasi pengarahan.

Pengendalian

N Kadang-
Aspek yang dinilai Selalu Sering Jarang
o kadang
Tiap tiga buln sekali diruangan saya
dilakukan evaluasi terhadap kinerja
17
1 perawat diruangan masing-masing 1 (5,26%) 1 (5,26%) 0%
(89,47%)
yang dilakukan oleh ketua tim dan
perawat pelaksana
Tiap bulan diruangan saya dilakukan
2 16
2 audit mutu dengan cara menghitung 1 (5,26%) 0%
(10,52%) (84,21%)
BOR
Tiap bulan diruangan saya dilakukan
2 16
3 audit mutu dengan cara menghitung 1 (5,26%) 0%
(10,52%) (84,21%)
ALOS
Tiap bulan diruangan saya dilakukan
15 3
4 audit mutu dengan cara menghitung 1 (5,26%) 0%
(78,94%) (15,78%)
TOI

35
Tiap bulan diruangan saya dilakukan
15 4
5. audit mutu dengan cara menghitung 0% 0%
(78,94%) (21,05%)
kejadian infeksi nasokomial
Tiap bulan diruangan saya dilakukan
6 12
6 audit mutu dengan cara menghitung 1 (5,26%) 0%
(31,57%) (63,15%)
kejadian jatuh
Diruangan kami seluruh perawat 13 5
7 1 (5,26%) 0%
identifikasi pasien (68,42%) (26,31%)
Diruangan kami telah dilaksanakan
penggunaan komunikasi efektif 3 15
8 1 (5,26%) 0%
menggunakan SBAR saat pelaporan (15,78%) (78,94%)
via telepon dan timbang terima.
Di ruangan kami sudah dilakukan
17
9 pengelolaan obat high alert dengan 1 (5,26%) 1 (5,26%) 0%
(89,47%)
baik
Upaya memastikan Lokasi
16
Pembedahan pasien operasi Sign In, 2
10 0% 1 (5,26%) (84,21
Sign Out Time Out telah dilakukan (10.52%)
%)
diruangan kami.
Pelaksanaan Hand Hygiene five 3 16
11 0% 0%
moment sudah dilakukan dengan baik. (15,78%) (84,21%)
Total 64 72 57 16
Persentase 30,6% 34,4% 27,3% 7,7%

Berdasarkan hasil instrument studi dokumentasi penerapan standar asuhan


keperawatan pada bagian pengendalian didapatkan bahwa 30,6% selalu
melakukan dokumentasi pengendalian, 34,4% sering melakukan dokumentasi
pengendalian dan sebesar 27,3% kadang-kadang melakukan dokumentasi
pengendalian dan 7,7% jarang melakukan dokumentasi pengendalian

Instrumen A
Angka kepuasan pasien dari hasil kuesioner tanggal 7 Mei 2019
Jawaban
No Pertanyaan
Ya Tidak
1 Apakah perawat selalu memperkenalkan diri 12.5% 87.5%
2 Apakah perawat melarang anda/pengunjung merokok di ruangan 100% 0%
3 Apakah perawat selalu menanyakan bagaimana nafsu makan anda 100% 0%
Apakah perawat pernah menanyakan pantangan dalam hal makanan kepada
4 100% 0%
anda
Apakah perawat menanyakan atau memperhatikan berapa jumlah makanan
5 100% 0%
dan makanan yang anda habiskan
Apabila anda/keluarga anda tidak mampu makan sendiri apakah keluarga
6 87.5% 12.5%
membantu menyuapi
Pada saat anda/keluarga anda dipasang infuse, apakah perawat selalu
7 memeriksa cairan infuse/tetesannya dan area sekita pemasangan jarum 100% 0%
infuse
Apabila anda/keluarga anda mengalami kesulitan buang air besar apakah
8 perawat menganjurkan makan buah-buahan, sayuran, minum yang cukup 100% 0%
dan banyak bergerak

36
Pada saat perawat membantu anda/keluaga anda buang air besar/buang air
9 kecil, apakah perawat memasang sampiran/selimut, menutup pintu/jendela. 100% 0%
Mempersilahkan pengunjung keluar ruangan
Apakah ruangan tidur anda/keluarga anda selalu dijaga kebersihannya
10 100% 0%
dengan disapu/dipel setiap hari
Apakah lantai kamar mandi/wc selalu bersih, tidak licin, tidak berbau dan
11 100% 0%
cukup terang
Selama anda/keluarga anda belum mampu mandi dalam keadaan istirahat
12 12.5% 87.5%
total apakah dimandikan/diseka oleh keluarga
Apakah anda/keluarga anda dibantu oleh perawat jika tidak mampu
mengosok gigi, membersihkan mulut atau mengganti pakaian atau menyisir 12.5% 87.5%
13
rambut
14 Apakah alat tenun seperti seprei, selimut diganti setiap kotor 100% 0%
Apakah perawat memberikan penjelasan akibat dari kurang bergerak, atau
15 100% 0%
berbaring terlalu lama
Pada saat anda/keluarga anda masuk rumah sakit, apakah perawat
16 memberikan penjelasan tetang fasilitas yang tersedia dan cara 100% 0%
penggunaanya. Peraturan/tata tertib yang berlaku di rumah sakit
Selama anda/keluarga anda dalam perawatan apakah perawat memanggil
17 100% 0%
nama dengan benar
Selama anda/keluarga anda dalam perawatan apakah perawat mengawasi
18 100% 0%
keadaan anda secara teratur pada pagi sore maupun malam hari
Selama anda/keluarga anda dalam perawatan apakah perawat memberi
19 100% 0%
bantuan bila diperlukan.
20 Apakah perawat bersikap sopan, ramah 100% 0%
Apakah anda/keluarga anda mengetahui perawat yang bertanggung jawab
21 12.5% 87.5%
setiap kali pergantian dinas
Apakah perawat selalu memberi penjelasan sebelum melakukan tindakan
22 100% 0%
perawatan / pengobatan
Apakah perawat selalu bersedia mendengarkan dan memperhatikan setiap
23 100% 0%
keluhan anda/keluarga anda
Dalam hal memberikan obat apakah perawat membantu
24 100% 0%
menyiapkan/meminumkan obat
Selama anda/keluarga anda dirawat apakah diberikan penjelasan tentang
25 perawatan / pengobatan / pemeriksaan lanjutan setelah andakeluarga anda 100% 0%
diperbolehkan pulang
TOTAL 85.5% 14.5%
Keterangan : 80 % – 100 % = Puas, < 80 % = Kurang Puas
Berdasarkan hasil evaluasi melalui kuesioner yang telah dilakukan pada
tanggal 7 Mei 2019 dari 16 responden didapatkan kesimpulan bahwa pasien
merasa puas sebanyak 14 orang (85,5%), dan pasien kurang puas sebanyak 2
orang (14.5%). Pasien merasa puas pada item pertanyaan 2 – 11,14-20,22-25.

37
Survei Kepuasan Pasien :
Dari hasil kuesioner didapatkan 14 orang pasien merasa puas dengan
pelayanan dan perawatan di Ruang Anak (Ar-Rahman), hasil kuesioner
pasien tidak ada keluhan dengan pelayanan dan perawatan di ruang Anak.
Dengan hasil kuesioner didapatkan hasil kepuasan pasien adalah puas dengan
skor nilai 85.5%.

Instrumen B
Angka kepuasan perawat dari hasil kuesioner tanggal 7 Mei 2019
SP: Sangat Puas P:Puas CP: Cukup Puas TP:Tidak Puas STP: Sangat Tidak Puas

No Pertanyaan SP P CP TP STP
Jumlah gaji yang diterima dibandingkan
1 1 (15,7%) 16 (84,2%) 2(10,5%) 0% 0%
pekerjaan yang saudara lakukan
Sistem pengkajiaan yang dilakukan
2 1(15,7%) 18(94,7%) 0% 0% 0%
institusi tempat saudara bekerja
Jumlah gaji yang diterima dibandingkan
3 1(15,7%) 11(57,8%) 5(26,3%) 2(10,5%) 0%
pendidikan saudara
Pemberian insentif tambahan atas suatu 15(78,9
4 1(5,2%) 0% 3(15,7%) 0%
prestasi atau kerja ekstra %)
Tersedianya peralatan dan perlengkapan
5 1(5,2%) 13(68,4%) 4(21,0%) 1(5,2%) 0%
yang mendukung pekerjaan
Tersedianya fasilitas penunjang seperti
6 1(5,2%) 12(63,1%) 6(31,5%) 0% 0%
kamar mandi, kantin, parker
Kondisi ruangan kerja terutama berkaitan
7 dengan ventilasi udara, kebersihan dan 1(5,2%) 10(52,6%) 8(42% ) 0% 0%
kebisingan
Adanya jaminan atas kesehatan atau
8 1(5,2%) 10(52,6%) 5(26,3%) 3(15,7%) 0(%)
keselamatan kerja
Perhatian institusi rumah sakit terhadap
9 1(5,2%) 12(63,1%) 5(26,3%) 1(5,2%) 0%
saudara
Hubungan antara karyawan dalam
10 13(68,4%) 5(26,3%) 1(5,2%) 0% 0%
kelompok kerja
Kemampuan dalam bekerja sama antar
11 17(89%) 1(5,2%) 1(5,2%) 0% 0%
karyawan
Sikap teman-teman sekerja terhadap
12 15(78,9%) 4(21,0%) 0% 0% 0%
saudara
Kesesuaian antara pekerjaan dan latar
13 1(5,2%) 14(73,6%) 4(21,0%) 0% 0%
belakang pendidikan saudara

38
Kemampuan dalam menggunakan waktu
14 2(10,5%) 17(89%) 0% 0% 0%
bekerja dengan penugasan yang diberikan
Kemampuan supervise/pengawas dalam
15 2(10,5%) 16(84%) 1(5,2%) 0% 0%
membuat keputusan

16 Perlakuan atasan selama bekerja di sini 7(36,8%) 11(57,8%) 1(5,2%) 0% 0%

Kebebasan dalam melakukan suatu


17 metode sendiri dalam menyelesaikan 1(5,2%) 17(89%) 1(5,2%) 0% 0%
pekerjaan
Kesempatan untuk meningkatkan
18 kemampuan kerja melalui pelatihan atau 1(5,2%) 14(73,6%) 3(15,7%) 1(5,2%) 0%
pendidikan tambahan
Kesempatan untuk mendapatkan posisi
19 1(5,2%) 15(78,9%) 3(15,7%) 0% 0%
lebih tinggi
Kesempatan membuat suatu prestasi dan
20 1(5,2%) 18(94,7%) 0% 0% 0%
mendapatkan kenaikan pangkat

Total 70 234 65 11 0

Persentase 18,4% 61,5% 17,1% 2,9% 0%

Berdasarkan pengumpulan data kuesioner pada tanggal tanggal 07 Mei 2019


dari data pertanyaan instrumen B yang menyatakan Sangat Puas sebanyak
18,4%, Puas 61,5 %, Cukup Puas 17,1 %, Tidak Puas 2,9%, dan Sangat
Tidak Puas 0%.

Instrumen C SOP dari hasil kuesioner tanggal 7 Mei 2019


No. Judul SOP Kadang- Tidak Melakukan
kadang Melakukan

1. Pemasangan 9(47,3%) 0% 10(52,6%)


Infus

2. Nebulizer 0% 0% 19(100%)

3. Injeksi 0% 0% 19(100%)
Intravena

4. Pemberian 13(68,4) 0% 6(31,5%)


Oksigen

39
1. Sebanyak 10(52,6%) perawat yang melakukan pemasangan infus sesuai
dengan SOP dan sebanyak 9(47,36 %) perawat kadang-kadang melakukan
pemasangan infus sesuai SOP
2. Seluruh perawat 19(100%) melakukan nebulizer sesuai SOP
3. Seluruh perawat 19(100%) melakukan injeksi intravena sesuai SOP
4. Sebanyak 13(68,4%) perawat kadang-kadang melakukan pemberian
oksigen sesuai dengan SOP dan 6(31, 57%) perawat melakukan pemberian
oksigen sesuai SOP
Keterangan :
Kadang-Kadang melakukan sesuai SOP :1
Tidak Melakukan sesuai SOP : 2
Melakukan sesuai SOP : 3

40