You are on page 1of 22

MAKALAH

HIMPUNAN, RELASI DAN FUNGSI DI SEKOLAH DASAR

OLEH KELOMPOK 4:

1. ENDRIQUE YOANNA GALE GAH


2. ERIN OLSENIA P. ULLU
3. NUR FITRIANI DJOU
4. PURWATI THEMONA ALELANG
5. TINI SUSANTI NESIMNASI

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS NUSA CENDANA

KUPANG

2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang memberikan kenikmatan pada
kami sehingga kami dapat menyelesaikan tugas tanpa ada hambatan apapun.

Taklupa ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam proses
penyelesaian makalah ini.

Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan dan keterbatasan pengetahuan


penulis dalam penyusunan makalah ini. Oleh karena itu kami mohon maaf atas segala
kekurangannya. Kritik, saran dan masukan dari berbagai pihak yang bersifat membangun
akan kamiterima dengan senang hati,kami berharapsemoga makalah ini dapat bermanfaat
bagi pembaca.

Kupang, November 2018

Penulis,

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................... i


DAFTAR ISI ............................................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN ......................................................................................... . 1
A. Latar Belakang ....................................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah .................................................................................................. 1
C. Tujuan Pembelajaran .............................................................................................. 1
BAB II PEMBAHASAN .......................................................................................... 2
A. Himpunan .......................................................................................................... 2
1. Pengertian .................................................................................................... 2
2. Notasi Himpunan ......................................................................................... 2
3. Macam-Macam Himpunan ........................................................................... 4
4. Operasi Pada Himpunan .............................................................................. 5
5. Hukum Aljabar Himpunan .......................................................................... 7
6. Contoh Himpunan ....................................................................................... 6
B. Relasi ................................................................................................................. 9
1. Pengertian .................................................................................................... 11
2. Sifat-sifat Relasi .......................................................................................... 12
3. Menyatakan Relasi ...................................................................................... 14
C. Fungsi ................................................................................................................ 15
1. Pengertian .................................................................................................... 15
2. Sifat-sifat Fungsi .......................................................................................... 16
BAB III PENUTUP ..................................................................................................... 16

A. Kesimpulan ......................................................................................................... 16
B. Saran ................................................................................................................... 16
DAFTAR PUSTAKA .................................................................................................. 17

iii
BAB 1

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi
modern, mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin dan memajukan daya pikir
manusia. Perkembangan pesat di bidang teknologi informasi dan komunikasi dewasa ini
dilandasi oleh perkembangan matematika di bidang teori bilangan, aljabar, analisis, teori
peluang dan matematika diskrit. Untuk menguasai dan mencipta teknologi di masa
depan diperlukan penguasaan matematika yang kuat sejak dini.
Mata pelajaran Matematika perlu diberikan kepada semua peserta didik mulai
dari sekolah dasar untuk membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir logis,
analitis, sistematis, kritis, dan kreatif, serta kemampuan bekerjasama. Kompetensi
tersebut diperlukan agar peserta didik dapat memiliki kemampuan memperoleh,
mengelola, dan memanfaatkan informasi untuk bertahan hidup pada keadaan yang selalu
berubah, tidak pasti, dan kompetitif.
Relasi digunakan untuk menyatakan suatu hubungan antara dua himpunan. Relasi
merupakan teori dasar dalam pembahasan matematika deskrit.
Fungsi atau yang sering disebut juga dengan pemetaan masih termasuk dalam
relasi. Suatu relasi disebut fungsi jika semua anggota himpunan daerah asal dipasangkan
tepat satu ke daerah kawannya.

B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa itu himpunan, relasi dan fungsi?
2. Berapa macam jenis himpunan?
3. Berapa macam sifat relasi?
4. Berapa macam sifat fungsi?

C. TUJUAN PENULISAN
1. Untuk mengetahui pengertian dari himpunan, relasi dan fungsi
2. Untuk mengetahui macam-macam jenis himpunan
3. Untuk mengetahui macam-macam sifat relasi
4. Untuk mengetahui macam-macam sifat fungsi

1
BAB II

PEMBAHASAN

A. HIMPUNAN
1. Pengertian Himpunan
Himpunan adalah kumpulan benda atau objek yang dapat di definisikan dengan jelas.
Himpunan matematika adalah dapat didefinisikan sebagai sebuah kumpulan dari beberapa objek
baik itu benda abstak maupun benda real (nyata) yang dapat didefinisikan dengan jelas. Artinya
benda-benda tersebut jelas adanya dan memiliki keterangan yang jelas.
Salah satu contoh himpunan adalah kumpulan mahasiswa jurusan ilmu pendidikan
PGSD UNIVERSITAS NUSA CENDANA atau kumpulan siswa kelas 6 SD OIPOI. Intinya
kumpulan tersebut didefinisikan dengan jelas. Berbeda dengan kumpulan anak yang berambut
gondrong atau kumpulan anak pandai, itu tidak bisa disebut himpunan, karena benda-benda
tersebut tidak didefinisikan dengan jelas dan tidak menunjuk pada objek tertentu yang jelas
keberadaannya.

2. Notasi Himpunan
Sebuah himpunan biasanya dinyatakan dengan symbol-simbol tertentu, biasanya sebuah
himpunan dinyatakan dengan huruf besar/capital seperti A,B,C,D,E, dst. Atau bisa juga ditandai
dengan adanya kurung kura wal, {…} sedangkan anggota dari himpunan tersebut biasanya
ditandai dengan menggunakan huruf alphabet kecil seperti a,b,c,d,e, dst. Untuk menyatakan
sebuah himpunan, ada 4 cara yang bisa dilakukan, yaitu :
1) Enumerasi
Enumerasi adalah cara menyatakan himpunan dengan menuliskan seluruh anggota
himpunan di dalam kurung kurawal. Setiap anggota didalamnya dipisahkan dengan tanda
koma. Misalnya : x = {s,a,p,i}

2) Simbol baku
Ada beberapa simbol tertentu yang sudah disepakati untuk menyatakan sebuah
himpunan. Sebagai contoh, simbol P biasanya digunakan untuk menyatakan himpunan
bilangan bulat positif, sedangkan huruf R digunakan untuk menyatakan sebuah himpunan
yang berisi bilangan rill.
3) Notasi pembentuk himpunan
Himpunan juga bisa dinyatakan dengan cara menulis cirri-ciri umum dari anggota yang
ada didalam himpunan tersebut. Misalnya : A = {x~x adalah himpunan bilangan rill }

2
4) Diagram Venn
Diagram venn adalah cara menyatakan sebuah himpunan dengan menggambarkannya
dalam bentuk garis. Masing-masing himpunan digambarkan dalam sebuah lingkaran dan
dilingkupi oleh himpunan semesta yang dinyatakan dalam bentuk persegi empat seperti pada
gambar berikut :

Selain diagram venn,ada juga diagram garis dan diagram cartess, berikut penjelasannya :

Diagram garis

Diagram diatas menyatakan bahwa A dan B merupakan Himpunan bagian dari C.

Diagram cartes

3. Macam-macam himpunan
Ada beberapa jenis himpun an yang dikenal didalam dunia matematika, yaitu :
1) Himpunan kosong
Himpunan kosong merupakan sebuah himpunan yang tidak ada anggota didalamnya,
biasanya jenis himpuna ini dituliskan dengan simbol o atau {}.

3
2) Himpunan semesta
Himpunan semesta adalah himpunan yang memuat atau mencakup keseluruhan anggota
yang sedang dibahas, biasanya himpunan ini ditandai dengan huruf S.
3) Himpunan bilangan
Himpunan bilangan terdiri dari :
Himpunan bilangan asli : N = {1,2,3,…}
Himpunan bilangan cacah : C = {0,1,2,3,…}
Himpunan bilangan bulat : Z = {…,-1, 0, 1,…}
Himpunan bilangan rasional : Q = {p/q : p, q E Z, q=0}
Himpunan bilangan real : R
4) Himpunan terhingga
Himpunan terhingga adalah himpunan yang jumlah anggotanya masih terhingga, meliputi
himpunan kosong dan himpunan yang memiliki n elemen.
Contohnya : X= { c, d, e, f }, Y = {}
5) Himpunan tak terhingga
Himpunan tak terhingga adalah himpunan yang jumlah anggotanya tidak terhingga.
Contonya himpunan bilangan ganjil atau genap,himpunan bilangan bulat,dsb.

4. Operasi Himpunan Matematika


Irisan

4
5. Sifat-Sifat Operasi Pada Himpunan Matematika
Sifat pengurangan

Sifat refleksif

Sifat komunitatif

5
6. CONTOH HIMPUNAN
1) Dari objek-objek berikut manakah yang dapat membentuk suatu himpuan ?. berikan
penjelasan.
a. Huruf vokal dalam abjab.
b. Bilangan prima ganjil kurang dari 10.
c. Kumpulan sepatu yang bagus.

Penyelesaian :
a. a, i, u, e, o adalah huruf vokal dalam abjad, sedangkan b, c, dan seterusnya bukan
huruf vokal dalam abjd. Jadi huruf vokal dalam abjd dapat membentuk himpunan,
yaitu himpunan huruf vokal dalam abjad.

b. Bilangan prima <10 adalah 2, 3, 5, dan 7. Sedangkan bilangan ganjil < 10 adalah, 3,
5, dan 7. Jadi, bilangan prima ganjil < 10 dapat membentuk himpunan, yaiu himpunan
bilangn prima ganjil < 10.

c. Kumpulan sepatu yang bagus. Menurut kamu sepatu yang kamu pakai iyu adalah
bagus., tapi buat temnmu belum tentu itu bagus. Penilaian tiap orang berbeda untuk
tiap sepatu yang bagus. Jadi kumpulan sepatu bagus tidk dapat membentuk suatu
himpunan.

2) Tuliskan himpunan-himpunan di bawah ini.

a. A adlah hhimpunan bilangan asli kurang dari 10.

b. M adalah nama-nama hari dalam seminggu.

Penyelesaian :
a. A= ( 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9 )

b. M = ( senin, selasa, rabu, kamis, jumat, sabtu, minggu )

3) Tulis dalam bentuk himmpunan kata-kata berikut.

a. Nusantara

b. Matematika

Penyelesaian :
a. ( N, U, S, A, T, R )

b. ( M, A, T, E, I, K )

Catatan : objek-objek paa himpunann tidak boleh di tulis ulang.

6
B. RELASI
1) Pengertian
Relasi adalah hubungan antara dua elemen dua himpunan. Relasi juga dikatakan
sebagai suatu aturan yang memasangkan anggota himpunan satu ke himpunan lain. Suatu
relasi dari himpunan A ke himpunan B pemasangan atau korespondensi dari anggota-
anggota himpunan A ke anggota-anggota himpunan B. relasi dari himpunan A ke
himpunan B adalah aturan yang memasangkan anggota himpunan A dan anggota
himpunan B dengan aturan tertentu.
Contoh :
Ada tiga anak mengatakan makanan kesukaan nya yaitu : Anis menyukai Bakso,
Rina menyukai sate dan Diko menyukai nasi padang.
Dari penyataan diatas terdapat Dua himpunan yaitu :
A= himpunan Anak { Anis,Rina,Diko}
B= himpunan makanan {Bakso,Sate,Nasi padang}

Relasi antara anggota himpunan A ke himpunan B yang mungkin adalah menyukai atau
menyenagi.

Dari contoh di atas, himpunan A disebut Domain (daerah asal) dan himpunan B
disebut kodomain (daerah kawan). Sementara itu menyukai disebut Relasi. Himpunan
anggota kodomain disebut Range (daerah hasil).

2) Metode Menyatakan Relasi


Relasi dapat dinyatakan dengan tiga cara, yaitu :
1. Dengan himpunan pasangan berurutan
2. Dengan diagram panah
3. Dengan diagram Cartesius
4. Dengan tabel
Contoh :
A= {Ari, Doni, Vita, Putri}
B= {IPS, Kesenian, Keterampilan, Olaraga, Matematika, IPA, Bahasa Inggris}
Relasi yang menghubungkan antara himpunan A dan Himpunan b adalah “pelajaran
yang disukai”
Keterangan : Ari suka IPS dan Kesenian, Doni suka Keterampilan dan Olaraga, Vita
suka IPA, dan Putri suka Matematika dan Bahasa Inggris.

7
Jawaban dengan menggunakan metode :
1. Dengan himpunan pasangan berurutan
Himpunan yang anggotanya semua pasangan berurutan (x,y) dinamakan himpunan
pasangan berurutan.
{(Ari, IPS), (Ari Kesenian),(Doni, Keterampilan), (Doni,Olaraga), (Vita, IPA),
(Putri, Bahasa Inggris)}
2. Dengan Diagram Panah
Langkah-langkah menyatakan relasi dengan diagram panah :
a. Membuat dua lingkaran atau elips
b. Untuk meletakan anggota himpunan A dan Anggota Himpunan Bx= A
diletakan pada lingkaran A dan y= B diletakan pada lingkaran B
c. X dan Y dihubungkan dengan anak Panah
d. Arah anak panah menujukan arah relasi
e. Anak panah tersebut mewakili aturan relasi
3. Dengan Diagram Cartesius
Pada diagram cartesius diperlukan dua salip sumbu yaitu : sumbu mendatar
(horizontal) dan sumbu tegak (vertical) yang berpotongan tegak lurus.
a. X= A diletakan pada sumbu mendatar
b. Y= B diletakan pada sumbu tegak
c. Pemasangan (x,y) ditandai dengan sebuah Noktah (titik) yang koordinatnya
ditulis sebagai pasangan berurutan x,y.

4. Tabel
NAMA MATA PELAJARAN
Ari IPS
Ari Kesenian
Doni Keterampilan
Doni Olaraga
Vita IPA
Putri Matematika
Putri Bahasa Inggris

8
3) Sifat-sifat Relasi
a. Relasi Refleksif (Bercermin)
Relasi disebut refleksif jika dan hanya jika untuk setiap x anggota semesta-nya, x
berelasi dengan dirinya sendiri. Jadi R Refleksif jika xRx.
Contoh :
Jika diketahui A={1,2,3,4} dan Relasi R ={(1,1),(2,2),(3,3),(4,4)} pada A, maka R
x∈A adalah refleksif, karena untuk setiap x∈A terdapat (x,x) pada R.
Perhatikan relasi pada himpunan = {1,2,3,4}berikut :
R1= {(1,1), (1,2),(1,4),(2,1),(2,2),(3,3),(4,1),(4,4)}
R2={(1,1),(1,2),(1,3),(1,4),(2,1),(2,2),(2,3),(2,4),(3,3),(3,4),(4,4)}
Relasi-relasi tersebut merupakan relasi refleksif karena memiliki elemen (1,1), (2,2),
(3,3), (4,4).
b. Relasi Irrefleksif
Relasi R pada A disebut Irrefleksif (anti refleksif) jika dan hanya jika setiap elemen
didalam tidak berelasi dengan dirinya sendiri. Jadi, irrefleksif jika xRx.
Contoh :
Diketahui himpunan B={a,b,c} dan relasi R= {(a,c),(b,c),(b,a)}.
Relasi R adalah Irrefleksif, karena (a,a),(b,b),(c,c) bukan Elemen.
Diketahui A={1,2,3,4} dan Relasi R= {(2,1), (3,2), (4,1), (4,2), (4,3)}. Relasi R
merupakan relasi Irrefleksif, karena tidak terdapat elemen (x,x), dimana x∈A.
c. Relasi Nonrefleksif
Relasi R pada a disebut Nonrefleksif jika dan hanya jika ada sekurang-kurangnya satu
elemen di dalam A yang tidak berelasi dengan dirinya.
Contoh :
Perhatikan relasi pada himpunan A= {1,2,3,}
R={(1,1), (1,2), (2,2),(2,3), (3,3)}
Relasi tersebut merupakan relasi non refleksif, karena ada (1,2), dan (2,3).
d. Relasi Simetri
Relasi R disebut simetri pada S jika dan hanya jika setiap dua anggota a dan b dari S
berlaku jika a berelasi R dengan b juga berelasi dengan a.
Secara simbolik:aRb → bRa.
Contoh :

9
1. Relasi R = {(a,b),(b,a),(a,c),(c,a)} dalam himpunan {a,b,c.}
2. Ani menyukai Budi, Budi menyukai Ani {(Ani, Budi), (Budi, Ani)}
e. Relasi Asimetri
Relasi R disebut asimetri pada S jika dan hanya jika setiap dua anggota a dan b dari S
berlaku: jika a berelasi R dengan b maka b tidak berelasi R dengan a. Secara simbolik:
R asimetri pada S jhj (∀a,b∈S) aRb → bRa.
Contoh :
1. Relasi R = {(a,b),(b,c),(c,a)} dalam himpunan {a,b,c}.
f. Relasi Nonsimetri
Relasi R disebut nonsimetri pada S jika dan hanya jika setiap dua anggota a dan b dari
S berlaku : a berelasi R dengan b tetapi b tidak berelasi R dengan a.
Perhatikan bahwa nonsimetri adalah negasi/lingkaran dari simetri.
Contoh:
1. Relasi R = {(a,b),(a,c),(c,a)} dalam himpunan {a,b,c}
g. Relasi Antisimetri
Relasi R disebut antisimetri pada S jika dan hanya jika setiap dua anggota a dan b dari
S berlaku: jika a berelasi R dengan b dan b berelasi R dengan a maka a=b.

Contoh:

1. A = keluarga himpunan.

Relasi “ himpunan bagian” adalah relasi yang antisimetris pada A, karena untuk
setiap dua himpunan x dan y, jika x y dan y x, maka x = y.

2. Relasi “kurang dari atau sama dengan (≤)” dalam himpunan bilangan real. Jadi,
relasi “kurang dari atau sama dengan (≤)” bersifat anti simetri, karena jika a ≤ b
dan b ≤ a berarti a = b.
3. Relasi “habis membagi” pada himpunan bilangan bulat asli N merupakan contoh
relasi yang tidak simetri karena jika a habis membagi b, b tidak habis membagia,
kecuali jika a = b. Sementara itu, relasi “habis membagi” merupakan relasi yang
antisimetri karena jika a habis membagi b dan b habis membagi a maka a = b.
h. Relasi Transitif

R adalah relasi pada A. R disebut relasi Transitif pada A jika dan hanya jika setiap 3
anggota himpunan A, (a,b,c ∈A) jika (a,b)∈R, dan (b,c)∈R maka (a,c)∈R (setiap tiga

10
anggota a,b,c dari A, jika a berelasi dengan b dan b berelasi dengan c maka a berelasi
dengan c).

Contoh:

1. Relasi R = {(a,b), (b,c), (a,c), (c,c) } dalam himpunan { a,b,c }.

i. Relasi Nontransitif
R adalah relasi pada A. R disebut relasi nontransitif pada A jika dan hanya jika ada tiga
anggota himpunan A, (a,b,c ∈ A) sedemikian hingga (a,b)∈ R , dan (b,c)∈ R dan
(a,c)∉ R (ada tiga anggota a,b,c dari A sedemikian hingga a berelasi dengan b dan b
berelasi dengan c dan a tidak berelasi dengan c)
Contoh:

R = {(1,2),(2,3),(3,4)} dalam himpunan { 1,2,3,4}

j. Relasi Intransitif

R adalah relasi pada himpunan A. R disebut relasi intransitif pada A jika dan hanya
(setiap tiga anggota a,b,c dari A, jika a berelasi dengan b dan b berelasi dengan c maka
a tidak berelasi dengan c).

Misal E = {1,2,3}, R = {(1,2),(2,3),(2,5),(3,4),(5,7)}

Relasi di atas intransitif karena :

(1,2)∈ R dan (2,3)∈ R, tetapi (1,3)∉ R

(1,2)∈ R dan (2,5)∈ R, tetapi (1,5)∉ R

(2,3)∈ R dan (3,4)∈ R, tetapi (2,4)∉ R

(2,5)∈ R dan (5,7)∈ R, tetapi (2,7)∉ R

4) Komposisi Relasi

Misalkan :

R adalah relasi dari himpunan A ke himpunan

T adalah relasi dari himpunan B ke himpunan C.

11
Komposisi R dan S, dinotasikan dengan T ο R, adalah relasi dari A ke C yang
didefinisikan oleh :

T ο R = {(a, c) | a ∈ A, c ∈ C, dan untuk suatu b ∈ B sehingga (a, b) ∈ R


dan(b, c) ∈ S }

Contoh komposisi relasi

Ø Misalkan, A = {a, b, c}, B = {2, 4, 6, 8} dan C = {s, t, u}

Ø Relasi dari A ke B didefinisikan oleh :

R = {(a, 2), (a, 6), (b, 4), (c, 4), (c, 6), (c, 8)}

Ø Relasi dari B ke C didefisikan oleh :

T = {(2, u), (4, s), (4, t), (6, t), (8, u)}

Ø Maka komposisi relasi R dan T adalah

T ο R = {(a, u), (a, t), (b, s), (b, t), (c, s), (c, t), (c, u)}

C. FUNGSI
1. PENGERTIAN
Fungsi f adalah suatu relasi yang menghubungkan setiap anggota x dalam
suatu himpunan yang disebut daerah asal (domain) dengan suatu nilai tunggal f(x)
dari suatu himpunan kedua yang disebut daerah kawan(kodomain).

Fungsi adalah bentuk khusus dari relasi. Sebuah relasi dikatakan fungsi jika
xRy, untuk setiap x anggota A memiliki tepat satu pasangan, y, anggota himpunan B
Kita dapat menuliskan f(a) = b, jika b merupakan unsur di B yang dikaitkan oleh f
untuk suatu a di A. Ini berarti bahwa jika f(a) = b dan f(a) = c maka b = c.
Jika f adalah fungsi dari himpunan A ke himpunan B, kita dapat menuliskan
dalam bentuk : f : A → B

2. Domain, Kodomain, Dan Range


·f:A→B
· A dinamakan daerah asal (domain) dari f dan B dinamakan daerah hasil
(codomain) dari f.

12
· Misalkan f(a) = b,
maka b dinamakan bayangan (image) dari a, dan a dinamakan pra-bayangan (pre-
image) dari b.
· Himpunan yang berisi semua nilai pemetaan f dinamakan jelajah (range) dari f.
3. Penulisan Fungsi
1) Himpunan pasangan terurut.
· Misalkan fungsi kuadrat pada himpunan {1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9,10} maka fungsi
itu dapat dituliskan dalam bentuk :
f = {(2, 4), (3, 9)}
2) Formula pengisian nilai (assignment)
· f(x) = x2 + 10,
· f(x) = 5x
4. Jenis-jenis Fungsi
1. Fungsi konstan (fungsi tetap) Suatu fungsi f : A → B ditentukan dengan rumus
f(x) disebut fungsi konstan apabila untuk setiap anggota domain fungsi selalu
berlaku f(x) = C, di mana C bilangan konstan. Untuk lebih jelasnya, pelajarilah
contoh soal berikut ini.
Diketahui f : R → R dengan rumus f(x) = 3 dengan daerah domain:
{x | –3 ≤ x < 2}.
Sehingga, gambar grafiknya.

2. Fungsi linear
Suatu fungsi f(x) disebut fungsi linear apabila fungsi itu ditentukan oleh f(x) =
ax + b, di mana a ≠ 0, a dan b bilangan konstan dan grafiknya berupa garis
lurus. Perhatikan contoh berikut.
Diketahui f(x) = 2x + 3, gambar grafiknya
3. Fungsi Kuadrat
Suatu fungsi f(x) disebut fungsi kuadrat apabila fungsi itu ditentukan oleh f(x) =
ax2 + bx + c, di mana a ≠ 0 dan a, b, dan c bilangan konstan dan grafiknya
berupa parabola.
Perhatikan contoh fungsi kuadrat berikut.
Fungsi f ditentukan oleh f(x) = x2 + 2x – 3, gambar grafiknya.
4. Fungsi identitas
Suatu fungsi f(x) disebut fungsi identitas apabila setiap anggota domain fungsi

13
berlaku f(x) = x atau setiap anggota domain fungsi dipetakan pada dirinya
sendiri. Grafik fungsi identitas berupa garis lurus yang melalui titik asal dan
semua titik absis maupun ordinatnya sama. Fungsi identitas ditentukan oleh f(x)
= x. Agar lebih memahami tentang fungsi identitas, pelajarilah contoh berikut
ini.
Fungsi pada R didefinisikan sebagai f(x) = x untuk setiap x.
a. Carilah f(–2), f(0), f(1), f(3).
b. Gambarlah grafiknya.
Penyelesaian:
a. Nilai f(–2), f(0), f(1), dan f(3).
f(x) = x
f(–2) = –2
f(0) = 0
f(1) = – 1
f(3) = 3
b. Gambar grafik.
5. Sifat-sifat Fungsi
1) Fungsi Injektif/satu-satu
· Fungsi satu-satu
· Fungsi f: A → B disebut fungsi satu-satu jika dan hanya jika untuk sembarang
a1 dan a2 dengan a1 tidak sama dengan a2 berlaku f(a1) tidak sama dengan
f(a2). Dengan kata lain, bila a1 = a2 maka f(a1) sama dengan f(a2).
2) Fungsi Surjektif/ onto
· Fungsi kepada
· Fungsi f: A → B disebut fungsi kepada jika dan hanya jika untuk sembarang b
dalam kodomain B terdapat paling tidak satu a dalam domain A sehingga
berlaku f(a) = b.
· Suatu kodomain fungsi surjektif sama dengan range-nya (semua kodomain
adalah peta dari domain).
3) Fungsi Bijektif/ korespondensi satu-satu
· Fungsi f: A → B disebut disebut fungsi bijektif jika dan hanya jika untuk
sembarang b dalam kodomain B terdapat tepat satu a dalam domain A sehingga
f(a) = b, dan tidak ada anggota A yang tidak terpetakan dalam B.

14
· Dengan kata lain, fungsi bijektif adalah fungsi injektif sekaligus fungsi
surjektif.

15
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Himpunan adalah kumpulan benda atau objek yang dapat di definisikan dengan
jelas. Himpunan matematika adalah dapat didefinisikan sebagai sebuah kumpulan dari
beberapa objek baik itu benda abstak maupun benda real (nyata) yang dapat didefinisikan
dengan jelas. Artinya benda-benda tersebut jelas adanya dan memiliki keterangan yang
jelas.
Relasi adalah sebuah hubungan antara dua himpunan. Perkalian kartesian dari
himpunan A dan B adalah himpunan yang elemennya semua pasangan terurut yang
mungkin terbentuk dengan komponen pertama dari himpunan A dan komponen kedua
dari himpunan B.
Untuk menyatakan relasi ada tiga metode, yaitu : dengan himpunan pasangan
berurutan, dengan diagram panah, diagram rumus.
Fungsi f adalah suatu relasi yang menghubungkan setiap anggota x dalam suatu
himpunan yang disebut daerah asal (domain) dengan suatu nilai tunggal f(x) dari suatu
himpunan kedua yang disebut daerah kawan(kodomain).

16
DAFTAR PUSTAKA

https://www.berpendidikan.com/search/label/Pelajaran%20Matematika?m=1 (diakses pada


hari rabu,12 september 2018. Jam 11.10)

https://www.materipendidikan.info/2017/09/materi-konsep-dasar-matematika-sd.html?m=1
(diakses pada hari rabu,12 september 2018. Jam 11.06)

www.berpendidikan.com/ (diakses pada hari sabtu,15 september 2018. Jam 07.52)

www.suryana900.wordpress.com/ (diakses pada hari rabu,12 september 2018. Jam 19.35)

17
SOAL OLIMPIADE

1. Disebuah kelas di lakukan pengambilan data. Dari data tersebut di peroleh :


13 siswa menyukai matematika
12 siswa menyukai fisika
8 siswa menyukai kimia
Jumlah siswa yang hanya menyukai kimia yaitu sama dengan setengah dari jumlah
siswa yang menyukai fisika dan sama dengan jumlah siswa yang hanya menyukai
fisika.
Selalu ada siswa yang menyukai dua mata pelajaran sekaligus dari mata pelajaran
yang ada tersebut. s
Berapakah jumlah siswa di kelas tersebut jika tidak ada siswa yang meyukai ketiga
mata pelajaran sekaligus ?

Jawab :

n(M) = 13
n(F) = 12
n(K) = 8
n(M ∩ F ∩ K) = 0

jumlah siswa yang hanya menyukai kimia adalah 6.


“ tidak ada siswa yang menyukai 3 mata pelajaran sekaligus “. Karena yang menyukai
kimia ada 8 siswa. Maka ada 2 siswa yang menyukai kimia dan salah satu mata
pelajaran lain. Selalu ada siswa yang menyukai 2 mata pelajaran sekaligus.
Sehingga 1 siswa menyukai matematika dan kimia dan 1 siswa menyukai fisika dan
kimia.
n(M ∪ K) = 1
n(F ∪ K) = 1
kemudian dapat ditemukan ,
n(F ∪ M) = 5
di dapatkan dari ( 12 – 6 – 1 )
n( M ∪ F ∪ K ) = n(M) + n(F) + n(K) – n(M ∪ K) – n (M ∪ F ) – n (F ∪ K)

18
n(M ∪ F ∪ K) = 13 + 12 + 8 – 1 – 1 – 5
n(M ∪ F ∪ K) = 26
jadi jumlah siswa di dalam kelas tersebut adalah 26 siswa.

2. Perhatikan diagram panah berikut !


C D

1 1

2 3

3 5

Relasi yang mungkin dari himpunan C ke himpunan D adalah ....

A. Faktor dari
B. Kelipatan dari
C. Lebih dari
D. Kurang dari

Jawab:

Relasi yang mungkin dari diagram di atas adalah “kurang dari” , karena

1 kurang dari 3 dan 5

2 kurang dari 3 dan 5

3 kurang dari 5

Jadi jawaban yang tepat adalah D

3. Diketahui f(

19