You are on page 1of 8

PERBEDAAN- PERBEDAAN GENUS-GENUS DARI VIBRIONACEAE

No. Nama-nama genus TCBS SS Inositol D-Nase Nitrite Vibriostatica Keterangan


1. Vibrio + - - + + S S = sensitive
2. Aeromonas V + - + + R R = resistent
3. Plesiomonas - + + - - S V = variable

BIOKIMIA AEROMONAS SP. DAN PLESIOMONAS SP.

No. Media / Test A. A. A. A. A. P. Keterangan


hydrophila caviae sobria veronii schubertii shigeloides
1. Gas dari + - + + - - V=
glucose variabel
(+) =
posotif
lambat
2. Mannitol + + + + - -
3. Saccharose + + + + - -
4. Hydrogen - - - - - -
sulfida
5. Oxidase + + + + + +
6. ONPG + + + + + +
7. Malonate - - - - - -
broth
8. Indole + + + + - +
9. Motility + + + + + +
10. Simmon’s V V V V V -
citrate
11. Voges + - + + - -
proskauer
12. Aesculine + + - + - -
hydrolysis
13. Lysine + - + + + +
decarboxylase
14. Ornithine - - - + - +
decarboxylase
15. Arginine + + + - + +
dihydrolysa
16. Urease - - - - - -
17. haemolysis + - + + (+) -
GENUS : CAMPYLOBACTER

MORPHOLOGI

Gram (-) batang, tidak berspora, tidak berkapsul, bergerak aktif, dengan flagella polair, sukar
menyerap zat Gram. Cultur muda umur kurang 24 jam bentuknya polymorph, ada yang pendek
bengkok seperti koma, ada yang berbentuk S, ada yang seperti spiral panjang. Pada cultur bentuknya
coccoid.

CULTUR DAN BIOKIMIA

Tumbuh mudah pada media biasa tanpa bahan pengawet, dengan suhu optimum 37-42oC, didalam
situasi microaerophiel sampai anaerob (5-6% oxygen, 10% carbon dioxcide, 84-85% nitrogen).

Blood agar plate : koloni sedang (ø1-2 mm), jernih, kuning kehijau-hijauan, keping,
smooth, haemolytis atau anhaemolytis.

Campylovacter Selective Agar : (anaaerob 48 jam) Koloni kecil-kecil – sedang, jernih, tidak
berwarna, smooth, mengkilat, haemolytis atau anhaemolytis.

Mac Conkey Agar Plate :koloni kecil-kecil, jernih/ tidak berwarna. Keping, smooth.

TCBS agar plate : kalau tumbuh koloninya kecil-sedang, kuning, keruh, smooth,
sedikit cembung.

SS Agar plate : tidak tumbuh.

Sifat-sifat biokimia :

Nutrient agar : koloni smooth, keping, mengkilat

Tsi agar : lereng : merah

dasar : kuning

Simmedium : sulfur : negatif

Indol : negatif

Motility : aktif

Simmon’s citrate : negatif

Fermentasi glucose : positif

Fermentasi lactosa : negatif

Fermentasi mannitol : positif

Fermentasi maltose : positif

Fermentasi sucrose : positif

Oxidase test : positif

PATHOGENITAS
Campylobacter dapat menimbulkan penyakit gastrointeritis. Bacterinya dapat diketemukan didalam
darah, faeces, milk, dan air.

ISOLASI DAN DIAGNOSE

Apabila selama 4 jam setelah specimen diambil belum dapat dikerjakan, sebaiknya dimasukan dahulu
ke dalam transport media Carry dan Blair, dapat tahan 2 minggu pada suhu 4oC. Transport media
untuk Shigella tidak dapat digunakan karena bersifat toxic untuk Campylobacter.

Hari I :

- Specimen ditanam pada Campylobacter Blood Agar Plate, Blood Agar Plate, Mac Conkey
Agar Plate secara langsung, usahakan, supaya koloni yang tumbuh dapat terpisah-pisah.
- Masuk anaerobic jar, dibuat anaerob, kemudian anaerobic jar beserta isinya dimasukkan ke
dalam inkubator 37oC 24-48 jam.

Hari II :

- Koloni yang tersangka dari media isolasi disubcultur pada Nutrient agar, TSI agar, SIM
medium dan Simmon’s citrate agar.
- Masuk inkubator 37oC 24 jam.
Hari III :

- Dari subcultur dikerjakan oxidase test. Kalau negatif tidak dilanjutkan (dibuang), klau positif
dilanjutkan ditanam pada media gula-gula dan media in=dentifikasi sert a dilakukan test-test
kimia t=yang diperlukan.
- Masuk inkubator 37oC 24 jam.

Hari ke IV:

- Dibaca dan dicatat pertumbuhan pada media gula dan media identifikasi serta test-test kimia
yang dilakukan.
- Kemudian dicocokkan dengan tabel utnuk menentukan diagnosanya.

PERBEDAAN SPECIES-SPECIES CAMPYLOBACTER


No Microorganis CA NO H2 HI UR 25O 42O N.A CE keteranga
. me T 3 S P E C C PH n
1. C. fetus + + - - - + - R S CAT =
catalase
2. C. jejuni + + - + - - + S R HIP =
hipurate
3. C. coli + + - - - - + S R URE
=urease
4. C. laridis + + - - - - + R R N.A
=nalidixic
acid
5. C. + + + - - (+) + R S CEPH
hyointestinalis =cephalot
hina
6. C. faecalis + + + - - - + R S R
=resisten
7. C. sputorum - + (+) - - - + R/S S S
=sensitive
8. C. + + - - + - b? R (+) =
cryaerophila umunya +
tetapi ada
yang -
9. C. nitrofigilis + + ? - + + - S S B? =beda
reaksi
10. C.mucosalis - + + - - - + R S
11. C.concisus - + + - - - + R R
12. C.pylori + B? - - + - + R S
SPECIES : YERSINIA ENTEROCOLITIA

MORPHOLOGI
Gram (-) batang, oval, coccobacil, tidak berspora, tidak berkapsul dan tidak bergerak.

CULTUR DAN BIOKIMIA


Tumbuhnya lambat,lebih-lebih didalam media yang mengandung bahan penghambat. Suhu optimum
30 - 37ºC.
Pada subculture kadang-kadang dijumpai koloni yang rough.
Blood agar plate : koloni kecil-kecil, jernih, abu-abu, keping, smooth, anhaemolytis.
Lebih jelas setelah umur 48 jam.
Mac Conkey agar plate : koloni kecil-kecil, tidak berwarna, keping, smooth, non-lactose
fermented.
Lebih jelas setelah umur 48 jam.
SS agar plate : koloni kecil-kecil,keping, jernih, tidak berwarna, non-lactose
fermented, smooth.
Yersinia selective agar plate : koloni kecil-kecil, ø 1-2 mm, smooth, merah-merah tua, dilingkari
oleh zone transparan,keruh.
TCBS agar plate : tidak tumbuh.
Test-test kimia dan biokimia yang menunjukkan hasil positif :
Motility 37ºC, Phenilaianine deaminase, Citrate, Gelatinase, Malonate, Acetate, sulfur, arginine, lysin
dan fermentasi lactose.
Test-test kimia dan biokimia yang menunjukkan hasil variabel :
Indole, ornithine decarboxylase, aesculine dihydrolysa dan fermentasi sucrose.

PATHOGENITAS
Yersinia enterocolitica menimbulkan penyakit gastroenteritis. Kadang-kadang juga dapat
menimbulkan bacteriaemia dan abscec pada organ dalam, terutama pada orang yang dalam keadaan
lemah. Bacterinya dapat diketemukan didalam darah, feses dan pus dari absces.

ISOLASI DAN DIAGNOSA YERSINIA YANG BERASAL DARI FAECES /STOOL


Hari I :
- Specimen ditanam pada isolasi media Blood agar plate, SS agar plate, Mac Conkey agar plate dan
Yersinia selective agar plate.
- Masuk inkubator 37ºC 24-48 jam.
Hari II :
- Koloni yang tersangka dari media isolasi disubculture pada Nutrient agar, TSI agar, SIM dan
Simmon’s citrate agar.
- Masuk inkubator 37ºC 24-48 jam.

Hari III :
- Dari subculture ditanam pada media gula-gula lengkap, dan juga dikerjakan test-test kimia yang
diperlukan.
- Masuk inkubator 37ºC 24-48 jam.

Hari IV :
- Dibaca dan dicatat pertumbuhan pada media gula dan test kimia yang dikerjakan, dicocokkan
dengan sifat-sifat Yersinia untuk menentukan diagnosanya.
GENUS : YERSINIA

SPESIES : YERSINIA PESTIS

MORPHOLOGI

Gram (-) batang pendek, atau bulat telur, (0.5 – 1) x (1 – 2) micrometer, tidak bergerak, tidak
berspora, tidak berkapsul, bipolar/tidak.

CULTUR DAN BIOKIMIA

Tumbuhnya aerob, lambat, tidak subur, suhu optimum 27 – 28oC , apabila ditanam pada media cair
yang cocok dan sudah berumur lebih 2 hari, membentuk selaput halus dengan stalactites dan endapan.

Blood agar plate : 37oC 24 jam

Koloni kecil – kecil, abu – abu putih,


smooth, tepinya bergelombang, sedikit
cembung, anhaemolytis.

Mac Conkey agar plate : RoT 2 x 24 jam

Koloni kecil – kecil, jernih, tidak berwarna atau


sedikit rose, smooth dan keping.

Heart Infusion agar plate : 37oC 24 jam

Koloni kecil – kecil, jernih, tidak berwarna,


smooth, ada yang tepinya bergelombang,
sedikit cembung.

Desoxycholate Citrate agar plate : ROT 2 x 24 jam

Koloni kecil sekali, kemerah – merahan, pusat


koloni lebih merah, smooth.

Sifat – sifat biokimianya :

Bacterinya dapat dilysis oleh bacteriophage terhadap bacteri pest (Phage test : positif).

Nutrient agar : tumbuh kecil – kecil, smooth.

TSI agar : lereng alcalis, dasar asam.


Test – test yang menunjukkan hasil positif :

Catalase, Methyl Red, fermentasi glucose, mannitol, maltose, arabinose, amygdaline.

Test – test yang menunjukkan hasil negatif :

Oxidase, Sulfur, Indole, Motility, Simmon’s citrate, Urease, Voges, Proskeauer, Ornithine, Lysin,
Arginine, Phenylalanine deaminase, gelatinase, Fermentasi lactose, sucrose, rhamnose, raffinose,
sorbitol, inositol.

Test – test yang menunjukkan hasil variable :

ONPG, hydrolysa aesculine, reduksi nitrate, fermentasi melibiose.

PATHOGENITAS

Yersinia pestis adalah pathogen untuk orang dan binatang, menimbulkan penyakit pest.

Bacterinya dapat diketemukan di dalam darah, sputum, jaringan tubuh, pus bobo.

ISOLASI DAN DIAGNOSA

Hari I :

- Specimen dibuat praeparat, dicat Wayson dicari adanya batang bipolair.

- Specimen ditanam pada media isolasi Blood agar plate, Mac Conkey agar plate,
Desoxycholate citrate agar plate dan Heart Infusion agar plate.

- Masuk inkubator 37oC 48 jam atau RoT 48 jam.

Hari II :

- Koloni yang tersangka dari BAP, MC, DCA dan HI agar diambil, dikerjakan phage test.

- Masuk inkubator 37oC 24 jam.

Hari III :

- Apabila phage test positif, koloni di sekitar lysis diambil dikerjakan pengecatan Gram, test – test
kimia dan biokimia.

- Apabila phage test negatif, tidak dilanjutkan yang berarti bukan Yersinia pestis.
- Masuk inkubator 37oC 24 jam.

Hari IV :

- Dibaca dan dicatat hasil pengecatan Gram, test – test kimia dan biokimia.

- Kemudian dikerjakan slide agglutinasi dengan serum anti Yersinia pestis.

- Cocokkan/bandingkan dengan sifat – sifat Yersinia pestis untuk menentukan diagnosanya.