You are on page 1of 8

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Rancangan Penelitian

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif

dengan dengan pendekatan studi kasus (case study) yang bertujuan untuk

mengetahui pengaruh senam nifas sebagai upaya mempercepat proses

involusi uterus pada ibu postpartum. Studi kasus merupakan suatu proses

untuk memahami, menelaah, menjelaskan, da menguji secara komprehensif,

intensif dan rinci tentang sesuatu ( latar alamiah sesuai konteksnya, satu orang

subyek, tempat penyimpanan dokumen atau suatu peristiwa tertentu dan

sebagainya (Wayan S, 2018).

B. Sampel Penelitian

Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki populasi

(Sugiyono,2011). Penelitian ini menggunakan metode pra eksperimen dengan

posttest only with control group design. Responden pada kelompok

eksperimen tidak dilakukan observasi sebelum perlakuan, obeservasi

dilakuakan setelah perlakuan. Responden pada kelompok kontrol tidak

dilakukan perlakuan, hanya observasi. Teknik pengambilan sample pada

penelitian ini menggunakan non probability sampling yaitu accidental

sampling yang merupakan cara penetapan sample dengan mencari subjek

yang kebetulan ditemuidan memenuhi kriteria penelitian (Kusumastuti, 2010)


C. Deskripsi Kasus

Ibu post partum yang dirawat di rumah sakit akan di lakukan senam nifas,

untuk mengetahui apakah senam nifas dapat mempercepat proses involusi

uterus pada ibu post partum. Apakah ada perbedaan antara ibu post partum

yang melakukan senam nifas dengan yang tidak melakukan senam nifas.

D. Variabel Penelitian

1. Variabel bebas

Variabel bebas pada penelitian ini yaitu perlakuan ibu postpartum

yang melakuakan senam nifas

2. Variabel terikst

Variabel terikat pada penelitian ini yaitu kecepatan proses involusi

uterus pada ibu postpartum.

E. Tempat dan Waktu Penelitian

1. Tempat penelitian

Tempat penelitian ini dilaksanakan di ruang Dewi Kunti RSUD

K.R.M.T Wongsonegoro.

2. Waktu penelitian

Waktu pelaksanaan penelitian ini 17-22 Juni 2019.

F. Instrumen Penelitian

Instrumen yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah lembar

observasi dan pita centimeter untuk melakukan pengukuran tinggi fundus

uteri pada ibu nifas. Adapun prosedur pengukuran tinggi fundus uteri

menurut Ladewig (2009) :


1. Persiapan alat :

a. Sebuah bantal

b. Matras atau kasur

c. Pita centimeter

2. Persiapan dan Pemeriksaaan Pasien :

a. Ibu diminta untuk berkemih.

b. Posisikan ibu datar di tempat tidur dengan kepala diletakkan pada

posisi yang nyaman dengan sebuah bantal, karena posisi terlentang

mencegah terjadinya kesalahan pengkajian pada tinggi fundus.

c. Tentukan kekerasan dan konsistensi uterus.

d. Ukur tinggi fundus uteri dengan menggunakan pita centimeter.

e. Catat hasil pengukuran.

G. Definisi Operasional

Definisi operasional ditentukan berdasarkan parameter yang dijadikan

ukuran dalam penelitian. Sedangkan cara pengukuran merupakan cara dimana

variabel dapat diukur dan ditentukan karakteristiknya.


3.1 Definisi Operasional Variabel

No Variabel Definisi Operasional Alat Ukur Skala Data Kategori

1. Senam Latihan pada otot otot - Nominal 1. Mengikuti


dasar panggul dan
Nifas (Kategori) 2. Tidak
perut yang dilakukan
mengikuti
pada masa nifas untuk
memulihkan kondisi
ibu yang dilakukan
secara bertahap pagi
atau sore hari selama
enam hari
2. Kecepatan Tanda involusi uterus Metlin (pita Rasio Satuan centimeter
yang diukur dari tepi
Involusi centimeter)
atas simpisis sampai
batas akhir dari fundus

H. Teknik Pengumpulan Data

Cara pengambilan data pada penelitian ini adalah langsung dari responden

(data primer) dengan cara melakukan observasi secara langsung dalam

pelaksanaan senam nifas maupun pengukuran tinggi fundus uteri ke pasien.

I. Pengolahan Data

Pengolahan data pada peneliti ini melalui tahap-tahap sebagai berikut:

a. Editing (memeriksa data)

Lembar observasi diisi oleh peneliti dan enumerator saat

pengambilan data. Lembar observasi yang diperoleh dikumpulkan dan

diperiksa kembali oleh peneliti. Data yang telah terkumpul kemudian


disesuiakan dengan jumlah responden yang telah dijadikan sampel

penelitian. Hasil editing didapatkan semua data tersebut terisi lengkap dan

benar.

b. Coding (mengkode data)

Peneliti memberikan kode numerik (angka) terhadap data yang

diperoleh dari penelitian yang terdiri atas beberapa kategori yaitu yang

termasuk dalam karakteristik setiap responden untuk mempermudah

proses pengolahan dan analisis data. Karakteristik responden meliputi usia

diberikan coding 1 jika usia responden 35 tahun. Paritas diberikan coding

1 jika responden merupakan primipara dan 2 jika responden merupakan

multipara. Pendidikan diberikan coding 1 jika responden merupakan

lulusan SD, 2 jika lulusan SMP, 3 jika lulusan SMA/SMK, dan 4 jika

lulusan PT. Pekerjaan diberikan coding 1 jika responden sebagai IRT dan

2 jika sebagai karyawan.

c. Entry Data (memasukan data)

Proses Entry Data ini merupakan proses pemasukan data yaitu kode

responden dan tinggi fundus uteri yang telah diukur baik pada kelompok

eksperimen sebelum dan sesudah diberi perlakuan senam nifas maupun

kelompok kontrol yang tidak diberi perlakuan senam nifas dimasukkan ke

dalam komputer untuk dilakukan analisis.

d. Tabulating (menyusun data)

Proses tabulasi pada penelitian ini menggunakan tabel dan analisis

datanya menggunakan perhitungan komputerisasi.


J. Analisa Data

a. Analisis univariat

Pada tahap ini, peneliti menjelaskan karakteristik setiap data yang

berkaitan dengan variabel penelitian, antara lain distribusi usia responden,

paritas responden, pendidikan responden, serta pekerjaan responden.

Analisis ini hanya menghasilkan distribusi frekuensi dan persentase dari

tiap data tersebut. Rumus untuk menggambarkan distribusi frekuensi dan

persentase yaitu :

F
P= X 100%
N
Keterangan:

P= persentase

F= frekuensi (jumlah)

N= jumlah total frekuensi

b. Analisis bivariat

Analisis ini untuk mengetahui pengaruh senam nifas terhadap

penurunan tinggi fundus uteri. Variabel yang dihubungkan dalam

penelitian ini adalah senam nifas (kategorik) dan penurunan tinggi fundus

uteri (numerik). Jenis hipotesisnya adalah komparatif dan masalah skala

pengukuran numerik (nominal dan rasio) kemudian dilakukan uji

normalitas data untuk mengetahui data tersebut berdistribusi normal atau

tidak dengan menggunakan uji Statistik nonparametrik yaitu uji Mann-

Whitney, jika diperoleh nilai p>0,05, maka data tersebut berdistribusi


normal sehingga syarat uji parametrik terpenuhi dan jika yang diperoleh

nilai p<0,05, maka data tersebut tidak berdidtribusi normal sehingga

syarat uji parametrik tidak terpenuhi dan menggunakan uji alternative.

Pada penelitian ini terdapat dua kelompok, yaitu kelompok

eksperimen dan kelompok kontrol. Langkah pertama yaitu menguji

kelompok pretest baik kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen

untuk mengetahui penurunan tinggi fundus uteri awal pada kedua

kelompok pretest tersebut agar data dari hasil pengukuran tinggi fundus

uteri dalam penelitian ini dapat dimulai dari hasil yang sama dengan hasil

data yang bernilai tidak signifikan menggunakan uji independent sample

t-test (uji parametrik) jika memenuhi syarat, yaitu data berdistribusi

normal (p>0,05) karena data tersebut tidak berpasangan. Jika tidak

memnuhi syarat, maka digunakan uji alternatifnya, yaitu uji Mann

Whitney (uji non parametrik). Jika nilai signifikansi yang diperoleh lebih

dari 0,05 (p>0,05) menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan hasil

pretest yang bermakna antara kelompok eksperimen dan kelompok

kontrol, artinya penelitian ini dimulai dalam keadaan awal yang sama.

Langkah kedua menguji hasil pretest dan posttest baik pada

kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol menggunakan uji paired

sample t-test (uji parametrik) jika memenuhi syarat, yaitu data

berdistribusi normal (p>0,05) karena kelompok data tersebut adalah

berpasangan. Jika tidak memenuhi syarat, makadigunakan uji

alternatifnya, yaitu uji Wilcoxon (uji nonparametrik). Jika


nilaisignifikansi yang diperoleh kurang dari 0,05 (p<0,05) menunjukkan

bahwa terdapatperbedaan yang bermakna antara hasil pretest dan posttest

padakelompokeksperimen maupun kelompok kontrol.

c. Langkah selanjutnya yaitu menguji hasil posttest antara kelompok

eksperimen dan kelompok kontrol menggunakan uji independent sample

t-test (uji parametrik) jika memenuhi syarat yaitu data berdistribusi

normal (p>0,05), karena kelompok data tersebut tidak berpasangan.

Namun, jika tidak memenuhi syara digunakan uji alternatifnya yaitu uji

Mann-Withney (uji nonparametrik). Jika nilai signifikansi yang diperoleh

kurang dari 0,05 (p0,05) menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan

yang bermakna antara hasil posttest kelompok eksperimen dan kelompok

kontrol, sehingga dapat dikatakan tidak terdapat pengaruh senam nifas

terhadap penurunan tinggi fundus uteri pada ibu nifas.