You are on page 1of 3

SURAT KEPUTUSAN DIREKTUR

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BAYUNG LENCIR


NOMOR : /KPTS/RSUD-BL/IV/2019

TENTANG
KEBIJAKAN PENGELOLAAN LIMBAH RUMAH SAKIT
KHUSUSNYA BENDA TAJAM

DIREKTUR RUMAH SAKIT

MENIMBANG : a. bahwa dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan Rumah


Sakit Umum Daerah Bayung Lencir, maka diperlukan
penyelenggaraan Kebijakan Pengelolaan Limbah Rumah Sakit
Khususnya Benda Tajam
b. bahwa agar pelayanan penyelenggaraan Kebijakan Asesmen
Pasien Terminal dapat terlaksana dengan baik, perlu adanya
kebijakan Kepala Rumah Sakit Umum Daerah Bayung Lencir
sebagai landasan bagi penyelenggaraan Kebijakan Pengelolaan
Limbah Rumah Sakit Khususnya Benda Tajam
c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam
a dan b, perlu ditetapkan dengan Keputusan Direktur Rumah
Sakit Umum Daerah Bayung Lencir
MENGINGAT : 1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 tahun 2009
tentang Rumah Sakit
2. Kepmenkes Nomer 1204/Menkes/SK/X/2004 tentang
Persaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit
3. Kepmenkes Nomer 875/SK/VIII/2001 tentang Penyususnan
Upaya Pengelolaan Lingkungan Dan Upaya Pemantauan
Lingkungan
4. Kepmenkes Nomer 876/Menkes/SK/VIII/2001 tentang
Pedoman Tehnis Analisa Dampak Kesehatan Lingkungan
5. Pedoman Sanitasi Rumah Sakit di Indonesia , Depke s , 2000
6. Pedoman pengendalian Infeksi Nosokomial Di RS, Depkes ,
2001
7. Pedoman Pelayanan Pusat Sterilisasi (CSSD) di RS, Depkes ,
2002
8. Pedoman manajemen Linnen dan RS, Depkes , 2004
9. Pedoman Pelaksanaan Kewaspadaan Universal Pelayanan
Kesehatan, Depkes, Cetakan II, 2005
10. Pedoman Instalasi Pusat Sterilisasi Di RS, Depkes, 2009
11. Peraturan Menteri Kesehatan Nomer 1691/2011 tentang
Keselamatan Pasien Rumah Sakit
12. Pedoman Manajerial Pencegahan Dan Pengendalian Infeksi di
RS Dan Fasilitas Kesehatan lainya, Depkes, 2007
13. Pedoman Pencegahan Dan Pengendalian Infekasi Di RS Dan
Falitas Kesehatan lainya, Depkes –Perdalin –JHPIEGO, 2007

M E M U T U S K AN
MENETAPKAN : SURAT KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT
TENTANG KEBIJAKAN PENGELOLAAN LIMBAH
RUMAH SAKIT KHUSUSNYA BENDA TAJAM DI RUMAH
SAKIT UMUM DAERAH BAYUNG LENCIR
Kesatu : Memberlakukan Kebijakan Pengelolaan Limbah Rumah Sakit
Khususnya Benda Tajam di Rumah Sakit Umum Daerah Bayung
Lencir sebagaimana terlampir dalam keputusan ini
Kedua : Kebijakan Pengelolaan Limbah Rumah Sakit Khususnya Benda
Tajam ini dimaksudkan sebagai acuan dalam pelaksanaan kegiatan
pelayanan pasien di Rumah Sakit Umum Daerah Bayung Lencir
Ketiga : Kebijakan Pengelolaan Limbah Rumah Sakit Khususnya Benda
Tajam ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari ketentuan
Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Bayung Lencir
Keempat : Hal-hal yang belum diatur atau belum cukup diatur dalam surat
keputusan ini akan diatur kemudian
Relima : Apabila di kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam surat
keputusan ini, akan diadakan pembetulan sebagaimana mestinya
Keenam : Surat keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan

Ditetapkan di Bayung Lencir


Pada tanggal, April 2019
Direktur RSUD Bayung Lencir,

dr. Diyanti Novitasari, MARS


NIP.19810313 201001 2 015

LAMPIRAN
KEPUTUSAN DIREKTUR RSUD BAYUNG LENCIR
NOMOR : /KPTS/RSUD-BL/IV/2019
TENTANG :
PENGELOLAAN LIMBAH RUMAH SAKIT
KHUSUS BENDA TAJAM

KEBIJAKAN PENGELOLAAN LIMBAH RUMAH SAKIT


KHUSUSNYA BENDA TAJAM
DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BAYUNG LENCIR

1. Rumah Sakit mengatur dan pengelolaan limbah benda tajam dan jarum untuk
mengurangi resiko penularan
2. Pengelolaan limbah berupa benda tajam dan jarum harus memperhatikan prinsip
sebagai berikut :
a. Semua limbah berupa benda tajam dan jarum harus diberi label dan tanda
yang jelas
b. Wadah/container diberikan alas plastic berwarna kuning
c. Limbah berupa benda tajam atau jarum harus di kumpulkan dalam wadah anti
bocor dan tahan tusukan (safety box ) tanpa memperhatikan terkontaminasi
atau tidak
d. Jarum dan syringe harus dimasukkan kedalam safety box
3. Safety box tempat limbah berupa benda tajam dan jarum tidak boleh diisi terlalu
penuh dengan batas 3/4 harus dibuang
4. Pemilahan limbah berupa benda tajam dan jarum harus dilakukan dari unit yang
mengahasilkan limbah
5. Pengangkutan limbah berupa benda tajam dan jarum dari unit harus menggunakan
trolly khusus yang tertutup dan pengankutan dilakukan 2x sehari dan dapat dilakukan
pengambilan lagi jika diperlukan dan petugas harus menggunakan APD yang
direkomendasikan
6. Pembuangan atau pemusnahan limbah berupa benda tajam dan jarum harus dilakukan
ditempat pengelolaan sampah infeksius ( insenerator)

Ditetapkan di Bayung Lencir


Pada tanggal, April 2019
Direktur RSUD Bayung Lencir,

dr. Diyanti Novitasari, MARS


NIP.19810313 201001 2 015