You are on page 1of 5

PENANGANAN

DIABETES MELITUS
No. Dokumen :
...../SOP/PKM-TJB/01/2019
SOP No. Revisi : 00
Tanggal Terbit : 03/01/2019
Halaman : 1/5
UPT Puskesmas dr. Suriyati, MKKK
Tanjung Buntung NIP.19670603200702021
1. Pengertian Gangguan metabolik yang tandai oleh hiperglikemia akibat defek
pada kerja insulin (resistensi insulin) dan sekresi insulin atau
kedua-duanya
2. Tujuan
Sebagai acuan penanganan Diabetes militus

3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas No......./SK/PKM-TJB/01/2019 tahun


Tentang …………………………………………………………
4. Referensi 1. Keputusan Menteri Kesehatan RI No. HK.02.02/MENKES/514
Tahun 2015 tentang panduan Praktik Klinis Bagi Dokter di
Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama
2. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 4
tahun 2019 tentang Standar Teknis Pemenuhan Mutu
Pelayanan Dasar pada Standar Pelayanan Minimal Bidang
Kesehatan
5. Prosedur/ a. Persiapan Alat dan Bahan
a) Sphygmomanometer
Langkah-langkah
b) Stetoskop
c) Termometer
d) Stopwatch/ jam
b. Petugas
a) Dokter
b) Perawat
c. Langkah-Langkah
a) Dokter/ Petugas menerima pasien dengan ramah di
ruang pemeriksaan
b) Pasien diarahkan untuk pemeriksaan tanda vital oleh
petugas/ perawat, berupa tekanan darah, frekuensi
pernapasan, suhu

c) Anamnesis pasien;
- Dokter/petugas menanyakan keluhan utama
pasien yang dapat berupa keluhan klasik
diabetes atau yang tidak khas, riwayat perjalanan
penyakit hingga keluhan menggunakan konsep
Sacred seven dan Fundamental Four yang terkait
dengan faktor risiko dan manifestasi klinis dari

1/5
Diabetes mellitus (DM)
- Menanyakan riwayat kesehatan terdahulu seperti,
hipertensi, diabetes melitus, jantung, asma,obat –
obatan yang dikonsumsi, riwayat kesehatan
keluarga serta riwayat sosial yang berkaitan
dengan penyakit dan komplikasi yang saat ini
diderita pasien
d) Pemeriksaan fisik lengkap (head to toe) untuk
mengetahui tanda-tanda komplikasi kronik berupa
makrovaskular ( penyakit kardiovaskular, stroke,dan
pembuluh perifer) dan mikrovaskuler (neuropati,
retinopati, dan nefropati.\
e) Petugas melakukan informed consent tentang
tindakan yang akan dilakukan.
f) Petugas cuci tangan dan menggunakan APD
g) Petugas melakukan pemeriksaan vital sign
h) Petugas melakukan fisik menyeluruh
i) Petugas melakukan pemeriksaan laboratorium
sederhana
j) Petugas melakukan cuci tangan
k) Penegakan diagnosis
Kriteria diagnostik DM dan gangguan toleransi
glukosa:
a. Gejala klasik DM (poliuria, polidipsia, polifagi) +
glukosa plasma sewaktu ≥ 200 mg/dL (11,1
mmol/L). Glukosa plasma sewaktu merupakan
hasil pemeriksaan sesaat pada suatu hari tanpa
memperhatikan waktu makan terakhir ATAU
b. Gejala Klasik DM + Kadar glukosa plasma puasa
≥ 126 mg/dl. Puasa diartikan pasien tidak
mendapat kalori tambahan sedikitnya 8 jam ATAU
c. Kadar glukosa plasma 2 jam pada tes toleransi
glukosa oral (TTGO)> 200 mg/dL (11,1 mmol/L)
TTGO dilakukan dengan standard WHO,
menggunakan beban glukosa anhidrus 75 gram
yang dilarutkan dalam air. Apabila hasil
pemeriksaan tidak memenuhi kriteria normal atau
DM, maka dapat digolongkan ke dalam kelompok
Toleransi Glukosa Terganggu (TGT) atau Gula

2/5
Darah Puasa Teranggu (GDPT) tergantung dari
hasil yang diperoleh
l) Evaluasi gizi, evaluasi penyulit DM, evaluasi
perencanaan makan sesuai kebutuhan
m) Memberi terapi farmakologi kasus:
- Golongan Biguanid: Metformin, dosis awal 500
mg dosis maksimal 2500 mg diberikan 1-3
kali/hari
- Golongan Sulfonilurea: Glibenklamid dosis awal
2.5 mg dosis maksimal 15 mg/hr diberikan 15 –
30 menit sebelum mkan, 1-2 kali/hari.
- Golongan Inhibitor α glukosidase: Acarbose dosis
awal 50 mg dosis maksimal 300 mg diberikan 1-3
kali/hari
- Insulin : short acting atau long acting
n) Konseling dan edukasi sesuai dengan terapi non
farmakologis dan efek samping obat;
- Terapi Nutrisi medis: keteraturan jadwal makan,
jenis, dan jumlah makanan
- Latihan Jasmani 3-5 kali seminggu selama
kurang lebih 30-60
o) Pencatatan rekam medis dan register
p) Rujuk apabila menemukan komplikasi atau tanda-tanda
infeksi berat
q) Pasien datang membawa buku rekam medis

3/5
6. Diagram alir
Dokter menerima
pasien dengan Pemeriksaan Anamnesis
ramah di poli tanda vital keluhan
umum
Mencuci
tangan

Pemeriksaan
Mencuci tangan
fisik lengkap

Penjelasan hasil pemeriksaan


dan penegakkan diagnosa

Ditemukan
Komplikasi

Tidak
Ya

Farmakoterapi berupa:
Golongan Biguanid
Golongan Sulfonilurea Rujuk

Pemberian
edukasi
pada pasien
Pencatataan
Pengambilan obat di Apotik anamnesis dan
oleh pasien hasil
pemeriksaan ke
rekam medik

7. Hal-hal yang Penjelasan hasil pemeriksaan dan diagnosa penyakit dengan


perlu bahasa yang jelas dan mudah dipahami pasien
diperhatikan
8. Unit terkait 1. Loket Pendaftaran
2. Ruang Poli Umum, lansia, IGD
3. Ruang Pelayanan Obat
4. Fasilitas Kesehatan jaringan( Pustu, Poskesdes, Polindes)

9. Dokumen 1. Buku Register Pasien


terkait 2. Rekam Medik.
3. Formulir Resep.

4/5
4. Formulir Surat Rujukan.
10. Rekam
historis No Yang Diubah Isi Perubahan Tanggal mulai
perubahan diberlakukan
1.
2.

5/5