Вы находитесь на странице: 1из 14

SATUAN ACARA PENYULUHAN

CARA MENYUSUI YANG BAIK DAN BENAR

Disusun Oleh :
1. Anisah Asyhari (S16071)
2. Febiyanti Adi Safitri (S16085)
3. Eka Nur Rani (S16143)
4. TatikWidyastuti (S16184)

PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN


STIKES KUSUMA HUSADA
SURAKARTA
2019
SATUAN ACARA PENYULUHAN

Topik :Penyuluhan Kesehatan Cara Menyusui Yang Benar


Pelaksana : Tim mahasiswa
Hari, tanggal : Senin , 30 April 2019
Waktu : 09.00 - Selesai
Tempat : Ruang Dahlia
Sasaran : Ibu – ibu Postpartum

I. Tujuan Instruksional Umum (TIU)


Setelah diberikan penyuluhan selama 45 menit tentang cara menyusui
yang baik dan benar diharapkan keluarga pasien mengetahui tentang cara
menyusui yang baik dan benar.

II. Tujuan Instruksional Khusus (TIK)


1. Mengetahui Pengertian ASI
2. Menjelaskan Manfaat ASI
3. Mengetahui cara menyusui yang baik dan benar
4. Langkah-langkah menyusui
Materi Pembelajaran

1. Pengertian ASI
2. Pengertian ASI Eksklusif
3. Manfaat ASI
4. Cara menyusui yang baik dan benar
III. Metode Pembelajaran
1. Ceramah dan Demonstrasi
Metode ini digunakan sebagai pengantar untuk memberikan penekanan
pengertian,menyebutkan kekurangan dan kelebihan menyusui serta
cara menyusui yang baik dan benar.
2. Diskusi/tanya jawab
Metode ini digunakan baik pada saat dilangsungkannya penyuluhan
atau pada saat diakhirinya penyuluhan yang memungkinkan peserta
mengemukakan hal-hal yang belum dimengerti.
IV. Media
1. Media : SAP
2. Alat bantu : Leaflet
V. Kegiatan Penyuluhan

T a h a p W a k t u K e g i a t a n P e n y u l u h Kegiatan Peserta
Pendahuluan Senin , 30 April 2019 Pembukaan acara oleh moderator Mendengarkan pembukaan yang disampaikan oleh moderator.
(5 menit) 09.00-09.05 WIB 1. S a l a m P e m b u k a
2. M e m p e r k e n a l k a n d i r i
3. K o n t r a k w a k t u
4. Menjelaskan mekanisme kegiatan
Pelaksanaan 09.05-10.05 WIB 1. M e n g e t a h u i P e n g e r t i a n A SMendengarkan dan memberikan umpan balik tehadap materi yang disampaikan.
(60 m enit ) 2. M e n j e l a s k a n M a n f a a t A S I
3. Mengetahui cara menyusui yang baik dan benar
4. Mengetahui langkah-langkah menyusui
1 0 . 0 5 - 1 0 . 2 5 W I B 1. S e s i t a n y a j a w a 1.
b Mengajukan pertanyaan mengenai materi yang kurang paham
2. Evaluasi hasil yang dipandu oleh moderator2. Menjawab pertanyaan yang diajukan

P e n u t u p 10.25-10.30 WIB M o d e r a t o r : 1. Mendengarkan dan Memperhatikan


(5 menit) 1. Menyimpulkan materi yang disampaikan oleh penyuluh 2. Menjawab pertanyaan yang diberikan
2. Mengevaluasi peserta atas penjelasan yang disampaikan dan penyuluh menanyakan kembali mengenai materi penyuluhan
3. U c a p a n t e r i m a k a s i h
4. S a l a m p e n u t u p

3. Menjawab salam
VI. Pengorganisasian
Moderator : Eka Rani
Penyaji/penyuluh : Tatik Widyastuti
Fasilitator : Anisya Asyhari
Notulen : Febiyanti Adi S

VII. Job Description


1. Moderator : Mengarahkan jalannya acara
2. Penyaji : Menyampaikan materi penyuluhan dan menjawab
pertanyaan
3. Fasilitator : Membantu mengarahkan peserta untuk bergerak secara
aktif dalam diskusi
4. Notulen : Mengamati dan mencatat proses jalannya penyuluhan,
mengevaluasi jalannya penyuluhan
VIII. Setting

: Moderator

:Media

: Penyuluh

: Peserta

: Fasilitator

: Observer
IX. Evaluasi
a. Evaluasi struktur

1. Kesiapan panitia
2. Kesiapan media dan tempat
3. Peserta yang hadir minimal 70% dari jumlah undangan
4. Pengorganisasian dilakukan 1 hari sebelumnya.
b. Evaluasi proses
1. Kegiatan dilaksanakan sesuai dengan waktunya
2. Peserta antusias terhadap penjelasan
3. Peserta tidak meninggalkan tempat sebelum kegiatan selesai
4. Peserta terlibat aktif dalam kegiatan diskusi
c. Evaluasi hasil
Undangan mampu mengerti dan memahami :

1. Memahami maksud dan tujuan kegiatan


2. Mengetahui pokok masalah yang telah didiskusikan.
Lampiran materi
Cara Menyusui Yang Baik dan Benar

A. Pengertian Air Susu Ibu (ASI)


Air susu ibu (ASI) adalah suatu cairan hidup yang dapat merubah dan
memberi respon terhadap kebutuhan bayi seiring dengan pertumbuhan
(Welford,2008).
ASI adalah suatu cairan yang terbentuk dari campuran dua zat yaitu lemak
dan air yang terdapat dalam larutan protein,laktosa dan garam-garam
anorganik yang dihasilkan oleh kalenjar payudara ibu dan bermanfaat sebagai
makanan bayi (Maryunani,2012).
ASI Ekslusif adalah pemberian hanya ASI saja selama enam bulan tanpa
tambahan cairan apapun,seperti susu formula,jerul,madu,air the,air putih dan
tanpa pemberian makanan tambahan lain, seperti pisang, bubur susu, biscuit,
bubur atau nasi tim. Setelah bayi berusia enam bulan, barulah bayi diberikan
makanan pendamping ASI dengan ASI tetap diberikan sampai usia bayi 2
tahun atau lebih (Wiji,2013).
Asi Eksklusif adalah pemberian ASI selama 6 bulan tanpa pemberian ,
minuman atau makanan apapun, termasuk air bening, vitamin dan obat
(Maryunani,2012).
B. Manfaat Pemberian ASI
a. Manfaat untuk bayi
1. Makanan alamiah yang baik untuk bayi,praktis,ekonomis,dan psikologis
yang mudah dicerna dan diserap oleh usus bayi. Asi mengandung protein
yang spesifik untuk melindungi bayi dari alergi,kadar selenium yang
melindungi gigi dari kerusakan (Anik,2009).
2. Dapat meningkatkan perkembangan psikomotorik, kognitif, penglihatan,
emosi yang hangat ,dan kepribadian yang percaya diri. ASI dapat
memperkuat ikatan batin antara ibu dan anak (Sitti,2009).
3. Kepandaian anak yang minum ASI pada usia 9 tahun mencapai 12,9 poin
lebih tinggi daripada anak-anak minum susu formula (Danuatmaja,2003).
b. Manfaat untuk Ibu
1. Pada saat memberikan ASI,otomatis resiko perdarahan pada pasca bersalin
berkurang. Naiknya kadar oksitosin selama menyusui akan menyebabkan
semua otot polos akan mengalami kontraksi. Kondisi inilah yang
menyebabkan uterus mengecil sekaligus menghentikan perdarahan
(Anik,2009).
2. Pemberian ASI secara Eksklusif dapat berfungsi sebagai alat kontrasepsi
selama 6 bulan setelah kelahiran karena hisapan bayi merangsang hormone
prolaktin yang menghambat terjadinya ovulasi sehingga menunda
kesuburan. ASI juga dapat mencegah kanker payudara,kanker ovarium,dan
anemia defisiensi zat besi (Sitti,2009).
C. Teknik Menyusui Yang Baik dan Benar

Tekhnik menyusui yang benar adalah cara memberikan ASI kepada bayi
dengan perlekatan dan posisi ibu dan bayi dengan benar (Saminem,2009)
Tekhnik menyusui yang benar adalah cara memberikan ASI kepada bayi
dengan perlekatan dan posisi ibu dan bayi dengan benar (Suradi dan Hesti,
2010,)
Tekhnik menyusui yang benar adalah kegiatan yang menyenangkan bagi
ibu sekaligus memberikan manfaat yang tidak terhingga pada anak dengan
cara yang benar (Yuliarti, 2010).
Tujuan menyusui yang benar adalah untuk merangsang produksi susu dan
memperkuat refleks menghisap bayi.
Jadi, Teknik Menyusui Yang Benar adalah cara memberikan ASI kepada
bayi dengan posisi ibu yang benar, sehingga memudahkan bayi untuk
menyusu.
Terdapat berbagai macam posisi menyusui. Cara menyusui yang tergolong
biasa dilakukan adalah dengan duduk, berdiri atau berbaring.
Gambar 1. Posisi menyusui sambil berdiri yang benar

Gambar 2. Posisi menyusui sambil duduk yang benar


Gambar 3. Posisi menyusui sambil rebahan yang benar

Ada posisi khusus yang berkaitan dengan situasi tertentu seperti ibu pasca
operasi sesar. Bayi diletakkan disamping kepala ibu dengan posisi kaki
diatas. Menyusui bayi kembar dilakukan dengan cara seperti memegang bola
bila disusui bersamaan, dipayudara kiri dan kanan. Pada ASI yang memancar
(penuh), bayi ditengkurapkan diatas dada ibu, tangan ibu sedikit menahan
kepala bayi, dengan posisi ini bayi tidak tersedak (Vivian Nanny Lia Dewi,
Tri Sunarsih, 2011)

Gambar 4. Posisi menyusui balita pada kondisi normal


Gambar 5. Posisi menyusui bayi baru lahir yang benar di ruang perawatan

Gambar 6. Posisi menyusui bayi baru lahir yang benar di rumah

Gambar 7. Posisi menyusui bayi bila ASI penuh


Gambar 8. Posisi menyusui bayi kembar secara bersamaan

D. Langkah –langkah menyusui yang benar


1. Cuci tangan dengan air bersih dan menggunakan sabun.
2. Peras sedikit ASI dan oleskan disekitar puting .
3. Duduk dan berbaring sesuai posisi yang nyaman untuk ibu. jangan hanya
leher dan bahunya saja, kepala dan tubuh bayi harus lurus dan hadapkan
bayi kedada ibu, sehingga hidung bayi berhadapan dengan putting susu,
biarkan bibir bayi menyentuh putting susu ibu dan tunggu sampai terbuka
lebar .
4. Segera dekatkan bayi ke payudara sedemikian rupa sehingga bibir bawah
bayi terletak dibawah puting susu. Cara meletakan mulut bayi dengan benar
yaitu dagu menempel pada payudara ibu, mulut bayi terbuka lebar dan bibir
bayi membuka lebar.
5. Bayi disusui secara bergantian dari payudara sebelah kiri lalu kesebelah
kanan sampai bayi merasa kenyang.
6. Setelah selesai menyusui, mulut bayi dan kedua pipi bayi dibersihkan
dengan lap bersih yang telah direndam dengan air hangat.
7. Sebelum ditidurkan, bayi harus disendawakan dulu supaya udara yang
terhisap bisa keluar.
8. Bila kedua payudara masih ada sisa ASI tahan puting susu dengan kain
supaya ASI berhenti keluar.
Gambar 9. Cara meletakan bayi

Gambar 10. Cara memegang payudara

Gambar 11. Cara merangsang mulut bayi


Gambar 12. Perlekatan benar

Gambar 13. Perlekatan salah

Menyusui dengan tekhnik yang tidak benar dapat mengakibatkan puting susu
menjadi lecet dan asi tidak keluar secara optimal sehingga mempengaruhi
produksi ASI selanjut nya atau bayi enggan menyusui. Apabila bayi telah
menyusui dengan benar, maka akan memperlihatkan tanda-tanda sebagai berikut:
1. Bayi tampak tenang.
2. Badan bayi menempel pada perut ibu.
3. Mulut bayi terbuka lebar.
4. Dagu bayi menemel pada payudar ibu.
5. Sebagian aerola masuk ke dalam mulut bayi, aerola bawah lebih banyak
yang masuk.
6. Hidung bayi mendekati dan kadang-kadang menyentuh payudara ibu.
7. Mulut bayi mencakup sebanyak mungkin aerola ( tidak hanya putting
saja),lingkar aerola atas terlihat lebih banyak bila dibandingkan dengan
lingkar aerola bawah.
8. Lidah bayi menopang putting dan aerola bagian bawah .
9. Bibir bawah bayi melengkung keluar.
10. Bayi tampak menghisap kuat dengan irama perlahan.
11. Puting susu tidak terasa nyeri.
12. Telinga dan lengan bayi terletak pada satu garis lurus.
13. Kepala bayi agak menengadah.
14. Bayi menghisap kuat dan dalam secara perlahan dan kadang disertai dengan
berhenti sesaat.