You are on page 1of 1

FAIZUL MU’IN ARAFAT/F0316033

ANALISIS DATA KUANTITATIF : PENGUJIAN HIPOTESIS

 Tahap pengembangan hipotesis, diantaranya adalah :


1. Mengemukakan hipotesis kosong (h0) dan hipotesis alternatif (h1)
2. Menentukan level signifikasi (umumnya adalah 95 % atau 0.05)
3. Pilih uji statistik yang digunakan dengan mempertimbangkan skala yang ada
(ordinal, interval, atau rasio)
4. Melihat hasil signifikasi data dari informasi yang sudah diproses komputer.
 Ada dua tipe error yang dinamakan error tipe I dan error tipe II
1. Pada error tipe I atau alpha, adanya kemungkinan menolak hasil H0 padahal
sebenarnya H0 tersebut adalah benar. Error tipe ini dapat terjadi jika kita
meyakini bahwa variabel independen tersebut mempengaruhi variabel
dependen penelitian, padahal sebenarnya tidak Dikarenakan adanya kesalahan
dalam menerjemahkan data.
2. Pada error tipe II atau yang disebut beta, adanya kemungkinan kesalahan dalam
membuat konklusi bahwa H0 benar dan H1 salah, padahal itu merupakan
kebalikanya. Hal ini dapat terjadi jika variabel independen dianggap tidak
mempengaruhi variabel dependen, yang seharusnya variabel independen
mempengaruhi variabel dependen.
 Kekuatan statistik bergantung pada:
1. Alpha (α), kriteria signifikan statistic yang digunakan dalam test. Jika alpha
mendekati nol maka probabilitas untuk menemukan efek ketika ada efek yang
menurun.
2. Ukuran efek: ukuran efek adalah ukuran dari perbedaan atau kekuatan dari
hubungan yang ada dalam populasi.
3. Ukuran sample: peningkatan ukuran sample menghasilkan kekuatan yang lebih
karena peningkatan ukuran sample membawa kepada estimasti kekuaratan
parameter yang lebih banyak.
 Pemilihan teknik statistik yang tepat sebagian besar bergantung pada jumlah variabel
independen dan dependen yang diuji dan skala dari pengukuran variabel. Aspek lain
yang memegang peranan penting adalah apakah asumsi pengujian parameter sesuai
dengan ukuran dari sample.
1. Teknik statistik univariat. Teknik ini digunakan ketika peneliti ingin menguji
hubungan antara dua variabel. Hal ini sangat bergantung pada variabel dari
penelitian yang dilakukan.
2. Teknik Statistik Multivariat. Teknik ini digunakan ketika peneliti ingin menguji
hubungan antara sejumlah variabel yang ada dalam penelitian. Hal ini terjadi
karena kondisi pada variabel yang lebih dari dua itu berbeda dengan variabel
yang hanya terdiri dari dua variabel.