You are on page 1of 11

MAKALAH

Trauma Melahirkan :
Inkontinensia Urine & Fistula Genetalia

Di susun oleh :

1. Angelia novita putri


2. Arif abdurahman
3. Diana lestari
4. Mita nur faiqotunnisa

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH KUDUS


KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah
memberikanrahmat Nya, sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah
Pendidikan Pancasila dengan judul “ Trauma Melahirkan :
Inkontinensia Urine & Fistula Genetalia”

“.

Makalah ini disusun untuk melengkapi sebagian tugas dari mata kuliah keperawatan
maternitas yang berjudul “Trauma Melahirkan :
Inkontinensia Urine & Fistula Genetalia”dapat selesai tepat waktu seperti yang telah
direncanakan.

Akhir kata, saya sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta
dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir.
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ....................................................................................................

KATA PENGANTAR .................................................................................................

DAFTAR ISI ................................................................................................................

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah……………………………………………………

1.2 Rumusan Masalah…………………………………………………….……

1.3 Tujuan Penulisan…………………………………………………………...

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Fistula genetalia ..................................................................................

2.2 Etiologi fistula, Pathofisiologi, Data penunjang ........................................

2.3Asuhan keperawatan ....................................................................................

BAB III PENUTUP

3.1 Simpulan .....................................................................................................

3.2 Saran

DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................................


BAB I
PENDAHULUAN

Fistula genetalia banyak ditemukan dinegara berkrmbang sebagai akibat persalinan yang
lam penangananya maupun kurang baik. Dinegara maju kaasus ini disebabkan oleh tindakn
operasi histeroktomi maupun secar abnominal (sarwono 2009).

Kasus ini sering dialmi para wanita sesio ekonoimi yang rendah dimana pada saat
kehamilan dan persalinan tidk mendapatkan pelayaanan yang memadai sehingga
berlangsung lama dn terjebak pada persalinan kasip.

1.2 Rumusan Masalah

Adapun masalah yang dibahas dalam makalh ini yaitu:

1. Apakah fistula genetalia ?


2. Etiologi fistula, Pathofisiologi, Data penunjang
3. Asuhan keperawatan

1.3 Tujuan Penulisan

Agar mahasiswa dapat memberikan asuhan keperawatan pada ibu post fisthuloraphy atas
indikasi fistula genetalia .
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Fistula Genentalia

Fistula adalh suatu ostium abnormal berlikunliku antara dua orga beron gga internsl atau
antara organ berongga internal dan dengan tubuh bagian luar. Nama fistula menaandakan
kedua area yang berhubungan secara abnormal.(Suzanne c. smeltser.2001)

Genetalia adalah organ reproduksi. ( kamus keperawatan lengkap)

fistula genetalia adalah keadaan dimana terjadi ubungan luar biasa antar traktus genetalis
dan traktus urinalis atau traktus intestinalis yang terjadi dari fistel kencing dan fistel tinja.

2.2 Etiologi fistula

1. Fistel obstetris terjadi karena persalinan yang menimbulkan robekan.

2. Fistel ginekologis terjadi karena penyebab ginekologik seperti karsinoma, operasi,


penyinaran.

3. Fistel traumatis terjadi karena trauma (abortus kriminalis)

4. Sebab ginekologik:

 Proses keganasan carcinoma cervix, radiasi/ penyinaran , trauma operasi atau


kelainan genital.
 Histerektomi totalitas
 Lokasi terbnyak pada apeks ukuran 1-2 mm.
 Klasifikasi Fistula :
 Fistula enterocutoncous
Adalaah dindingg GI track yang terbuka sehingga menyebabnya
keluarnya isi perut dan keluarnya melali kulit
 Fistula enterocolic
Adalah saluran yang melibatkan usus besar dan kecil.
 Fistula multiple

 Manifestasi klinis fistula


Gejala tergantung pada kekhususan defek. Pus/ feses dapat bocor konstan dri
lambung. Gejala ini mugkin pasase flatus atau fases dari vagina atau kandung
kemih., tergantung pada fistula. Fistula yang tidak dapat teratasi dapt
menyababkan infeksi.

Patofisiology

Setelah salah satu etiologi dari terbentuknya fistel adalah dari pembedahan. Biasanya terjadi
karena kurangnya kesterilan alat atau kurasakan intervensi bedah yang merusak abdomen.
Maka kuman akan masuk kedalam peritoneum hingga terjadi peradangan pada peritoneum
sehingga keluarnya eksudat fibrinosa (abses), terbentuknya abses biasanya di sertai dengan
demam dan rasa nyeri pada lokasi abses.

infeksi biasanya akan meninggalkan jaringan parut dalam bentuk pita


jaringan (perlengketan atau adesi), karena adanya perlengketan maka akan terjadinya
kebocoran pada permukaan tubuh yang mengalami perlengketan sehingga akan menjadi
sambungan abnormal di antara dua permukaan tubuh. Maka dari dalam fistel akan
mengeluarkan drain atau feses

Karena terjadinya kebocoran pada permukaan tubuh yang mengalami perlengketan maka
akan menyumbat usus dan gerakan peristaltik usus akan berkurang sehingga cairan akan
tertahan di dalam usus halus dan usus besar (yang bisa menyebabkan edema), jika di tangani
secara cepat maka cairan akan merembes kedalam rongga peritoneum sehingga terjadinya
dehidrasi.

 Tanda dan Gejala fistula genetalia


Gangguan yang dihasilka biasanya mrncakup:
1. Intenkonensia urine
2. Wnita merasa tidak nyamn
3. Haid terganggu
4. Kulit sekitar anus tebal
5. Infeksi pada jaln lahir.
6. Flutas pada vagian keluar cairan dari rectum
 Penatalaksanaan
a. Pra operasi : persiapan fisik, lab, antibiotika, profilaksis, persiapan kolon bila
perlu.
b. Waktu reparasi, tergantung sebab :
- Trauma operasi segera, saat operasi tersebut, atau ditunda jika diketahui pasca
op .
- Obstetrik 3 bulan pasca salin, kecuali fistula fecalis dilakukan setelah 3 sampai
6 bulan.
c. Pasca operasi : drainase urin kateter terpasang.
 Komplikasi fistula genetalia
1. Infrksi
2. Gangguan ffungsi reproduksi
3. Gangguan dalam berkemih
4. Gangguan dalam defekasi

Pemeriksaan penunjang

1. Darah lengkap

2. CT

3. BT

4. Golongan darah

5. Urium kreatiumi

6. Protein

7. Albumin
2.3 Asuhan keperawatan

A. Pengajian

1. Identitas
2. Tanda-tanda vital
3. Riwayat kesehatan
a. Riwayat kesehatan dahulu
b. Riwayat kesehatan sekarang
c. Riwayat kesehatan keluarga
d. Riwayat kesehatan menstruasi
4. Pemeriksaan fisik
 Genitalia biasanya kluar cairan dari rectum dan vagina, kulit sekitar anus tebal,
infeksi pada jalan lahir, dan dinding vesika menonjol keluar
 Ekstremitas biasanya terjadi kelumpuhan pada ekstremitas bawah akibat trauma
operasi

B. Diagnosa

1. Nyeri berhubungan dengan iritasi mukosa, proses inflamasi


2. Resiko tinggi infeksi berhubungan dengan penurunan daya tahan tubuh, proses
pembedahan
3. Kecemasan berhubungan dengan perubahan perubahan status kesehatan

C. Intervensi

no Diagnosa Noc Nic


Nyeri b.d Setelah dilakukan 1. Lakukan
1
iritasi mukosa, tindakan pengkajian nyeri
proses keperawatan selama 2. Observasi reaksi
inflamasi ( x24 jam) komunikasikan
diharapkan pasien terapeutik untuk
dapat memenuhi mengetahui
kriteria hasil : pengalaman
a. Mampu mengontrol nyeri pasien
nyeri 3. Kaji kultur nyeri
b. Melaporkan bahwa pasien yang
nyeri berkurang mempengaruhi
dengan nyeri
menggunakan 4. Evaluasi
menejemen nyeri pengalaman
c. Menyatakan rasa nyeri
nyaman setelah 5. Evaluasi
nyeri berkurang bersama pasien
dan IM
kesehatan lain
6. Bantu pasien dan
keluarga untuk
mencari
dukungan
7. Kurangi faktor
presipitasi nyeri
8. Ajarkan teknik
tentang non
farmakologi
9. Berikan
analgetik untuk
mengurangi
nyeri
10. Evaluasi
keefektian
kontrol nyeri

Resiko tinggi Setelah dilakukan 1. Bersihkan


2
infeksi b.d tindakan lingkungan
penurunan keperawatan selama setelah dipkai
daya tahan ( x24 jam) pasien lain
tubuh, proses diharapkan pasien 2. Pertaahankan
pembedahan dapat memenuhi teknik isolasi
kriteria hasil : 3. Batasi
a. Klien bebas dari pengunjung bila
tanda dan gejala perlu
infeksi 4. Cuci tangan
b. Mendeskripsikan sesudah dan
proses penularan sebelum
penyakit tindakan
c. Menunjukkan keperawatan
kemampuan untuk 5. Pertahankan
mencegah timbulnya tindakan
infeksi keperawatan
d. Menunjukkan aseptik selama
prilaku hidup sehat pemasangan alat
6. Tingkatkan
intake nutrisi
7. Monitor tanda
dan gejala
infeksi sistemik
dan lokal

No Diagnosa Noc Nic


Kecemasan Setelah dilakukan 1. Gunakan
3
b.d tindakan keperawatan pendekatan
perubahan selama ( x24 jam) yang
perubahan diharapkan pasien dapat menenangkan
status memenuhi kriteria hasil 2. Nyatakan
kesehatan : dengan jelas
a. Klien mampu harapan
mengungkapkan gejala terhadap pelaku
cemas pasien
b. Mengidentifikasikan, 3. Temani pasien
mengungkapkan dan untuk
menunjukkan teknik memberikan
untuk mengontrol cemas keamanan dan
c. Vital sign dalam batas mengurangi
normal kecemasan
d. Postur tubuh, ekspresi 4. Libatkan
wajah dan tingkat keluarga untuk
aktivitas menunjukkan mendampingi
berkurangnya klien
kecemasan 5. Instruksikan
klien untuk
teknik relaksasi
6. Bantu pasien
mengenal
situasi yang
menyebabkan
kecemasan
7. Kelola
pemberian obat
anti cemas

BAB III

PENUTUP

3.1 Simpulan

Pelayanan askep pada pibu post Fistuloraphy atas indikasi vistula vesiko vaginalis sesuai
instruktur dokter, askep yang diberikan kepada ibu tersebut seperti mengontrol keadaan
umum ibu dan ttv, menganjurkanibu untuk bed rest total yang banyak minum air oputih
yang diinstruktukan dokter. Menganjurkan ibu makn yang cukup dan mengingatkan ibu
untuk minum obat.

3.2 Saran

Semoga dalam pembuatan makalah ini berguna bagi pembaca pada umumnya dan
khususnya berguna bagi penulis dalam memberikan askep pada ibu post fistulorapi atas
indikasi fistula vesiko vaginalis. Dalm pembuatan makalh ini penulis mennyadarin
bahwa makalah ini jauh dari kata sempurna untuk itu mengharapkan kritik saran agar
sifatnya membangun.

Daftar Pustaka

Suzane C. Smeltzer .2001. Chris booker 2008, sarwono 2009


Kamus keperawatan
https://datenpdf.com