You are on page 1of 19

BAB III

RANCANGAN AKTUALISASI

A. LANDASAN TEORI
1. Nilai – Nilai Dasar ANEKA
Berdasarkan pada nilai-nilai dasar ANEKA yaitu Akuntabilitas,
Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi yang
harus diterapkan dan ditanamkan pada Aparatur Sipil Negara (ASN),
maka perlu diketahui indikator-indikator dari kelima dasar tersebut
yaitu:
a. Akuntabilitas
Akuntabilitas adalah kewajiban pertanggung jawaban yang
harus dicapai. Akuntabilitas merujuk kepada kewajiban setiap
individu, kelompok, atau institusi untuk memenuhi tanggung jawab
yang menjadi amanahnya. Amanah seorang PNS adalah
menjamin terwujudnya nilai-nilai publik.
Akuntabilitas tidak akan terwujud apabila tidak ada alat
akuntabilitas. Alat akuntabilitasnya berupa perencanaan strategis
(strategic plans), kontrak kinerja, dan laporan kinerja. Dalam
menciptakan lingkungan kerja akuntabel, ada beberapa nilai dasar
yang harus diperhatikan, yaitu:
1) Kepemimpinan
2) Transparansi
3) Integritas
4) Tanggung Jawab
5) Keadilan
6) Kepercayaan
7) Keseimbangan
8) Kejelasan
9) Konsistensi

15
16

b. Nasionalisme
Nasionalisme adalah pandangan kecintaan manusia
Indonesia terhadap bangsa dan tanah airnya yang didasarkan
pada nilai nilai pancasila, sehingga senantiasa menempatkan
persatuan dan kesatuan serta kepentingan dan keselamatan
bangsa diatas kepentingan pribadi dan golongan (Tim penulis,
2015b). Adapun nilai dasar Nasionalisme yaitu:
Sila 1: Ketuhanan Yang Maha Esa
1) Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan
ketakwaannya terhadap Tuhan YME
2) Manusia Indonesia percaya dan takwa terhadap Tuhan YME,
sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing
menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab
3) Mengembankan sikap hormat menghormati dan bekerjasama
antara pemeluk agama dengan penganut kepercayan yang
berbeda-beda terhadap Tuhan YME.
4) Membina kerukunan hidup di antara sesame umat beragama
dan kepercayaan terhadap Tuhan YME.
5) Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan YME adalah
masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia
dengan Tuhan YME.
6) Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan
menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan
kepercayaannya masing-masing.
7) Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap
Tuhan YME kepada orang lain.
Sila 2: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
1) Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat
dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan YME.
2) Mengakui persamaan derajat, persamaan hak, dan kewajiban
asasi setiap manusia, tanpa memebeda-bedakan suku,
17

keturunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan


sosial, warna kulit, dan sebagainya.
3) Mengembangkan sikap saling mencintai sesame manusia
4) Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa selira
5) Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang
lain
6) Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan
7) Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan
8) Berani membela kebenaran dan keadilan
9) Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh
umat manusia
10) Mengembangkan sikap hormat menghormati dan
bekerjasama dengan bangsa lain.
Sila 3: Persatuan Indonesia
1) Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta
kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai
kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan
golongan.
2) Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan Negara dan
bangsa apabila diperlukan.
3) Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa
4) Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan
bertanah air Indonesia
5) Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kepada
kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan social
6) Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka
Tunggal Ika
7) Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa
Sila 4: Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan
dalam Permusyawaratan Perwakilan
18

1) Sebagai warga Negara dan warga masyarakat, setiap


manusia Indonesia mempunyai kedudukan, hak, dan
kewajiban yang sama.
2) Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain.
3) Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan
untuk kepentingan bersama.
4) Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat
kekeluargaan.
5) Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang
dicapai sebagai hasil musyawarah.
6) Dengan itikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan
melaksanakan hasil keputusan musyawarah.
7) Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama
diatas kepentingan pribadi dan golongan.
8) Musyawarah dilakukan dengan akal sehat sesuai hati nurani
yang luhur.
9) Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan
secara moral kepada Tuhan YME, menjunjung tinggi harkat
dan martabat manusia, nilai-nilai kebenaran dan keadilan,
mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan
bersama.
10) Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai
untuk melakukan persmusyawaratan.
Sila 5: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
1) Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan
sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan
2) Mengembangkan sikap adil terhadap sesame
3) Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban
4) Menghormati hak orang lain.
5) Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat
berdiri sendiri.
19

6) Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang


bersifat pemerasan terhadap orang lain.
7) Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat
pemborosan dan gaya hidup mewah.
8) Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan
atau merugikan kepentingan umum.
9) Suka bekerja keras.
10) Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi
kemajuan dan kesejahteraan bersama.
11) Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan
kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.

c. Etika Publik
Etika publik merupakan refleksi tentang standar atau norma
yang menentukan baik-buruk, benar-salah perilaku, tindakan dan
keputusan untuk mengarahkan kebijakan publik dalam rangka
menjalankan tanggung jawab pelayanan publik.
Nilai-nilai dasar etika publik sebagaimana tercantum dalam
undang-undang ASN, memiliki indikator sebagai berikut :
1) Memegang teguh nilai-nilai dalam ideologi Negara Pancasila.
2) Setia dan mempertahankan Undang-Undang Dasar Negara
Kesatuan Republik Indonesia 1945.
3) Menjalankan tugas secara profesional dan tidak berpihak.
4) Membuat keputusan berdasarkan prinsip keahlian.
5) Menciptakan lingkungan kerja yang non diskriminatif.
6) Memelihara dan menjunjung tinggi standar etika luhur.
7) Mempertanggungjawabkan tindakan dan kinerjanya kepada
publik.
8) Memiliki kemampuan dalam melaksanakan kebijakan dan
program pemerintah.
9) Memberikan layanan kepada publik secara jujur, tanggap,
cepat, tepat, akurat, berdaya guna, berhasil guna, dan santun.
20

10) Mengutamakan kepemimpinan berkualitas tinggi.


11) Menghargai komunikasi, konsultasi, dan kerjasama.
12) Mengutamakan pencapaian hasil dan mendorong kinerja
pegawai.
13) Mendorong kesetaraan dalam pekerjaan.
14) Meningkatkan efektivitas sistem pemerintahan yang
demokratis sebagai perangkat sistem karir.

d. Komitmen Mutu
Komitmen mutu merupakan pelaksanaan pelayanan publik
di mana masyarakat akan merasa puas dengan pelayanan yang
diberikan baik dari segi waktu maupun hasil. Di mana hal ini harus
dilakukan secara terintegrasi dengan melibatkan seluruh
komponen. Perwujudan komitmen mutu sangat penting bagi
seorang PNS dalam melakukan tugas-tugasnya sehari-hari. Nilai-
nilai dasar komitmen mutu yaitu:
1) Efektifitas dan efisiensi
2) Inovasi
3) Mengedepankan komitmen terhadap kepuasan
customers/clients
4) Memberikan layanan yang menyentuh hati, untuk menjaga
dan memelihara agar customers/clients tetap setia
5) Menghasilkan produk/jasa yang berkualitas tinggi, tanpa
cacat, tanpa kesalahan, dan tidak ada pemborosan
6) Beradaptasi dengan perubahan yang terjadi, baik berkaitan
dengan pergeseran tuntutan kebutuhan customers/clients
maupun perkembangan teknologi
7) Menggunakan pendekatan ilmiah dan inovatif dalam
pemecahan masalah dan pengambilan keputusan
8) Melakukan upaya perbaikan secara berkelanjutan melalui
berbagai cara, antara lain: pendidikan, pelatihan,
pengembangan ide kreatif, kolaborasi, dan benchmark.
21

e. Anti Korupsi
Anti korupsi adalah tindakan atau gerakan yang dilakukan
untuk memberantas segala tingkah laku atau tindakan yang
melawan norma-norma dengan tujuan memperoleh keuntungan
pribadi, merugikan negara, masyarakat baik secara langsung
ataupun tidak langsung. Tindak pidana korupsi yang terdiri dari
kerugian keuangan negara, suap-menyuap, pemerasan, perbuatan
curang, penggelapan dalam jabatan, benturan kepentingan dalam
pengadaan atau gratifikasi. Adapun nilai nilai dasar anti korupsi
adalah: Jujur, Peduli, Mandiri, Disiplin, Tanggung jawab, Kerja
keras, Sederhana, Berani, dan Adil.

2. Peran dan Kedudukan PNS dalam Negara Kesatuan Republik


Indonesia
PNS wajib mengetahui peran dan kedudukannya dalam
Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) agar dapat memahami
peran dan kedudukan PNS dalam NKRI.
a. Manajemen ASN
Manajemen ASN adalah pengelolaan ASN untuk
menghasilkan pegawai ASN yang profesional, memiliki nilai dasar,
etika profesi, bebas dari intervensi politik, bersih dari praktik
korupsi, kolusi, dan nepotisme. Berikut beberapa konsep yang
ada dalam UU No.5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara.
1) Berdasarkan jenisnya, Pegawai ASN terdiri atas: Pegawai
Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan
Perjanjian Kerja (PPPK)
2) Pegawai ASN berkedudukan sebagai aparatur Negara yang
menjalankan kebijakan yang ditetapkan oleh pimpinan
instansi pemerintah dan serta harus bebas dari pengaruh dan
intervensi semua golongan dan politik.
22

3) Kedudukan ASN berada di pusat, daerah, dan luar negeri.


Namun demikian merupakan satu kesatuan.
4) Fungsi pegawai ASN adalah: pelaksana kebijakan publik,
pelayan publik, serta perekan dan pemersatu bangsa.
5) Pegawai ASN bertugas:
a) Melaksanakan kebijakan dari Pejabat Pembina
Kepegawaian sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan
b) Memberikan pelayanan publik yang profesional dan
berkualitas
c) Mempererat persatuan dan kesatuan NKRI.
Agar dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawab
dengan baik, dapat meningkatkan produktivitas, menjamin
kesejahteraan ASN dan akuntabel, maka setiap ASN diberikan
hak. Setelah mendapatkan haknya maka ASN juga berkewajiban
sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya (Fatimah & Irawati,
2016).

b. Whole of Government
Whole of Governement (WoG) adalah sebuah pendekatan
penyelenggaraan pemerintahan yang menyatukan upaya-upaya
kolaboratif pemerintahan dari keseluruhan sektor dalam ruang
lingkup kordinasi yang lebih luas guna mencapai tujuan-tujuan
pembangunan kebijakan, manajemen program, dan pelayanan
publik. WoG juga dikenal sebagai pendekatan interagency, yaitu
pendekatan yang melibatkan sejumlah kelembagaan yang terkait
dengan urusan-urusan yang relevan (Suwarno. & Sejati, 2016).
Praktek WoG dalam Pelayanan Publik, yaitu:
1) Berdasarkan jenis: pelayanan yang bersifat administrative,
pelayanan jasa, pelayanan barang, dan pelayanan regulatif
23

2) Berdasarkan pola: pelayanan teknis fungsional, pelayanan satu


atap, pelayanan satu pintu, pelayanan terpusat, dan pelayanan
elektronik.
3) Prasyarat Best Practice dan penerapan WoG: budaya dan
filosofi, cara kerja yang baru, akuntabilitas dan insentif, serta
cara baru pengembangan kebijakan, mendesain program dan
pelayanan collegate approach.

c. Pelayanan Publik
Pelayanan publik adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan
dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai peraturan
perundang-undangan bagi setiap warga Negara. Adapun nilai-
nilai dalam pelayanan publik antara lain :
1) Partispatif
2) Transparansi
3) Responsive
4) Efektif dan efisien
5) Tidak diskriminatif
6) Mudah dan murah
7) Aksesibilitas
8) Akuntabel
9) Berkeadilan
24

B. RANCANGAN AKTUALISASI

Profesi : Perawat Terampil


Unit Kerja : RS Daerah Idaman Kota Banjarbaru
Isu Yang Diangkat : Belum Optimalnya Pengetahuan Keluarga Pasien Tentang Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di
Ruang Cendrawasih (Perinatologi)
Judul : Optimalisasi Pengetahuan Keluarga Pasien Tentang Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di
Ruang Cendrawasih (Perinatologi)

Gagasan pemecah isu :


1. Melakukan pengkajian pasien masuk
2. Menentukan diagnose keperawatan
3. Memberikan KIE kepada keluarga
4. Evaluasi
5. Dokumentasi
25

Table 3.1 Rancangan Aktualisasi

Kontribusi
Out put/ Penguatan
Keterkaitan Substansi Terhadap
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Hasil Nilai-Nilai
Mata Pelatihan Visi Misi
Kegiatan Organisasi
Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
1. Melakukan 1. Mengucapkan salam 1.Foto Pengkajian awal Mengemba Penguatan
pengkajian dan memperkenalkan keperawatan akan saya ngkan nilai
pasien diri. lakukan tanpa memandang kompetensi organisasi
masuk 2. Membina Hubungan unsur SARA (Sila ke-2, Sumber dalam
saling percaya Nasionalisme). Pertama Daya kegiatan ini
3. Menanyakan kepada saya akan memperkenalkan Manusia di adalah
keluarga keluhan diri, membina hubungan seluruh unit “knowledge
pasien masuk RS saling percaya dan pelayanan , dan
4. Melakukan melanjutkannya dengan Rumah attitude”
pengukuran Tanda- menanyakan keluhan awal Sakit dalam
tanda vital pasien masuk rumah sakit secara hal
5. Dokumentasi di rekam jelas kepada keluarga pengemba
medis pasien (Kejelasan, Akuntabilitas) ngan skill,
dan lengkap untuk knowlegde
menghindari kesalahan dan attitude
dalam pemberian intervensi (keterampil
(Komitmen mutu) dengan an dan
menggunakan Bahasa yang perilaku
sopan dan santun (Etika yang baik)
Publik). Saya akan di semua
mengarahkan pembicaraan lini
dan memfokuskan terkait pelayanan.
26

1 2 3 4 5 6 7
pengkajian (Kepemimpinan,
akuntabilitas). Saat
mendengarkan keluhan
pasien saya akan bersikap
peduli dengan apapun
keluhan yang disampaikan
oleh pasien saya (Peduli,
Anti korupsi).Kemudian
saya mengukur tanda-tanda
vital pasien dan akan
mendokumentasikan seluruh
hasil pengkajian saya ke
dalam berkas rekam medik
pasien tanpa memanipulasi
data yang sudah saya
dapatkan (Jujur, Anti
Korupsi)

2. Menentukan 1. Menentukan data 1.Foto Untuk menetapkan diagnosa Mengemba Penguatan


diagnose objektif dan subjektif keperawatan, secara mandiri ngkan nilai
keperawatan dari hasil pengkajian dan jujur sesuai dengan data kompetensi organisasi
2. Dari data tersebut pengkajian (Jujur dan Sumber dalam
bisa di kelompokan Mandiri, Anti korupsi). Daya kegiatan ini
mana yang bisa di Kemudian saya akan Manusia di adalah
jadikan satu untuk memilah dan menganalisa seluruh unit “knowledge
mengangkat data subjektif dan data pelayanan , dan
diagnose objektif dengan teliti Rumah attitude”
keperawatan sehingga nantinya diagnosa Sakit dalam
tersebut dapat hal
dipertanggungjawabkan pengemba
(Tanggung jawab, ngan skill,
Akuntabilitas). Dengan data knowlegde
27

1 2 3 4 5 6 7
tersebut, saya akan dan attitude
menentukan diagnosa (keterampil
berdasarkan prosedur dan an dan
standar yang berlaku (Etika perilaku
publik). Setelah itu saya yang baik)
akan mendiskusikan tentang di semua
diagnosa yang saya dapat lini
kepada ketua tim perawat pelayanan
(Sila ke-4, Nasionalisme)
sehingga diagnosa
keperawatan dan rencana
intervensi yang akan
dilakukan dapat berjalan
dengan tepat (Efektifitas,
Komitmen mutu)
3. Memberikan 1. Menentukan KIE 1. SAP Dalam memberikan KIE Memberika Penguatan
KIE kepada 2. Koordinasi dengan 2. Media kepada keluarga saya tidak n nilai
keluarga atasan terkait materi KIE akan membeda-bedakan pelayanan organisasi
pasien suku, keturunan, agama dan yang dalam
KIE 3. Foto
ras Sila II (Nasionalisme) berkualitas kegiatan ini
3. Membuat SAP Penyampaian KIE kepada standar adalah
(Satuan Acara keluarga dengan sikap dan “knowledge
Penyuluhan) dan peduli dan bahasa yang dikemas , dan
media KIE. mudah dimengerti dan dengan attitude”
4. Melakukan fleksibel (anti korupsi) dan sikap yang
implementasi KIE saya akan menyampaikan santun
KIE dengan tujuan dan
kepada keluarga
materi yang jelas
pasien (Akuntabilitas) dengan
5. Memberikan leaflet tujuan meningkatnya
6. Evaluasi pengetahuan keluarga
berhasil guna (etika public)
28

1 2 3 4 5 6 7
sehingga keluarga tahu,mau
dan mampu menerapkan
materi yang telah diberikan
sesuai SAP efektifitas
(komitmen mutu) dengan
menggunakan inovasi
berupa leaflet
4. Evaluasi 1. Menganalisa apakah 1.foto Saya akan menganalisa
intervensi sudah intervensi keperawatan
tercapai sesuai standar buku acuan
2. Jika belum tercapai secara jelas (akuntabilitas)
apakah ada dan sesuai dengan data
implementasi pengkajian jujur (anti
tambahan atau korupsi) dengan
perubahan menggunakan bahasa
implementasi yang Indonesia yang baik dan
akan di lakukan benar sila III (Nasionalisme)
serta saya akan
mengevaluasi intervensi
yang telah diberikan secara
professional dengan prinsip
keahlian penuh tanggung
jawab (etika public) apakah
intervensi yang diberikan
sudah tercapai atau belum
secara teliti (komitmen
mutu)
5. Dokumentasi 1. Menyiapkan lembar 1.Foto Saya akan menuliskan Mengemba Penguatan
dokumentasi Rekam tindakan yang telah saya ngkan nilai
2. Dokumentasi semua Medis lakukan pada pasien dengan kompetensi organisasi
kegiatan dari awal jelas dan penuh tanggung Sumber dalam
jawab (Kejelasan dan Daya kegiatan ini
29

1 2 3 4 5 6 7
pengkajian, KIE Tanggung Jawab, Manusia di adalah
sampai evaluasi Akuntabilitas) di rekam seluruh unit “knowledge
medik pasien dengan teliti pelayanan , dan
agar tidak terjadi kesalahan. Rumah attitude”
Penulisan tindakan yang Sakit dalam
telah saya lakukan akan saya hal
tulis dengan profesional yang pengemba
merupakan bagian dari etos ngan skill,
kerja dengan menambahkan knowlegde
hari, tangga dan waktu saat dan attitude
tindakan keperawatan (keterampil
tersebut disertai dengan an dan
paraf (Sila ke-1, perilaku
Nasionalisme). Saya akan yang baik)
menuliskan dokumentasi di semua
tindakan secara efisien agar lini
memudahkan petugas lain pelayanan
dalam memahami rentetan
tindakan yang telah
dilakukan ke pasien (Efisien,
Komitmen Mutu). Semua
tindakan yang telah saya
kerjakan secara disiplin akan
langsung saya tulis di lembar
catatan keperawatan
(Disiplin, Anti Korupsi).
Dan saya akan menjaga
kerahasiaan data pasien
dalam rekam medik
(Menjaga rahasia, Etika
publik).
30

C. JADWAL RENCANA KEGIATAN


Tabel 3.2 Jadwal Rencana Kegiatan

No. Kegiatan Pelaksanaan Tempat


1 Melakukan pengkajian/anamnesa pasien 10 juni-5 agustus Ruang Cendrawasih RSD
masuk Idaman Banjarbaru
2 Menentukan diagnose keperawatan 10 juni-5 agustus Ruang Cendrawasih RSD
Idaman Banjarbaru
3 Memberikan KIE kepada keluarga 10 juni-5 agustus Ruang Cendrawasih RSD
Idaman Banjarbaru
4 Evaluasi 10 juni-5 agustus Ruang Cendrawasih RSD
Idaman Banjarbaru
5 Dokumentasi 10 juni-5 agustus Ruang Cendrawasih RSD
Idaman Banjarbaru

Tabel 3.3 Matrik Rencana Pelaksanaan Aktualisasi Mingguan

BULAN
No. KEGIATAN JUNI JULI AGUSTUS
I II III IV I II III IV I II III
PERENCAAN
1. Konsultasi atau koordinasi dengan coach dan mentor
PELAKSANAAN KEGIATAN
1. Melakukan pengkajian/anamnesa pasien masuk
2. Menentukan diagnose keperawatan
31

BULAN
No. KEGIATAN JUNI JULI AGUSTUS
I II III IV I II III IV I II III
3. Memberikan KIE kepada keluarga
4. Evaluasi
5. Dokumentasi
EVALUASI
1. Penyusunan laporan
2. Seminar hasil
32

DAFTAR PUSTAKA

Lembaga Administrasi Negara. 2015. Anti Korupsi: Modul Pendidikan dan


Pelatihan Golongan I/II dan III. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.
Lembaga Administrasi Negara. 2015. Aktualisasi:Modul Pendidikan dan
Pelatihan Prajabatan Golongan III. Jakarta: Lembaga Administrasi
Negara.
Lembaga Administrasi Negara. 2015. Akuntabilitas: Modul Pendidikan dan
Pelatihan Prajabatan Golongan III. Jakarta: Lembaga Administrasi
Negara.
Lembaga Administrasi Negara. 2015. Etika Publik: Modul Pendidikan dan
Pelatihan Prajabatan Golongan III. Jakarta: Lembaga Administrasi
Negara.
Lembaga Administrasi Negara. 2015. Komitmen Mutu: Modul Pendidikan dan
Pelatihan Prajabatan Golongan III. Jakarta: Lembaga Administrasi
Negara.
Lembaga Administrasi Negara. 2015. Nasionalisme: Modul Pendidikan dan
Pelatihan Prajabatan Golongan III. Jakarta: Lembaga Administrasi
Negara.
Lembaga Administrasi Negara. 2017. Manajemen Aparatur Sipil Negara:
Modul Pelatihan Dasar Calon PNS. Jakarta: Lembaga Administrasi
Negara.
Lembaga Administrasi Negara. 2017. Pelayanan Publik: Modul Pelatihan
Dasar Calon PNS. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.

Lembaga Administrasi Negara. 2017. Whole of Government: Modul Pelatihan


Dasar Calon PNS. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara
33