Вы находитесь на странице: 1из 7

LEMBAR ALGORHITMA ASSESSMENT

Algorhitma assessment fisioterapi berdasarkan pengamatan dan perlakuan anda terhadap kasus
yang ditangani.

Nama Pasien : Ny Z.s Umur : 43 Tahun Jenis Kelamin : perempuan


Kondisi/Penyakit :

ALGORHITMA ASSESSMEN PADA OSTEOARTHROSIS KNEE

History Taking :
Nyeri punggung bawah ± 3minggu yang lalu,
nyeri saat mengangkat benda dan duduk lama

Inspeksi :
Tidak ada flat lumbal keasimetrisan pada
pelvic pasien dan overweight

Pemeriksaan fisik

Tes gerak aktif/pasif : Palpasi : Tes orientasi : Tes spesifik


Keterbatasan gerak dengan Tes nyeri
Spasme quadratus Fleksi dan rotasi :
fleksi, rotasi dan lateral (VAS) : 4
lumborum, erector lumbal (+) Patrick Test
fleksi lumbal. spine (+)
Temderness PAUVP :
prirformis nyeri L4- S1

Pemeriksaan penunjang:
MRI untuk mengetahui
adanya gangguan pada
facet.

Makassar, 31 Mei 2019

Clinical Instructor,

Masduki, SKM
NIP. 19690312 199203 1 010
LEMBAR BAGAN ICF

Bagan ICF sesuai dengan problematik yang ditemukan berdasarkan hasil assessment terhadap
kasus ditangani

Nama Pasien : Ny. Z.s


Umur : 43 tahun
Jenis Kelamin : Perempuan

Kondisi/Penyakit :
Non-Spesifik Low Back Pain et cause Spasme otot Erector Spine dan Quadratus
Lumborum
Lumborum

Impairment Acivity Limitation Participation Restriction


(Body structure and function) - Tidak dapat mengangkat - Keterbatasan saat
- Nyeri pada area lumbal beban berat. melakukan aktivitas
- Keterbatasan gerak - Kesulitan saat sehari-hari
lumbal. membungkuk. - Tidak dapat bekerja
- Spasme otot Erector - Nyeri timbul jika duduk dengan maksimal
spine terlalu lama dan berdiri
- Spasme otot quadratus lama
lumborum
- Tenderness otot
piriformis

Makassar, 31 Mei 2019

Clinical Instructor,

Masduki, SKM
NIP. 19690312 199203 1 010
LEMBAR INTERVENSI FISIOTERAPI

Berbagai jenis pendekatan intervensi fisioterapi yang diberikan oleh CE bersama dengan
mahasiswa praktikan.

Nama Pasien : Ny. Z.s


Umur : 43 tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Diagnosa Fisioterapi : Non-Spesifik Low Back Pain et cause Spasme otot Erector Spinedan
Quadratus Lumborum
Jenis Intervensi Tujuan Intervensi Alasan Klinis
Traksi Lumbal -menambah ROM Manual traksi lumbal
-menurunkan nyeri dapat melebarkan foramen
intervertebralis Pelebaran
foramen intervertebralis
diperoleh dari pembukaan
facet melalui posisi ektensi
saat pelaksanaan traksi
lumbal. Efek fisik Dapat
merangsang aktivitas
biologis didalam sendi
melalui gerakan cairan
sinovial. Gerakan cairan
sinovial dapat
meningkatkan proses
pertukaran nutrisi
kepermukaan kartilago
sendi dan fibrokartilago,
sehingga cairan sinovial
meningkat.
Distraksi dengan
amplitude kecil pada sendi
akan menyebabkan
terjadinya pergerakan cairan
sinovium yang akan
membawa nutrisi pada
bagian yang bersifat
avaskular dari kartilago sendi
dan fibrokartilago,
menurunkan nyeri dan efek
degenerasi statis saat nyeri
dan tidak dapat melakukan
gerakan dalam lingkup gerak
sendi tertentu.

NMT Mengurangi spasme otot. Terapi neuromuskuler telah


mencapai fasia jaringan
yatim dan epidemi yang
dikenal luas sebagai trigger
points.

Terapi neuromuskuler
meningkatkan fungsi sendi,
otot, dan artrokinematika
umum tubuh, dan dapat
meningkatkan
penyembuhan dengan
memfasilitasi kembalinya
fungsi otot inti (lumbo-
panggul-pinggul) yang
tepat ke seluruh kinetik
chain.
Friction Untuk melepaskan crosslink yang Dapat melepaskan
abnormal antara cells otot. perlengketan pada jaringan
sehingga terjadi
vasodilatasi pembuluh
darah.
Stetching Untuk peregangan dan rileksasi Pada saat stretching, muscle
pada otot. spindle bekerja dengan
memonitor kecepatan dan
durasi penguluran ketika
otot terulur maka serabut
intrafusal dan ekstrafusal
tersebut akan terulur dan
golgi tendon organ akan
mendeteksi ketegangan otot
sehingga terjadi reflex
inhibisi menyebabkan
rileksasi otot secara tiba-
tiba dan terjadi peningkatan
fleksibilitas pada otot.
Makassar, 31 Mei 2019

Clinical Instructor,

Masduki, SKM
NIP. 19690312 199203 1 010
LEMBAR INTERVENSI FISIOTERAPI

Rekomendasi pendekatan intervensi fisioterapi sesuai dengan Evidence Based Practice dan
Clinical Reasoning

Nama Pasien : Ny. Z.s


Umur : 43 tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Diagnosa Fisioterapi : Non-Spesifik Low Back Pain et cause Spasme otot Erector Spine
dan Quadratus Lumborum.
Rekomendasi Internvensi Fisioterapi Berdasarkan EBP dan CR
Jenis Intervensi Tujuan Intervensi Alasan Klinis
Kinesio Tapping (1) normalisasi fungsi otot Skin
(muscle support) yaitu • Stimulus sensoris
meningkatkan kontraksi pada otot terhadap reseptor mekanik
yang lemah, mengurangi • Mengurangi inflamasi dan
kelelahan otot, mengurangi over- tekanan pada reseptor
extension dan over- kimiawi
contraction dari otot, mengurangi •Sensory‐Motor Cortex
kram dari kemungkinkan cedera communication
pada otot, meningkatkan range of
motiondan membebaskan dari Fascia
rasa nyeri. • Merangsang gerakan dari
fascia.
(2) mengurangi penyumbatan dari
aliran cairan tubuh, yaitu dengan Circulatory/lymphatic
meningkatkan sirkulasi darah dan systems
limfe, mengurangi kelebihan • Meningkatkan sirkulasi
panas dan zat darah dan cairan limfe
kimia pada jaringan, mengurangi • Merangsang sistem
peradangan, mengurangi perasaan drainase limpatic terbuka di
tidak nyaman dan nyeri pada kulit bawah kulit.
dan otot. • Membuang energi panas
dan bahan kimia dari
(3) mengaktifkan sistem analgesik jaringan
endogen sehingga memungkinkan • Mengurangi inflamasi
terjadinya aktivitas spinal • Mengurangi perasaan
inhibitory system dan descending tidak nyaman (nyeri) pada
inhibitory system kulit dan otot

(4) memperbaiki problem sendi, Muscle


yaitu • Meningkatkan kontraksi
memperbaiki alignment yang otot dari otot-otot yang
salah akibat spasm otot dan mengalami kelemahan
pemendekan otot, menormalkan (fasilitasi)
tonus otot dan kelainan fascia • Stimulus rileksasi otot-
pada sendi, sehingga dapat otot yang berkontraksi
secara berlebihan (inhibisi)
memperbaiki range of motion dan • Mengurangi kelelahan
mengurangi nyeri. otot
• Meningkatkan lingkup
gerak sendi
• Mengurangi nyeri

Joint
• Meningkatkan
biomekanik sendi dan
alignment
• Menyeimbangkan peran
agonis dan antagon
• Meningkatkan lingkup
gerak sendi
• Mengurangi reaksi
proteksi otot dan nyeri
• Memfasilitasi fungsi
ligamen dan tendon
• Merangsang gerakan
lebih mudah

MET (Muscle Energy  Menurunkan Spasme dan Ketika otot berkontraksi


Technique) Tightness maka secara automatik
antagonis akan terinhibisi.
 Menurunkan nyeri
Setelah otot berkontraksi
maka secara automatik akan
terjadi keadaan relaks
secara singkat pada fase
akhir

Penurunan tonus akan


terjadi pada otot atau group
otot setelah jangka waktu
singkat dari kontraksi
isometrik
Dengan kontraksi isometrik
akan mencapai derajat
kenyamanan pada otot dan
terciptanya potensial
gerakan tambahan pada
jaringan yang memendek.

Terapi Latihan dengan Untuk fleksibilitas otot-otot Mengurangi nyeri pinggang


William Flexion punggung dan pembuluh darah dan perkuat otot-otot
yang membawa nutrisi ke diskus lumbosacral spine.
intervertebral.
Core Stabilitiy Exercise - Meningkatkan stabilitas CSE mengaktifkan kerja
tulang belakang dan dari pada core muscle yang
lumbopelvic merupakan deep muscle
- Meningkatkan kekuatan pada pasien yang
otot core mengalami kelemahan.
Teraktifasinya core muscle
ini akan meningkatkan
stabilitas tulang belakang,
karena core muscle yang
aktif akan meningkatkan
tekanan intra abdominal
dan hal tersebut akan
membentuk abdominal
brace yang akan
meningkatkan stabilitas
dari tulang belakang.

Peningkatan aktivitas dan


co-aktivitas antagonis otot
trunk dapat meningkatkan
kontrol tulang belakang
pada hal tersebut
mendorong pemeliharaan
dari posisi lumbopelvic
agar tetap stabil.

Makassar, 31 Mei 2019

Clinical Instructor, Preceptor,

Masduki, SKM Dr. Muhammad Awal, SKM., M.Kes


NIP. 19690312 199203 1 010 NIP. 19740414 199603 1 004