You are on page 1of 11

MAKALAH

PENERAPAN TEORI DI NEGARA BERKEMBANG

DISUSUN OLEH

MARTHINA LYKE WATTIMURY

(2019-29-076)

MARYANI RUSLI

(2019-29-2200)

MONALISA JAMBORMIAS

(2019-29-1800)

ARMY NURLETE

(2019-29-078)

ANRENY YAMIN

(2019-29-134)

MARIA Y.R KELWULAN

(2019-29-048)
1
BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang
Dalam mempelajari ekonomi pembangunan, pemahaman akan konsep pembangunan ekonomi
pada negara sedang berkembang dan maju merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.
Mempelajari ekonomi pembangunan sama halnya mempelajari tentang seluk beluk keadaan di
negara sedang berkembang dan maju itu sendiri. Negara-negara di dunia secara umum dapat
dibedakan menjadi dua kelompok besar, yaitu negara maju dan negara berkembang. Negara-
negara maju pada umunya merupakan negara-negara sangat baik kondisi ekonominya, seperti
Eropa Barat, Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru, dan Jepang. Perekonomian negara-
negara tersebut dikatakan maju dan baik karena peranan sektor industri sangat besar
dibandingkan sektor pertanian. Pertumbuhan ekonomi negara-negara maju tersebut bisa
dikatakan sangat stabil karena ketersediaan modal dan investasi yang sangat besar. Selama ini
banyak negara sedang berkembang telah berhasil menunjukkan laju pertumbuhan ekonomi yang
cukup tinggi, tetapi masih banyak permasalahan pembangunan yang belum terpecahkan, seperti:
tingkat pengganguran tetap tinggi, pembagian pendapatan tambah tidak merata, masih banyak
terdapat kemiskinan absolut, tingkat pendidikan rata-rata masih rendah, pelayanan kesehatan
masih kurang, dan sekelompok kecil penduduk yang sangat kaya cenderung semakin kaya
sedangkan sebagian besar penduduk tetap saja bergelut dengan kemiskinan, yang terjadi bukan
trickle down
tapi
trickle up
. Keadaan ini memprihatinkan, banyak ahli ekonomi pembangunan yang mulai mempertanyakan
arti dari pembangunan. Pertumbuhan ekonomi dan pembangunan ekonomi merupakan dua istilah
yang berbeda, sekalipun ada beberapa ahli mengatakan sama. Pertumbuhan ekonomi merupakan
salah satu indikator dari keberhasilan pembangunan ekonomi. Jadi akan ada pertumbuhan
ekonomi jika ada