You are on page 1of 16

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

KB dan ALAT KONTRASEPSI

Oleh :

Komala Syafira Efinda


Krisna Ayuda Asmi
Siska Pandu Wisina
Vika Yusnita
Suci Rahayu
Nofa Syafitri
Nurhainni

AKADEMI KEPERAWATAN NABILA


PADANG PANJANG
TAHUN 2017/2018
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
JENIS ALAT KONTRASEPSI

Mata Kuliah :Promosi Keperawatan


Topik : penyuluhan tentang KB
Sub Topik : macam – macam jenis alat kontrasepsi( IUD)
Sasaran : Pada pasangan yang akan menikah (PAUS)
Tempat :.Sigando
Hari/tanggal : Minggu, 19 agustus 2018
Waktu : 08.00 WIB – 08.30 WIB
Jam :25 menit

A. Latar Belakang
Untuk mewujudkan program Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional
(BKKBN) tentang Norma Keluarga Kecil Bahagia dan Sejahtera (NKKBS), maka
salah satu caranya yaitu dengan menggunakan alat kontrasepsi.Penyuluhan ini
saya lakukan pada keluarga bapak AFDAL dan ibu SARI di Sigando guna
menginformasikan tentang hal-hal yang berkaitan dengan alat kontrasepsi.
Banyak jenis alat kontrasepsi yang dapat digunakan oleh PUS, diantaranya
ada alat kontrasepsi hormonal, non hormonal, alami dan kontap. Jenis alat
kontrasepsi dapat dipilih oleh PUS tergantung dengan kondisi fisik dan factor
keadaan lainnya seperti keinginan pasangannya.Namun saya menghimbau kepada
ibu-ibu dan para suami untuk melakukan penyuluhan ini.Karna pemerintah
indonesia sangat mnganjurkan rakyat indonesia dalam program KB(keluarga
berencana).

B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Setelah penyuluhan ini diharapkan Ibu dapat mengetahui jenis alat kontrasepsi
(yang ia inginkan) dan Ibu mau untuk berKB.
2. Tujuan Khusus
Setelah mengikuti penyuluhan diharapkan Ibu mampu :
1. Pengertian Alat kontrasepsi
2. Pertimbangan pemakain alat kontrasepsi
3. Menyebutkan jenis dan macam-macam alat kontrasepsi yang bisa
digunaka.
4. Menyebutkan keuntungan dari alat kontrasepsi.
5. Menyebutkan kekurangan dan efek samping dari alat kontrasepsi

C. Manfaat
1. Bagi Masyarakat
Mengetaui tentang alat kontrasepsi dan dapat mengaplikasikan nya
di kehidupan sehari-hari
2. Bagi Mahasiswa
Menambah ilmu dan wawasan tentang pengalaman terhadap
penyluhan alat kontrasepsi

D. Metode
1. Ceramah
2. Diskusi

E. Media Dan Alat Bantu Penyuluhan


1. Leptop
2. LCD
3. Power Point

F. Setting Tempat
Keterangan :
: Audiens
: Penyaji
: Pembimbing Akademi
: Fasilitator
: Observer
: Moderator

G. Struktur dan Uraian Tugas


Dosen : Ns. Mariza Elvira, M.kep

1. Moderator :
Tugas :
a. Membuka acara
b. Memperkenalkan anggota tim
c. Membuat kontrak waktu dan bahasa
d. Menjelaskan tujuan acara
e. Mengatur jalannya penyuluhan yang sedang berlangsung
f. Menyimpulkan hasil penyuluhan
2. Penyaji :
Tugas :
a. Memberikan materi sesuai waktu yang ditentukan
b. Menjawab pertanyaan yang diberikan audiens
c. Memberikan reinformen positif pada siswa/i yang
bertanya dan menjawab
3. Observer :
Tugas :
a. Mengobservasi jalannya acara penyuluhan
b. Melaporkan jalannya acara
c. Melaporkan uraian tugas
4. Fasilitator :
Tugas :
a. Persiapan alat/tempat acara
b. Mempertahankan kehadiran peserta
c. Mencegah atau mengatasi hambatan kelompok
d. Memotivasi peserta untuk aktif
e. Membuat suasana yang nyaman

H. Proses Pelaksanaan
No Waktu Kegiatan penyuluhan Kegiatan audience
1 5 menit Tahap Pembukaan
1. Membuka kegiatan 1. Menjawab salam
dengan mengucapkan 2. Mendengarkan dan
salam memperhatikan
2. Memperkenalkan diri 3. Mendengarkan dan
3. Membuat kontrak waktu, memperhatikan
tepat dan bahasa
4. Menjelaskan tujuan dari 4. Menyetujui kontrak
penyuluhan

2 Penyajian 1. Mengkaji pengetahuan


15 menit audien tentang pengertian 1. Memberikan
kontrasepsi pendapat

2. Mendengarkan

1. Memberikan
pendapat
2. Mendengarkan

1. Memberikan pendapat

2. Mendengarkan

1. Memberikan pendapat

2. Mendengarkan

1. Memberikan pendapat

2. Mendengarkan
3 5 menit 1. Sesi Tanya jawab 1. Audien bisa menjawab
pertanyaan
4 5 menit 1. Penutup 1. Mendengarkan
Menyimpulkan materi 2. Ikut memberikan
bersama audience pendapat
3. Menjawab salam
Menyimpulkan hasil
diskusi bersama
audience

Anjurkan fasilitator
membagikan liflet

Salam

I. Kriteria hasil
1. Evaluasi standar :
- Peran dan tugas mahasiswa sesuai dengan rencana
- Tempat, alat, dan media sesuai dengan keperluan
- Peserta penyuluhan, mahasiswa, dan alat sesuai dengan keperluan
- Peserta penyuluhan, mahasiswa, dan dosen pembimbing mengikuti acara
penyuluhan sesuai dengan setting tempat yang direncanakan
2. Proses evaluasi
- Pelaksanaan kegiatan sesuai dengan rencana
- Ibu hadir mengikuti kegiatan penyuluhan
- Berlangsung dalam hal tanya jawab dan diskusi bersama
3. Evaluasi hasil :
Setelah penyuluhan diharapkan :
- 75% Ibu mampu menyebutkan defenisi dari alat kontrasepsi
- 75% Ibu mampu menyebutkan pertimbangan pemakaian alat kontrasepsi
- 75% Ibu mampu menyebutkan macam-macam alat kontrasepsi
- 75% Ibu mampu menyebutkan manfaat dari masing-masing alat
kontrasepsi
- 75% Ibu mampu menyebutkan manfaat dari masing-masing alat kontraseps
. Materi
1. Pengertian
Keluarga berencana (KB) adalah keluarga yang direncanakan dan tujuanya
untuk membantu individu atau pasangan membantu objek-objek tertentu
kemudian menghindari kehamilan yang tidak diinginkan.
Kontrasepsi merupakan pencegahan terjadinya kehamilan/konsepsi (bukan
aborsi). Alat kontrasepsi merupakan alat yang digunakan untuk mencegah
terjadinya suatu kehamilan.

2. Tujuan KB/Kontrasepsi
a) Mengatur interval kehamilan
b) Mengontrol waktu saat kehamilan
c) Mengontrol waktu saat kelahiran dalam hubungan
d) Menentukan jumlah anak dalam keluarga

3. Syarat Metode Kontrasepsi yang Baik


 Aman untuk digunakan
 Dapat diandalkan
 Sederhana
 Murah
 Dapat diterima orang banyak
 Pemakaian jangka lama

4. Macam-macam alat kontrasepsi yang bisa digunakan


a. KB Hormonal
 Efek samping dari metode kontrasepsi hormonal ini adalah :
1) Menstruasi menjadi tidak teratur atau tidak mens sama sekali
(kecuali pil)
2) Kenaikan berat badan
3) Muncul flek hitam pada wajah
4) Mual, pusing, atau muntah
 Cara kerja :
1) Menekan masa subur
2) Mencegah penempelan
3) Mengentalkan lendir servik, sehingga sulit dilalui oleh air mani
4) Pergerakan tuba terganggu, sehingga transportasi telur juga
terganggu

1) Pil oral kombinasi


a) Afektif dan reversible
b) Harus diminum setiap hari
c) Efek samping yang serius jarang terjadi
d) Efek samping yang sering timbul yaitu mual dan bercak perdarahan
atau spotting
e) Tidak dianjurkan pada wanita yang sedang menyusui
f) Dapat digunakan sebagai alat kontrasepsi darurat
 Jenis-jenis pil oral kombinasi, yaitu :
- Monofasik
Pil yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung
hormon aktif estrogen/progestin dalam dosis yang sama dengan 7
tablet tanpa hormon aktif
- Bifasik
Pil yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung
hormon aktif estrogen/progestin dengan dua dosis yang berbeda
dengan 7 tablet tanpa hormon aktif
- Trifasik
Pil yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung
hormon aktif estrogen/progestin dengan tiga dosis yang berbeda
dengan 7 tablet tanpa hormon aktif
 Kelebihan pil oral kombinasi, yaitu :
- Memiliki efektifitas yang tinggi
- Resiko terhadap kesehatan sangat kecil
- Tidak mengganggu hubungan seksual
- Siklus haid teratur, tidak terjadi nyeri haid
- Dapat digunakan jangka panjang selama wanita itu ingin
menggunakannya
- Mudah diberhentikan setiap saat dan kesuburan akan kembali
setelah diberhentikan
- Untuk kontrasepsi darurat
 Kekurangan pil oral kombinasi, yaitu:
- Mahal dan membosankan karena harus menggunakannya setiap
hari
- Mual, terutama pada 3 bulan pertama
- Perdarahan bercak/spotting terutama 3 bulan pertama
- Nyeri payudara, BB mengalami kenaikan, tidak untuk wanita
menyusui
- Meningkatkan TD
2) Suntik
a) Suntik progestin
Merupakan metoda kontrasepsi yang efektif, aman, dapat dipakai
oleh semua WUS, kembalinya ke kesuuburan lebih lambat (4 bulan),
cocok untuk masa laktasi karena tidak mempengaruhi ASI
 Jenis-jenis suntik progestin
- DMPA mengandung 150 mg DMPAyang diberikan setiap 3
bulan dengan cara disuntikkan IM1.
- Depo Noristerat yang mengandung 200 mg Noretindron
Enantat dengan cara disuntikan IM dalam
 Kelebihan suntik progestin, yaitu :
- Sangat efektif untuk pencegahan kehamilan jangka panjang
- Tidak mempengaruhi hubungan suami istri
- Tidak mengandung estrogen sehingga tidak berdampak pada
penyakit jantung
- Tidak berpengaruh terhadap ASI
 Kekurangan suntik progestin, yaitu :
- Sering ditemukan gangguan haid seperti spotting, siklus
memanjang dan memendek
- Klien bergantuung pelayanan kesehatan dan tidak dapat
dihentikan sewaktu-waktu
- Peningkatan BB dan terlambanya kembali ke kesuburan
setelah penghentian pemakaian
b) Suntik kombinasi
Merupakan jenis suntikan yang terdiri atas 25 mg Depo
Medroksiprogesteron Asetat 5 mg Estradiol Sipionat yang diberikan
injeksi IM 1 bulan sekali
 Kelebihan suntik kombinasi, yaitu:
- Resiko terhadap kesehatan kecil, tidak mempengaruhi
hubungan suami istri
- Tidak diperlukan pemeriksaan dalam dan metode jangka
panjang
- Efek samping yang kecil
- Klien tidak perlu menyimpann obat suntik
 Kekurangan suntik kombinasi, yaitu :
- Terjadi perubahan pola haid, apotting, perdarahan sela sampai
10 hari
- Mual, sakit kepala, nyeri payudara ringan
- Ketergantungan terhadap pelayanan kesehatan
- Peningkatan BB dan terlambat kembali kesuburannya
3) Implant
Efektif 5 tahun untuk Norpalan (terdiri dari 6 batang ), 3 tahun
untuk Indoplan/Implano, klien merasa kenyamanan, dapat dipakai oleh
semua ibu usia reproduksi, pemasangan dan pencabutan memerlukan
pelatihan, kesuburan akan kembali setelah dicabut, efek samping utama
berupa perdarahan tidak teratur, bercak dan aminorhea dan aman
dipakai saat menyusui.
 Keuntungan implant, yaitu :
- Daya guna tinggi, perlindungan jangka panjang (5 tahun),
pengembalian tingkat kesuburan yang cepat setelah pencabutan
- Tidak memerlukan pemeriksaan dalam, bebas dari pengarus
estrogen, tidak mengganggu coitus dan tidak mempengaruhi ASI
- Klien kontrol ke klinik jika ada keluhan dan dapat dilakukan
pencabutan setiap saat sesuai dengan kebutuhan
 Kekurangan implant, yaitu :
- Perubahan pola haid
- Nyeri kepala dan nyeri dada
- Peningkatan/penurunan BB
- Memerlukan pembedahan minor untuk pemasangan dan
pelepasan

b. KB Non Hormonal
1) AKDR (IUD)
a) Cara kerja
- Menghambat kemampuan sperma masuk tuba fallopi.
- Mencegah implantasi telur dalam uterus.
- Mencegah sperma dan ovum bertemu.

b) Keuntungan IUD, yaitu :


- Tidak mempengaruhi hubungan seksual.
- Meningkatkan kenyamanan hubungan seksual.
- Tidak mempengaruhi ASI.
- Metode jangka panjang.
- Dapat digunakan sampai menopouse.
c) Efek samping penggunaan IUD :
- Menstruasi menjadi lebih lama dan banyak
- Perubahan siklus haid (umumnya pada 3 bulan pertama)
- Perdarahan irreguler (spotting) di antara menstruasi
- Saat haid lebih sakit
2) Kondom
a) Cara kerja
- Menghalangi bertemunya sperma dan sel telur.
- Mencegah penularan mikroorganisme dari satu pasangan ke
pasangan lain.
b) Keuntungan kondom, yaitu :
- Tidak mengganggu produksi ASI.
- Mencegah Penyakit Menular Seksual (PMS)
- Mencegah ejakulasi dini.
- Mencegah terjadinya kanker serviks.
- Mencegah imunoinfertiltas.
- Murah dan dapat diberi secara umum.
- Memberi dorongan suami untuk ber KB.
c) Efek samping :
- Kondom rusak atau bocor sebelum berhubungan
- Alergi
- Mengurangi kenikmatan hubungan seksual
c. Kontrasepsi Mantap
1) Tubektomi (MOW)
Pengikatan/pemotongan tuba fallopi kiri dan kanan pada wanita
untuk mencegah transport ovum dari ovarium melalui tuba ke arah
uterus, dilakukan dengan cara operasi, effektivitas : tinggi,
reversibilitas: rendah, disebut kontrasepsi mantap

2) Vasektomi (MOP)
Pengikatan/pemotongan vas defferen kiri dan kanan pada pria
untuk mencegah transport spermatozoa dari testis, dilakukan dengan
cara operasi kecil / minor surgery, effektifitas : tinggi, reversibilitas :
rendah, disebut kontrasepsi mantap.

5. Efek Samping Pil KB


a. Rasa mual
b. Nyeri kepala
c. Penambahan berat badan
6. Komplikasi KB
a. Pendarahan
b. Kenaikan BB
c. Gangguan siklus haid
d. Dapat menimbulkan kekeringan pada vagina

PENUTUP

A. Kesimpulan
Kontrasepsi adalah upaya untuk mencegah kehamilan yang bersifat
sementara ataupun menetap.Kontasepsi ditujukan untuk wanita dengan tujuan
agar tidak mempunyai anak lebih dari 2 sesuai dengan program KB yang
dicanangkan oleh pemerintah.
Tujuan penggunaan kontrsepsi, yaitu :
1.Menunda kehamilan. Pasangan dengan istri berusia dibawah 20 tahun
dianjurkan menunda kehamilannya.
2. Menjarangkan kehamilan (mengatur kesuburan). Masa saat istri berusia 20-30
tahun adalah yang paling baik untuk melahirkan 2 anak dengan jarak kelahiran 3-
4 tahun.
3. Mengakhiri kesuburan (tidak ingin hamil lagi). Saat usia diatas 30 tahun,
dianjurkan untuk mengakhiri kesuburan setelah mempunyai 2 anak.
.Macam-macam kontrasepsi
1. Kontrasepsi Alamiah: -metode lendir serviks
-metode suhu tubuh basal Barier : -kondom
-diafragma
-obat spermatisid
3. Alat Kontrasepsi dalam Rahim (AKDR)
4. Kontrasepsi Hormonal : -pil
-suntik
- susuk norplant
- susuk implanon
Dan juga seperti dijelaskan diatas dalam bab II tentang prinsip kerja pemasangan
alat kontrasepsi dengan aman dan mantap digunakan untuk wanita.

b. kritik dan Saran


Demikianlah SAP(satuan acara penyuluhan ) ini saya buat ,kritik dan saran
dari pembaca sangat kami butuhkan wassalam wr .wb
DAFTAR PUSTAKA

Hidayati, Ratna. 2009. Metode dan Tekhnik Penggunaan Alat Kontrasepsi.


Salemba Medika: Jakarta.
Arum, DNS dan sujiyatini. 2009. Panduan Lengakap Pelayanan KB Terkini. Mitra
Cendikia Press: Yogyakarta.
Pinem, Saroha. 2009. Kesehatan Reproduksi dan Kontrasepsi. Trans Info Media:
Jakarta.