Вы находитесь на странице: 1из 12

STRUKTUR INTI DAN RADIOAKTIVITAS

DISUSUN

OLEH KELOMPOK 9 :

1. KRISTINA SARAGIH ( 16100006)


2. MIA YURIKA SITUMORANG ( 16100019 )

DOSEN PENGASUH : Dr. Muktar B.Panjaitan,M.Pd

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS HKBP NOMMENSEN

2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan
rahmat serta hidayahNya sehingga penyusunan tugas ini dapat diselesaikan.

Tugas ini disusun untuk diajukan sebagai tugas mata kuliah Fisika Modern dengan judul
“Struktur Inti dan Radioaktivitas” di Universitas HKBP Nommensen. Terima kasih kepada
Bapak Dr. Muktar B.Panjaitan,M.Pd selaku dosen mata kuliah Fisika Modern yang telah
membimbing dan memberikan tugas ini kepada kami.

Demikianlah tugas ini disusun semoga bermanfaat, agar dapat memenuhi tugas mata
kuliah Fisika Modern, makalah ini jauh dari sempurna oleh karena itu, kritik dan saran yang
bersifat membangun sangat kami harapkan demi sempurnanya makalah ini.

Pematang Siantar, Juni 2019

( Kelompok 9)
DAFTAR ISI

Kata Pengantar ........................................................................................... ........................ i

Daftar Isi .................................................................................................... ........................ ii

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang .................................................................................... .........................1

1.2. Rumusan Masalah ............................................................................... .........................1

1.3. Tujuan Penulisan ................................................................................. .........................1

BAB II PEMBAHASAN

1. Partikel Penyusun Inti atom ................................................................... .........................3

2. Ukuran dan Bentuk Inti .......................................................................... .........................4

3. Massa dan Energi Ikat Inti Atom ........................................................... .........................6

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan ........................................................................................... .........................8

B. Saran ...................................................................................................... .........................8

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................ .........................10


BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Apabila kita menyelidiki lebih jauh kedalam atom,kita dapati bahwa pada pusatnya
terdapat inti atom (sering disebut saja inti) yang hanya menempati sekitar 10−15bagian volume
atom. Walaupun demikian,inti atomlah yang menghasilkan gaya tarik elektrik yang menghimpun
atom menjadi satu kesatuan. Bila gaya tarik coulomb oleh inti atom ini tidak ada,gaya tolak-
menolak antara elektron akan memisahkan kesatuan atom tadi. Tetapi gaya apakah yang
mengatasi gaya tolak antara muatan positif inti sehingga inti atom tidak berantakan? Sebuah
muatan positif pada permukaan inti akan menderita gaya tolak elektrik dari inti atom yang
memberikannya energi potensial sekitar 100 MeV. Karena itu,untuk dapat mempertahankan
muatan positif tersebut di dalam inti atom,gaya inti harus memberikan jumlah energi ikat yang
melebihi 100 MeV-ribuan kali lebih besar daripada energi ikat atom yang khas!

Ada banyak kesamaan antara struktur atom dan struktur inti atom,yang memudahkan kita
mengkaji berbagai sifat inti atom. Perilaku inti atom tunduk pada hukum-hukum fisika kuantum.
Mereka memiliki keadaan dasar dan eksitasi serta memancarkan foton (yang dikenal sebagai
sinar gamma) sewaktu melakukan transisi antara berbagai keadaan eksitasi nya. Seperti halnya
dengan keadaan atom, keadaan inti atom juga dilabel oleh momentum sudut total nya.

1.2. Rumusan Masalah

1. Bagaimana keadaan partikel penyusun inti atom?

2. Bagaimana ukuran dan bentuk inti?

3. Bagaimana massa dan energi ikat inti atom?

4. Bagaimana kestabilan dan peluruhan inti serta radioaktivitas?

1.3. Tujuan Penulisan

1. Untuk mengetahui dan menjelaskan keadaan partikel penyusun inti atom.

2. Untuk mengetahui ukuran dan bentuk inti.


3. Untuk mengetahui dan menjelaskan massa dan energi ikat inti atom.

4. Untuk mengetahui kestabilan dan peluruhan inti serta radioaktivitas


BAB II

PEMBAHASAN

1. PARTIKEL PENYUSUN INTI ATOM

Dari pekerjaan Rutherford,Bohr dan pengikutnya, diketahui bahwa muatan positif atom
terkungkung dalam suatu daerah sangat kecil di pusat atom, bahwa inti atom memiliki muatan
+Ze, dan bahwa seluruh atom (99,9 persen) berasal dari inti atom. Juga diketahui bahwa massa
berbagai atom hampir mendekati kelipatan bulat massa hidrogen,atom teringan;pembacaan
lampiran B secara sekilas mendukung pengamatan ini. Kita menyebut pengali bulat A ini nomor
massa.

Oleh karena itu,kita menganggap bahwa inti atom hidrogen tersusun dari suatu satuan
muatan positif mendasar. Satuan mendasar ini disebut proton,dengan massa sama dengan massa
atom hidrogen tanpa massa elekton dan energi ikat, dan bermuatan +e. Jika suatu inti atom berat
mengandung A buah proton,maka ia akan memiliki muatan sebesar Ae,bukan Ze;karena A>Z
untuk semua atom yang lebih berat daripada hidrogen,maka model ini memberikan jumlah
muatan positif yang lebih banyak kepada inti atom. Kesulitan ini diatasi dengan model proton-
elektron,yang mempostulatkan bahwa inti atom juga mengandung (A-Z) buah elektron.
Berdasarkan anggapan ini,massa inti atom akan sekitar A kali massa proton (karena massa
elektron dapat diabaikan) dan muatan inti atom akan sama dengan

A(+e) + (A-Z)(-e) = Ze

sesuai dengan percobaan. Tetapi, model ini menemukan beberapa kesulitan. Pertama
sebagaimana yang kita ketahuia bahwa kehaditran electron dalam inti atom tdk taat inti atom
terhadap asas ketidakpastian yang menghendaki electron-elektron tersebut memiliki energy
kinetik yang sangat tinggi. Persoalan yang lebih serius menyangkut spin intrinsik inti atom.

Dari berbagai pengukuran terhadap efek momen magnet inti yang sangat kecil pada
transisi atom (yang disebut pemisahan struktur halus), kita ketahui bahwa proton memiliki sifat
instrinsik 1/2,seperti elektron.

Pemecahan dilema ini datang pada tahun 1932 dengan ditemukannya neutron, sebuah
partikel dengan massa kurang lebih sama dengan massa proton (sebenarnya 0,1 persen lebih
bermassa), tetapi tidak memiliki muatan elektrik. Menurut model proton-neutron, sebuah inti
atom terdiri atas Z proton dan (A – Z) neutron, yang memberikan muatan total Ze dan massa
total sekitar A, karena massa proton dan neutron kurang lebih sama.Karena proton dan neutron
sangat bermiripan, kecuali perbedaan muatan elektriknya, maka keduanya dikelompokkan
sebagai nucleon. Beberapa sifat dari kedua nukleon ini didaftarkan dalam tabel 9.1 berikut.

Nama Muatan Massa Energi Spin

Proton +e 938,28 MeV ½

Neutron 0 939,57 MeV ½

2. UKURAN DAN BENTUK INTI

Mendefinisikan secara tepat jari-jari sebuah inti atom sama sulitnya seperti untuk jari-jari
sebuah atom. Distribusi probabilitas bagi elektron-elektron atom tampak bagaikan sebuah “bola
tidak jelas” bermuatan dengan batas tidak jelas;distribusi muatan nya tidak berakhir pada suatu
tepi yang jelas. Tetapi,kita dapat mengandaikan jari-jari rata-rata atau jari-jari yang paling
mungkin dari orbit elektron terluar sebagai jari-jari atom.

Inti atom harus diperlakukan dengan cara yang sama,meskipun tidak ada orbit neutron
atau proton yang dapat kita gunakan bagi maksud ini. Banyak inti atom agak bulat (walaupun
ada beberapa yang agak lonjpng atau pipih) dna ketergantungan kerapatan inti atom pada jarak
radial ke pusat dapat dinyatakan seperti pada gambar :

Dari beraneka ragaman percobaan, kita ketahui banyak hal yang mengesankan dari sifat
rapat inti atom. Kita membahas betapa kuatnya tarikan gaya inti mengatasi tolakan Coulomb
yang cenderung memberantakan inti atom. Kita dapat saja memperkirakan bahwa gaya ini dapat
menyebabkan proton dan neutron berkumpul pada pusat inti atom, yang meningkatkan kerapatan
inti atom pada daerah pusat. Tetapi, Gambar 9.1 memberi kesan bahwa perkiraan tersebut tidak
benar adanya yang rapat inti atom tidak berubah (tetap). Jadi, terdapat suatu mekanisme lain
yang mencegah inti mengerut ke pusat atom .Berdasarkan gambar 9.1 dapat diketahui bahwa
Jumlah neutron dan proton tiap satuan volume kurang lebih tidak berubah di seluruh daerah inti
atom:
𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑛𝑒𝑢𝑡𝑟𝑜𝑛 𝑑𝑎𝑛 𝑝𝑟𝑜𝑡𝑜𝑛 𝐴
=4 ≈tetapan
𝑣𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒 𝑖𝑛𝑡𝑖 𝑎𝑡𝑜𝑚 𝜋𝑅 3
3

Jadi,

𝐴 ∝ 𝑅3

Dan kita dapat memperoleh kesebandingn antara jari-jari inti atom R dan pangkat tiga
nomor massa;

1⁄
𝑅∝𝐴 3

Atau dengan mendefinisikan tetapan banding R𝑜,

𝑅 = 𝑅𝑜𝐴 1⁄3

Tetapan R𝑜 harus ditentukan melalui percobaan, dan salah satu percobaan khasnya
adalah dengan menghamburkan partikel-partikel bermuatan (misalnya, partikel alfa atau
electron) dari inti atom guna menarik kesimpulan mengena jari-jari inti atom dari distribusi
prtikel yang terhambur. Dari berbagai percobaan seperti itu kita ketahui nilai R𝑜 sekitar 1,2 x
10−15 𝑚. (Nilai sebenarnya, seperti dalam kasus fisika atom, bergantung pada bagaimana kita
mendefinisikan jari-jari dan nilai R𝑜 biasanya berada dalam rentang 1,0 x 10−15 𝑚 hingga 1,5 x
10−15 𝑚).

Salah satu cara untuk mungukur ukuran inti atom adalah dengan menghamburkan
partikel bermuatan seperti partikel alfa dalam percobaan hamburan Rutherford. Selama partikel
alfa masih berada diluar inti atom, rumus hamburan Rutherford tetap berlaku tetapi begitu
jaraknya hampir terdekatnya lebih kecil daripada jari-jari inti atom, maka terjadi penyimpangan
dari ruus Rutherford. Gambar 9.2 memperlihatkan hasil suatu percobaan hamburan Rutherford
yang menunjukan peyimpangan-penyimpangan seperti itu.

Percobaan hamburan lain juga dapat digunakan untuk mengukur jari-jari inti atom.
Gambar 9.3 memperlihatkan semacam “pola difraksi” yang diperoleh dari hamburan elektron
tinggi oleh sebuah inti atom. Untuk tiap kasus hamburan, minimum difraksi pertama jelas
terlihat. (Minimum intensitas tidak sama dengan nol karena kerapatan inti tidak mempunyai tepi
yang tegas seperti yang tergambar pada Gambar 9.1). Untuk difraksi suatu piringan bundar
𝜆
berdiameter D, minimum pertama muncul pada sudut θ = 𝑠𝑖𝑛−1 (1,22 𝐷). Dimana λ adalah

panjang gelombang radiasi yang terhindar. Pada energy sangat relativistic setinggi 420 MeV,
panjang gelombang deBroglie electron adalam 2,95 fm, dan pngamatan minimum sekitar 44°
bagi 16 O dan 50° bagi 12C memungkinkan kita untuk menghitung diameter inti atom, sehingga
dengan demikian kita ketahui pula jari-jarinya.

3. MASSA DAN ENERGI IKAT INTI ATOM

Andaikan kita mempunyai sebuah proton dan elektron dalam keadaan diam yang terpisah
jauh. Energi total sistem ini semata-mata diberikan oleh jumlah energi diam kedua partikel
tersebut, 𝑚𝑝 𝑐² + 𝑚𝑒 𝑐². Sekarang marilah kita dekatkan kedua partikel ini guna membentuk
sebuah atom hydrogen pada keadaan dasarnya. Dalam proses ini beberapa foton dipancarkan
dengan energi total 13,6 Ev. Jadi energi total sistem ini adalah energi diam atom hydrogen
(𝑚𝐻 𝐶²) tambah 13,6 eV. Kekekalan energi mengharuskan energi sistem partikel terpisah sama
dengan energi total atom ditambah energi semua foton:

𝑚𝑒 𝑐² + 𝑚𝑝 𝑐² = 𝑚𝐻 𝐶² + 13,6 𝑒𝑉

Atau

𝑚𝑒 𝑐² + 𝑚𝑝 𝑐² − 𝑚𝐻 𝐶² = 13,6 𝑒𝑉

Hal diatas berarti, energy massa gabungan system (atom hydrogen) lebih kecil dari energi
massa partikel penyusunnya, dengan perbedaan sebesar 13,6 eV. Perbedaan energi ini disebut
energi ikat (binding energi) atom.

Energi ikat inti atom juga dihitung dengan cara yang sama. Sebagai contoh tinjau inti
deuterium, yang tersusun dari 1 proton dan 1 neutron. Jadi, energi ikat deuterium adalah:

𝐵 = 𝑚𝑛 𝑐² + 𝑚𝑝 𝑐² − 𝑚𝐷 𝐶²

Sehingga Hubungan antara massa inti atom dan massa atom adalah:

𝑚(𝑎𝑡𝑜𝑚) = 𝑚(𝑖𝑛𝑡𝑖 𝑎𝑡𝑜𝑚) + 𝑧. 𝑚 (𝑒𝑙𝑒𝑘𝑡𝑟𝑜𝑛) + 𝑒𝑛𝑒𝑟𝑔𝑖 𝑖𝑘𝑎𝑡 𝑖𝑛𝑡𝑖 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙


Massa Inti atom dari hydrogen (massa proton) adalah massa atom hydrogen (1,007825 u)
dikurangi massa satu electron. Massa inti atom Deuterium adalah massa atom deuterium
(2,014102 u) dikurangi massa satu elektron. Dengan menyisipkan pernyartaan massa ini kedalam
massa inti atom dalam persamaan (9.2), kita peroleh pernyaan energi ikat dalam massa atom
sebagai berikut:

𝐵 = 𝑚𝑛 𝑐² + [(𝑚(1 𝐻) − 𝑚𝑒 ]𝐶 2 − [𝑚(2 𝐻) − 𝑚𝑒 ]𝐶²

= [𝑚𝑛 + 𝑚(1 𝐻) − 𝑚(2 𝐻)]𝐶²

Perhatikan bahwa massa elektron saling menghapus dalam perhitungan ini, seperti yang
bakal terjadi dalam perhitungan lainnya, karena penyusunnya akan mengandung Z atom
hydrogen (dengan Z elektron) dan atom dengan nomor atom Z akan mengandung Z buah
elektron. Oleh karena itu, persamaan ini dapat kita perluas bagi energi ikat total sembarang inti
atom 𝐴𝑍𝑋𝑁

𝐵 = [𝑁𝑚𝑛 + 𝑍𝑚( 11𝐻𝑜) − 𝑚( 𝐴𝑍𝑋𝑁 )]𝐶²

Massa yang muncul dalam persamaan diatas adalah massa atom. Untuk deuterium,akan
kita peroleh :

𝐵 = (1,008665 𝑢 + 1,007825 𝑢 − 2,014102 𝑢 )931,5 𝑀𝑒𝑉/𝑢

= 2,224 𝑀𝑒𝑉
BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Dari pekerjaan Rutherford,Bohr dan pengikutnya, diketahui bahwa muatan positif atom
terkungkung dalam suatu daerah sangat kecil di pusat atom, bahwa inti atom memiliki muatan
+Ze, dan bahwa seluruh atom (99,9 persen) berasal dari inti atom. Juga diketahui bahwa massa
berbagai atom hampir mendekati kelipatan bulat massa hidrogen,atom teringan;pembacaan
lampiran B secara sekilas mendukung pengamatan ini. Kita menyebut pengali bulat A ini nomor
massa.

Oleh karena itu,kita menganggap bahwa inti atom hidrogen tersusun dari suatu satuan
muatan positif mendasar. Satuan mendasar ini disebut proton,dengan massa sama dengan massa
atom hidrogen tanpa massa elekton dan energi ikat, dan bermuatan +e. Jika suatu inti atom berat
mengandung A buah proton,maka ia akan memiliki muatan sebesar Ae,bukan Ze;karena A>Z
untuk semua atom yang lebih berat daripada hidrogen,maka model ini memberikan jumlah
muatan positif yang lebih banyak kepada inti atom. Kesulitan ini diatasi dengan model proton-
elektron,yang mempostulatkan bahwa inti atom juga mengandung (A-Z) buah elektron.
Berdasarkan anggapan ini,massa inti atom akan sekitar A kali massa proton (karena massa
elektron dapat diabaikan) dan muatan inti atom akan sama dengan

A(+e) + (A-Z)(-e) = Ze

B. SARAN

Kami sebagai penyusun sadar bahwa makalah ini jauh dari kesempurnaan karena kami
memiliki keterbatasan-keterbatasan yang tidak dapat kami pungkiri,untuk itu kami harapkan
kritik dan saran yangmembangun dari dosen pengampu dan para pembaca.
DAFTAR PUSTAKA

https://www.google.com/search?q=struktur+inti+dan+radioaktivitas&oq=STRUKTUR+INTI+D
AN+RA&aqs=chrome.1.69i57j0l5.9810j0j7&sourceid=chrome&ie=UTF-8

http://disinisitusku.blogspot.com/2012/11/struktur-inti-dan-keradioaktifan.html

https://www.academia.edu/6547063/Struktur-inti-dan-keradioaktifan

https://minardikitong.wordpress.com/2010/09/12/fisika-inti-dan-radioaktivitas/

http://library.um.ac.id/free-contents/index.php/buku/detail/fisika-modern-kenneth-s-krane-
penerjemah-hans-j-wospakrik-12222.html