You are on page 1of 2

Komentar Pak Zaenal

1. Belum bisa disebut literatur riview, tapi anotasi bibliografi, atau catatan bibliografi.
Karena baru mengulas tentang bibliografi, analisis identitas, melakukan kritik atau komentar.
2. Literatur review, disusun dalam bentuk narasi. Membahas satu tema, lalu bagaimana jurnal
tersebut berbicara tentang tema.
Konsep media pembelajaran
Urgensi media bagi pembelajaran bahasa
Komparasi jurnal dan disimpulkan
Topik yang spesifik sekali, menjadi lebih bagus.
Misalnya: Media film pendek untuk mengembangkan hiwar dan kalam
3. Dari topik2 itu, bagaimana jurnal2 itu membahasnya.
Persamaan, kekurangan, kelebihan, dialog di antara jurnal yang ada, dsb.
Dari berbagai literature review, nampak jelas bahwa ini dan ini..
4. Untuk satu topik, minimal satu.
Sehingga harus ada rujukannya.

Karya ilmiah, jangan terlalu sering munggunakan istilah baik atau bagus. Karena ini merupakan estetika.

Kalau ilmu itu, istilahnya benar atau salah, tepat atau kurang tepat, sesuai dengan kriteria, prinsip, konsep,
teori.

Berdasarkan teori X dilahirkan prinsip-prinsip berikut ini:

Temuannya adalah, misalnya guru sudah melaksanakan sesuai prinsip-prinsip,

Keilmuan, itu pencarian kebenaran.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa telah menunjukkan efektivitasnya berdasarkan validasi para ahli.

Literature media yang kurang, kita mencarinya saja yang belum maksimal.

Literature yang kata kuncinya menggunakan bahasa asing, bahasa arab dan bahasa inggris.

Hendaknya saling membantu satu sama lain

Coba cari di web (Research gate) Ratusan ribu di dalamnya.

Jurnal dari PDF drive.net

Kesimpulan itu ada proposition, statement yang mengandung hukum, rumus, dalil, tentang relasi antar
variable,
Ketika membaca jurnal itu yang perlu dianotasi adalah: langsung ke judul, rumusan masalahnya, dan
kesimpulannya apa.

Sugesti dan rekomendasinya apa?

Link and match.

Setelah dianotasi, dibuat literature review,

Setiap topik dicari literature nya, fungsi media, apa saja..

Topik ditentukan oleh wawasan kita tentang masalah yang akan kita teliti.

Orang sukses nekad dan berani. Dan pondasi tetap serius.