You are on page 1of 9

TUGAS KELOMPOK

” KUADRAN PENGHASILAN DAN PEKERJAAN PERAWAT”

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Etrepreneurship

(Dosen Pembimbing : Wahyudi, SE.S.Kep)

DISUSUN OLEH :

SRI AYU ASHARI HASNAWATI

NUR HIKMA HERIANI

SITTI RAJA MUNAWARAH

SURIANTI ERNA SARTIKA METALOBY

LILIS KARMILA MEGAWATI TURALELY

SEMESTER : IV

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN

SEKOLAH TINGGI ILMU KEPERAWATAN FAMIKA MAKASSAR

2018/2019
KUADRAN PENGHASILAN DAN PEKERJAAN PERAWAT

Pada dasarnya, manusia bekerja mempunyai tujuan tertentu, yaitu memenuhi


kebutuhan hidup, baik untuk diri sendiri maupun keluarga. Jika kebutuhan dasar manusia
tidak terpenuhi, maka manusia akan sulit melangsungkan kehidupan. Abdullah Lam bin
Ibrahim dalam bukunya yang berjudul Ahkamul Aghniya’ fisy Syariah Al-Islamiyyah wa
Atsaruhu, edisi Indonesia Fiqh Finansial mengemukakan bahwa ada 14 (empat belas)
komponen kebutuhan manusia yang harus dipenuhi sebelum seseorang bekerja dalam
memberikan pelayanan publik yang meliputi (Ibrahim, 2005, dalam Romadhon, 2013) :

1) Makanan 8) Buku-buku pengetahuan


2) Pakaian 9) Alat-alat produksi dan modal
3) Tempat tinggal 10) Pelunasan utang
4) Kendaraan 11) Biaya kesehatan dan obat
5) Pembantu 12) Kemerdekaan dari perbudakan
6) Perabot rumah tangga 13) Biaya pernikahan
7) Biaya pendidikan 14) Peralatan bela diri

Profesi perawat merupakan salah satu profesi pelayanan publik, karena itu kebutuhan
dasar tersebut haruslah terpenuhi sebelum menjalankan amanahnya. Idealnya memang
seorang perawat dapat memberikan sebagian besar waktunya untuk publik dibandingkan
dirinya sendiri, tanpa memikirkan lagi masalah penghasilan yang digunakan untuk memenuhi
kebutuhan hidup diri sendiri dan keluarganya.

Namun kenyataan yang terjadi tidak seperti itu, saat ini perawat masih harus berjuang
atas kesejahteraannya yang terabaikan tersebut di tengah besarnya tuntutan terhadap perawat
agar memberikan pelayanan terbaik kepada publik serta beratnya risiko yang dihadapi.
Namun, berapa pun banyaknya perawat yang menjerit akan kesejahteraannya, kebutuhan
publik atas pelayanan keperawatan yang komprehensif harus tetap terpenuhi.

Tanpa kita sadari, bagaimana gambaran cara atau sumber perawat memperoleh
penghasilan diri sendiri dan keluarganya diklasifikasikan dalam 4 kuadran penghasilan.
1. Employee (pegawai atau buruh)

Adalah orang yang mendapatkan uang dengan cara bekerja kepada orang lain,
atau suatu sistem bisnis yang merupakan milik orang lain, atau kepada organisasi milik
orang lain. Employee menjual waktu dan kemampuannya untuk memberikan added
value kepada bisnis atau organisasi orang lain. Employee bisa saja seorang office boy,
seorang salesman, seorang supervisor, seorang manager, presiden direktur perusahaan,
PNS, bahkan presiden negara ini adalah seorang Employee. Ciri khas seorang employee
adalah dia akan digaji berdasarkan waktu dan kemampuan yang diberikan, dan menerima
gaji rutin bulanan atau periodik dengan jumlah tertentu dari orang lain, perusahaan,
organisasi, atau bahkan dari negara.

Seorang employee bisa sukses atau bisa juga dipecat. Seorang employee, tidak
akan memperoleh gaji apabila dia tidak bekerja. Setiap saat siap menerima kemarahan
atasan atas performance kerja yang tidak baik. Menerima gaji bulanan yang jumlahnya
tertentu, atau bahkan seringkali merasa kurang, tetapi tidak memiliki daya kemampuan
untuk menaikkan gajinya sendiri. Sering berharap-harap cemas, mendapatkan kenaikan
gaji suatu saat, dan berusaha bekerja dengan lebih keras untuk mendapat penilaian baik
atas kinerjanya, dengan harapan akan dipromosikan dan dengan cara itu akan
mendapatkan kenaikan gaji. Seorang employee memiliki atasan yang harus diikuti
perintahnya dan menjaga hubungan baik dengan atasan tersebut agar tidak kehilangan
pekerjaan

Pada kuadran ini, perawat bekerja untuk orang lain dan mendapatkan
penghasilan/gaji dari pekerjaan yang dilakukannya. Penghasilan tersebut diberikan
secara periodik biasanya sebulan sekali dengan jumlah tertentu dari orang lain,
perusahaan, organisasi, bahnkan dari negara.

Perawat pada kuadran ini tidak akan memperoleh gaji apabila mereka tidak
bekerja. Setiap saat siap menerima kemarahan atasan atas kinerja yang tidak baik dan
menjaga hubungan baik dengan atasan tersebut agar tidak kehilangan pekerjaan. Sebab,
mereka tidak memiliki daya kemampuan untuk menaikkan gajinya sendiri.

Contoh profesi perawat dalam kuadran ini antara lain sebagai staf perawat di
rumah sakit, puskesmas, atau klinik perusahaan, sebagai staf pengajar keperawatan,
sebagai medical representative di perusahaan farmasi, dan sebagainya.

2. Self Employee (bekerja sendiri)

Termasuk dalam self employed adalah orang-orang yang bekerja mandiri atau
lepas. Biasanya mereka adalah seorang profesional yang memiliki keahlian tertentu. Ciri
khas dari self employed adalah dia jalankan sendiri, dia lakukan sendiri, dan pemasukan
dia terima sendiri. Contoh self employed adalah seorang dokter praktek di klinik sendiri,
pengacara yang membuka biro sendiri, tukang cukur rambut pinggir jalan, pedagang
asongan, calo angkot, penulis lepas, dan lain-lain. Mereka mendapatkan uang atas jual
jasa dan tenaga mereka sendiri secara personal. Tetapi mereka tidak akan mendapatkan
penghasilan apabila tidak bekerja, misalnya dokter tidak praktek, pedagang rokok tidak
ngasong, maka mereka tidak akan mendapatkan uang.

Self employed lebih bebas daripada employee, karena mereka menjadi majikan
sekaligus bawahan sendiri, semua diatur dan ditangani sendiri. Dari segi penghasilan
mereka tidak menerima gaji rutin sebagaimana employee, penghasilan mereka naik turun
sebanding dengan usaha dan doa mereka sendiri. Seorang self employed bisa saja
memiliki seorang asisten atau pekerja, seperti dokter dibantu resepsionis dan perawat,
tetapi tetap, tanpa dokter bekerja, maka tidak akan mendapatkan penghasilan. Semakin
keras usaha self employed, maka semakin besar penghasilan yang diperoleh, misalnya
seorang dokter ingin menambah pemasukan dengan cara menambah jam buka praktek,
selain dengan promosi.

Pada kuadran ini, perawat bekerja untuk dirinya sendiri. Perawat tersebut bekerja
sebagai pekerja lepas (freelance). Mereka tida bekerja untuk orang lain tetapi untuk diri
sendiri dan berhubungan langsung dengan klien karena memiliki keahlian tertentu untuk
mendapatkan penghasilan tambahan

Mereka menjalankan sendiri, melakukan sendiri, dan penghasilan yang mereka


terima untuk diri sendiri. Mereka menjadi majikan sekaligus bawahan sendiri, semua
diatur dan ditangani sendiri. Ketergantungan pada penghasilan yang akan didapatkannya
pun masih ditentukan oleh keberadaan dirinya sendiri (active income).

Contoh profesi perawat dalam kuadran ini antara lain sebagai agen asuransi,
sebagai pemilik toko alat kesehatan, pakaian, atau atribut rumah sakit, perawat peneliti,
sebagai perawat lepas (freelance) dengan memberikan asuhan keperawatan pribadi (solo
practice), dan sebagainya.

3. Business Owner (pemilik bisnis)

Bisnis owner memperoleh uang dari sistem yang dia buat. Toko dibuat dengan
suatu sistem sehingga bisa berjalan sendiri ada kasir, ada bagian stok/logistik, ada
supervisor, ada cleaning sercive, dan sebagainya yang diatur dan dibuat sistem
perdagangan toko. Bisnis owner atau biasanya familiar kita sebut sebagai
bisnisman/bisniswoman berusaha keras agar sistem yang dia bangun running well dan
mendapatkan profit dari sistem bisnisnya. Ciri khas dari bisnis owner adalah bekerja
tidak terikat waktu, dan penghasilan tidak berbanding lurus dengan waktu kerja yang di
pergunakan. Meskipun dia tidak bekerja, seperti pemilik warnet, kalau sudah running
well, maka warnet itu tetap memberikan pemasukan buat bisnis owner.

Seorang bisnis owner memiliki kekuasaan terhadap bisnis dan pekerjanya. Dia
berhak memutuskan untuk mem-PHK pegawainya apabila tidak perform. Tetapi dia
memiliki resiko yang jauh lebih besar dari employee dan self employee yaitu bangkrut.
Apabila seorang employee gagal, hanya PHK konsekwensi logisnya, dan mungkin di
bisa mencari pekerjaan lagi. Self employed demikian juga. Sedangkan seorang business
owner biasanya memiliki resiko bangkrut yang berakibat lebih masive, menyangkut uang
banyak dan nasib para pekerjanya. Tetapi kalau berjalan lancar, seorang business owner
akan memperoleh pemasukan yang jauh lebih besar dari pekerja. Apakah anda pernah
mendengar seorang pegawai memperoleh gaji lebih besar dari untung perusahaan?
Untung perusahaan itulah pemasukan untuk bisnis owner.
Pada kuadran ini, perawat memiliki bisnis/usaha dimana banyak orang bekerja
untuk dirinya yang bekerja dalam suatu sistem berkesinambungan. Sehingga meskipun
bisnis/usaha ditinggal pemiliknya dalam jangka waktu yang lama, bisnis/usaha tersebut
tetap menghasilkan keuntungan dan berkembang.

Perawat pada kuadran ini dapat digolongkan sebagai perawat pengusaha


(nursepreneur). Seorang nursepreneur memiliki kekuasaan terhadap bisnis dan
pekerjanya. Nursepreneur juga berusaha keras agar sistem yang dibangun dapat running
well dan mendapatkan keuntungan yang diharapkan dari sistem bisnisnya.

Contoh profesi perawat dalam kuadran ini antara lain sebagai perawat pengusaha
klinik mandiri perawatan luka, sebagai perawat pengusaha lembaga pendidikan
keperawatan, sebagai perawat pengusaha penyedia tenaga perawat, dan sebagainya.

4. Investor (penanam modal)

Investor adalah orang yang memperolah uang dari uangnya yang diputar.
Penghasilan seorang investor juga tidak dipengaruhi oleh waktu kerja yang diberikan.
Bahkan seorang investor bisa tidak bekerja sama sekali, dan uangnya yang bekerja untuk
dia. Besar kecil pemasukan uang seorang investor ditentukan oleh pengetahuan dan
keahlian dia dalam mengelola uang dan mendayagunakan uang yang dimilikinya agar
menjadi lebih berguna dan menguntungkan. Investor bisa saja menginvestkan uangnya
dalam bisnis riil atau dalam investasi finance. Contoh seorang investor adalah investor
property, membeli rumah dan apartemen untuk dikontrakkan. Membeli saham dengan
return dan pembagian dividend yang tinggi untuk dia, mengeluarkan uang investasi
membuka warung bakso, yang dikelola oleh teman, membayar sejumlah uang untuk
membeli franchise, membeli mobil untuk direntalkan dengan cara dititipkan ke
perusahaan rental, seperti Cipaganti rental, dan lain-lain. Investor hanya memiliki tiga
kemungkinan, rugi, impas, atau untung. Semakin mahir dia memutar uangnya, maka
semakin deras uang mengucur.

Pada kuadran ini, perawat menginvestasikan uangnya kepada pengusaha lain


untuk menjalankan suatu usaha sehingga pemilik modal tidak harus aktif dalam
operasional kesehariannya. Dengan kata lain, perawat investor memperoleh uang dari
uangnya yang diputar.
Perawat investor akan mendapatkan penghasilan dari bagi hasil usaha yang
dijalankan tersebut. Perawat investor juga tidak dipengaruhi oleh waktu kerja yang
diberikan, bahkan mereka bisa tidak bekerja sama sekali tetapi uang yang bekerja untuk
mereka. Besar kecil penghasilan seorang perawat investor ditentukan pengetahuan dan
keahlian mereka dalam mengelola uang dan mendayagunakan uang yang dimilikinya
agar lebih menguntungkan.

Contoh profesi perawat investor antara lain perawat membeli rumah untuk
dijadikan wisma perawat dan dikontrakan, perawat membayar sejumlah uang untuk
membeli franchise home care, perawat membeli mobil ambulans untuk disewakan ke
rumah sakit, dan sebagainya.

Pertanyaan mendasar yang harus kita jawab ialah ada di kuadran mana kita saat
ini? Memang tidak selalu orang hanya di salah satu kuadran, employee saja, atau investor
saja, tapi bisa saja satu orang berdiri di dua atau lebih kuadran. Itu lebih baik.
Sebenarnya 4 kuadran diatas dibagi menjadi 2, yaitu kuadran kiri (employee-self
employed) dan kuadran kanan (bisnis owner-investor). Seorang perawat yang ingin
makmur dan bebas secara finansial memang harus berusaha untuk menjadi kuadran
kanan atau berusaha untuk memiliki kaki di kuadran kanan.

Tulisan ini merupakan salinan ulang dari buku penulis sendiri, Rio Febrian
(2015), yang berjudul "Nursepreneurship: Gagasan & Praktik Kewirausahaan dalam
Keperawatan".

Sekarang coba anda jawab, anda di quadrant mana sekarang? Memang tidak
selalu orang hanya di salah satu quadrant, employee saja, atau investor saja, tapi bisa saja
satu orang berdiri di dua atau lebih quadrant. Contohnya seorang pegawai bank
(employee), invest uang disaham (investor), dan dia membuka toko handphone di suatu
mall (bisnis owner dan investor). Itu lebih baik. Sebenarnya 4 quadrant diatas dibagi
menjadi 2, yaitu quadrant kiri (employee-self employed) dan quadrant kanan (bisnis
owner-investor). Seorang yang ingin makmur dan bebas secara finansial memang harus
berusaha untuk menjadi quadrant kanan atau berusaha untuk memiliki kaki di quadrant
kanan.
Kesimpulan
Gambaran cara atau sumber perawat memperoleh penghasilan diri sendiri dan
keluarganya diklasifikasikan dalam 4 kuadran penghasilan, yaitu :
1) Employee
Pada kuadran ini, perawat bekerja untuk orang lain dan mendapatkan penghasilan/gaji
dari pekerjaan yang dilakukannya. Penghasilan tersebut diberikan secara periodik
biasanya sebulan sekali dengan jumlah tertentu dari orang lain, perusahaan,
organisasi, bahnkan dari negara.

2) Self employee
Pada kuadran ini, perawat bekerja untuk dirinya sendiri. Perawat tersebut bekerja
sebagai pekerja lepas (freelance). Mereka tida bekerja untuk orang lain tetapi untuk
diri sendiri dan berhubungan langsung dengan klien karena memiliki keahlian tertentu
untuk mendapatkan penghasilan tambahan

3) Business owner
Pada kuadran ini, perawat memiliki bisnis/usaha dimana banyak orang bekerja untuk
dirinya yang bekerja dalam suatu sistem berkesinambungan. Sehingga meskipun
bisnis/usaha ditinggal pemiliknya dalam jangka waktu yang lama, bisnis/usaha
tersebut tetap menghasilkan keuntungan dan berkembang..
4) Investor
Pada kuadran ini, perawat menginvestasikan uangnya kepada pengusaha lain untuk
menjalankan suatu usaha sehingga pemilik modal tidak harus aktif dalam operasional
kesehariannya. Dengan kata lain, perawat investor memperoleh uang dari uangnya
yang diputar.
REFERENSI

http://www.riodeners.com

https://plhku-wordpress-com.cdn.ampproject.org