Вы находитесь на странице: 1из 5

No:6

Firdatri hapsari 2014

hormon reproduksi wanita

Hormon-Hormon Reproduksi

Estrogen

Estrogen dihasilkan oleh ovarium. Ada banyak jenis dari estrogen tapi yang paling penting untuk
reproduksi adalah estradiol. Estrogen berguna untuk pembentukan ciri-ciri perkembangan seksual
pada wanita yaitu pembentukan payudara, lekuk tubuh, rambut kemaluan,dll. Estrogen juga
berguna pada siklus menstruasi dengan membentuk ketebalan endometrium, menjaga kualitas dan
kuantitas cairan cerviks dan vagina sehingga sesuai untuk penetrasi sperma.

Progesterone

Hormon ini diproduksi oleh korpus luteum. Progesterone mempertahankan ketebalan endometrium
sehingga dapat menerima implantasi zygot. Kadar progesterone terus dipertahankan selama
trimester awal kehamilan sampai plasenta dapat membentuk hormon HCG.

Gonadotropin Releasing Hormone

GNRH merupakan hormon yang diproduksi oleh hipotalamus diotak. GNRH akan merangsang
pelepasan FSH (folikl stimulating hormone) di hipofisis. Bila kadar estrogen tinggi, maka estrogen
akan memberikan umpanbalik ke hipotalamus sehingga kadar GNRH akan menjadi rendah,
begitupun sebaliknya.

FSH (folikel stimulating hormone) dan LH (luteinizing Hormone)

Kedua hormon ini dinamakan gonadotropoin hormon yang diproduksi oleh hipofisis akibat
rangsangan dari GNRH. FSH akan menyebabkan pematangan dari folikel. Dari folikel yang matang
akan dikeluarkan ovum. Kemudian folikel ini akan menjadi korpus luteum dan dipertahankan untuk
waktu tertentu oleh LH.

Masalah normal yang dialami wanita dari usia 8 sampai 65 tahun (terlihat pada gambar 2) terdiri dari
:Masa-masa kehidupan wanita:

Prapubertas

Bayi wanita

Folikel primordial (bakal telur) dikedua ovarium telah lengkap, yakni sebanyak 750.000 butir dan
tidak bertambah lagi pada kehidupan selanjutnya. Alat kelamin luar dan dalam sudah terbentuk.
Pada minggu pertama dan kedua, bayi masih mengalami pengaruh estrogen dari ibunya.

Masa kanak-kanak

Pertumbuhan alat-alat kelamin tidak memperlihatkan pertumbuhan yang berarti sampai masa
pubertas. Kadar hormon estrogen dan hormon gonadotropin lainnya sangat rendah.
Pubertas

Pubertas merupakan masa peralihan antara masa kanak-kanak dan masa dewasa. Pubertas mulai
dengan awal berfungsinya ovarium dan berakhir pada saat ovarium sudah berfungsi mantap dan
teratur. Pubertas pada wanita mulai kira-kira pada umur 8-14 tahun. Kejadian penting pada masa ini
adalah pertumbuhan badan yang cepat, timbul ciri-ciri kelamin sekuder, menarche, dan perubahan
fisik. Perkembangan ini terutama disebabkan oleh estrogen.

Masa reproduksi

Merupakan masa terpenting pada wanita dan berlangsung kira-kira 33 tahun. Haid pada masa ini
paling teratur dan bermakna untuk kemungkinan kehamilan.

Masa Klimakterium termasuk menopause dan pasca menopause

klimakterium, merupakan masa peralihan antara masa reproduksi dan masa senium, yang
bukan merupakan suatu keadaan patologik, melainkan suatu masa peralihan yang normal. Masa ini
berlangsung sebelum dan beberapa tahun sesudah menopause. Masa premenopause, menopause
dan pasca menopause dikenal sebagai masa klimakterium. Klimakterium dapat dikatakan mulai
sekitar 6 tahun sebelum menopause dan berakhir kira-kira 6-7 tahun sesudah menopause. Pada
wanita dalam masa ini, terjadi juga keluhan-keluhan yang disebut sindroma klimakterik. Keluhan-
keluhan ini dapat bersifat psikis seperti mudah tersinggung, depresi, kelelahan, semangat kurang
dan susah tidur. Gangguan neurovegetatif dapat berupa hot flashes, keringat banyak, rasa
kedinginan, sakit kepala, dll.

Menopause adalah haid terakhir atau saat terjadinya haid terakhir yang disebabkan
menurunnya fungsi ovarium. Diagnosa dibuat setelah terdapat amenorea (tidak haid) sekurang-
kurangnya satu tahun. Berhentinya haid dapat didahului oleh siklus yang lebih panjang dengan
perdarahan yang berkurang. Umumnya batas terendah terjadinya menopause adalah umur 44
tahun. Menopause dapat terjadi secara artificial karena operasi atau radiasi yang umumnya
menimbulkan keluhan yang lebih banyak dibandingkan dengan menopause alamiah.

Masa Senile

Pada masa ini telah tercapai keseimbangan hormonal yan baru sehingga tidka ada lagi gangguan
vegetatif maupun psikis. Yang mencolok pada masa ini adaah kemunduran alat-alat tubuh dan
kemampuan fisik sebagai proses menjadi tua. Dalam masa ini pula osteoporosis terjadi pada wanita
dengan intensitas yang berbeda. Walaupun sebab-sebabnya belum jelas betul, namun berkurangnya
hormon steroid dan berkurangnya aktivitas osteoblast memegang peranan dalam hal ini.
Ganggguan-gangguan lain yang dapat timbul antara lain vagina menjadi kering sehingga timbul rasa
nyeri pada waktu bersetubuh, nyeri pada waktu berkemih dan terasa ingin terus buang air kecil.

Pengertian perubahan-perubahan fisiologis ini sangat berguna bagi wanita yang secara pasti akan
mengalami masalah ini dalam kehidupannya, sehingga ia bisa mempersiapkan diri sesuai dengan
pendidikan sosial ekonomi yang didapatnya.

Haid

Haid adalah perdarahan dari uterus yang keluar melalui vagina selama 5-7 hari, dan terjadi setiap 22
atau 35 hari. Yang merangsang menimbulkan haid adalah hormon FSH dan LH, prolaktin dari daerah
otak dan hormon estrogen serta progesteron dari sel telur yang dalam keseimbangannya
menyebabkan selaput lendir rahim tumbuh dan apabila sudah ovulasi terjadi dan sel telur tidak
dibuahi hormon estrogen dan progesteron menurun terjadilah pelepasan selaput lendir dengan
perdarahan terjadilah haid.

Turunnya hormon estrogen secara fisiologi dimulai pada masa klimakterium (usia 40-65 tahun).
(Gambar 1) Penurunan ini menyebabkan keluhan-keluhan yang mengganggu, diawali umumnya
dengan gangguan haid yang yang tadinya teratur, siklik, menjadi tidak teratur tidak siklik dan jumlah
darah dapat berkurang atau bertambah.

<*>Disampaikan pada Pertemuan Ilmiah Tahunan ke II Perhimpunan Osteoporosis Indonesia ,


Makassar , 25 Juli 2004.

Menopause adalah suatu fase alamiah yang akan dialami oleh setiap wanita yang biasanya terjadi
diatas usia 40 tahun. Ini merupakan suatu akhir proses biologis dari siklus menstruasi yang terjadi
karena penurunan produksi hormon Estrogen yang dihasilkan Ovarium (indung telur ). Seorang
wanita dikatakan mengalami menopause bila siklus menstruasinya telah berhenti selama ± 12 bulan.
Berhentinya haid tersebut akan membawa dampak pada konsekuensi kesehatan baik fisik maupun
psikis.

Menopause adalah perdarahan terakhir dari uterus yang masih dipengaruhi oleh hormon-hormon
dari otak dan sel telur.

Pra menopause adalah masa 4-5 tahun sebelum menopause dan pascamenopause adalah 3-5 tahun
setelah menopause.

Sedangkan ooporopause adalah terhentinya fungsi ovarium , berarti terhentinya produksi estrogen,
estron yang terjadi pada usia 55 – 56 tahun.

Menopause Dengan Bahagia

Seringkali wanita menghadapi menopause dengan rasa cemas dan waswas karena menopause
identik dengan ketuaan. Menopause itu adalah proses yang alamiah maka wanita bisa
menghadapinya dengan bijak dan tenang sehingga dapat melalui masa itu dengan percaya diri dan
bahagia.

Pada proses menopause terjadi penurunan fungsi indung telur dalam menghasilkan sel telur dan
hormon -hormon reproduksi. Padahal hormon – hormon reproduksi itu berguna pula untuk proses
dalam tubuh seorang wanita., sehingga pada saat itu terjadi penurunan fungsi pula pada beberapa
organ tertentu. Dapat terjadi cepat maupun dapat kita perlambat dengan serangkaian cara dan sikap
hidup yang tepat. Tidak perlu takut menghadapinya , asalkan kita siap dan dapat mengantisipasinya
maka wanita dapat tetap hidup sehat dan bahagia.

Menopause dimulai dengan masa perimenopause yaitu suatu masa dimana terjadi tidak teraturnya
siklus haid. Masa ini dimulai sekitar usia 40 tahun. Haid menjadi lebih sedikit atau siklusnya menjadi
lebih panjang, lebih pendek atau tidak beraturan sama sekalu. Kadang- kadang disertai timbulnya
nyeri haid.

Setelah terjadi penurunan fungsi ovarium dimana hormon progesterone sudah sangat berkurang,
sementara masih ada sedikit hormon esterogen seringkali menyebabkan ketidakseimbangan
hormonal. Terjadi pendarahan haid yang tidak sesuai siklus haid sebelumnya. Pada beberapa wanita
yang gemuk dapat terjadi esterogen relatif berlebih (unopposed esterogen) yang dapat
menyebabkan penebalan dinding endometrium disebut hiperplasia endometrium. Haid menjadi
banyak dan berkepanjangan. Pada masa sebelum menopause ini dapat terjadi, keluhan klimakterik
berupa gangguan vasomotor seperti : gejolak panas (hot flushes), sakit kepala, cepat lelah, kurang
tenaga, obstipasi, jantung berdebar – debar, gangguan libido, kesemutan, berkunang – kunang.
Kekurangan esterogen dapat diketahui melalui pemeriksaan darah, dimana diperiksa kadar hormon
esterogen dan hormon gonadotropin dalam darah.

Esterogen sangat berperan pada metabolisme penting beberapa organ diantaranya kulit, tulang,
sistem jantung dan pembuluh darah, otak, saluran kencing dan tentu saja organ seksual. Kekurangan
esterogen pada masa menopause dapat menyebabkan gangguan pada beberapa organ seperti :

Pada otak karena esterogen yang menurun terjadi penurunan aliran darah ke otak, sehingga
metabolisme otak berkurang. Pada gangguan yang berat dapat terjadi gangguan tidur, takut dan
gelisah seperti gangguan depresi. Tak jarang karena gangguan aliran darah tersebut terjadi Alzhmeir
atau kepikunan. Selain gangguan vasomotor dapat pula terjadi gangguan psikis seperti gangguan
perilaku, suasana hati serta fungsi kognitif. Wanita menjadi cepat marah, tersinggung dan cepat
lupa. Pada organ seksual dan saluran kemih : kurangnya esterogen menurunkan aliran darah ke
organ – organ seksual terlebih dahulu. Selaput lendir vagina menjadi kering sehingga menyebabkan
sakit pada waktu senggama, kulit vagina menjadi tipis sehingga mudah terinfeksi. Terasa panas atau
gatal, dan mudah sekali terjadi keputihan karena peradangan. Hal ini dapat mengakibatkan kurang
harmonisnya hubungan suami istri.

Pada saluran kencing; kekurangan esterogen menyebabkan kandung kemih sering kena infeksi.
Menyebabkan nyeri perut bawah, selalu ingin segera kencing secara tiba – tiba dan sampai tidak
menahan kenicng atau bahkan mengompol.

Pada payudara, hormon esterogen dan progesterone membentuk payudara, sehingga kekurangan
kedua hormon ini menyebabkan kisutnya payudara. Kelenjar yang mengecil terkadang menyebabkan
pembentukan seperti kista, atau dapat terjadi perubahan baik sifat jinak atau ganas. Periksalah
payudara secara teratur dengan tehnik SARARI (perikSa payudaRA sendiRI) atau dengan USG
payudara. Bila dicurigai adanya keganasan dapat ditambah dengan pemeriksaan mamografi.

Pada tulang : esterogen membantu pembentukan tulang yang secara alamiah tubuh. Tubuh menjadi
lebih pendek dan lama kelamaan menjadi bongkok. Sebelum hal itu terjadi biasanya timbul rasa
nyeri pada pergerakan ekstremitas; kaki dan terutama tangan. Wanita menjadi lebih sulit bergerak
atau beraktifitas normal. Seringkali terjadi jatuh tiba – tiba dan fraktur /patah tulang. Hal ini disebut
osteoporosis. Sebelum terjadi fraktur, kita dapat mencegah osteoporosis dengan cukup berolah raga
seawktu muda dan diteruskan sampai lansia (lanjut usia). Konsumsi kalsium yang cukup dan bila
perlu menambah hormon esterogen yang sangat kurang untuk memperbaiki metabolisme tulang.

Untuk mendiagnosis osteoporosis, kita dapat melakukan pemeriksaan densitas tulang untuk melihat
kepadatan mineral tulang disebut bone densitometri. Pemeriksaan ini sebaiknya dilakukan lebih dini,
sebelum terasa keluhan pada anggota gerak. Dapat dilakukan pada usia sesudah 25 tahun untuk
mengetahui kepadatan mineral tulang kita. Bila kita berada pada daerah kuning, segera harus
dilakukan upaya pencegahan osteoporosis, jangan sampai masuk pada daerah merah atau amat
kurangnya kepadatan tulang. Pada keadaan ini dapat terjadi patah tulang secara tiba- tiba.

Pencegahan osteoporosis adalah dengan mengurangi risiko pengerusakan tulang yaitu :


memperbesar asupan kalsium dengan makanan mengandung kalsium tinggi seperti susu,
mengurangi kebiasaan makan/minum zat yang menghambat absorpsi kalsium di usus seperti minum
beralkohol atau tinggi kafein, kurang bergerak. Bila osteoporosis sudah terjadi dapat diberikan
preparat hormon esterogen yang dapat membantu penyerapan kalsium di usus dan memacu
pembentukan tulang.

Gangguan pada masa menopause dapat juga diperberat dengan kebiasaan yang kurang baik seperti
merokok, diet yang terlalu ketat, kurang istirahat atau kurang berolah raga. Memasuki menopause
dengan bahagia adalah kiat mengatur kebiasaan hidup kita agar dapt memperbaiki kekurangan kita
pada masa menopause, memperlambat proses pengerusakan dalam tubuh kita akibat menopause.

Bila wanita yang memasuki masa menopause maka jangan lupa merawat kesehatan dengan rajin
memeriksa diri ke dokter. Ada beberapa pemeriksaan yang secara rutin harus dilakukan untuk
mendeteksi adanya kelainan dini.

Pap Smear untuk semua wanita yang pernah melakukan hubungan seksual, dilakukan setiap setahun
sekali, di atas 50 tahun, dilakukan setiap 6 bulan sekali. Bila dicurigai adanya kelainan yang lebih
serius, dilakukan pemeriksaan kolposkopi.

Pemeriksaan USG ginekologi (lebih sensitive dilakukan dengan USG trans vagina) untuk mendeteksi
kelainan kandungan, dilakukan setahun sekali. Biasanya bersamaan dengan pemeriksaan pap smear.

Pemeriksaan USG payudara dilakukan setahun sekali.

Pemeriksaan bone densitometri dilakukan dua tahun sekali, kecuali ada indikasi atau diatas 60 tahun
dapat dilakukan lebih sering.

Вам также может понравиться