You are on page 1of 1

Puskesmas Witono Nurwibowo, S.

Kep
Kedungbanteng NIP.196202091987111002
TINDAKAN PEMBEDAHAN
SPO No. Dokumen :
1. Pengertian SPO/07/UPY/42/2016
1. Tindakan pembedahan adalah tindakan pengobatan yang
No. Revisi
dilakukan dengan : 0 cara menyayat untuk membuka atau
Tanggal Terbit
menampilkan bagian : 4 April 2016yang sakit.
tubuh
Halaman
2. Bedah :1/3
minor adalah pembedahan yang dilakukan secara
sederhana, tidak memiliki resiko terhadap nyawa pasien dan
tidak memerlukan bantuan asisten untuk melakukannya,
contohnya membuka abses superficial, pembersihan luka,
inokuasi, superfisial neuroktomi dan tenotomi.
3. Bedah mayor adalah pembedahan yang relatif lebih sulit
daripada pembedahan minor, membutuhkan waktu, melibatkan
resiko terhadap nyawa pasien, dan memerlukan bantuan
asisten, contohnya bedah caesar, mammektomi, bedah torak,
bedah otak.
4. Tindakan pembedahan yang dilakukan di Puskesmas
Kedungbanteng adalah tindakan bedah minor.

2. Tujuan Semua pasien yang datang ke Puskesmas Kedungbanteng


mendapatkan pelayanan yang sesuai dengan prosedur.

3. Kebijakan Sk Kepala puskesmas Nomor : 445/07/SK.01/I/16 Tentang


Kebijakan Pelayanan Klinis Puskesmas Kedungbanteng
4. Referensi Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
HK.02.02/MENKES/514/2015 Tentang Panduan Praktik Klinis Bagi
Dokter Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama
5. Prosedur 1. Petugas yang diberi kewenangan melakukan tindakan
pembedahan merencanakan tindakan pembedahan sesuai
dengan masalah kesehatan yang dialami pasien.
2. Petugas memonitoring tanda-tanda vital sebelum melakukan
pembedahan.
3. Petugas yang berwenang melakukan tindakan pembedahan
menjelaskan kepada pasien dan atau keluarga mengenai
rencana tindakan pembedahan, prosedur tindakan, manfaat,
resiko dan komplikasi terhadap tindakan serta akibat jika
tindakan tidak dilakukan.
4. Petugas melengkapi inform consent tindakan pembedahan
yang ditandatangani pasien / keluarga.
5. Petugas menyiapkan alat–alat yang dibutuhkan untuk
tindakan pembedahan.
6. Petugas memposisikan pasien sesuai dengan bagian tubuh
yang akan dilakukan pembedahan dengan memperhatikan
kenyamanan pasien.
7. Petugas mencuci tangan dan menggunakan handscoone
steril.
8. Petugas menjelaskan kepada pasien kalau tindakan akan
dimulai.
9. Petugas mendesinfektan daerah yang akan di incisi dengan
larutan betadin.
10. Petugas memasangkan duk steril di daerah yang akan di
incisi.
11. Petugas menganestesi bagian yang akan di incise dengan
memberikan injeksi lidokain sesuai kebutuhan.
12. Petugas memastikan bahwa daerah yang dianestesi sudah
tidak terasa sakit.
13. Jika pasien masih terasa sakit, petugas menunggu beberapa
saat sampai daerah tersebut tidak terasa sakit.
14. Petugas mulai menyayat bagian yang sudah ditentukan
dengan prinsip steril.
15. Petugas selalu memperhatikan respon pasien selama
tindakan pembedahan berlangsung.
16. Petugas melakukan pembedahan sesuai kebutuhan pasien.
17. Petugas membersihkan daerah pembedahan dengan kassa
steril.
18. Petugas menjahit daerah yang di incise.
19. Petugas membersihkan daerah yang dijahit dengan cairan
NaCl o,9%.
20. Petugas mengoleskan betadin di daerah yang dijahit.
21. Petugas menutup luka dengan kassa steril.
22. Petugas memplester balutan.
23. Petugas menjelaskan kepada pasien bahwa tindakan telah