You are on page 1of 3

A.

pengertian
Kanker rahim atau disebut kanker serviks adalah sebuah jenis kanker yang menyerang rahim
atau sistem reproduksi wanita. Kanker ini juga sering disebut kanker endometrium karena
umumnya muncul dengan menyerang sel-sel yang membentuk dinding rahim atau istilah
medisnya endometrium. Selain itu, kanker ini juga dapat menyerang otot-otot di sekitar rahim
sehingga membentuk sarkoma uteri, namun sangat jarang terjadi.

B. Gejala Umum Kanker Serviks


Apa gejala kanker serviks?, gejala-gejala kanker serviks sebagai berikut:
1. Rasa nyeri ketika berhubungan intim.
2. Pendarahan yang terjadi di luar siklus menstruasi.
3. Muncul rasa nyeri pada panggul secara tiba-tiba di luar siklus menstruasi.
4. Siklus menstruasi yang abnormal, berlangsung lebih banyak dan lebih lama.
5. Keputihan yang berlebihan dan berwarna kemerahan atau kecoklatan serta berbau busuk.
6. Penurunan berat badan secara drastis yang disebabkan oleh berkurangnya nafsu makan.
7. Merasa letih dan kelelahan meskipun tidak beraktifitas berat.

Meskipun penyebab terjadinya pertumbuhan sel abnormal pada serviks belum diketahui
secara pasti, namun, secara umum ada beberapa faktor yang diduga sebagai penyebab kanker
serviks.

C. Faktor Penyebab Kanker Serviks


Apa penyebab kanker serviks?
 Infeksi virus HPV.
Virus HPV yang ditularkan melalui hubungan merupakan penyebab sebagian besar kasus
kanker serviks.

 Berganti-ganti pasangan se*ks*ual.


Berganti-ganti pasangan se*ks*ual menyebabkan virus lebih cepat menular dan menyebar,
apalagi jika berhubungan seksual dengan seseorang yang menderita kanker serviks.

 Terlalu sering menggunakan pembersih organ in*tim.


Terlalu sering menggunakan pembersih organ intim tidak hanya hanya membunuh bakteri
berbahaya, tapi juga bakteri baik yang menjaga organ intim serta menyebabkan iritasi pada
permukaan kulit vagina.

 Kebiasaan me*ro*ko*k.
Wanita yang me*ro*k*ok memiliki konsentrasi nikotin pada cairan serviks 56 kali lebih
tinggi daripada wanita tidak merokok. Tingginya kandungan zat tersebut bisa menurunkan
sistem imun serviks sehingga mudah terinfeksi virus.

 Sistem kekebalan tubuh yang lemah.


Sel-sel kanker akan mudah bertumbuh dan menyebar ketika sistem kekebalan tubuh
melemah.

Untuk mengatasi kanker diperlukan langkah pengobatan yang tidak hanya mematikan sel-sel
kanker, tetapi juga sebagai antibiotik dan anti-inflamasi untuk membekukan dan membunuh
virus pada area serviks. Penderita kanker serviks bisa memilih langkah pengobatan medis
yang disertai pengobatan tradisional untuk mempercepat kesembuhannya.
D. Pengobatan Kanker Serviks
Apa kanker serviks bisa disembuhkan?
1. Cara Pengobatan Kanker Serviks Secara Medis
 Operasi Pengangkatan
Operasi pengangkatan kanker yang terbatas pada lapisan serviks paling luar (karsinoma in
situ) dapat dilakukan menggunakan pisau bedah atau LEEP.

Penderita kanker yang melakukan prosedur ini masih memiliki kemungkinan untuk kembali
hamil dan dianjurkan untuk menjalani pap smear serta pemeriksaan ulang selama 1 tahun
pertama.

Apabila kanker sudah mencapai tahap invasif, dokter akan melakukan prosedur histerektomi
radikal atau pengangkatan rahim beserta kelenjar getah bening di sekitarnya.

 Terapi Penyinaran (Radioterapi)


Untuk kanker invasif yang masih terbatas pada area panggul, pengobatan yang dilakukan bisa
berupa terapi penyinaran untuk merusak sel kanker dan menghambat pertumbuhannya.
Terapi ini bisa dilakukan dengan dua cara yakni radiasi internal dan radiasi eksternal.

Prosedur radiasi internal dilakukan dengan memasukkan kapsul berisi zat radioaktif langsung
ke dalam serviks. Sedangkan prosedur radiasi eksternal menggunakan sinar berenergi tinggi
dari sebuah mesin besar untuk membunuh sel kanker.

 Kemoterapi
Prosedur kemoterapi dilakukan jika kanker telah menyebar ke luar panggul. Prosedur ini
menggunakan obat-obatan anti kanker untuk membunuh sel kanker yang diberikan melalui
mulut maupun suntikan intravena.

 Terapi Biologis
Untuk kanker yang telah menyebar ke bagian tubuh lainnya, dapat dilakukan prosedur
pengobatan terapi biologis untuk memperbaiki sistem kekebalan tubuh dengan menggunakan
zat-zat tertentu. Terapi ini bisa dikombinasikan dengan kemoterapi untuk mengurangi gejala
yang diderita pasien.

Selain melakukan pengobatan secara medis, penderita kanker juga bisa melakukan
pengobatan tradisional dengan meminum ramuan herbal untuk mengurangi gejala kanker.
Namun, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau pakar pengobatan herbal
untuk menghindari efek samping yang tidak diinginkan.

2. Cara Pengobatan Kanker Serviks Secara Tradisional

 Ramuan Kunyit Putih


Untuk meredakan gejala kanker serviks, penderita kanker dapat meminum air rebusan kunyit
putih. Kandungan anti-curcumin, antioksidan serta Ribosome Inacting Protein pada kunyit
putih cukup efektif untuk mengobati kanker, asam urat, serangan jantung, darah tinggi,
menurunkan kolesterol serta stroke.

 Ramuan Daun Belimbing


Ramuan daun belimbing juga bisa digunakan sebagai pereda gejala kanker serviks. Air
rebusan yang terdiri dari kombinasi daun belimbing, daun cermai muda, daun bayam merah,
daun pepaya muda, wortel dan madu yang dikonsumsi satu gelas per hari bisa mengurangi
gejala kanker serviks.

 Ramuan Daun Sirsak


Daun sirsak memang terkenal sebagai obat kanker alami. Anda bisa membuat ramuan daun
sirsak ini dengan cara merebus tiga lembar daun sirsak muda selama 20 menit. Air rebusan
tersebut kemudian disaring dan diminum setiap hari selama dua minggu berturut-turut.

 Ramuan Tapak Dara


Kandungan vinblastin dan vinkristin pada tapak dara terkenal sangat ampuh untuk meredakan
kanker serviks. Untuk membuat ramuan tapak dara ini, kita harus mencampur tapak dara
dengan kulit kayu pulasari, buah adas serta gula merah yang direbus dengan tiga gelas air.
Setelah mendidih, kemudian saring airnya untuk diminum dalam keadaan hangat. Ramuan ini
bisa diminum tiga kali sehari masing-masing setengah gelas.

Selain melakukan upaya pengobatan, kita juga harus melakukan pencegahan untuk
mengurangi resiko terkena kanker serviks sejak dini.

E. Pencegahan Dini Kanker Serviks

1. Bagi yang telah aktif secara seksual, lakukan pemeriksaan pap smear setiap dua tahun
sekali.
2. Melakukan vaksinasi HPV bagi yang belum pernah melakukan kontak seksual.
3. Tidak melakukan hubungan intim dengan pasangan yang berganti-ganti.
4. Menjaga kebersihan organ intim.
5. Berhenti merokok dan jauhi paparan asap rokok.
6. Memperbanyak konsumsi makanan yang mengandung asam folat, beta karoten, vitamin A,
C dan E seperti alpukat, brokoli, wortel, anggur, tomat, jeruk dan bayam. Vitamin A
diketahui mampu mencegah perubahan keganasan sel-sel pada permukaan serviks.
7. Memperbanyak konsumsi air putih.
8. Rutin beraktivitas fisik untuk menjaga kebugaran tubuh.