Вы находитесь на странице: 1из 13

ASUHAN KEPERAWATAN PADA “Nn.

S”
DENGAN DIAGNOSA MEDIS “INFEKSI SALURAN KENCING (ISK)”
DI RS PERMATA MUTIARA
TANGGAL 10 MEI 2018

I. PENGKAJIAN
1. Identitas
a. Identitas pasien
Nama : Nn.S
Umur : 18 Tahun
Agama : Hindu
Jenis Kelamin : Perempuan
Status : Belum menikah
Pendidikan : S1
Pekerjaan : Mahasiswa
Suku Bangsa : Indonesia
Alamat : Br. Bantas Tengah Kaja
Tanggal Masuk : 7 Mei 2018
Tanggal Pengkajian : 10 Mei 2018
Jam Pengkajian : 09.00 wita
No. Register : 353501
Diagnosa Medis : ISK (Infeksi saluran kencing)

b. Identitas Penanggung Jawab


Nama : Tn.P
Umur : 55 Tahun
Hub. Dengan pasien : Ayah kandung
Pekerjaan : Wiraswasta
Alamat : Br. Bantas Tengah Kaja

2. Status Kesehatan
a. Status kesehatan saat ini
1) Keluhan utama (saat MRS dan saat ini)
a) Saat MRS
Klien datang ke RS Permata Mutiara dengan keluhan nyeri ketika BAK
sejak 2 hari yang lalu, nyeri skala 3, terasa perih dan anyang-anyangan.
Saat Pengkajian
Keluhan utama saat dikaji adalah nyeri saat BAK.
2) Alasan masuk rumah sakit dan perjalanan penyakit saat ini
Klien mengeluh nyeri ketika BAK sejak 2 hari yang lalu, nyeri skala 3,
terasa perih dan anyang-anyangan. Klien juga mengeluh deman sejak
kemarin, mual (+) dan tidak ada nafsu makan, karena kesehatan klien tidak
kunjung membaik akhirnya pada tanggal 7 Mei 2018 pukul 19.00 wita klien
dibawa berobat ke RS Permata Mutiara dan Dokter mendiagnosa klien
mengalami ISK (Infeksi saluran kencing) dan harus mendapat perawatan
inap di rumah sakit.
3) Upaya yang dilakukan untuk mengatasinya
Klien mengatakan, klien sempat dibawa ke mantri dekat rumahnya pada
tanggal 2 Mei 2018 pada pukul 18.30 wita, dan mantri hanya memberi obat
anti nyeri lalu menyuruh klien untuk beristirahat di rumah. Karena tidak ada
perubahan, klien langsung dibawa ke RS Permata Mutiara.
b. Status kesehatan masa lalu
1) Penyakit yang pernah dialami
Klien mengatakan klien pernah mengalami demam, pilek, dan batuk
2) Pernah dirawat
Klien mengatakan, klien tidak pernah dirawat di rumah sakit.
3) Alergi
Klien mengatakan klien tidak mempunyai riwayat alergi seperti alergi obat
maupun makanan.
4) Kebiasan
Klien mengatakan, klien memiliki kebiasaan tidak suka minum air dan
kurang suka dengan sayur.
c. Riwayat penyakit keluarga
Klien mengatakan memiliki riwayat hipertensi di dalam anggota keluarga
(kakek klien), dan tidak memiliki riwayat penyakit : DM, jantung, asma.
d. Diagnosa medis dan therapy
Diagnosa medis : ISK (Infeksi saluran kencing)

3. Pola kebutuhan dasar (data bio-psiko-sosio-kultural-spiritual)


a. Pola persepsi dan manajemen kesehatan
Klien mengatakan tidak mengetahui tentang penyakit klien. Klien dan
keluarganya apabila mengalami sakit langsung dibawa ke mantri atau rumah
sakit.
b. Pola nutrisi metabolik
 Sebelum sakit
Klien mengatakan klien biasa makan nasi 3 kali sehari, tanpa sayur dan lauk
seperti : telur, ayam, ikan laut, dan minum air 6 gelas/hari (1500 ml)
 Saat sakit
Klien mengatakan klien mual dan tidak ada nafsu makan.
c. Pola eliminasi
1) BAB
 Sebelum sakit
Klien mengatakan bahwa klien terbiasa BAB 1x/hari dengan feses
berwarna coklat kekuningan dan lembek.
 Saat sakit
Klien mengatakan bahwa klien tidak mengalami susah BAB.
2) BAK
 Sebelum sakit
Klien mengatakan bahwa klien BAK 2-4x sehari dengan warna urin
kuning sebayak 500 cc.
 Saat sakit
Klien mengatakan bahwa klien merasa perih ketika BAK dengan warna
urin kemerahan, bau menyengat dan anyang-anyangan atau rasa ingin
buang air kecil lagi.

d. Pola aktivitas dan latihan


1) Aktivitas
Kemampuan 0 1 2 3 4 Ket :
0 : mandiri
Perawatan diri
1 : Alat bantu
Makan dan 
2 : Dibantu orang
minum lain

Mandi 3 : Dibantu orang
Toileting lain dan alat
Berpakaian  4 : tergantung total
Berpindah


2) Latihan
 Sebelum sakit
Klien mengatakan bahwa ia seorang mahasiswa, aktivitas rutin pada
keseharian klien dilakukan sendiri (mandiri).
 Saat sakit
Klien mengatakan, klien lebih sering berada di tempat tidur karena rasa
nyeri yang dirasakan.
e. Pola kognitif dan persepsi
Klien mengatakan dapat mendengar (tidak tuli), penciuman, penglihatan,
perabaan tidak ada masalah.
f. Pola persepsi-konsep diri
 Sebelum sakit
Peran : Sebagai anggota keluarga
Ideal Diri : Tidak bermasalah
Identitas : Tidak bermasalah
Harga diri : Tidak bermasalah
Gambaran diri : Tidak bermasalah
 Saat sakit
Peran : Sebagai anggota keluarga
Ideal Diri : Tidak bermasalah
Identitas : Tidak bermasalah
Harga diri : Tidak ada perubahan
Gambaran diri : Tidak ada perubahan
g. Pola tidur dan istirahat
 Sebelum sakit
Klien mengatakan, klien terbiasa untuk tidur malam pukul 23.00 wita dan
bangun pagi pukul 06.00 wita
 Saat sakit
Klien mengatakan klien selalu terbangun dan tidak bisa tidur lelap karena
rasa ingin buang air kecil (anyang-anyangan) yang dirasakan pasien.
h. Pola peran – hubungan
Klien mengatakan klien akur dengan keluarganya, hubungan klien dengan
keluarga baik maupun dengan tetangga.
i. Pola seksual-reproduksi
Klien mengatakan bahwa ia belum menikah.
j. Pola toleransi stres-koping
Klien mengatakan jarang bertengkar dengan keluarga.
k. Pola nilai-kepercayaan
Klien mengatakan taat beribadah di rumah (sanggah) 2 kali sehari dan saat sakit
hanya dibantu keluarga.

4. Pengkajian Fisik
a. Keadaan umum
Klien terlihat lemah, gelisah dan mengatakan nyeri ketika BAK.
Tingkat kesadaran :
GCS : verbal : 5 psikomotor : 4 mata : 4
b. Tanda-tanda vital
Nadi : 100x/menit, suhu : 38,8°C, TD : 120/70 mmHg, RR : 24x/menit
c. Keadaan fisik
a) Kepala dan leher
I : Bentuk kepala simetris, tidak ada lesi, pediculus capitis dan dendraf.
P : Tidak ada hematoma, edema, dan nyeri tekan

 Mata
I : Bentuk mata simetris, pupil isokor, sklera putih (anikterik),
konjungtiva anemis, pergerakan mata (kiri-kanan, atas-bawah).
P : Tdak ada nyeri tekan pada bola mata.
 Hidung
I : Bentuk hidung simetris, pernapasan cuping hidung tidak ada, tidak
ada sekret, tidak terdapat polip
P : Tidak ada nyeri tekan sinus
 Telinga
I : Bentuk telinga simetris, terdapat serumen
P : Tidak ada nyeri tekan pada telinga
 Mulut
I : Bentuk mulut simetris, mukosa bibir lembab, warna merah muda,
idak ada stomatitis, tidak ada karies, lidah bersih
P : Tidak ada nyeri tekan pada lidah
 Leher
I : Leher antara leher kanan dan kiri simetris, tidak ada lesi, tidak ada
hematoma, JVP < 4 cm
P : Tidak ada pembesaran kelenjar limfe, tiroid dan tidak ada nyeri
tekan.
b) Dada
 Paru
I : Bentuk dan gerakan dada simetris, tidak ada retraksi otot nafas
P : Tidak ada nyeri tekan pada dada, taktil vocal premitus normal.
P : Tidak ada suara tambahan, getaran suara yang dihasilkan oleh
perkusi adalah sonor.
A : Suara paru vesikuler
 Jantung
I : Dada simetris, ictus cordis terlihat pada ICS V medline clavicula
P : Iktus cordis teraba pada medline clavicula ICS V seperti hentakan
kuat, dirasakan dalam dimameter 2 cm
P : Batas jantung normal midline clavicula ICS 3-5 (dulness)
A : Suara jantung S1, S2 tunggal reguler, tidak ada suara tambahan.
c) Payudara dan ketiak
I : Payudara (dada) simetris, tidak ada lesi, persebaran bulu ketiak
merata
P : Tidak ada nyeri tekan pada payudara dan ketiak.
d) Abdomen
I : Tidak ada lesi, tidak ada edema dan hematoma
A : Bising usus terdengar 12 kal per menit
P : Suara ketukan terdengar timpani
P : Tidak ada nyeri tekan pada perut
e) Genetalia
- Tidak terkaji
f) Integumen
I : Tidak ada lesi dan hematoma, suhu tubuh normal (36°C-37°C), tidak
ada sianosis dan edema.
P : Tidak ada nyeri tekan, turgor kulit elastis.
g) Ekstremitas
 Atas :
I : Tidak terdapat lesi, edema, fraktur dan benjolan.
P : Turgor kulit elastis, akral hangat, CRT < 3 detik, tidak ada nyeri
tekan.
 Bawah
I : Tidak ada lesi, hematoma, edema, disposisi tulang dan fraktur
P : Turgor kulit elastis, CRT < 3 detik, tidak ada nyeri tekan dan
sianosis pada perifer
5. Pemeriksaan penunjang : -
6. Analisa Data
a. Tabel analisa data
NO DATA ETIOLOGI MASALAH
1 Ds : Klien mengeluh nyeri ketika BAK, Ureter Nyeri akut
perih,anyang-anyangan, mual dan 
tidak ada nafsu makan Iritasi ureter
P : Nyeri terasa apabila BAK 
Q : Nyeri pada saluran kemih perih Oliguria
setiap BAK 
R : Nyeri pada saluran kemih Gangguan eliminasi urine
S : 3 (dari skala 0-10) 
T : Muncul ketika BAK Depresi saraf perifer
DO: Klien terlihat tidak nyaman 

TD : 150/70 mmHg Nyeri akut

Nadi : 100x/menit
Suhu : 38,8˚C
RR : 24x/menit
2 DS : Klien mengeluh deman sejak Hipotalamus Hipertermi
kemarin 
DO: Klien terlihat lemas Menekan termoreguler
TD : 150/70 mmHg 
Nadi : 100x/menit Hipertermi
Suhu : 38,8˚C
RR : 24x/menit

7. Tabel daftar diagnosa keperawatan/masalah kolaboratif berdasarkan prioritas


Tanggal/ Tanggal
No Diagnosa Keperawatan Ttd
Jam Ditemukan Teratasi
1 Kamis,10-5-2018 Nyeri akut d.d klien mengeluh nyeri ketika 13-5-2018
Pkl 09.00 Wita BAK, skala nyeri 3, perih,anyang-anyangan
dan mual serta tidak nafsu makan. (wira
)
2 Kamis,10-5-2018 Hipertermi yang berhubungan d.d klien 13-5-2018
Pkl 09.00 Wita mengeluh deman sejak kemarin, dan suhu (wira
tubuh tidak normal. )

8. Rencana Tindakan Keperawatan


Hari/ No. Tujuan dan Kriteria Hasil Rencana Keperawatan TTD
Tanggal Dx Intervensi Rasional
Rabu 1 Setelah diberikan asuhan 1. Lakukan 1. Pasien dengan
08-02- keperawatan selama 3x24 jam pengkajian nyeri diagnosa nyeri akut (wira)
2012 diharapkan Nyeri akut teratasi komprehensif mengalami nyeri yang
dengan KH yang meliputi berskala sedang, dan
- Tidak ada nyeri yang di lokasi, kehilangan nafsu
laporkan karakteristik, makan. Perlu
- Skala nyeri ringan (0-1)
onset/durasi, dilakukan pengkajian
- Klien terlihat nyaman
- Tidak kehilangan nafsu makan frekuensi, kualitas untuk mengukur skala
- Tidak ada mual
intensitas atau nyeri, mengendalikan
beratnya nyeri dan faktor lingkungan yang
faktor pencetus. dapat mempengaruhi
2. Kendalikan faktor
kenyamanan pasien.
lingkungan yang
dapat
mempengaruhi
respon pasien
terhadap
ketidaknyamanan
(misalnya, suhu
ruangan,
pencahayaan,
suara bising)
3. Berikan informasi
yang akurat untuk
meningkatkan
pengetahuan dan
respon keluarga
terhadap
pengalaman nyeri
4. Kolaborasi dengan
pasien, orang
terdekat, dan tim
kesehatan lainnya
untuk memilih dan
mengimplementasi
kan tindakan
penurunan nyeri
nonfarmakologi
sesuai kebutuhan
Rabu 2 Setelah diberikan asuhan 1. Pantau suhu dan 1. Pasien dengan
08-02- keperawatan selama 3x24 jam tanda-tanda vital hipertermia akan
2012 diharapkan hipertermi teratasi lainnya. mengalami demam (wira)
2. Monitor warna
dengan KH : dan mengigil yang
kulit suhu.
- Melaporkan kenyamanan suhu berakibat
3. Beri obat atau
tidak terganggu kenyamanan suhu
cairan IV
- Tidak ada peningkatan suhu
dan tanda-tanda
(misalnya,
kulit
vital lainnya
- Denyut nadi radial tidak antipiretik, agen
terganggu serta
terganggu antibakteri dan
- Tingkat pernapasan tidak pemberian obat
agen anti
terganggu atau cairan IV
menggigil).
- Tidak ada dehidrasi
4. Dorong konsumsi perlu dilakukan
cairan. pemantauan suhu
5. Pastikan tanda lain
dan TTV lainnya
dari infeksi yang
sehingga adanya
terpantau pada
keseimbangan
orang tua, karena
antara produksi
hanya
panas,
menunjukkan
mendapatkan
demam ringan
panas, dan
atau tidak demam
kehilangan panas.
sama sekali 2. Pasien dengan
selama proses diagnosa
infeksi. hipertermi rentan
mengalami
dehidrasi dan
infeksi yang perlu
dilakukan
dorongan
mengonsumsi
cairan dan perlunya
pantau dari orang
terdekat jika timbul
infeksi.

9. IMPLEMENTASI KEPERAWATAN

Hari/ Jam/ No.


Tindakan Keperawatan Evaluasi proses TTD
Tanggal Dx
Kamis, 10- 2  Mengukur TTV DS : Pasien mengatakan lemas dan demam
5-2018 sejak kemarin (wira)
Pkl 09.00 DO : TD : 120/70
N : 100x/menit
S : 38,8 ˚C
RR : 24x/menit

 Mengkaji skala nyeri


DS : Pasien mengatakan nyeri ketika BAK
Pkl 12.15 1 P : Nyeri terasa apabila BAK
Q : Nyeri pada saluran kemih perih setiap
BAK
R : Nyeri pada saluran kemih
S : 3 (dari skala 0-10)
T : Muncul ketika BAK
DO : Pasien terlihat tidak nyaman

13.35 1  Mengkaji respon klien DS : Klien mengatakan masih lemas, susah


melakukan aktivitas bergerak.
DO : Klien tampak lemah, klien hanya
mampu beraktivitas diatas tempat tidur

2  Memberikan dorongan DS : Klien mengatakan masih lemas dan


mengonsumsi cairan sedikit dehidrasi
DO : Klien tampak lemas

Jumat, 11- 2  Mengukur TTV DS : Klien mengatakan lebih nyaman


5-2018 DO : TD : 120/80
Pkl 09.00 N : 80x/menit (wira)
S : 37,5°C
RR : 20x/menit

 Mengobservasi skala nyeri

Pkl 12.15 1 DS : -
DO : Pasien terlihat tidak nyaman
P : Nyeri terasa apabila BAK
Q : Nyeri pada saluran kemih perih setiap
BAK
R : Nyeri pada saluran kemih
S : 2 (dari skala 0-10)
T : Muncul ketika BAK
 Berikan informasi yang

Pkl 13.35 1 akurat untuk meningkatkan DS : Klien mengatakan lebih paham setelah
pengetahuan dan respon diberi informasi.
keluarga terhadap DO : Klien sudah tampak tidak bingung dan
pengalaman nyeri mengerti.

Sabtu, 12- 2  Mengukur TTV DS : Pasien mengatakan nyaman


5-2018
Pkl 09.00 DO : TD : 120/80 mmHg
N : 80x/menit
S : 36,5
 Mengkaji skala nyeri RR : 20x/menit
1 DS :-
DO :
P : Nyeri terasa apabila BAK
Q : Nyeri pada saluran kemih perih
setiap BAK
R : Nyeri pada saluran kemih
S : 1 (dari skala 0-10)
T : Muncul ketika BAK

10. EVALUASI

No
No Hari/ Tgl Jam Evauasi TTD
Dx
1 Jumat, 2 S : Klien mengatakan demam sudah turun
11-5-2018 O : klien terlihat nyaman
09.00 wita A : Masalah teratasi (Wira)
P : Intervensi selesai
2 Sabtu 1 S : Klien mengatakan masih sedikit perih ketika BAK
12-5-2018 O : Klien terlihat masih tidak nyaman, skala 1
09.00 wita A : Masalah teratasi sebagian (Wira)
P : Lanjutkan intervensi

TUGAS KONSEP DASAR KEPERAWATAN II


ASUHAN KEPERAWATAN PADA “Nn.S”
DENGAN DIAGNOSA MEDIS “INFEKSI SALURAN KENCING (ISK)”
DI RS PERMATA MUTIARA
Oleh

Kelompok 1 (A-11 A)
A.A Istri Meidina Cindy 17.321.2657
Ari Cendani Prabawati 17.321.2658
Dewa Ayu Agung Ari Dwijayanti 17.321.2659
Dewa Ayu Putu Santriani Dewi 17.321.2660
Dewa Ayu Rolya Dewi 17.321.2661
Dewa Ayu Septianti Dewi 17.321.2662
Gde Dipta Diatmika 17.321.2663
Gusti Agung Istri Mutiara Kepakisan 17.321.2664
Gusti Ayu Putu Wahyu Sartika 17.321.2665

PROGRAM S1 ILMU KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KEPERAWATAN WIRA MEDIKA BALI
TAHUN AJARAN 2017/2018