Вы находитесь на странице: 1из 21

ASUHAN KEPERAWATAN

Nama Mahasiswa : Ika Isnawati


NPM : 1814901210154
Hari/Tanggal : Kamis, 16 Mei 2019
Ruangan : Bedah Umum (Tulip)
1. PENGKAJIAN
A. IDENTITAS
IDENTITAS KLIEN

- Nama ( inisial ) : Tn. J


- Usia / tanggal lahir : 64 Tahun
- Jenis kelamin : Laki-laki
- Alamat : Desa SBB III Blok E Kec. Sungai
Loban, kab. Tanah Bumbu
- Suku / bangsa : Jawa / WNI
- Status pernikahan : Menikah
- Agama / keyakinan : Islam
- Pekerjaan / sumber penghasilan : Petani Karet
- Diagnosa medik : Ca Buli T4 N0 M0 + Cancer Pain +
Anemia + Simple Cysts Renal
Bilateral
- No. medical record : 1-42-52-XX
- Tanggal masuk : 9-05-2019
IDENTITAS PENANGGUNG JAWAB
- Nama : Ny. R
- Usia : 37 Tahun
- Jenis kelamin : Perempuan
- Pekerjaan / sumber penghasilan : Ibu Rumah Tangga/Suami
- Hubungan dengan klien : Anak

B. RIWAYAT KESEHATAN
1. Keluhan utama
Pada saat dilakukan pengkajian pasien mengatakan nyeri tekan pada area
perut bawah (suprapubik), nyeri seperti di tusuk-tusuk, hilang-timbul,
durasi nyeri kurang lebih 5-10 menit akan hilang dengan pindah posisi
atau di beri obat anti nyeri, sekala nyeri 3 (0-10) nyeri ringan.
2. Riwayat Kesehatan /penyakit sekarang
Pasien mengatakan kurang lebih 2 bulan yang lalu BAK di sertai darah
dan setiap kencing terasa sakit pada perut bagian bawah, kencing terasa
panas dan tidak tuntas, kencing kurang lebih 6-9 kali sehari dan sedikit-
sedikit. Saat ingin BAK pasien mengatakan harus mengedan dengan kuat
lalu. Lalu pasien berobat di salah satu dokter praktek dekat rumahnya
namun tidak ada perubahan lalu pasien berobat ke Rumah Sakit Amanah
Husada dan sesampai di sana pasien langsung di rawat inap dan di
transfuse sebnayak 3 kantong darah setelah menjalani pemeriksaan
mendalam pasien lalu di rujuk ke RSUD Ulin Banjarmasin. Pasien juga
mengatakan pernah operasi pada tahun 2010 di RS Suaka Insan
Banjarmasin dengan masalah adanya masa pada kandung kemih.

3. Riwayat Kesehatan/penyakit dahulu


Pasien mengatakan mempunyai riwayat penyakit hipertensi dan beliau
juga perokok aktif.

4. Riwayat Kesehatan/Penyakit Keluarga


Pasien mengatakan didalam lingkungan keluarganya baik orang tua
ataupun sanak saudaranya tidak ada yang mempunyai penyakit ataupun
keluhan seperti yang beliau alami saat ini.

GENOGRAM

: Laki-laki : Hubungan Keluarga


: Perempuan : Tinggal Serumah
: Klien : Meninggal
C. PEMERIKSAAN FISIK
1. Keadaan umum
1.1 Keadaan Umum : Lemah
1.2 Tanda-tanda Vital
- Sphygmomanometer : 130/90 mmHg
- Pulse : 80 x/m
- Respiratory : 20 x/m
- Temperature : 37,2 oC
1.3 Kesadaran
- Kualitatif : Compos Mentis
- Kuantitatif : GCS= E4 V5 M6

2. Kulit
Warna kulit sawo matang, kelembaban kulit baik, tampak sedikit pucat
pada area wajah, tampak bekas jahitan post operasi cystotomy dan tidak
ada kelainan kulit lainnya.

3. Kepala dan leher


Keadaan kepala dan leher pasien dalam batas normal, tidak ada
pembesaran kepala ataupun nyeri kepala, pada bagian leher tidak ada
pembesaran thyroid, maupun keterbatasan gerak dan juga tidak ada
kelianan lainnya

4. Penglihatan dan Mata


Penglihatan pasien dalam batas normal, tidak ada kelainan pada mata,
pasien tidak menggunakan alat bantu penglihatan, konjungtiva tampak
anemis, tidak ada peradangan maupun trauma

5. Penciuman dan hidung


Keadaan hidung simetris , tidak ada sumbatan pada hidung, tidak ada
polip, tidak ada peradangan, tidak ada sekret, pasien tidak kesulitan
dalam bernafas,tidak ada kelainan bentuk dan kelainan lainnya, terbukti
pasien dapat membedakan aroma fress care dengan aroma alcohol.

6. Pendengaran dan telinga


Keadaan umum telinga pasien baik dan simetris, tidak ada gangguan
pendengaran, pasien tidak menggunaan alat pendengaran, tidak adanya
kelainan bentuk dan gangguan lainnya. Terbukti saat diajak
berkomunikasi dapat berjalan dengan baik.
7. Mulut dan gigi
Mulut pasien cukup bersih, pasien mengatakan saat di rumah sakait tetap
membersihkan mulutnya. Gigi pasien sisa gigi akar kurang lebih 4-6
buah saja. Selebihnya sudah tercabut, tidak ada gangguan menelan, tidak
ada peradangan pada mukosa mulut, gusi, dan faring, tidak ada kelainan
bentuk dan gangguan lainnya. Pasien kesulitan mengunyah karena gigi
yang ompong.

8. Dada, Pernafasan dan sirkulasi


Hasil Pemeriksaan
a. Inspeksi (melihat)
- Posisi hidung simetris kiri dan kanan
- Pasien terliha tidak terpasang O2, tidak terdapat pergerakan nafas
yang tertinggal
- Daerah dada simetris antara kiri dan kanan, retersi dinding dada
mengembang sempurna.
b. Palpasi (meraba)
- Ictus cordis tidak teraba
- Tidak terdapat nyeri tekan di bagian dada dan tidak teraba massa
atau pembengkakan pada bagian thorax.
c. Perkusi (mengetuk) : Bunyi suara ketuk sonor pada bagian thorax
d. Auskultasi (mendengarkan)
- Bunyi paru pada auskultasi terdengan sedikit ronchi
- Suara nafas vesikuler,
- Suara jantung normal regular (SI,S2).

9. Abdomen
a. Inspeksi :
- Terdapat luka jahitan dibagian perut bawah post oprasi cystotomy
- Pergerakan perut mengikuti pergerakan napas
- Warna kulit perut bawah sedikit pucat
b. Palpasi :
- Ada nyeri tekan pada perut bawah (suprapubic)
- Tidak terdapat pembesaran hepar
c. Perkusi :
- Bunyi timpani pada abdomen
d. Auskultasi :
- Bising usus terdengar baik (12 x/menit)
10. Genetalia dan reproduksi
Hasil pengkajian pasien berjenis kelamin laki-laki, pada alat genetalia
terpasang kateter dan nyeri saat kencing tampa menggunakan alat bantu
(kateter urine), frekuensi 6-9 kali perhari, disuria (+), hematuria (+),
inkontinensa (+).

11. Ekstrimitas atas dan bawah


a. Fungsi cerebral
Status Mental : orientasi baik, daya ingat pasien jangka panjang
Bahasa : Kualitas ucapan spontan
Tingkat Kesadaran : Composmentis (15)
GCS = 4,5,6 (4 : Respon mata membuka mata spontan, 5: respon
verbal orientasi baik, 6 : respon motorik mengikuti perintah)
b. Fungsi motorik (massa, tonus dari kekuatan otot)
Fungsi Motorik
Skala kekuatan otot pasien 5555 5555
0 = Tidak ada kontraksi
1 = Ada kontraksi 5555 5555
2 = Dapat bergerak dengan bantuan
3 = Dapat melawan gravitas
4 = Dapat menahan tahanan ringan
5 = Dapat menahan tahanan penuh
Skala aktivitas Aktivitas 1 2 3 4 5

Makan dan √
Keterangan minum
Mandi √
1 : Mandiri
2 : Memerlukan bantuan nalat Toileting √
3 : Memerlukan bantuan orang lain Berpakaian √
4 : Memerlukan bantuan alat dan orang
lain Mobilitas di √
Tempat tidur
5 : Tergantung total Berpindah √

Ambulasi dan √
ROM

c. Sistem musculoskeletal
Inspeksi :
- Tidak ada atrofi dan hipertrofi otot.
- Tidak terdapat edema atau penumpukan cairan pada kaki dengan
CRT < 3 detik
Palpasi :
- Tidak terdapat kelemahan otot.
- Tidak terdapat nyeri tekan di daerah ulu hati
12. KEBUTUHAN FISIK, PSKOLOGI, SOSIAL DAN SPRITUAL
a. Aktivitas dan istirahat
- Di Rumah : saat di rumah, setiap pagi hari pasien pergi keladang
untuk menyadap karet, dan sore harinya pasien ke lading lagi
untuk memeriksa hasil sadapan karetnya.
- Di Rumah Sakit : saat di rumah sakit pasien mengatakan hanya
berbaring saja karena nyeri pada area suprapubic dan juga
terpasang kateter urine dan terpasang infus, sehingga membatasi
gerak. Pasien mengatakan sulit tidur rasa gelisah, biasanya pasien
tidur jam 21.00 dan terbangun dimalam hari jam 02.00, dan tidak
dapat tidur kembali dan siang hari tidak bisa tidur karena udara
yang panas dan juga suasana yang gaduh.

b. Personal hygiene
- Di rumah : kebiasaan mandi, keramas, gosok gigi (personal
hygiene) 3 kali sehari
- Di Rumah Sakit : pasien hanya di seka badan saja oleh anak dan
istrinya, membersihkan mulut setiap selesai makan.

c. Nutrisi
- Di Rumah :
sebelum dirawat di RS pasien makan 3x /hari, sebelumnya klien
tidak ada makanan pantangan. Klien pun tidak terkontrol asupan
nutrisinya.
- Di Rumah Sakit :
Klien mendapat makanan 3x /hari dengan Diet TKTP dan porsi
sedang. Pasien tidak mampu menghabiskan makanan yang
disediakan rumah sakit karena pasien masih merasa mual kadang-
kadang, pasien hanya makan 2-3 suap, dan kadang hilang selera
makan.

d. Eliminasi
- Di rumah :
Sebelum sakit pasien mengatakan kebiasaan/pola BAB dan BAK
normal, tapi sejak 2 bulan terakhir timbul keluhan/gangguan saat
BAK dan BAB. BAK di sertai darah, nyeri dan tidak tuntas saat
BAB juga meneteskan darah segar pasein mengatakan ada
benjolan yang mirip daging ikut keluar jika mengedan terlalu
kencang dan tersa nyeri.
- Di Rumah Sakit :
Saat di rumah sakit pasien BAK menggunakan kateter urine, dan
BAB 1x perharinya. Masih terlihat adanya darah bercampur di
dalam urine, dan terkadang terasa nyeri pada area suprapubic.
Nyeri hilang timbul, durasi nyeri berkisar 5-10 menit.

e. Seksualitas
Saat menderita penyakit klien menjadi lemas dan lekas lemah,
sehingga mempengaruhi kebutuhan seksualnya.

f. Psikososial
Hubungan klien dengan orang lain sangat baik, hubungan klien
dengan keluarga juga baik dan rukun, orang terdekat pasien adalah
istri dan anak bungsunya, hubungan klien dengan tetangga kesehatan
baik, keadaan psikologis klien baik, pasien sedikit cemas dengan
penyakit dan rencana tindakan pembedahan yang akan di lakukan
setelah hasil biopsy keluar, pasien berharap lekas sembuh dan bisa
melakukan aktivitas seperti biasa.

g. Spritual
Pasien beragama islam, saat berada dirumah sakit pasien tetap
menjalankan sholat 5 waktu, pasien mengatakan selelu berdo’a agar
diberi kekuatan dalam menghadapi penyakitnya dan berharap dapat
diberi kesembuhan dari penyakit yang diderita saat ini.

13. PEMERIKSAAN PENUNJANG


1. Hasil pemeriksaan Laboratorium:
Rabu, 12 Mei 2019

Pemeriksaan Hasil Nilai Rujukan


Hematologi
Hemoglobin 10.0 12.0-16.0 g/dl
Lekosit 8.3 4.0-10.5 ribu/ul
Eritrosit 4.34 4.10-6.00 juta/ul
Hematokrit 33.2 42.0-52.0 %
Trombosit 393 150-450 ribu/ul
RDW-CV 16.0 12.1-14.0 %
MCV, MCH, MCHC
MCV 76.5 75.0 – 96.0 fl
MCH 23.0 28.0 – 32.0 pg
MCHC 30.1 33.0 - 37.0 %
Hitung jenis
Gran% 69.8 50.0 – 81.0 %
Limfosit% 22.7 20.0 – 40.0 %
MID% 7.5
Gran# 5.80 2.50 - 7.00 ribu/ul
Limfosit# 1.90 1.25 - 4.00 ribu/ul
MID# 0.6 -
Monosit% 2.0 - 8.0 ribu/ul
HEMOSTASIS
Hasi PT 10.5 9.9-13.5
INR 0.97
Control Normal PT 10.8
Hasil APTT 26.9 22.2-37.0
Control Normal APTT 24.8
IMUNO-SEROLOGI
HEPATITIS
HBSAG Non Reaktif Non Reaktif
Anti HCV Non Reaktif < 1.00

2. Pemeriksaaan USG Lower Abdomen


- Ginjal kanan : bentuk dan ukuran normal, batas kurtikomeduler
jelas, tampak penipisan korteks, tak tampak batu, tampak lesi
anekoik dengan posterior enhancement, bentuk bulat regular pada
lower pole (ukuran 1.3x1.3cm) tampak bagian solid, septasi
maupun kalsifikasi didalamnya. PCS tak melebar. Ureter
proksimal tak melebar.
- Ginjal kiri : bentuk dan ukuran nirmal, batas kortikomeduler jelas,
tak tampak penipisan kortek, tak tampak batu, tampak lesi
anekoik dengan posterior enhancement, bentuk bulat regular pada
lower pole (uk 2.9x2.6cm) tak tampak bagian solid, septasi
maupun kalsifikasi didalamnya. PCS tak melebar. Ureter
Proksimal tak melebar.
- Vesika urinaria : Dinding menebal, tidak tampak batu, tampak
lesi hipo-hiperoik, bentuk cauli flower (uk 6.9x4.5x3.3cm),
menempel pada dinding anterior, dengan pemeriksaan CDS
tampak vaskularisasi interalesi
- Porstad : ukuran normal (volume 20ml) tak tampak nodul, tak
tampak kalsifikasi.

KESAN :

- Massa solid uk 6.9x4.5x3.3cm, menempel pada dinding anterior


intrerior intralumen vesika urinaria, suspek maligna
- Simple cysts lower pole ginjal kanan uk 1.3x1.3cm dan kiri uk.
2.9x2.6cm, bosniak 1.
14. DATA FOKUS
Data subjek
- Pasien mengatakan perut bawahnya sakit saat ditekan dan saat kandung kemih
penuh
- Pasien mengatakan kalau air kencingnya tidak bisa keluar maka terasa sakit
sekali
- pasien mengatakan kuatir dengan penyakitnya saat ini
- Pasien mengatakan tidak selara makan karena masuk Rumah Sakit
- Pasien mengatakan sering kepikiran dengan penyakitnya

Data Objektif

- P = post operasi cystotomy (Ca buli)


- Q= seperti ditusuk-tusuk
- R= abdomen bawah (daerah suprapubik)
- S= skala 3 (0-10)
- T= hilang timbul ( saat ditekan, saat kandung kemih penuh dan urine tidak bisa
keluar)
- Pasien tampak cemas
- Ekprei wajah pasien tampak gelisah
- Pasien tampak sedih
- Tanda-tanda vital :
Sphygmomanometer : 130/90 mmHg
Pulse : 80 x/m
Respiratory : 20 x/m
Temperature : 37,2 oC
- Tampak bekar luka operasi pada suprapubic
- Tampak kencing bercampur darah
- Tampak terpasang kateter urine
- Terapy :
Antrain 3x1gr (IV)
Kalnex 3x500mg (IV)
16. ANALISA DATA
No Data Problem Etiologi

1. DS :

- Pasien mengatakan perut bawahnya Nyeri Agen injury Biologis


sakit saat ditekan dan saat kandung
kemih penuh (Ca Buli)

DO :

- P = post operasi cystotomy (Ca buli)


- Q= seperti ditusuk-tusuk
- R= abdomen bawah (daerah
suprapubik)
- S= skala 3 (0-10)
- T= hilang timbul ( saat ditekan, saat
kandung kemih penuh dan urine tidak
bisa keluar)
- Tanda-tanda vital :
Sphygmomanometer : 130/90 mmHg
Pulse : 80 x/m
Respiratory : 20 x/m
Temperature : 37,2 oC
- Tampak bekas luka operasi pada
suprapubic
- Tampak kencing bercampur darah
- Terapy :
Antrain 3x1gr (IV)
Kalnex 3x500mg (IV)

2. Faktor resiko Resiko infeksi Prosedur invasive

- Terpasang kateter
- Tampak jahitan post operasi cystotomy
(Ca buli)
- Terapy : Ceftriaxone 2x1 gr (IV)

3. DS : Ansietas Status kesehatan

- Pasien mengatakan kuatir dengan


penyakitnya
- Pasien mengatakan tidak selara makan
karena masuk Rumah Sakit
- Pasien mengatakan sering kepikiran
dengan penyakitnya
DO :

- Pasien tampak cemas


- Ekprei wajah pasien tampak gelisah
- Pasien tampak sedih

17. Diagnosa Keperawatan


1. Nyeri Akut b/d Agen injury Biologis (Ca Buli)
2. Resiko infeksi b/d Prosedur invasive

3. Ansietas b/d Penurunan Status kesehatan


15. THERAPY SAAT INI

Golongan Cara
Nama Obat Komposisi Indikasi/kontraindikasi Dosis pemberian
Obat
Infus NaCl 0,9 % 500 ml Cairan Indikasi : 20 tpm IV
Mengembalikan keseimbangan elektolit dan cairan. Pengganti cairan isotonik plasma, kekurangan natrium dan klorida, alkalosis
hipokloremik, larutan pengantar untuk pengobatan tambahan
Kontraindikasi :
Hiperhidrasi, hipernatremia, hipokalemia, kondisi asidosis

Laxic Furosemide Diuretic Indikasi: 1-0-0 Inj. IV

Antagonis Mengurangi cairan di dalam tubuh dan membuangnya melalui saluran kemih
farmakologis
aldosteron Kontraindikasi:

Riwayat alergi dengan furosemid, hipotensi dan keadaan anuria., gangguan fungsi ginjal, gangguan hati, kekurangan elektrolit, dan
kekurangan cairan atau dehidrasi. Wanita hamil dan menyusui tidak disarankan menggunakan furosemid.

Ceftriaxone Ceftriaxone 1gr Antibiotic Indikasi: 2x1 IV


Untuk infeksi-infeksi berat dan yang disebabkan oleh kuman-kuman gram positif maupun gram negatif yang resisten terhadap gr
antibiotik lain
Kontraindikasi:
Hipersensitif terhadap cephalosporin dan penicillin (sebagai reaksi alergi)

Antrain Natrium Anti nyeri Indikasi: 3x1g IV


metamizol Mengurangi nyeri terutama kolik setelah operasi
Kontraindikasi:
Gangguan jiwa berat, kecenderungan perdarahan, porfiria, hupersensitifitas terhadap derivat pirazolon. Hamil dan menyusui. Tekanan
darah kurang dari 100 mmHg. Bayi berusia kurang dari 3 bulan atau dengan berat badan kurang dari 5 Kg
Asam Asam Antifibrinoly Indikasi: 3x IV
tranexamat tranexamat tic Fibrinolisis pada menoragia, epitaksis, traumatic hypheamia, neoplasma tertentu, komplikasi pada persalinan (obstetric complication) 500
dan berbagai prosedu operasi termasuk operasi kandung kemih, prostatektomi atau konisasi serviks. Hemofilia pada pencabutan gigi mg
dan profilaksis pada angioedema herediter.
Kontraindikasi:
Penderitaan yang hipersensitif terhadap asam tranexamat, penderita perdarahan subarakhnoid, penderita dengan riwayat
tromboembolik, tidak diberikan pada pasien dengan pembekuan intravaskular aktif, penderita buta warna.
18. INTERVENSI, IMPLEMENTASI DAN EVALUASI
Kamis, 16 Mei 2019, Jam 09.00 Wita
Diagnosa EVALUASI
NOC NIC RASIONAL IMPLEMENTASI
Keperawatan
Nyeri Akut b/d Agen Setelah dilakukan tindakan 1. Ajarkan teknik relaksasi 1. Mengajarkan Teknik relaksasi 1. Mengajarkan teknik S:
injury Biologis keperawatan selama 1x6 jam, distraksi nafas dalam mampu reasksasi - Pasien mengatakan perut
nyeri berkurang/teratasi. Hasil : pasien mengatakan bawahnya sakit saat
2. Kaji skala nyeri mengurangi sasa nyeri
Kriteria hasil : nyeri tekan pada perut ditekan dan saat kandung
bawah kemih penuh
- Pasien mengatakan nyeri 3. Monitor TTV 2. Dapat memberikan tindakan
suprapubic tidak nyeri lagi keperawatan sesuai dengan 2. Mengkaji skala nyeri O:
- Pasien mengatakan kencing 4. Observasi luka post operasi karakteristik nyeri Hasil :
keluar dengan normal P : post operasi cystotomy - P = post operasi
- Skala nyeri dalam batas (ca buli) cystotomy (Ca buli)
5. Observasi warna kencing 3. Perubahan TTV abnormal dapat
normal Q : di tusuk-tusuk - Q= seperti ditusuk-
pasien membantu tingkat keparahan
- TTV dalam batas normal R : abdomen bawah tusuk
nyeri - R= abdomen bawah
- Luka operasi mengering S : skala 3 (0-10)
6. Kolaborasi dalam T : hilang timbul (daerah suprapubik)
- Kencing tidak bercampur
darah lagi pemberian analgetik 4. Membantu percepatan proses - S= skala 3 (0-10)
penyembuhan luka post operasi 3. Memonitor TTV - T= hilang timbul ( saat
- Pasien tidak ketergantungan
Hasil : ditekan, saat kandung
obat anti nyeri
5. Warna kencing membantu TD : 130/90 MmHg kemih penuh dan urine
RR : 20 x/menit tidak bisa keluar)
penilaian tingkat keparahan - Tanda-tanda vital :
N: 80 x/menit
nyeri Sphygmomanometer :
T : 37 C
130/90 mmHg
6. Obat analgetik dapat membatu 4. Mengobservasi luka post Pulse : 80 x/m
mengurangi nyeri operasi Respiratory : 20 x/m
Hasil : bekas jahitan masih Temperatur : 37,2 oC
terlihat basah dan sedikit - Tampak bekas luka
memerah operasi pada suprapubic
- Tampak kencing
5. Mengobservasi warna bercampur darah
kencing pasien - Terapy :
Hasil : kencing pasien Antrain 3x1gr (IV)
masih merah berdarah
Kalnex 3x500mg
6. Berkolaborasi dengan tim (IV)
medis dalam pemberian
obat analgetik A:
Hasil : Intervensi belum teratasi
Antrain 3x1 mg (IV)
Kalnex 3x 500mg (IV) P:
Lanjutkan intervensi
(1,2,3,4,5,6)

Resiko infeksi b/d Setelah dilakukan tindakan 1. Intruksikan kepada 1. Agar tidak terjadi infeksi 1. Menggunakan sabun anti S:-
Prosedur invasive keperawatan selama 1x6 jam pengunjung untuk mencuci atau penularan silang miroba untuk mencuci
diharapkan infeksi pada pasien tangan saat berkunjung dan tangan.
tidak terjadi : sesudahnya. O:
2. Sabun anti mikroba dapat
Kriteria Hasil 2. Menggunakan sabun anti - Terpasang kateter
2. Gunakan sabun anti miroba membunuh bakteri-bakteri
 Tidak ada tanda-tanda mikroba untuk mencuci - Tampak jahitan post
infeksi untuk mencuci tangan. yang ada pada tangan dan tangan operasi cystotomy (Ca
sela2 jari buli)
3. Lakukan perawatan luka,
3. Perawatan tepat dan evektif 3. Melakukan perawatan luka, - Terapy : Ceftriaxone 2x1
dainage, dresing infus dan
sesuai prosedur padat drainage, dressing, infus gr (IV)
dan kateter setiap hari.
mengurangi terjanya dan kateter setiap hari
4. Tingkatkan intake nutrisi dan infeksi
cairan 4. Meningkatkan intek nutrisi A:
dan cairan Intervensi tidak terjadi
4. Intake nutrisi yang baik
5. Monitor tanda dan gejala
infeksi sistemik dan lokal. dapat membantu proses 5. Memonitor tanda dan gejala
penyembuhan luka dan infeksi sistemik dan lokal. P:
6. Pertahankan teknik aseptik dapat meningkatkan daya Lanjutkan intervensi
untuk setiap tindakan. tahan tubuh 6. Mempertahankan teknik (1,2,3,4,5,6)
aseptik untuk setiap
tindakan.
5. Menghindari terjadinya
infeksi sistemik
6. Terhindar dari penularan
infeksi nosocomial
S:
Ansietas b/d Setelah dilakukan tindakan 1. Gunakan teknik pendekatan 1. Meningkatkan kepercayaan 1. Menggunakan teknik
Penurunan Status pendekatan yang
keperawatan selama 1x6 jam, yang menenangkan psien kepada tenaga kesehatan - Pasien mengatakan kuatir
menenangkan
kesehatan dan tindakan medis dengan penyakitnya
kecemasan pasien berkurang / Hasil: keadaan pasien
2. Temani pasien untuk tenang meskipun kadang- - Pasien mengatakan tidak
teratasi. memberikan keamanan dan 2. Pasien akan merasa nyaman dan kadang masih selara makan karena
mengurangi takut aman mengkhawatirkan masuk Rumah Sakit
penyakitnya. - Pasien mengatakan sering
Kriteria hasil :
kepikiran dengan
3. Dengarkan dengan penuh 3. Menjalin hubungan saling penyakitnya
2. menemani pasien untuk
1. Klien mampu perhatian percaya
memberikan keamanan dan
mengidentifikasi dan mengurangi takut O:
4. Dorong pasien untuk 4. Mengetahui tinggkat Hasil: pasien merasa aman
mengungkapkan gejala - Pasien tampak cemas
mengungkapkan perasaan, kecemasan pasien dan tidak terlalu takut lagi
- Ekprei wajah pasien
cemas ketakutan,persepsi akan konsep pemikiran
tampak rileks
5. Teknik relaksaksi mampu sembuh atau tidak sembuh
2. Ekspresi wajah - Pasien tampak lebih baik
5. Anjurkan pasien untuk membuat pasien merasa lebih
menunjukan berkurangnya 3. Mendengarkan dengan
menggunakan teknik rilek dan tenang A:
penuh perhatian
rasa cemas relaksasi Intervensi teratasi sebagian
Hasil : pasien mencaritakan
kekawatirannya
P:
Lanjutkan Intervensi
4. Mendorong pasien untuk
(1,2,3,4,5)
mengungkapkan perasaan,
ketakutan,persepsi
Hasil: pasien
menggungkapkan perasaan
yang dialaminya

5. Menganjurkan pasien untuk


menggunakan teknik
relaksasi
Hasil : pasien menjadi lebih
rileks
19. CATATAN PERKEMBANGAN PASIEN
Hari /Tanggal: Kamis, 16 Mei 2019
NO Jam Diagnosa Tindakan Evaluasi Tindakan Paraf
Tindakan Keperawatan
01 15.00 wita Nyeri Akut b/d 1. Mengajarkan teknik reasksasi S:
Agen injury Hasil : pasien mengatakan nyeri tekan pada perut bawah - Pasien mengatakan perut bawahnya sakit saat ditekan
Biologis dan saat kandung kemih penuh
2. Mengkaji skala nyeri
Hasil : O:
P : post operasi cystotomy (ca buli) Ika Isnawati
Q : di tusuk-tusuk - P = post operasi cystotomy (Ca buli)
R : abdomen bawah - Q= seperti ditusuk-tusuk
S : skala 3 (0-10) - R= abdomen bawah (daerah suprapubik)
T : hilang timbul - S= skala 3 (0-10)
- T= hilang timbul ( saat ditekan, saat kandung kemih
3. Memonitor TTV penuh dan urine tidak bisa keluar)
Hasil : - Tanda-tanda vital :
TD : 130/90 MmHg RR : 20 Sphygmomanometer : 130/90 mmHg
x/menit Pulse : 80 x/m
N: 80 x/menit Respiratory : 20 x/m
T : 37 C Temperatur : 37,2 oC
- Tampak bekas luka operasi pada suprapubic
4. Mengobservasi luka post operasi - Tampak kencing bercampur darah
Hasil : bekas jahitan masih terlihat basah dan sedikit - Terapy :
memerah Antrain 3x1gr (IV)
Kalnex 3x500mg (IV)
5. Mengobservasi warna kencing pasien
Hasil : kencing pasien masih merah berdarah A:
Intervensi belum teratasi
6. Berkolaborasi dengan tim medis dalam pemberian obat
analgetik P:
Hasil : Lanjutkan intervensi
Antrain 3x1 mg (IV) (1,2,3,4,5,6)
Kalnex 3x 500mg (IV)
02 16.00 wita Resiko infeksi 1. Menggunakan sabun anti mikroba untuk mencuci S:- Ika Isnawati
b/d Prosedur tangan.
invasive
2. Menggunakan sabun anti mikroba untuk mencuci tangan O:
- Terpasang kateter
3. Melakukan perawatan luka, drainage, dressing, infus dan - Tampak jahitan post operasi cystotomy (Ca buli)
kateter setiap hari - Terapy : Ceftriaxone 2x1 gr (IV)

4. Meningkatkan intek nutrisi dan cairan


A:
5. Memonitor tanda dan gejala infeksi sistemik dan lokal. Intervensi tidak terjadi

6. Mempertahankan teknik aseptik untuk setiap tindakan.


P:
Lanjutkan intervensi
(1,2,3,4,5,6)

03 17.00 wita Ansietas b/d 1. Menggunakan teknik pendekatan yang menenangkan S: Ika Isnawati
Penurunan Status Hasil: keadaan pasien tenang meskipun kadang-kadang
masih mengkhawatirkan penyakitnya. - Pasien mengatakan kuatir dengan penyakitnya
kesehatan - Pasien mengatakan tidak selara makan karena masuk
2. menemani pasien untuk memberikan keamanan dan Rumah Sakit
mengurangi takut - Pasien mengatakan sering kepikiran dengan
Hasil: pasien merasa aman dan tidak terlalu takut lagi penyakitnya
akan konsep pemikiran sembuh atau tidak sembuh
3. Mendengarkan dengan penuh perhatian O:
Hasil : pasien mencaritakan kekawatirannya
- Pasien tampak cemas
4. Mendorong pasien untuk mengungkapkan perasaan, - Ekprei wajah pasien tampak rileks
ketakutan,persepsi - Pasien tampak lebih baik
Hasil: pasien menggungkapkan perasaan yang
dialaminya A:
Intervensi teratasi sebagian
5. Menganjurkan pasien untuk menggunakan teknik
relaksasi P:
Hasil : pasien menjadi lebih rileks Lanjutkan Intervensi
(1,2,3,4,5)
20. CATATAN PERKEMBANGAN PASIEN
Hari /Tanggal: Jumat, 17 Mei 2019
Jam : 09 . 00 WITA
NO Diagnosa Tindakan Evaluasi Tindakan Paraf
Keperawatan
01 Nyeri Akut b/d 1. Mengajarkan teknik reasksasi S:
Agen injury Hasil : pasien mengatakan nyeri tekan pada perut bawah - Pasien mengatakan perut bawahnya sudah tidak sakit
Biologis lagi
2. Mengkaji skala nyeri O:
Hasil :
P : post operasi cystotomy (ca buli) - P = post operasi cystotomy (Ca buli) Ika Isnawati
Q : di tusuk-tusuk - Q= seperti ditusuk-tusuk
R : abdomen bawah - R= abdomen bawah (daerah suprapubik)
S : skala 3 (0-10) - S= skala 1 (0-10)
T : hilang timbul - T= hilang timbul ( saat ditekan, saat kandung kemih
penuh dan urine tidak bisa keluar)
3. Memonitor TTV - Tanda-tanda vital :
Hasil : Sphygmomanometer : 130/90 mmHg
TD : 130/90 MmHg RR : 20 x/menit Pulse : 88 x/m
N: 80 x/menit Respiratory : 22 x/m
T : 37 C Temperatur : 36,8 oC
- Tampak bekas luka operasi pada suprapubic
4. Mengobservasi luka post operasi - Warna kencing sudah mulai jernih
Hasil : bekas jahitan masih terlihat basah dan sedikit memerah - Terapy :
Antrain 3x1gr (IV)
5. Mengobservasi warna kencing pasien Kalnex 3x500mg (IV)
Hasil : kencing pasien masih merah berdarah
A:
6. Berkolaborasi dengan tim medis dalam pemberian obat analgetik Intervensi teratasi sebagian
Hasil :
Antrain 3x1 mg (IV) P:
Kalnex 3x 500mg (IV) Lanjutkan intervensi
(,2,3,4,5)
02 Resiko infeksi 1. Menggunakan sabun anti miroba untuk mencuci tangan. S:- Ika Isnawati
b/d Prosedur
2. Menggunakan sabun anti mikroba untuk mencuci tangan
invasive
O:
3. Melakukan perawatan luka, drainage, dressing, infus dan kateter - Terpasang kateter
setiap hari - Tampak jahitan post operasi cystotomy (Ca buli)
- Terapy : Ceftriaxone 2x1 gr (IV)
4. Meningkatkan intek nutrisi dan cairan

5. Memonitor tanda dan gejala infeksi sistemik dan lokal. A:


Intervensi tidak terjadi
6. Mempertahankan teknik aseptik untuk setiap tindakan.

P:
Lanjutkan intervensi
(1,2,3,4,5,6)

03 Ansietas b/d 1. Menggunakan teknik pendekatan yang menenangkan S: Ika Isnawati


Penurunan Status Hasil: keadaan pasien tenang meskipun kadang-kadang masih
mengkhawatirkan penyakitnya. - Pasien mengatakan kuatir dengan penyakitnya
kesehatan - Pasien mengatakan sudah mau makan sedikit-sedikit
2. menemani pasien untuk memberikan keamanan dan mengurangi takut - Pasien mengatakan sudah menerima kondisi dan
Hasil: pasien merasa aman dan tidak terlalu takut lagi akan konsep penyakit yang di derita
pemikiran sembuh atau tidak sembuh
3. Mendengarkan dengan penuh perhatian O:
Hasil : pasien mencaritakan kekawatirannya
- Pasien tampak lebih tenang
4. Mendorong pasien untuk mengungkapkan perasaan, - Ekprei wajah pasien tampak rileks
ketakutan,persepsi - Pasien tampak lebih baik
Hasil: pasien menggungkapkan perasaan yang dialaminya
A:
5. Menganjurkan pasien untuk menggunakan teknik relaksasi Intervensi teratasi sebagian
Hasil : pasien menjadi lebih rileks
P:
Lanjutkan Intervensi
(3,5)
21. CATATAN PERKEMBANGAN PASIEN
Hari /Tanggal: Jumat, 17 Mei 2019
Jam : 15 . 00 WITA
NO Diagnosa Tindakan Evaluasi Tindakan Paraf
Keperawatan
01 Nyeri Akut b/d S:
Agen injury 1. Mengkaji skala nyeri - Pasien mengatakan perut bawahnya sudah tidak sakit
Biologis Hasil : lagi
P : post operasi cystotomy (ca buli) O:
Q : di tusuk-tusuk
R : abdomen bawah - P = post operasi cystotomy (Ca buli) Ika Isnawati
S : skala 3 (0-10) - Q= seperti ditusuk-tusuk
T : hilang timbul - R= abdomen bawah (daerah suprapubik)
- S= skala 1 (0-10)
2. Memonitor TTV - T= hanya sesekali
Hasil : - Tanda-tanda vital :
TD : 130/90 MmHg RR : 20 x/menit Sphygmomanometer : 130/90 mmHg
N: 80 x/menit Pulse : 88 x/m
T : 36,7 C Respiratory : 22 x/m
Temperatur : 36,8 oC
3. Mengobservasi luka post operasi - Tampak bekas luka operasi pada suprapubic
Hasil : bekas jahitan masih terlihat basah dan sedikit memerah - Warna kencing sudah mulai jernih

4. Mengobservasi warna kencing pasien A : Intervensi teratasi sebagian


Hasil : kencing pasien masih merah berdarah
P : Lanjutkan intervensi

- Mengkaji skala nyeri


- Memonitor TTV
- Mengobservasi luka post operasi
- Mengobservasi warna kencing pasien
02 Resiko infeksi 1. Menggunakan sabun anti miroba untuk mencuci tangan. S:- Ika Isnawati
b/d Prosedur
2. Menggunakan sabun anti mikroba untuk mencuci tangan
invasive
O:
3. Melakukan perawatan luka, drainage, dressing, infus dan kateter - Terpasang kateter
setiap hari - Tampak jahitan post operasi cystotomy (Ca buli)
- Terapy : Ceftriaxone 2x1 gr (IV)
4. Meningkatkan intek nutrisi dan cairan

5. Memonitor tanda dan gejala infeksi sistemik dan lokal. A:


Intervensi tidak terjadi
6. Mempertahankan teknik aseptik untuk setiap tindakan.

P:
Lanjutkan intervensi
(1,2,3,4,5,6)

03 Ansietas b/d 1. menemani pasien untuk memberikan keamanan dan mengurangi takut S: Ika Isnawati
Penurunan Status Hasil: pasien merasa aman dan tidak terlalu takut lagi akan konsep
pemikiran sembuh atau tidak sembuh - Pasien mengatakan sedikit gugup dengan tindakan yang
kesehatan akan di lakukan bulan depan.
- Pasien mengatakan sudah mau makan sedikit-sedikit
- Pasien mengatakan sudah menerima kondisi dan
penyakit yang di derita

O:

- Pasien tampak lebih tenang


- Ekprei wajah pasien tampak rileks
- Pasien tampak lebih baik

A : Intervensi teratasi sebagian

P : Lanjutkan Intervensi
menemani pasien untuk memberikan keamanan dan
mengurangi takut