You are on page 1of 14

MAKALAH

ASKEB KEHAMILAN II

Dosen Pembimbing : Annisah Khoiriah, SST,M.Kes


Kelompok 7
Disusun oleh :

1. Nurul salistia
2. Putri anggraini
3. Ratu halma sari
4. Raden ayu kartika
5. Radika sirdawana

DIPLOMA III KEBIDANAN


STIK SITI KHADIJAH PALEMBANG
TAHUN 2018/2019

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT karena dengan nikmatnyalah makalah
ini dapat terselesaikan. Makalah ini tidak dapat terselesaikan tanpa bantuan, arahan serta
bimbingan dari berbagai pihak, maka dari itu izinkan kami menyampaikan terima kasih kepada
semua pihak yang telah ikut serta membantu penyusunan makalah ini. Kami menyadari bahwa
sepenuhnya makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu kami mengharapkan
segala masukan berupa kritik maupun saran demi perbaikan makalah ini dan penyusunan
makalah-makalah berikutnya. Akhir kata dengan suatu harapan yang tinggi, semoga makalah ini
menjadi suatu yang bermanfaat bagi kita semua khususnya mahasiswi kebidanan.

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR…………………………………………………………………………..
DAFTAR ISI…………………………………………………………………………………….
BAB 1 PENDAHULUAN……………………………………………………………………….
1.1 Latar belakang…………………………………………………………………………
1.2 Rumusan masalah……………………………………………………………………..
1.3 Tujuan…………………………………………………………………………………
BAB II PEMBAHASAN…………………………………………………………………………
2.1 Pengertian kelas ibu hamil…………………………………………………………….
2.2 Tujuan kelas ibu hamil………………………………………………………………..
2.3 Sasaran kelas ibu hamil………………………………………………………………
2.4 Pelaksanaaan kelas ibu hamil………………………………………………………..
2.5 Tahapan kelas ibu hamil………………………………………………………………
2.6 Kegiatan pelaksanaan ………………………………………………………………….
2.7 Kegiatan kelas ibu hamil………………………………………………………………..
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan……………………………………………………………………………..
3.2 Saran……………………………………………………………………………………

3
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Upaya untuk memperbaiki kesehatan ibu, bayi baru lahir dan anak telah menjadi prioritas
utama dari pemerintah sebelum Millenium Development Goal's (MDG’s) 2015 ditetapkan.
Angka kematian ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan salah satu indikator
utama derajat kesehatan suatu negara. AKI dan AKB juga mengindikasikan kemampuan dan
kualitas pelayanan kesehatan, kapasitas pelayanan kesehatan, kualitas pendidikan dan
pengetahuan masyarakat, kualitas kesehatan lingkungan, sosial budaya serta hambatan dalam
memperoleh akses terhadap pelayanan kesehatan.

1.2 RUMUSAN MASALAH


1. Pengertian kelas ibu hamil?
2. Manfaat dan tujuan ibu hamil?
3. Sasaran kelas ibu hamil?
4. Apa saja yang dilakukan pada pertemuan pertama kelas ibu hamil?
5. Apa saja yang dilakukan pada pertemuan pertama kelas ibu hamil?

1.3 TUJUAN
Untuk menambah pengetahuan khususnya bagi penulis dan bagi pembaca pada umumnya

4
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 PENGERTIAN KELAS IBU HAMIL


Kelas ibu hamil merupakan sarana untuk belajar bersama tentang kesehatan bagi ibu
hamil, dalam bentuk tatap muka dalam kelompok yang bertujuan untuk meningkatkan
pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu mengenai kehamilan, perawatan kehamilan, persalinan,
perawatan nifas, perawatan bayi baru lahir, mitos, penyakit menular dan akte kelahiran.
Setiap ibu hamil diwajibkan memiliki buku KIA, karena di buku ini terdapat beberapa informasi
tentang kehamilan. Akan tetapi, tidak semua informasi penting termuat di buku KIA. Untuk itu,
dibentuklah program Kelas Ibu Hamil.

2.2 TUJUAN KELAS IBU HAMIL

a. Tujuan Umum :
Meningkatkan pengetahuan, merubah sikap dan perilaku ibu agar memahami tentang
kehamilan, perubahan tubuh dan keluhan selama kehamilan, perawatan kehamilan, persalinan,
perawatan nifas, KB pasca persalinan, perawatan bayi baru lahir, mitos/kepercayaan/adat istiadat
setempat, penyakit menular dan akte kelahiran.
b. Tujuan Khusus :
1. Terjadinya interaksi dan berbagi pengalaman antara peserta (ibu hamil dengan ibu hamil)
dan antara ibu hamil dengan petugas kesehatan/bidan
2. Meningkatnya pemahaman, sikap dan perilaku ibu hamil tentang :
a. Perawatan kehamilan
b. Persalinan (tanda-tanda persalinan, tanda bahaya persalinan dan proses persalinan).
c. Perawatan nifas (apa saja yang dilakukan ibu nifas agar dapat menyusui
eksklusif, bagaimana menjaga kesehatan ibu nifas, tanda-tanda bahaya dan
penyakit ibu nifas).
e. KB pasca persalinan.
f. Perawatan bayi baru lahir (perawatan bayi baru lahir, pemberian vit.K1 injeksi,
tanda bahaya bayi baru lahir, pengamatan perkembangan bayi/anak dan pemberian imunisasi
pada bayi baru lahir).

5
2.3 KELAS IBU HAMIL
Peserta kelas ibu hamil sebaiknya ibu hamil pada umur kehmilan 4 - 36 minggu untuk
mendapatkan materi kelas ibu hamil. Untuk pelaksanaan senam ibu hamil sebaiknya peserta
umur kehamilan > 20 minggu, karena pada umur kehamilan ini kondisi ibu sudah kuat, tidak
takut keguguran, efektif untuk melakukan senam hamil.
Jumlah peserta kelas ibu hamil maksimal 10 orang setiap kelas. Suami/keluarga ikut serta
minimal 1 kali pertemuan sehingga dapat mengikuti berbagai informasi penting, misalnay materi
tentang persiapan persalinan atau materi yang lainnya.

2.4 PELAKSANAAN KELAS IBU HAMIL


Kelas ibu hamil dapat dilaksanakan oleh pemerintah, swasta, LSM dan mayarakat.
1. Fungsi dan peran (Provinsi, Kabupaten dan Puskesmas.
* Provinsi :
- Menyiapkan tenaga pelatih
- Mendukung pelaksanaan kelas ibu hamil (sarana prasarana)
- Monitoring dan eveluasi
* Kabupaten :
- Menyiapkan tenaga fasilitator
- Bertanggungjawab atas terlaksananya kelas ibu hamil (dana, sarana dan prasarana)
- Monitoring dan evaluasi
* Puskesmas :
- Kepala puskesmas sebagai penanggung jawab dan mengkoordinir pelaksanaan kelas
ibu
hamil di wilayah kerjanya.
- Bidan/tenaga kesehatan bertanggung jawab dalam pelaksanaan kelas ibu hamil
(identifikasi calon peserta, koordinasi dengan stake holder, fasilitasi pertemuan
monitoring, evaluasi dan pelaporan).
2. Fasilitator dan nara sumber
Fasilitator kelas ibu hamil adalah bidan atau petugas kesehatan yang telah mendapat
pelatiha dan setelah itu diperbolehkan untuk malaksanakan fasilitasi kelas ibu hamil. Dalam
pelaksanaan kelas ibu hamil, fasilitator dapat meminta bantuan narasumber untuk menyampaikan

6
materi bidang tertentu. Narasumber adalah tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian di bidang
tertentu untuk mendukung kelas ibu hamil.
3. Sarana dan prasarana
Ruang belajar untuk kapasitas 10 orang peserta kira-kira ukuran 4 x 5 m, dengan ventilasi
dan pencahayaan yang cukup.
 Alat tulis menulis (papan tulis, kertas, spidol, bolpoin) jika ada
 Buku KIA
 Lembar balik kelas ibu hamil
 Buku pedoman pelaksanaan kelas ibu hamil
 Buku pegangan fasilitator
 Alat peraga (KB kit, food model, boneka, metode kanguru, dll) jika ada
 Tikar/karpet (matraks)
 Bantal, kursi (jika ada)
 Buku senam hamil

2.5 TAHAPAN PELAKSANAAN KELAS IBU HAMIL


Bebarapa tahapan yang dilakukan untuk melaksanakan kelas ibu hamil :
1. Pelatihan bagi pelatih
2. Pelatihan bagi fasilitator
3. Sosialisasi kelas ibu hamil pada tokoh agama, tokoh masyarakat dan stake holder
4. Persiapan pelaksanaan kelas ibu hamil
5. Pelaksanaan kelas ibu hamil
6. Monitoring, evaluasi dan pelaporan

2.6 KEGIATAN PELAKSANAAN


Kegiatan pelaksanan kelas ibu hamil Pertemuan kelas ibu hamil dilakukan 3 kali
pertemuan selama hamil atau sesuai dengan hasil kesepakatan fasilitator dengan peserta. Pada
setiap pertemuan, materi kelas ibu hamil disampaikan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi ibu
hamiltetapi tetap mengutamakan materi pokok. Setiap akhir pertemuan dilakukan senam ibu
hamil, bagi ibu hamil yang mempunyai usia kehamilan > 20 minggu.

7
2.7 MATERI KELAS IBU HAMIL
A. Pertemuan Pertama
“Pemeriksaan Kehamilan Agar Ibu Dan Bayi Sehat”
1. Apa kehamilan itu

Kehamilan adalah masa dimana terdapat janin di dalam rahim seorang perempuan. Masa
kehamilan didahului oleh terjadinya pembuahan yaitu bertemunya sel sperma laki-laki dengan
sel telur yang dihasilkan oleh indung telur. Setelah pembuahan, laki-laki dengan sel telur
yang dihasilkan oleh indung telur. Setelah pembuahan, terbentuk kehidupan baru berupa
janin dan tumbuh di dalam rahim ibu yang terbentuk kehidupan baru berupa janin dan
tumbuh didalam rahim ibu yang merupakan tempat berlindung yang aman dan nyaman bagi
janin.

2. Perubahan tubuh ibu selama kehamilan


Pada masa kehamilan terjadi perubahan pada tubuh ibu yang erat kaitannya dengan
keluhan-keluhan selama kehamilan :
 Perubahan pada payudara
Payudara dan puting jadi lebih lembut sekitar tiga minggu setelah pembuahan
terjadi (ketika haid terlambat sekitar seminggu). Kadang-kadang payudara terasa
membengkak, mirip yang ibu rasakan menjelang haid. Membesarnya payudara ini karena
kelenjar-kelenjar air susu membesar dan menyimpan lemak sebagai persiapan
menyusui. Puting payudara dan daerah sekitarnya berwarna lebih gelap.
 Peningkatan berat badan
Pada akhir trimester pertama, ibu akan kesulitan untuk memasang kancing rok ataucelana
panjang. Hal itu bukan berarti adanya peningkatan berat badan yang banyak,tapi karena
rahim berkembang dan memerlukan ruang dan ini semua karenapengaruh dari
hormon estrogen yang menyebabkan pembesaran rahim dan hormon progesteron yang
menyebabkan tubuh akan menahan air.
 Kram perut
Sering terjadi pada awal kehamilan, serta akan terus berlangsung sampai Rahim terletak
di bagian tengah dan disangga dengan baik oleh tulang punggung (padatriwulan ke-dua).
Kontraksi rahim sering terjadi secara teratur, seiring denganmeningkatnya olahraga

8
yang ibu lakukan selama hamil, saat berhubungan intim, atau karena perubahan posisi
dari tidur ke berdiri.
 Sering buang air kecil
ini terjadi karena meningkatnya peredaran darah ketika hamil dan tekanan pada kandung
kemih akibat membesarnya rahim. Biarpun sering buang air kecil, ibuharus tetap banyak
minum agar tidak mengalami kekurangan cairan tubuh. Sering buang air kecil juga
dirasakan saat kehamilan sudah mencapai umur 9 bulan, saat kepala bayi sudah masuk ke
rongga panggul dan menekan kandung kemih.
 Sembelit (susah buang air besar)
Selama kehamilan usus lebih rileks bekerja, sehingga dorongan untuk mengeluarkan sisa
kotoran pun agak terhambat.

 Mual dan muntah


Keadaan ini lebih sering terjadi di pagi hari walaupun keadaan yang dirasakan oleh
sekitar 50% ibu hamil ini, dapat muncul kapan saja. Dapat terpicu hanya karena mencium
bau makanan atau parfum tertentu (yang pada kondisi normal tidak membuat mual).
Hal ini terjadi karena perubahan dalam tubuh. Biasanya, hanya berlangsung selama 3
bulan pertama kehamilan, dan berhenti begitu masuk bulan ke-4.

3. Keluhan umum saat hamil


a. Keputihan
Selama kehamilan keputihan akan bertambah dan tidak berwarna. Jika tidak ada rasa
gatal dan tidak tercium bau yang kurang sedap maka ibu tidak perlu cemas. Jagalah kebersihan
alat kelamin dan gunakan selalu celana dalam yang bersih dan kering. Jika keputihan berbau
dan terasa gatal segera meminta pertolongan kepada petugas kesehatan.
b. Nyeri pinggang
Kehamilan juga mempengaruhi keseimbangan tubuh karena cenderung untuk berat di
bagian depan. Untuk menyeimbangankan berat tubuh maka ibu akan berusaha untuk berdiri
dengan tubuh condong ke belakang. Oleh karena itu ibu akan merasakan nyeri di bagian
pinggang.

9
c. Kram kaki
Kram kaki banyak dikeluhkan ibu hamil, terutama pada triwulan kedua. Bentukgangguan
berupa kejang pada otot betis atau otot telapak kaki. Kram kakicenderung menyerang
pada malam hari selama 1-2 menit. Penyebab lainnya adalah, kelelahan yang
berkepanjangan, serta tekanan rahim pada beberapa titik persarafan yang berhubungan dengan
saraf-saraf kaki.
d. Pembengkakan di kaki
Pembengkakan yakni penimbunan cairan akibat kadar garam yang terlalu tinggi dalam
tubuh. Garam memang bersifat menahan air. Biasanya, pembengkakan muncul di triwulan
ketiga kehamilan.Sebenarnya, pembengkakan dapat terjadi di seluruh tubuh. Tapi, bagian
tubuh yang sering jadi “sasaran” berkumpulnya cairan adalah tangan dan kaki.
Pembengkakan dapat merupakan gejala keracunan kehamilan (preeklapmsia) dengan
timbulnya tekanan darah tinggi, air kemih mengandung protein dan nyeri kepala yang hebat.
Jika timbul gejala-gejala tesebut dianjurkan agar segera memeriksakan diri ke
bidan/dokter/tenaga kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

e. Wasir alias ambeien

Adalah pembengkakan dan peradangan yang terjadi pada pembuluh darah balik(vena) di
daerah sekitar tubuh. Hal ini terjadi karena adanya sembelit sehinggaterpaksa mengejan setiap
kali buang air besar. Padahal, peregangan ketikamengejan inilah ketika kadang-kadang
menyebabkan pecahnya pembuluh- pembuluh darah di sekitar dubur, lalu terjadi perdarahan.

4. Apa saja yang perlu dilakukan ibu hamil

1. Periksa kehamilan secepatnya dan sesering mungkin sesuai anjuran petugas.Agar


ibu, suami dan keluarga dapat mengetahui secepatnya jika ada masalah yang timbul
pada kehamilan.
2. Timbang berat badan setiap kali periksa hamil. Berat badan bertambah sesuai
dengan pertumbuhan bayi dalam kandungan.
3. Minum 1 tablet tambah darah setiap hari sesudah makan.Ibu hamil mendapat tablet
tambah darah minimal 90 tablet selama masa kehamilan. Tablet tambah darah mencagah
ibu kurang darah. Minum tablet tambah darah tidak membahayakan bayi.

10
4. Minta imunisasi tetanus toksoid kepada petugas kesehatan. Imunisasi tetanusuntuk
mencegah penyakit tetanus pada bayi baru lahir.
5. Minta nasehat kepada petugas kesehatan tentang makanan bergizi selama hamil.Makanan
makanan bergizi yang cukup membuat ibu dan bayi sehat.

5. Tanda- tanda bahaya kehamilan


Sebagian besar kematian ibu terjadi selama masa kehamilan. Oleh karena itusangatlah
penting untuk membimbing para ibu dan keluarganya untuk mengenali tanda-tanda bahaya
yang menandakan bahwa ia perlu segera mencari bantuan medis. Tanda-tandanya antara lain :
1) Perdarahan, perdarahan lewat jalan lahir yang jika terjadi pada kehamilan muda
dapat menyebabkan keguguran, sedangkan jika terjadi pada kehamilan tua dapat
membahayakan keselamatan ibu dan janin dalam kandungan.
2) Bengkak di kaki, tangan dan wajah, yang disertai sakit kepala hebat. Dapat disertai
dengan kejang-kejang. Ini merupakan tanda dan gejala keracunan kehamilan (pre-
eklampsia), dapat membahayakan ibu dan janin yang dikandungnya.
3) Demam tinggi, biasanya akibat adanya infeksi bakteri atau malaria. Demam dapat
membahayakan jiwa ibu, terjadi keguguran atau bayi terlahir kurang bulan.
4) Keluar air ketuban sebelum waktunya : merupakan tanda adanya gangguan pada
kehamilan dan dapat membahayakan janin dalam kandungan.
5) Gerakan bayi berkurang atau tidak bergerak sama sekali. Hal ini merupakan tanda bahaya
pada janin. Gerakan janin diharapkan 10 kali dalam 12 jam saat ibu terjaga.

2. Materi Kelas Ibu Hamil Pertemuan Kedua


“Persalinan Aman, Nifas Nyaman Ibu Selamat Dan Bayi Sehat”
Persalinan Normal adalah proses pengeluaran janin yang terjadi pada kehamilan cukup
bulan, lahir spontan tanpa komplikasi.
1.Tanda Awal Persalinan
 Lightening atau Dropping yaitu kepala turun memasuki Pintu atas Panggul
 fundus uteri turun
 ibu sering buang air kecil
 sakit dipinggangkarena adanya kontraksi

11
2. Tanda-Tanda Persalinan (INPARTU)
 Adanya kontraksi rahim yang berkala dengan lama dan kekuatan tertentu
 Vulva membuka karena tekanan kepala janin
 Tekanan pada anus semakin kuat sehingga dorongan mengejan semakin kuat
 Pecahnya kantung ketuban
 Pembukaan jalan lahir lengkap

3. Proses persalinan
Proses persalinan normal adalah proses pengreluaran janin yang terjadi pada kehamilan cukup
bulan (37-42 minggu) lahir spontan dengan presntase belakang kepala, yang brlangsung selama
18 jam, tanpa komplikasi baik pada ibu maupun pada janin.

4. Inisiasi Menyusui Dini


Cara melakukan IMD adalah:
 seluruh badan dan kepala bayi secepatnya dikeringkan, kecuali tangannya tanpa
menhilangkan lemak putih
 bayi ditengkurapkan di dada atau perut ibu dengan kulit bayi melekat pada kulit ibu, bayi
diberi topi
 bayi dibiarkan mencari puting susu sendiri.

5. KB Pasca Persalinan
Manfaat KB pasca persalinan yaitu:
 Agar ibu punya 0aktu untuk menyusui dan mera0at bayi, menjaga kesehatan ibu serta
mengurus keluarga
 mengatur agar jarak kehamilan tidak terlalu dekat

6. Menjaga Ibu Bersalin Dan Nifas Serta Bayi Sehat


 ibu menyususi perlu makanan tambahan
 istirahat yang cukup
 komunikasi dini dengan bayi. )ni dilakukan untuk mengembangkan kecerdasan bayi

12
BAB III
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN
Kelas ibu hamil difasilitasi oleh bidan/tenaga kesehatan dengan menggunakan paket
Kelas Ibu Hamil yaitu Buku KIA, Flip chart (lembar balik), Pedoman Pelaksanaan Kelas Ibu
Hamil, Pegangan Fasilitator Kelas Ibu Hamil dan Buku senam Ibu Hamil. Fasilitator kelas ibu
hamil adalah bidan atau tenaga kesehatan yang telah mendapat pelatihan fasiltator Kelas Ibu
hamil atau melalui on the job training.

3.2 SARAN
Peran bidan dalam pelayanan kebidanan komunitas kembali menjadi perhatian dalam hal
ini, seorang bidan bukan hanya berperan dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak saja melainkan
juga dalam advokasi untuk berjalannya sebuah program kesehatan dengan baik. Seorang bidan
harus mampu mengembangkan dan meningkatkan praktik mereka, berpikir inovatif sebagai
seorang pemimpin, berkontribusi dalam sistem pelayanan kebidanan. Seorang bidan merupakan
professional yang mandiri tetapi tetap memerlukan kolaborasi dengan tenaga professional
kesehatan lainnya.

13
DAFTAR PUSTAKA

http://fidelaswis.blogspot.com/2016/04/kelas-ibu-hamil.

https://www.scribd.com/doc/54525399/kelas-ibu-hamil

http://carodenai.blogspot.com/2019/03/makalah-kelas-ibu-hamil.html

14