Вы находитесь на странице: 1из 2

Kelompok II

Nama :
1. Abdul Rokhim (2016310007)
2. Suci Yanti Ikhlasul P (2016310008)
3. Rahmat Indra Cahyo (2016310015)
4. Raddo (2016310027)
Tugas Stabilitas dan Olah Gerak Kapal
DIRECTIONAL STABILITY AND CONTROL
It was seen in an earlier chapter that when a ship, at rest in still, water disturbed in the
horizontal plane there are no hydrostatic forces return it to its original position or to increase
the movement. The ship is in neutral equilibrium. When a moving ship is disturbed in yaw it is
acted upon by hydrodynamic forces which may be stabilizing or destabilizing. If stabilizing,
the ship will take up a new steady line of advance but unless some corrective action is applied,
by using the rudder for example, this will not be the original line of advance. The vessel is said
to be directionally stable in these conditions but clearly this stability differs from that discussed
in considering inclinations from the vertical. A ship is said to be directionally stable if, after
being disturbed in yaw, it takes up a new straight line path.
An arrow is an example of a directionally very stable body. If gravity is ignored the
flight of an arrow is a straight line. If it is disturbed, say by a gust of wind, causing it to take
up an angle of attack relative to its line of motion, the aerodynamic forces on its tail feathers
will be much greater than those on the shank. The disturbing force will push the arrow side
ways and the moment from the force on the tail will reduce the angle of attack. The arrow will
oscillate a little and then settle on a new straight line path. The arrow, like a weathercock, has
a high degree of directional stability.
For a ship form it is not clear from looking at the lines whether it will be stable or not.
By analogy with the arrow good stability requires tha the resultant hydrodynamic moment
following a disturbance should tend to reduce yaw. The disturbing force is said to act at the
hull's centre of lateral resistance. For stability this must be aft of the centre of gravity and it is
to be expected that a cut away bow, a large skeg aft and trim by the stern would all tend to
improve stability. That is about as much asone can deduce from the general hull shape at this
stage. A degree of directional stability is desirable excessive rudder movements will be needed
to maintain a straight course. Too much stability makes a ship difficult to turn.

Translate :
Terlihat pada bab sebelumnya bahwa ketika sebuah kapal, saat diam di dalam air, air
terganggu di bidang horizontal tidak ada gaya hidrostatik mengembalikannya ke posisi semula
atau untuk meningkatkan pergerakan. Kapal berada dalam keseimbangan netral. Ketika sebuah
kapal yang bergerak terganggu di putaran itu ditindaklanjuti oleh kekuatan hidrodinamik yang
mungkin menstabilkan atau tidak stabil. Jika stabil, kapal akan mengambil garis maju stabil
baru tetapi kecuali jika beberapa tindakan korektif diterapkan, dengan menggunakan kemudi
misalnya, ini bukan garis awal yang asli. Kapal dikatakan stabil searah dalam kondisi ini, tetapi
jelas stabilitas ini berbeda dari yang dibahas dalam mempertimbangkan kecenderungan dari
vertikal. Sebuah kapal dikatakan stabil searah arah, jika setelah digoncang memutar,
dibutuhkan jalur garis lurus baru.
Panah adalah contoh badan yang sangat stabil searah. Jika gravitasi diabaikan
penerbangan panah adalah garis lurus. Jika terganggu, katakan dengan embusan angin, yang
menyebabkannya mengambil sudut serangan relatif terhadap garis geraknya, gaya aerodinamis
pada bagian belakang akan jauh lebih besar daripada yang ada di depan. Kekuatan pengganggu
akan mendorong panah ke samping dan momen dari gaya pada bagian belakang akan
mengurangi sudut serangan. Panah akan berosilasi sedikit dan kemudian menetap di jalur garis
lurus baru. Panah, seperti penunjuk arah angin, memiliki tingkat stabilitas arah yang tinggi.
Untuk bentuk kapal, tidak jelas dari melihat garis apakah akan stabil atau tidak. Dengan
analogi dengan panah, stabilitas yang baik membutuhkan momen hidrodinamik yang
dihasilkan setelah gangguan seharusnya cenderung mengurangi putaran. Gaya mengganggu
dikatakan bertindak di pusat resistensi lateral lambung. Untuk stabilitas, ini harus berada di
belakang pusat gravitasi dan diharapkan bahwa busur yang dipotong, buritan skeg besar dan
trim oleh buritan semuanya akan cenderung meningkatkan stabilitas. Itu adalah tentang
sebanyak yang dapat disimpulkan dari bentuk lambung umum pada tahap ini. Tingkat stabilitas
terarah sangat diinginkan karena gerakan kemudi yang berlebihan diperlukan untuk
mempertahankan arah yang lurus. Stabilitas yang terlalu banyak membuat kapal sulit untuk
berputar.