You are on page 1of 12

4 PELAKSANAAN PRAKTIK

Kegiatan Praktik Akhir yang penulis laksanakan dilakukan selama 6 bulan terhitung dari
tanggal 5 November 2018 sampai dengan 5 Mei 2019. Pelaksanaan praktik tersebut terbagi
menjadi dua, meliputi : pelaksanaan Praktik Laut yaitu mengikuti kegiatan operasi
penangkapan ikan secara langsung dengan kapal pukat cincin dan pelaksanaan Praktik
Darat yaitu dengan mengambil data pelabuhan dan data hasil tangkapan di PPS Kendari,
Sulawesi Tenggara.
4.1 Pelaksanaan Praktik Laut
Pelaksanaan Praktik Laut dilakukan dengan mengikuti kegiatan operasi penangkapan ikan
selama 23 trip pada kapal KMN. Anugrah Putra Mandiri. Adapun praktik laut yang penulis
laksanakan terhitung dari tanggal 14 November 2018 sampai dengan 14 April 2019. Adapun
SKB (Surat Keterangan Berlayar) penulis tertera pada Lampiran 1.
4.1.1 Kapal Pukat Cincin (Purse Seine)
Dalam pelaksanaan Praktik Akhir ini, penulis berlayar menggunakan kapal pukat cincin milik
Bapak Jamsir yang di Nakhodai oleh Bapak Halik. Alat tangkap pukat cincin adalah sarana
utama yang digunakan dalam praktik akhir dan kegiatan operasi penangkapan ikan yang
penulis laksanakan. Berikut ini adalah gambar kapal KMN. Anugrah Putra Mandiri yang
menjadi objek pengamatan penulis dalam Praktik Akhir ini. Adapun konstruksi KMN.
Anugrah Putra Mandiri tertera pada Lampiran 2.

Gambar 1. KM. Anugrah Putra Mandiri (Sumber : Dok. pribadi, 2019)


4.1.1.1 Spesifikasi kapal KMN. Anugrah Putra Mandiri
Kapal pukat cincin yang dijadikan objek pengamatan penulis memiliki spesifikasi sebagai
berikut :
Nama Kapal : KMN. Anugrah Putra Mandiri
Tanda Selar : GT.30 No.1511/Llo
Nama Pemilik Kapal : Jamsir
Kebangsaan : Indonesia
Tempat Pendaftaran : Kendari
Pelabuhan Pangkalan: PPS Kendari
Bahan Pembuatan : Kayu
Tahun Pembuatan : 2012
Jenis Kapal : Purse seine pelagis kecil
Sistem Alat Penangkap : Pukat cincin
Bentuk Lunas : U
Kecepatan Maksimal : 9 Knot
Kecepatan Operasional : 6 Knot
GT (Berat Kotor) : 30 GT
Berat Bersih : 9 NT
Panjang Keseluruhan (LOA) : 19,47 meter
Lebar Kapal (Breadth) : 4,26 meter
Dalam Kapal (Depth) : 1,57 meter
Kecepatan Maksimum Kapal : 10 Knot
Palkah Ikan Volume (m2) : 91,15 m²
Kapasitas (ton) : 23 Ton
Jumlah motor penggerak utama : 1
Jumlah motor penggerak generator : 2
Jumlah daun propeller : 1
Bahan daun propeller : Kuningan
Arus putaran baling-baling : Kanan
Sistem Kemudi : Manual (Konvensional)
Kapasitas tangki bahan bakar : 2,4 Ton
Kapasitas tangki air tawar : 1,5 Ton

4.1.1.2 Struktur organisasi pada KMN. Anugrah Putra Mandiri


Selama 23 trip kegiatan operasi penangkapan ikan yang penulis laksanakan di KMN.
Anugrah Putra Mandiri yang diawaki 22 awak kapal yang terdiri dari beberapa jabatan dan
tugas khusus yang dipercayakan kepada ABK. Jabatan yang ada pada KMN. Anugrah
Putra Mandiri terdiri dari : jabatan tertinggi adalah Nakhoda, jabatan tinggi pada bagian
engine adalah KKM. Adapun tugas khusus yaitu pelempar batu, juru arus, juru selam, juru
es serta juru masak. Lebih jelasnya struktur organisasi pada KMN. Anugrah Putra Mandiri
dapat dilihat di bawah ini.
Gambar 2. Struktur organisasi kapal (Sumber : KM. Anugrah Putra Mandiri, 2019)
4.1.1.3 Permesinan pada KMN. Anugrah Putra Mandiri
Permesinan yang digunakan pada KMN. Anugrah Putra Mandiri secara umum terdapat 4
bagian, meliputi :
1. Mesin induk kapal, sering disebut dengan mesin penggerak utama merupakan
instalasi mesin yang terdiri dari berbagai unit/sistem pendukung dan berfungsi untuk
menghasilkan daya dorong terhadap kapal, sehingga kapal dapat berjalan maju dan
mundur. Lebih jelasnya mengenai mesin induk pada KMN. Anugrah Putra Mandiri dapat
dilihat pada Gambar 3 di bawah ini.

Gambar 3. Mesin induk kapal (Sumber : Dok. pribadi, 2019)


Adapun spesifikasi mesin induk kapal (main propulsion engine) pada KMN. Anugrah Putra
Mandiri adalah sebagai berikut :
Merk : Nissan
Model : RF 8
No. Seri : 002611
Langkah Kerja : 4 Langkah
Daya (PK) : 340 PS
Putaran (RPM) : 2200 rpm
Jumlah Silinder : 8 buah
Sistem Star : Elektrik
Sistem Pelumasan : Sump Basah
Sisten Pendingin : Tidak Langsung
Jenis Bahan Bakar : Solar
Jenis Minyak Pelumas : Mesran SAE 40
2. Mesin generator, merupakan salah satu mesin bantu paling penting dikapal yang
berfungsi untuk menghasilkan tenaga listrik. Sumber listrik tersebut sangat diperlukan untuk
digunakan menghidupkan lampu sebagai pengumpul ikan dengan memanfaatkan sifat alami
ikan yaitu tertarik oleh cahaya atau fototaksis positif. Mesin generator pada KMN. Anugrah
Putra Mandiri dapat dilihat di bawah ini.

Gambar 4. Mesin generator kapal (Sumber : Dok. pribadi, 2019)


Adapun spesifikasi mesin generator pada KM. Anugrah Putra Mandiri yaitu sebagai berikut :
Model : TF 155 H-di
Jenis : Motor Diesel 4 Langkah
Merk : YANMAR
Putaran (RPM) : 2400 rpm
Jumlah Silinder : 1 Silinder
Volume Silinder : 857 cc
Kapasitas Tangki : 14 Liter
Sistem Pendingin : Hopper
Sistem Star : Manual

3. Mesin pemecah es balok, merupakan mesin yang digunakan untuk menghancurkan


es balok dalam butiran yang lebih kecil, agar mutu ikan tetap terjaga maka diperlukan es
yang lebih kecil dengan begitu es dapat dengan mudah diratakan. Mesin pemecah es yang
digunakan pada KMN. Anugrah Putra Mandiri dapat dilihat seperti gambar di bawah ini.

Gambar 5. Mesin pemecah es ( Sumber : Dok. Pribadi, 2019 )


4. Mesin kapstan atau gardan merupakan sumber tenaga penggerak yang umumnya
dihidupkan pada saat akan setting yang digunakan untuk menarik tali kerut (purse line) pada
saat houling. Karena menarik beban yang cukup besar mesin kapstan menggunakan
daya24 HP. Mesin kapstan atau gardan yang digunakan pada KMN. Anugrah Putra Mandiri
dapat dilihat seperti gambar di bawah ini.

Gambar 6. Mesin kapstan atau garden ( Sumber : Dok. Pribadi, 2019 )

4.1.1.4 Peralatan navigasi dan komunikasi


Dalam mendukung terlaksananya kegiatan operasi penangkapan ikan yang efektif dan
efisien, maka di perlukan beberapa peralatan navigasi dan komunikasi di atas kapal.
Adapun beberapa peralatan navigasi yang terdapat pada KMN. Anugrah Putra Mandiri,
meliputi :
1. Kompas magnet (compass magnet) merupakan alat navigasi yang digunakan untuk
mengetahui arah haluan serta berfungsi untuk mengetahui arah haluan kapal dengan
akurat. Kompas yang digunakan di KMN. Anugrah Putra Mandiri dapat dilihat seperti pada
gambar di bawah ini.

Gambar 7. Kompas magnet (Sumber : Dok. pribadi, 2019)


2. GPS (global positioning system) merupakan alat navigasi elektronik yang digunakan
sebagai acuan dalam mengemudikan kapal ( terkhusus pada malam hari ), mengetahui
posisi kapal, menyimpan posisi rumpon, mengetahui kecepatan kapal, mengetahui waktu
dan sebagainya. GPS yang digunakan di KMN. Anugrah Putra Mandiri adalah merk
FURUNO seri GP-39, lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Gambar 8. GPS FURUNO GP-39 (Sumber : Dok. pribadi, 2018)


3. Radio SSB (Sigle Side Band). Merupakan sebuah radio yang digunakan untuk alat
komunikasi di kapal yang bergerak di frekuensi HF (High Frequency) yaitu antara 3 dan 30
Mhz. KMN. Anugrah Putra Mandiri menggunakan radio merek Vertex Standard VX-1700
biasa digunakan untuk berkomunikasi dengan kapal lain mengenai cuaca dan hasil
tangkapan kapal lain sehingga dapat mempredisikan lokasi rumpon yang memiliki jumlah
ikan yang melimpah. Radio SSB yang ada pada KMN. Anugrah Putra Mandiri yaitu seperti
pada gambar di bawah ini.

Gambar 10. Radio SSB (Sumber : Dok. pribadi, 2018)


4.1.1.5 Perlengkapan penangkapan ikan
Perlengkapan penangkapan ikan adalah peralatan atau sarana yang digunakan untuk
memaksimalkan kegiatan operasi penangkapan ikan sehingga dapat berjalan efektif serta
efisien guna menghasilkan hasil tangkapan yang maksimal. Dalam melakukan operasi
penangkapan ikan menggunakan pukat cincin ada beberapa jenis perlengkapan
penangkapan ikan. Terdapat 2 jenis peralatan yang gunakan di KMN. Anugrah Putra Mandiri
yaitu peralatan guna mendukung pelaksanaan kegiatan operasi penangkapan ikan dan
peralatan guna mendukung penanganan ikan hasil tangkapan.
Perlengkapan yang digunakan guna mendukung pelaksanaan kegiatan operasi
penangkapan ikan, meliputi :
1. Lampu atraktor berfungsi untuk menarik perhatian ikan agar berkumpul pada satu
lokasi yang terpusat pada lampu, sehingga ikan akan mudah ditangkap. Nelayan di Kendari
apabila operasi penangkapan ikan dilakukan dekat pulau dalam semalam bisa melakukan 3
kali setting dan pada saat operasi di Laut Banda hanya dilakukan 1 kali setting. Adapun
lampu yang digunakan pada KM. Anugrah Putra Mandiri terdiri dari 2 macam lampu.
Pertama, lampu led atraktor yang terpasang di kapal adalah lampu utama sebagai penarik
gerombolan ikan sebanyak 9 buah dengan daya lampu 50-70 watt dan lampu atraktor 2
buah yang dipasang pada kanan kiri rakit gabus (pakkuru) dengan daya 50 watt. Adapun
lampu pada KM. Anugrah Putra Mandiri seperti pada gambar dibawah ini.
Gambar 12. Lampu merkuri (Sumber : Dok. pribadi, 2019)

Gambar 13. Lampu Light Atraktor (Sumber : Dok. pribadi, 2019)


2. Boom merupakan perlengkapan penangkapan ikan berupa kayu panjang yang
dipasang pada kiri dan kanan diatas lambung kapal yang berfungsi untuk mengantungkan
ujung jaring kantong pada saat ikan sudah berkumpul. Pada tiang boom sebelah kiri
terdapat roller yang digunakan sebagai tempat lewatnya tali untuk menarik jaring kantong
pada saat mendapatkan hasil tangkapan yang banyak. Adapun tiang Boom pada KM.
Anugrah Putra Mandiri seperti pada gambar dibawah ini.

Gambar 14. Konstruksi rumpon (Sumber : Dok. pribadi, 2019)


3. Kapstan atau gardan biasa digunakan nelayan untuk menarik tali kerut ( purse line ).
Kapstan juga digunakan bersama dengan boom untuk membantu menarik jaring kantong
apabila pada saat melakukan houling mendapatkan ikan yang sangat banyak, sehingga
membutuhkan bantuan kapstan untuk menariknya karena kesulitan apabila ditarik dengan
menggunakan tenaga manusia karena terlalu berat. Kapstan yang digunakan KMN. Anugrah
Putra Mandiri terbuat dari kayu yang mempunyai diameter 40 cm. Adapun kapstan pada
KMN. Anugrah Putra Mandiri seperti Gambar 15.

Gambar 15 . Gardan (capstan) (Sumber : Dok. pribadi, 2019)


Perlengkapan penangkapan ikan yang tergolong pendukung kegiatan penanganan ikan
hasil tangkapan pada KMN. Anugrah Putra Mandiri, meliputi :
1. Keranjang ikan atau biasa disebut Basket oleh nelayan Kendari merupakan
perlengkapan penangkapan ikan berupa keranjang yang terbuat dari plastik berukuran 64 x
42 x 32 cm yang dipasang panbel sebagai pegangan. Keranjang ikan tersebut dikhususkan
gunakan untuk mengambil hasil tangkapan yang masih berada di jaring kantong untuk
dinaikkan ke atas kapal. Adapun keranjang ikan yang digunakan pada KM. Anugrah Putra
Mandiri dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

Gambar 16. Caduk (scoop net) (Sumber : Dok. pribadi, 2017)


3. Ganco berfungsi untuk memudahkan pengambilan ikan yang telah di bekukan. Karena
kondisi bunga-bunga es pada freezer sangat banyak sehingga, akan mempersulit
pembongkaran ikan hasil tangkapan yang telah melalui tahap pembekuan untuk di packing
dengan plastik. Ganco yang digunakan terbagi menjadi 2 jenis, yaitu ganco pendek dan
ganco panjang. Ganco pendek pada KM. Anugrah Putra Mandiri seperti pada Gambar 18.

Gambar 18. Ganco pendek (Sumber : Dok. pribadi, 2019)


4. Ganco panjang memiliki fungsi yang sama dengan ganco pendek, tetapi memiliki
ukuran lengan ganco yang lebih panjang. Lengan ganco yang panjang ini memudahkan
dalam pembongkaran pan ikan hasil tangkapan yang tersusun dalam pada palkah freezer.
Adapun ganco panjang pada KM. Harapan Sri Jaya seperti gambar dibawah ini.

Gambar 19. Ganco panjang (Sumber : Dok. pribadi, 2017)


4.1.2 Alat Tangkap Pukat Cincin (Purse Seine)
Pada umumnya alat tangkap adalah alat yang digunakan untuk operasi penangkapan ikan
pada kapal ikan. Pukat cincin di KMN. Anugrah Putra Mandiri mempunyai letak pukat cincin
disebelah lambung kiri, sehingga ketika hauling jaring langsung ditata kembali semula untuk
opersi penangkapan selanjutnya. Untuk penarikan alat tangkap di KMN. Anugrah Putra
Mandiri dilakukan secara manual bersama-sama dengan tenaga manusia.
Adapun bagian-bagian lain dari pukat cincin yang telah penulis amati pada KMN. Anugrah
Putra Mandiri dijelaskan di bawah ini.
1. Jaring utama merupakan bagian utama dari bagian alat tangkap pukat cincin, jaring
yang digunakan KMN. Anugrah Putra Mandiri menggunakan bahan Polyamide (PA) 210/D 9
yang memiliki ukuran mesh size 1 inchi sebanyak 67 pieces dengan panjang 750 meter dan
dalam 60 meter. Adapun jaring pada KMN. Anugrah Putra Mandiri dapat dilihat pada
Gambar 20.

Gambar 21. Jaring utama (Sumber : Dok. pribadi, 2018)


2. Jaring kantong merupakan bagian jaring yang berfungsi sebagai tempat
mengumpulkan ikan yang telah terkurung sehingga dapat memudahkan pada saat
memindahkan ikan tangkapan ke atas kapal (palka). Jaring kantong (bunt) haruslah memiliki
bahan yang kuat untuk menahan beban gerombolan ikan. Jaring kantong yang digunakan
KMN. Anugrah Putra Mandiri adalah pukat cincin tipe Amerika posisi karena terbentuknya
kantong di bagian pinggir. Jaring kantong yang digunkan memiliki ukuran mesh size 1 inchi
dan berbahan Polyethylene (PE) 210/D 12. Adapun jaring kantong pada KMN. Anugrah
Putra Mandiri dapat dilihat pada Gambar 20 dibawah ini
Gambar 20. Jaring kantong (Sumber : Dok. pribadi, 2018)
3. Pelampung merupakan bagian jaring yang berfungsi untuk mempertahankan jaring
agar mengapung (sebagai daya apung). Jenis pelampung yang di pakai pada KMN.
Anugrah Putra Mandiri yaitu terbuat dari bahan plastik pada bagian badan jaring
berdiameter 130 mm panjang 18 cm sebanyak 1800 buah dan synthetic rubber pada bagian
jaring kantong berdiameter 160 mm dengan panjang 23 cm sebanyak 50 buah. Jarak antar
pelampung plastik pada bagian tengah lebih rapat dibandingkan bagian samping yaitu
antara 10 s/d 15 cm dan jarak antar pelampung synthetic rubber sama rata yaitu 25 cm.
Lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar di bawah ini.
Gambar 20. Pelampung pukat cincin (Sumber : Dok. pribadi, 2017)
4. Selampar atau (selvage) memiliki fungsi yaitu untuk melindungi bagian tepi jaring
utama agar tidak cepat rusak. Bahan mata jaring pada bagian selvage yaitu PE 380 (12,
#1”) dengan depth 25 mata. Adapun selvage pada KMN. Anugrah Putra Mandiri dapat dilihat
pada gambar dibawah ini.

Gambar 24. Selvage bagian atas pukat cincin (Sumber : Dok. pribadi, 2019)
5. Tali cincin (Bridle line) berfungsi untuk menggantungkan cincin pada bagian bawah
jaring yang di pasang pada bagian tali ris bawah. Bahan tali cincin pada KMN. Anugrah
Putra Mandiri yaitu PE Ø 10 mm dengan panjang 1,5 m.

Gambar 24. Selvage bagian atas pukat cincin (Sumber : Dok. pribadi, 2019)
6. Ring (Cincin) berfungsi untuk lewatnya tali kerut, agar ring terkumpul sehingga
bagian bawah jaring akan tertutup. Bahan ring pada KM. Anugrah Putra Mandiri terbuat dari
besi Ø 15 cm.
Gambar 24. Cincin atau Ring (Sumber : Dok. pribadi, 2019)
7. Tali kerut (purse line) merupakan tali yang berfungsi untuk mengumpulkan ring pada
bagian bawah jaring, sehingga bagian bawah jaring akan tertutup dan ikan tidak akan lolos.
Pada KM. Harapan Sri Jaya, tali kerut terbuat dari bahan PE Ø 34 mm dengan panjang yaitu
450 meter. Purse line pada KMN. Anugrah Putra Mandiri dapat dilihat pada gambar di
bawah ini.

Gambar 24. Tali kerut (Sumber : Dok. pribadi, 2019)

4 PELAKSANAAN PRAKTIK
Kegiatan Praktik Akhir yang penulis laksanakan dilakukan selama 6 bulan terhitung dari
tanggal 5 November 2018 sampai dengan 5 Mei 2019. Pelaksanaan praktik tersebut terbagi
menjadi dua, meliputi : pelaksanaan Praktik Laut yaitu mengikuti kegiatan operasi
penangkapan ikan secara langsung dengan kapal pukat cincin dan pelaksanaan Praktik
Darat yaitu dengan mengambil data pelabuhan dan data hasil tangkapan di PPS Kendari,
Sulawesi Tenggara.
4.1 Pelaksanaan Praktik Laut
Pelaksanaan Praktik Laut dilakukan dengan mengikuti kegiatan operasi penangkapan ikan
selama 23 trip pada kapal KMN. Anugrah Putra Mandiri. Adapun praktik laut yang penulis
laksanakan terhitung dari tanggal 14 November 2018 sampai dengan 14 April 2019. Adapun
SKB (Surat Keterangan Berlayar) penulis tertera pada Lampiran 1.
4.1.1 Kapal Pukat Cincin (Purse Seine)
Dalam pelaksanaan Praktik Akhir ini, penulis berlayar menggunakan kapal pukat cincin milik
Bapak Jamsir yang di Nakhodai oleh Bapak Halik. Alat tangkap pukat cincin adalah sarana
utama yang digunakan dalam praktik akhir dan kegiatan operasi penangkapan ikan yang
penulis laksanakan. Berikut ini adalah gambar kapal KMN. Anugrah Putra Mandiri yang
menjadi objek pengamatan penulis dalam Praktik Akhir ini. Adapun konstruksi KMN.
Anugrah Putra Mandiri tertera pada Lampiran 2.

Gambar 1. KM. Anugrah Putra Mandiri (Sumber : Dok. pribadi, 2019)


4.1.1.1 Spesifikasi kapal KMN. Anugrah Putra Mandiri
Kapal pukat cincin yang dijadikan objek pengamatan penulis memiliki spesifikasi sebagai
berikut :
Nama Kapal : KMN. Anugrah Putra Mandiri
Tanda Selar : GT.30 No.1511/Llo
Nama Pemilik Kapal : Jamsir
Kebangsaan : Indonesia
Tempat Pendaftaran : Kendari
Pelabuhan Pangkalan: PPS Kendari
Bahan Pembuatan : Kayu
Tahun Pembuatan : 2012
Jenis Kapal : Purse seine pelagis kecil
Sistem Alat Penangkap : Pukat cincin
Bentuk Lunas : U
Kecepatan Maksimal : 9 Knot
Kecepatan Operasional : 6 Knot
GT (Berat Kotor) : 30 GT
Berat Bersih : 9 NT
Panjang Keseluruhan (LOA) : 19,47 meter
Lebar Kapal (Breadth) : 4,26 meter
Dalam Kapal (Depth) : 1,57 meter
Kecepatan Maksimum Kapal : 10 Knot
Palkah Ikan Volume (m2) : 91,15 m²
Kapasitas (ton) : 23 Ton
Jumlah motor penggerak utama : 1
Jumlah motor penggerak generator : 2
Jumlah daun propeller : 1
Bahan daun propeller : Kuningan
Arus putaran baling-baling : Kanan
Sistem Kemudi : Manual (Konvensional)
Kapasitas tangki bahan bakar : 2,4 Ton
Kapasitas tangki air tawar : 1,5 Ton

4.1.1.2 Struktur organisasi pada KMN. Anugrah Putra Mandiri


Selama 23 trip kegiatan operasi penangkapan ikan yang penulis laksanakan di KMN.
Anugrah Putra Mandiri yang diawaki 22 awak kapal yang terdiri dari beberapa jabatan dan
tugas khusus yang dipercayakan kepada ABK. Jabatan yang ada pada KMN. Anugrah
Putra Mandiri terdiri dari : jabatan tertinggi adalah Nakhoda, jabatan tinggi pada bagian
engine adalah KKM. Adapun tugas khusus yaitu pelempar batu, juru arus, juru selam, juru
es serta juru masak. Lebih jelasnya struktur organisasi pada KMN. Anugrah Putra Mandiri
dapat dilihat di bawah ini.
Gambar 2. Struktur organisasi kapal (Sumber : KM. Anugrah Putra Mandiri, 2019)
4.1.1.3 Permesinan pada KMN. Anugrah Putra Mandiri
Permesinan yang digunakan pada KMN. Anugrah Putra Mandiri secara umum terdapat 4
bagian, meliputi :
1. Mesin induk kapal, sering disebut dengan mesin penggerak utama merupakan
instalasi mesin yang terdiri dari berbagai unit/sistem pendukung dan berfungsi untuk
menghasilkan daya dorong terhadap kapal, sehingga kapal dapat berjalan maju dan
mundur. Lebih jelasnya mengenai mesin induk pada KMN. Anugrah Putra Mandiri dapat
dilihat pada Gambar 3 di bawah ini.

Gambar 3. Mesin induk kapal (Sumber : Dok. pribadi, 2019)


Adapun spesifikasi mesin induk kapal (main propulsion engine) pada KMN. Anugrah Putra
Mandiri adalah sebagai berikut :
Merk : Nissan
Model : RF 8
No. Seri : 002611
Langkah Kerja : 4 Langkah
Daya (PK) : 340 PS
Putaran (RPM) : 2200 rpm
Jumlah Silinder : 8 buah
Sistem Star : Elektrik
Sistem Pelumasan : Sump Basah
Sisten Pendingin : Tidak Langsung
Jenis Bahan Bakar : Solar
Jenis Minyak Pelumas : Mesran SAE 40

2. Mesin generator, merupakan salah satu mesin bantu paling penting dikapal yang
berfungsi untuk menghasilkan tenaga listrik. Sumber listrik tersebut sangat diperlukan untuk
digunakan menghidupkan lampu sebagai pengumpul ikan dengan memanfaatkan sifat alami
ikan yaitu tertarik oleh cahaya atau fototaksis positif. Mesin generator pada KMN. Anugrah
Putra Mandiri dapat dilihat di bawah ini.
Gambar 4. Mesin generator kapal (Sumber : Dok. pribadi, 2019)
Adapun spesifikasi mesin generator pada KM. Anugrah Putra Mandiri yaitu sebagai berikut :
Model : TF 155 H-di
Jenis : Motor Diesel 4 Langkah
Merk : YANMAR
Putaran (RPM) : 2400 rpm
Jumlah Silinder : 1 Silinder
Volume Silinder : 857 cc
Kapasitas Tangki : 14 Liter
Sistem Pendingin : Hopper
Sistem Star : Manual

3. Mesin pemecah es balok, merupakan mesin yang digunakan untuk menghancurkan


es balok dalam butiran yang lebih kecil, agar mutu ikan tetap terjaga maka diperlukan es
yang lebih kecil dengan begitu es dapat dengan mudah diratakan. Mesin pemecah es yang
digunakan pada KMN. Anugrah Putra Mandiri dapat dilihat seperti gambar di bawah ini.

Gambar 5. Mesin pemecah es ( Sumber : Dok. Pribadi, 2019 )


4. Mesin kapstan atau gardan merupakan sumber tenaga penggerak yang umumnya
dihidupkan pada saat akan setting yang digunakan untuk menarik tali kerut (purse line) pada
saat houling. Karena menarik beban yang cukup besar mesin kapstan menggunakan
daya24 HP. Mesin kapstan atau gardan yang digunakan pada KMN. Anugrah Putra Mandiri
dapat dilihat seperti gambar di bawah ini.

Gambar 6. Mesin kapstan atau garden ( Sumber : Dok. Pribadi, 2019 )

4.1.1.4 Peralatan navigasi dan komunikasi


Dalam mendukung terlaksananya kegiatan operasi penangkapan ikan yang efektif dan
efisien, maka di perlukan beberapa peralatan navigasi dan komunikasi di atas kapal.
Adapun beberapa peralatan navigasi yang terdapat pada KMN. Anugrah Putra Mandiri,
meliputi :
1. Kompas magnet (compass magnet) merupakan alat navigasi yang digunakan untuk
mengetahui arah haluan serta berfungsi untuk mengetahui arah haluan kapal dengan
akurat. Kompas yang digunakan di KMN. Anugrah Putra Mandiri dapat dilihat seperti pada
gambar di bawah ini.

Gambar 7. Kompas magnet (Sumber : Dok. pribadi, 2019)


2. GPS (global positioning system) merupakan alat navigasi elektronik yang digunakan
sebagai acuan dalam mengemudikan kapal ( terkhusus pada malam hari ), mengetahui
posisi kapal, menyimpan posisi rumpon, mengetahui kecepatan kapal, mengetahui waktu
dan sebagainya. GPS yang digunakan di KMN. Anugrah Putra Mandiri adalah merk
FURUNO seri GP-39, lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Gambar 8. GPS FURUNO GP-39 (Sumber : Dok. pribadi, 2018)


3. Radio SSB (Sigle Side Band). Merupakan sebuah radio yang digunakan untuk alat
komunikasi di kapal yang bergerak di frekuensi HF (High Frequency) yaitu antara 3 dan 30
Mhz. KMN. Anugrah Putra Mandiri menggunakan radio merek Vertex Standard VX-1700
biasa digunakan untuk berkomunikasi dengan kapal lain mengenai cuaca dan hasil
tangkapan kapal lain sehingga dapat mempredisikan lokasi rumpon yang memiliki jumlah
ikan yang melimpah. Radio SSB yang ada pada KMN. Anugrah Putra Mandiri yaitu seperti
pada gambar di bawah ini.

Gambar 10. Radio SSB (Sumber : Dok. pribadi, 2018)


4.1.1.5 Perlengkapan penangkapan ikan
Perlengkapan penangkapan ikan adalah peralatan atau sarana yang digunakan untuk
memaksimalkan kegiatan operasi penangkapan ikan sehingga dapat berjalan efektif serta
efisien guna menghasilkan hasil tangkapan yang maksimal. Dalam melakukan operasi
penangkapan ikan menggunakan pukat cincin ada beberapa jenis perlengkapan
penangkapan ikan. Terdapat 2 jenis peralatan yang gunakan di KMN. Anugrah Putra Mandiri
yaitu peralatan guna mendukung pelaksanaan kegiatan operasi penangkapan ikan dan
peralatan guna mendukung penanganan ikan hasil tangkapan.
Perlengkapan yang digunakan guna mendukung pelaksanaan kegiatan operasi
penangkapan ikan, meliputi :
1. Lampu atraktor berfungsi untuk menarik perhatian ikan agar berkumpul pada satu
lokasi yang terpusat pada lampu, sehingga ikan akan mudah ditangkap. Nelayan di Kendari
apabila operasi penangkapan ikan dilakukan dekat pulau dalam semalam bisa melakukan 3
kali setting dan pada saat operasi di Laut Banda hanya dilakukan 1 kali setting. Adapun
lampu yang digunakan pada KM. Anugrah Putra Mandiri terdiri dari 2 macam lampu.
Pertama, lampu led atraktor yang terpasang di kapal adalah lampu utama sebagai penarik
gerombolan ikan sebanyak 9 buah dengan daya lampu 50-70 watt dan lampu atraktor 2
buah yang dipasang pada kanan kiri rakit gabus (pakkuru) dengan daya 50 watt. Adapun
lampu pada KM. Anugrah Putra Mandiri seperti pada gambar dibawah ini.
Gambar 12. Lampu merkuri (Sumber : Dok. pribadi, 2019)

Gambar 13. Lampu Light Atraktor (Sumber : Dok. pribadi, 2019)


2. Boom merupakan perlengkapan penangkapan ikan berupa kayu panjang yang
dipasang pada kiri dan kanan diatas lambung kapal yang berfungsi untuk mengantungkan
ujung jaring kantong pada saat ikan sudah berkumpul. Pada tiang boom sebelah kiri
terdapat roller yang digunakan sebagai tempat lewatnya tali untuk menarik jaring kantong
pada saat mendapatkan hasil tangkapan yang banyak. Adapun tiang Boom pada KM.
Anugrah Putra Mandiri seperti pada gambar dibawah ini.

Gambar 14. Konstruksi rumpon (Sumber : Dok. pribadi, 2019)


3. Kapstan atau gardan biasa digunakan nelayan untuk menarik tali kerut ( purse line ).
Kapstan juga digunakan bersama dengan boom untuk membantu menarik jaring kantong
apabila pada saat melakukan houling mendapatkan ikan yang sangat banyak, sehingga
membutuhkan bantuan kapstan untuk menariknya karena kesulitan apabila ditarik dengan
menggunakan tenaga manusia karena terlalu berat. Kapstan yang digunakan KMN. Anugrah
Putra Mandiri terbuat dari kayu yang mempunyai diameter 40 cm. Adapun kapstan pada
KMN. Anugrah Putra Mandiri seperti Gambar 15.

Gambar 15 . Gardan (capstan) (Sumber : Dok. pribadi, 2019)


Perlengkapan penangkapan ikan yang tergolong pendukung kegiatan penanganan ikan
hasil tangkapan pada KMN. Anugrah Putra Mandiri, meliputi :
1. Keranjang ikan atau biasa disebut Basket oleh nelayan Kendari merupakan
perlengkapan penangkapan ikan berupa keranjang yang terbuat dari plastik berukuran 64 x
42 x 32 cm yang dipasang panbel sebagai pegangan. Keranjang ikan tersebut dikhususkan
gunakan untuk mengambil hasil tangkapan yang masih berada di jaring kantong untuk
dinaikkan ke atas kapal. Adapun keranjang ikan yang digunakan pada KM. Anugrah Putra
Mandiri dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

Gambar 16. Caduk (scoop net) (Sumber : Dok. pribadi, 2017)


3. Ganco berfungsi untuk memudahkan pengambilan ikan yang telah di bekukan. Karena
kondisi bunga-bunga es pada freezer sangat banyak sehingga, akan mempersulit
pembongkaran ikan hasil tangkapan yang telah melalui tahap pembekuan untuk di packing
dengan plastik. Ganco yang digunakan terbagi menjadi 2 jenis, yaitu ganco pendek dan
ganco panjang. Ganco pendek pada KM. Anugrah Putra Mandiri seperti pada Gambar 18.

Gambar 18. Ganco pendek (Sumber : Dok. pribadi, 2019)


4. Ganco panjang memiliki fungsi yang sama dengan ganco pendek, tetapi memiliki
ukuran lengan ganco yang lebih panjang. Lengan ganco yang panjang ini memudahkan
dalam pembongkaran pan ikan hasil tangkapan yang tersusun dalam pada palkah freezer.
Adapun ganco panjang pada KM. Harapan Sri Jaya seperti gambar dibawah ini.

Gambar 19. Ganco panjang (Sumber : Dok. pribadi, 2017)


4.1.2 Alat Tangkap Pukat Cincin (Purse Seine)
Pada umumnya alat tangkap adalah alat yang digunakan untuk operasi penangkapan ikan
pada kapal ikan. Pukat cincin di KMN. Anugrah Putra Mandiri mempunyai letak pukat cincin
disebelah lambung kiri, sehingga ketika hauling jaring langsung ditata kembali semula untuk
opersi penangkapan selanjutnya. Untuk penarikan alat tangkap di KMN. Anugrah Putra
Mandiri dilakukan secara manual bersama-sama dengan tenaga manusia.
Adapun bagian-bagian lain dari pukat cincin yang telah penulis amati pada KMN. Anugrah
Putra Mandiri dijelaskan di bawah ini.
1. Jaring utama merupakan bagian utama dari bagian alat tangkap pukat cincin, jaring
yang digunakan KMN. Anugrah Putra Mandiri menggunakan bahan Polyamide (PA) 210/D 9
yang memiliki ukuran mesh size 1 inchi sebanyak 67 pieces dengan panjang 750 meter dan
dalam 60 meter. Adapun jaring pada KMN. Anugrah Putra Mandiri dapat dilihat pada
Gambar 20.

Gambar 21. Jaring utama (Sumber : Dok. pribadi, 2018)


2. Jaring kantong merupakan bagian jaring yang berfungsi sebagai tempat
mengumpulkan ikan yang telah terkurung sehingga dapat memudahkan pada saat
memindahkan ikan tangkapan ke atas kapal (palka). Jaring kantong (bunt) haruslah memiliki
bahan yang kuat untuk menahan beban gerombolan ikan. Jaring kantong yang digunakan
KMN. Anugrah Putra Mandiri adalah pukat cincin tipe Amerika posisi karena terbentuknya
kantong di bagian pinggir. Jaring kantong yang digunkan memiliki ukuran mesh size 1 inchi
dan berbahan Polyethylene (PE) 210/D 12. Adapun jaring kantong pada KMN. Anugrah
Putra Mandiri dapat dilihat pada Gambar 20 dibawah ini
Gambar 20. Jaring kantong (Sumber : Dok. pribadi, 2018)
3. Pelampung merupakan bagian jaring yang berfungsi untuk mempertahankan jaring
agar mengapung (sebagai daya apung). Jenis pelampung yang di pakai pada KMN.
Anugrah Putra Mandiri yaitu terbuat dari bahan plastik pada bagian badan jaring
berdiameter 130 mm panjang 18 cm sebanyak 1800 buah dan synthetic rubber pada bagian
jaring kantong berdiameter 160 mm dengan panjang 23 cm sebanyak 50 buah. Jarak antar
pelampung plastik pada bagian tengah lebih rapat dibandingkan bagian samping yaitu
antara 10 s/d 15 cm dan jarak antar pelampung synthetic rubber sama rata yaitu 25 cm.
Lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar di bawah ini.
Gambar 20. Pelampung pukat cincin (Sumber : Dok. pribadi, 2017)
4. Selampar atau (selvage) memiliki fungsi yaitu untuk melindungi bagian tepi jaring
utama agar tidak cepat rusak. Bahan mata jaring pada bagian selvage yaitu PE 380 (12,
#1”) dengan depth 25 mata. Adapun selvage pada KMN. Anugrah Putra Mandiri dapat dilihat
pada gambar dibawah ini.

Gambar 24. Selvage bagian atas pukat cincin (Sumber : Dok. pribadi, 2019)
5. Tali cincin (Bridle line) berfungsi untuk menggantungkan cincin pada bagian bawah
jaring yang di pasang pada bagian tali ris bawah. Bahan tali cincin pada KMN. Anugrah
Putra Mandiri yaitu PE Ø 10 mm dengan panjang 1,5 m.

Gambar 24. Selvage bagian atas pukat cincin (Sumber : Dok. pribadi, 2019)
6. Ring (Cincin) berfungsi untuk lewatnya tali kerut, agar ring terkumpul sehingga
bagian bawah jaring akan tertutup. Bahan ring pada KM. Anugrah Putra Mandiri terbuat dari
besi Ø 15 cm.
Gambar 24. Cincin atau Ring (Sumber : Dok. pribadi, 2019)
7. Tali kerut (purse line) merupakan tali yang berfungsi untuk mengumpulkan ring pada
bagian bawah jaring, sehingga bagian bawah jaring akan tertutup dan ikan tidak akan lolos.
Pada KM. Harapan Sri Jaya, tali kerut terbuat dari bahan PE Ø 34 mm dengan panjang yaitu
450 meter. Purse line pada KMN. Anugrah Putra Mandiri dapat dilihat pada gambar di
bawah ini.

Gambar 24. Tali kerut (Sumber : Dok. pribadi, 2019)