Вы находитесь на странице: 1из 8

PROSEDUR PERAWATAN PASIEN DENGAN

PREEKLAMPSIA BERAT

RSU. SUNDARI MEDAN No. Dokumen: Halaman


No.Revisi:
/SPO/IPSPO/RSU.S/IX/2018 1/2

Ditetapkan : Medan

STANDAR Tanggal Terbit:

PROSEDUR 20 September 2018


OPERASIONAL
dr. H. Zulkarnain Hutasuhut
Direktur
PROSEDUR PERAWATAN PASIEN DENGAN
PREEKLAMPSIA BERAT

RSU. SUNDARI MEDAN No. Dokumen: Halaman


No.Revisi:
/SPO/IPSPO/RSU.S/IX/2018 2/2

Preeklampsia berat adaiah keadaan meningkatnya tekanan darah


PENGERTIAN seorang wanita hamil > 160/110 mm Hg dengan disertai adanya
oedem dan proteinuria..

TUJUAN 1. Untuk memberikan terapi pada pasien preeklampsia berat


untuk mencegah terjadinya kejang (eklampsia) sehingga
risiko terhadap Ibu dan janinnya dapat diturunkan.
2. Setiap pasien preeklampsia berat harus menjalani rawat inap di
rumah sakit dan mendapat terapi antikonvulsan
PROSEDUR PERAWATAN PASIEN DENGAN
PREEKLAMPSIA BERAT

RSU. SUNDARI MEDAN No. Dokumen: Halaman


No.Revisi:
/SPO/IPSPO/RSU.S/IX/2018 3/2

profilaksis, dengan pemantauan ketat terhadap keadaan Ibu


dan janinnya

KEBIJAKAN

PROSEDUR 1. Pasien datang untuk memeriksakan kehamilannya di poli


antenatal.
2. Lakukan anamnesis teliti meliputi paritas, HPHT, riwayat
penyakit yang pernah diderita dan riwayat obstetri, yang lalu.
PROSEDUR PERAWATAN PASIEN DENGAN
PREEKLAMPSIA BERAT

RSU. SUNDARI MEDAN No. Dokumen: Halaman


No.Revisi:
/SPO/IPSPO/RSU.S/IX/2018 4/2

3. Lakukan pemeriksaan fisik lengkap meliputi keadaan


umum Ibu, tinggi fundus uteri, keadaan dan letak janin, serta
adanya kontraksi rahim.
4. Lakukan pemeriksaan penunjang USG untuk memastikan
umur kehamilan serta keadaan janin dan plasenta.
5. Lakukan pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui adanya
protein uria serta kelainan hematologis yang mungkin timbul.
6. Setelah diagnosis preekiampsia berat ditegakkan, jelaskan pada
PROSEDUR PERAWATAN PASIEN DENGAN
PREEKLAMPSIA BERAT

RSU. SUNDARI MEDAN No. Dokumen: Halaman


No.Revisi:
/SPO/IPSPO/RSU.S/IX/2018 5/2

pasien dan keluarganya tentang keadaan pasien serta risiko


yang mungkin timbul sebagai akibat dari keadaan tersebut.
Pastikan pasien dan keluarganya mengerti tentang hal yang
dijelaskan serta beritahu bahwa pasien harus dirawat inap di
rumah sakit.
7. Pasang infus jaga dan kateter
8. Berikan terapi antikonvulsan Magnesium Sulfat 40% dengan
dosis awal 8 gram i.m. dan lanjutkan dengan dosis 4 gram
PROSEDUR PERAWATAN PASIEN DENGAN
PREEKLAMPSIA BERAT

RSU. SUNDARI MEDAN No. Dokumen: Halaman


No.Revisi:
/SPO/IPSPO/RSU.S/IX/2018 6/2

setiap 6 jam.
9. Bila tekanan darah > 180/110 mm Hg, berikan terapi anti
hipertensi sublingual / peroral.
10. Lakukan pemantauan ketat terhadap keadaan Ibu dan janin
11. Bila kehamilan sudah aterm, lakukan induksi persalinan dengan
memperhatikan keadaan Ibu dan janin serta serviks.
12. Bila kehamilan belum aterm, lakukan perawatan konservatif
PROSEDUR PERAWATAN PASIEN DENGAN
PREEKLAMPSIA BERAT

RSU. SUNDARI MEDAN No. Dokumen: Halaman


No.Revisi:
/SPO/IPSPO/RSU.S/IX/2018 7/2

selama 2 hari dengan pemantauan ketat keadaan Ibu dan janin.


13. Bila selama perawatan keadaan Ibu dan janin baik dan
tekanan darah membaik, pasien dapat dipulangkan dengan
diberikan penjelasan tentang tanda-tanda bahaya dan minta
pasien untuk kontrol ke poli antenatal.
14. Bila selama perawatan keadaan Ibu dan atau janin memburuk
atau tekanan darah tetap tinggi / meningkat, lakukan induksi
persalinan.
PROSEDUR PERAWATAN PASIEN DENGAN
PREEKLAMPSIA BERAT

RSU. SUNDARI MEDAN No. Dokumen: Halaman


No.Revisi:
/SPO/IPSPO/RSU.S/IX/2018 8/2

1. Dokter spesialis obstetri dan ginekologi.


2. Dokter spesialis anak.
UNIT TERKAIT 3. Bidan ruang bersalin.
4. Perawat Ruang Nifas.
5. IGD