You are on page 1of 3

Defenisi/ pengertian dari keterampilan yaitu kemampuan untuk menggunakan akal,

fikiran, ide dan kreatifitas dalam mengerjakan, mengubah ataupun membuat sesuatu menjadi
lebih bermakna sehngga menghasilkan sebuah nilai dari hasil pekerjaan tersebut.
keterampilan/ kemampuan tersebut pada dasarnya akan lebih baik bila terus diasah dan dilatih
untuk menaikkan kemampuan sehingga akan menjadi ahli atau menguasai dari salah satu
bidang keterampilan yang ada.

Beberapa contoh dari keterampilan itu sendiri antara lain:


1. keterampilan menjahit
2. keterampilan menulis
3. keterampilan mengemudi
4. keterampilan memasak

Bisa disimpulkan bahwasanya keterampilan tersebut dapat dilatih sehingga mampu


melakukan sesuatu, tanpa adanya latihan dan proses pengasahan akal, fikiran tersebut tidak
akan bisa menghasilkan sebuah keterampilan yang khusus atau terampil karena keterampilan
bukanlah bakat yang bisa saja didapat tanpa melalui proses belajar yang intensif dan
merupakan kelebihan yang sudah diberikan semenjak lahir.

Sehingga untuk menjadi seorang yang terampil yang memiliki keahian khusus pada
bidang tertentu haruslah melalui latihan dan belajar dengan tekun supaya dapat menguasai
bidang tersebut dan dapat memahami dan mengaplikasikannya.

Pengertian Kerajinan

Kerajinan adalah hal yang berkaitan dengan buatan tangan atau kegiatan yang berkaitan
dengan barang yang dihasilkan melalui keterampilan tangan (kerajinan tangan). Kerajinan
yang dibuat biasanya terbuat dari berbagai bahan. Dari kerajinan ini menghasilkan hiasan
atau benda seni maupun barang pakai. Biasanya istilah ini diterapkan untuk cara tradisional
dalam membuat barang-barang.
Kerajinan tangan bisa terbuat dari barang - barang bekas seperti botol bekas, kardus, dan
plastik makanan.

Salah satu sumber menyebutkan bahwa lampion sudah ada sejak zaman dinasti Xi Han kira-kira
1800 tahun yang lalu. Lampion ada yang terbuat dari kertas, kain, kulit binatang, dan dari bordiran-
bordiran kain sutra dan lain-lain. Namun yang terbuat dari kertas baru dimulai sejak di Tiongkok
ditemukannya teknik pembuatan kertas oleh Cailun yaitu pada zaman dinasti Han Timur
(tahun 25-220 M ).
Sejak zaman Dinasti Han hingga Tang, lampion telah disahkan sebagai simbol penyambutan hari raya
imlek. Saat dinasti Ming Zhu Yuan Chang (tahun 1368 – 1644 M), ribuan lampion sengaja dibiarkan
mengambang di atas air ketika memproklamirkan ibu kota negara Nanjing.
Namun ada versi lain tentang sejarah lampion yang banyak beredar. Yaitu tentang sejarah lampion
(Teng Lo Leng atau Teng Lung) yang dimulai pada zaman dinasti Ming. Pada waktu ada seorang
perampok budiman bernama Lie Cu Seng di kota Kaifeng. Dia adalah Robin Hood di zamannya.
Karena Lie Cu Seng hanya merampok orang-orang kaya pelit, dan hasil rampokannya dibagikan ke
orang miskin.
Namun suatu ketika Lie Cu Seng difitnah, bahwa sebetulnya hasil rampokannya hanya dimakan
sendiri. Lie Cu Seng yang menyamar sebagai rakyat jelata membuat cerita tandingan tentang
kebaikan Lie Cu Seng, sang perampok dermawan. Dalam penyamarannya Lie Cu Seng juga meminta
rakyat untuk memasang lampion di rumahnya. Tujuannya untuk memudahkan Lie Cu Seng
membagikan hasil jarahannya kepada rakyat. Hanya rumah yang memasang lampion saja yang akan
diberikan bagian.
Dan tentu saja Lie Cu Seng menepati janjinya. Malam hari Lie Cu Seng membagikan hasil jarahannya
ke setiap rumah yang memasang lampion. Lama-kelamaan lampion itu digunakan sebagai bentuk
penghargaan kepada Lie Cu Seng, sang perampok budiman. Sedang budaya memasang lampion pada
akhir tahun baru diartikan sebagai permohonan berkah kepada para dewa.

Lampion adalah sejenis lampu yang biasanya terbuat dari kertas dengan lilin di dalamnya. Lampion
yang lebih rumit dapat terbuat dari rangka bambu dibalut dengan kertas tebal atau sutera bewarna
(biasanya merah). Lampion biasanya tidak dapat bertahan lama, dan mudah rusak.

 Ting

adalah lampion khas dari Kota Solo. Ting merupakan tradisi Kraton Surakarta untuk
menyambut malam selikuran (hari ke 21) pada bulan Ramadhan dalam kalender Hijriyah,
yang diarak kelillingi Kraton Kasunanan Surakarta. Upaya agar Ting tidak hilang di makan
zaman maka pemerintah Kota Surakarta mengadakan Festival Ting Selikuran setiap tahun.

 Damar Kurung

adalah lampion khas dari Kabupaten Gresik. Damar Kurung merupakan tradisi warga muslim
Gresik untuk menyambut Lailatul Qadar pada bulan Ramadhan dalam kalender Hijriyah,
yang menggantungkan lentera damar kurung di depan rumah. Nama Damar Kurung diambil
dari kata Damar berarti Lampu yang mengeluarkan cahaya dari api kecil. sedangkan Kurung
diartikan seperti tempat hewan tinggal yang lebih menuju ke Kandang atau sangkar burung
buatan manusia dengan peletakan dengan cara di gantung. Arti keseluruhan Damar Kurung
adalah Sebuah Lentera dengan bentuk kurung-an dengan cara di gantung. Damar kurung
sangat berbeda dengan lampion yang selalu diidentikan lampion warga China oleh
masyarakat dan berbagai seniman, Damar kurung justru lebih memiliki kekerabatan ke
lentera Jepang yang biasa disebut Andon. Upaya agar Damar Kurung tidak hilang di makan
zaman maka pemerintah Kabupaten Gresik mengadakan Festival Damar Kurung setiap tahun.

 Impes

adalah lampion khas dari Kabupaten Jepara. Impes merupakan tradisi warga muslim
Kalinyamatan (Jepara) untuk menyambut Nisfu Sya'ban pada tanggal 15 bulan kedelapan
(Sya'ban) dari kalender Hijriyah, yang menggantungkan lentera Impes di depan rumah. Nama
impes berasal dari kata mimpes yang artinya kempes, karena lampion ini bisa kempes dan
dilipat ketika tidak dipakai. Sedangkan pemuda-pemudi Kalinyamatan melakukan Baratan
yaitu membawa impes dan berkeliling kampung. Upaya agar Impes tidak hilang di makan
zaman maka pemerintah Kabupaten Jepara mengadakan Pesta Baratan yang dikemas dengan
arak-arakan bertema Kerajaan Kalinyamat yang para pesertanya membawa Impes setiap
tahun.
 Teng-Teng

adalah lampion khas Kota Semarang. Teng Teng atau Teng Tengan merupakan tradisi warga
muslim Semarang menggunakannya untuk pergi ke Masjid, Kemudian saat bulan Ramadhan
tiba akan semakin banyak yang menggunakannya untuk pergi Tarawih. Dahulu bahwa
lampion Semarang pada awalnya bernama Dian Kurung ini dibuat pada 1942. Nama Dian
Kurung diambil dari kata Dian yang berarti lampu, dan Kurung berarti kurungan. Pada bagian
tengah Teng-Teng terdapat rangka berputar yang di tempeli kertas berbentuk Kambing, Naga,
Unta, dan lainnya. Sehingga saat lilin di dalam Teng-tengan dinyalakan, bayangan kertas
akan bergerak mengelilingi sisi Teng-Teng itu berputar sendiri. Teng-Teng merupakan
lampion berbentuk prisma persegi delapan, berbeda dengan lampion Damar Kurung yang
memiliki bentuk persegi empat. Upaya agar Teng-Teng tidak hilang di makan zaman maka
pemerintah Kota Semarang mengadakan Festival BKB (Festival Sungai Banjir Kanal Barat),
pada acara BKB Festival ratusan Teng-Teng menghiasi sungai Banjir Kanal Barat (BKB)
pada acara BKB Festival setiap tahun.

. Pengertian Kerajinan Tangan

Merupakan hal yang berkaitan dengan buatan tangan atau kegiatan yang berkaitan
dengan barang yang dihasilkan melalui keterampilan tangan (kerajinan tangan).Kerajinan
yang dibuat biasanya terbuat dari berbagai bahan.Dari kerajinan ini menghasilkan hiasan atau
benda seni maupun barang pakai. Biasanya istilah ini diterapkan untuk cara tradisional dalam
membuat barang-barang.
Kerajinan tangan bisa terbuat dari barang - barang bekas seperti botol bekas, kardus,
dan plastik makanan.
Arti yang lain ialah usaha yang berterusan penuh semangat ketekunan, kecekalan,
kegigihan, dedikasi dan berdaya maju dalam melakukan sesuatu perkara
Kerajinan Tangan bisa disebut juga suatu kegiatan dalam menciptakan suatu bentuk
produk yang dominan menggunakan tangan manusia, yang sangat minim dalam penggunaan
mesin atau alat otomatis.Hal yang lumrah dalam pembuatan kerajinan tangan adalah
mengangkat suatu nilai dari bahan atau barang yang tidak layak pakai (barang bekas),
sehingga memiliki fungsi untuk kehidupan dan tentunya bernilai ekonomis.
Dalam Kerajinan Tangan, kapasitas produksi terukur dari jumlah orang yang terlibat
didalamnya. Selain itu adanya pengaruh ketersedaan bahan baku utama dan pendukung,
karena bahan bekas ketersediannya tidak bisa diprediksi, kecuali dalam pembuatan kerajinan
tangan tersebut menggunakan lebih banyak bahan baru.
Bahan yang biasa digunakan untuk kerajinan tangan adalah bahan baru yang bisa kita
beli di toko juga menggunakan barang bekas layak pakai, serta bahan yang melalui
pendaurulangan.