You are on page 1of 16

Anuitas Bertumbuh dan Anuitas Variabel

Makalah ini disusun sebagai bahan diskusi mata kuliah Matematika Keuangan semester 6

kelas 6b

Nama Dosen Pengampu: Dedek Kustiawati,M.Pd.

Disusun oleh:

Kelompok 5

Nama: Fenny Rachmawati Nim: 11160170000059

Nama: Wiwi Nova Nim: 11160170000060

Nama: Novia Zahrotul Wihda Nim: 11160170000061

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA

FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

1440 H/2019 M
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya
sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini tepat waktu. Makalah ini dibuat untuk
memenuhi tugas mata kuliah Matematika Keuangan yang dibimbing oleh ibu Dedek
Kustiawati,M.Pd dengan judul “Anuitas Bertumbuh dan Anuitas Variabel.”

Penyusunan makalah ini tak lepas dari bantuan berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis
mengucapkan terima kasih pada semua pihak yang telah membantu. Kami menyadari bahwa dalam
penulisan makalah ini masih terdapat banyak kekurangan. Untuk itu, kami mengharapkan kritik
dan saran yang bersifat membangun demi perbaikan pada tugas selanjutnya. Semoga makalah ini
dapat bermanfaat bagi kami khususnya dan bagi para pembaca pada umumnya.

Ciputat, 30 Maret 2019

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .................................................................................................................................. i


DAFTAR ISI................................................................................................................................................ ii
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................................................................ 1
A. Latar Belakang ................................................................................................................................ 1
B. Rumusan Masalah .......................................................................................................................... 1
C. Tujuan Penulisan Makalah ............................................................................................................ 1
D. Manfaat Penulisan Makalah .......................................................................................................... 1
E. Metode Penulisan Makalah ............................................................................................................ 2
F. Sistematika Penulisan Makalah ..................................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN ............................................................................................................................. 3
A. Anuitas Bertumbuh ........................................................................................................................ 3
B. Perpetuitas Bertumbuh .................................................................................................................. 4
C. Anuitas Variabel ............................................................................................................................. 6
D. Anuitas Variabel Meningkat .......................................................................................................... 9
BAB III PENUTUP ................................................................................................................................... 12
A. Kesimpulan .................................................................................................................................... 12
B. Saran .............................................................................................................................................. 12
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................................................ 13

ii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Anuitas atau annuity adalah rentetan pembayaran atau penerimaan pada interval-interval
waktu yang sama, biasanya sama besar. Misalnya: pembayaran premi asuransi, pembayaran
sewa, pembayaran cicilan dalam pembelian angsuran, pembayaran bunga obligasi,
pembayaran uang pension dan lain-lain.
Dilihat dari pembayaran, anuitas dikelompokkan menjadi tiga, yaitu anuitas biasa, anuitas
di muka, dan anuitas ditunda. Perbedaan antara anuitas biasa, anuitas di muka dan anuitas
ditunda hanya terletak pada kapan periode pertama dilakukan. Jika besarnya angsuran tidak
sama tetapi meningkat dengan tingkat pertumbuhan yang sama disebut anuitas bertumbuh.
Anuitas yang hampir sama dengan anuitas bertumbuh adalah anuitas variable (variable
annuity). Perbedaannya, dalam anuitas bertumbuh tingkat pertumbuhan dinyatakan dalam
persentase; sedangkan dalam anuitas variable, besar pertumbuhan adalah dalam nilai nominal
Untuk mempermudah memahaminya akan dibahas masing-masing konsep tentang anuitas
bertumbuh dan anuitas variabel.
B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan anuitas bertumbuh?
2. Apa yang dimaksud dengan perpetuitas bertumbuh?
3. Apa yang dimaksud dengan anuitas variabel?
4. Apa yang dimaksud dengan anuitas variabel meningkat?
C. Tujuan Penulisan Makalah
1. Menjelaskan tentang anuitas bertumbuh
2. Menjelaskan tentang perpetuitas bertumbuh
3. Menjelaskan tentang anuitas variabel
4. Menjelaskan tentang anuitas variabel meningkat
D. Manfaat Penulisan Makalah
1. Mengetahui tentang anuitas bertumbuh
2. Mengetahui tentang perpetuitas bertumbuh
3. Mengetahui tentang anuitas variabe

1
2

4. Mengetahui tentang anuitas variabel meningkat


E. Metode Penulisan Makalah
Metode penulisan makalah yang dipilih oleh penulis adalah metode pustaka. Metode
pustaka adalah metode yang dilakukan dalam mempelajari dan mengumpulkan data dari
pustaka yang berhubungan dengan alat, baik berupa buku maupun informasi di internet.
F. Sistematika Penulisan Makalah
Sistematika penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Bab I Pendahuluan
a. Latar Belakang Masalah
b. Perumusan Masalah
c. Tujuan Penulisan Makalah
d. Manfaat Penulisan Makalah
e. Metode Penulisan Makalah
f. Sistematika Penulisan Makalah
2. Bab II Pembahasan
3. Bab III Penutup
a. Kesimpulan
b. Saran
4. Daftar Pustaka
BAB II
PEMBAHASAN

A. Anuitas Bertumbuh
Literatur manajemen keuangan dan investasi masih mengakui rangkaian pembayaran atau
penerimaan uang dengan besar yang tidak sama tetapi bertumbuh dengan tingkat pertumbuhan
yang sama sebagai anuitas dan menyebutnya sebagai anuitas bertumbuh (growing annuity).1 Bila
besar pembayaran atau penerimaan setiap periode tidak sama, tetapi tumbuh dan berkembang
dengan tingkat pertumbuhan 𝑔 yang sama selama periode-periode tertentu, maka:
1+𝑔 𝑛 1+𝑔 𝑛−1
1−( ) 1−( )
1+𝑖 1+𝑖
𝑃𝑉 = [ ] 𝐴1 atau 𝑃𝑉 = [ ] 𝐴1 + 𝐴0
𝑖−𝑔 𝑖−𝑔

Dengan 𝑖 > 𝑔, dan:


𝑖 = 𝑡𝑖𝑛𝑔𝑘𝑎𝑡 𝑏𝑢𝑛𝑔𝑎 𝑑𝑖𝑠𝑘𝑜𝑛𝑡𝑜 (𝑡𝑖𝑛𝑔𝑘𝑎𝑡 𝑏𝑢𝑛𝑔𝑎 𝑟𝑒𝑙𝑒𝑣𝑎𝑛)
𝑔 = 𝑡𝑖𝑛𝑔𝑘𝑎𝑡 𝑝𝑒𝑟𝑡𝑒𝑚𝑏𝑢ℎ𝑎𝑛
𝑛 = 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑝𝑒𝑟𝑖𝑜𝑑𝑒
𝐴0 = 𝑏𝑒𝑠𝑎𝑟 𝑝𝑒𝑚𝑏𝑎𝑦𝑎𝑟𝑎𝑛 𝑎𝑡𝑎𝑢 𝑝𝑒𝑛𝑒𝑟𝑖𝑚𝑎𝑎𝑛 ℎ𝑎𝑟𝑖 𝑖𝑛𝑖
𝐴1 = 𝑏𝑒𝑠𝑎𝑟 𝑝𝑒𝑚𝑏𝑎𝑦𝑎𝑟𝑎𝑛 𝑎𝑡𝑎𝑢 𝑝𝑒𝑛𝑒𝑟𝑖𝑚𝑎𝑎𝑛 𝑝𝑒𝑟𝑖𝑜𝑑𝑒 𝑏𝑒𝑟𝑖𝑘𝑢𝑡𝑛𝑦𝑎 2
Contoh 1
Berapakah nilai sekarang dari aliran kas sebesar Rp. 1.000.000 tahun depan, Rp. 1.100.000 tahun
berikutnya dan terus bertumbuh sebesar 10% setiap tahun selama 10 kali jika tingkat bunga adalah
𝑗1 = 12%?
Jawab:
𝑔 = 10% = 0,1
𝑖 = 12% = 0,12
𝑛 = 10
𝐴1 = 𝑅𝑝. 1.000.000

1
http://kikysimple.blogspot.com/2015/11/matematika-keuangan-anuitas-bertumbuh.html
2
https://www.scribd.com/doc/39634111/Anuitas-Ditunda-Dan-Anuitas-Bertumbuh

3
4

1+𝑔 𝑛
1 − (1 + 𝑖)
𝑃𝑉 = [ ] 𝐴1
𝑖−𝑔

1 + 0,1 10
1 − (1 + 0,12)
=[ ] × 𝑅𝑝. 1.000.000
0,12 − 0,1

= 𝑅𝑝. 8.244.217,26

Contoh 2
Jika arus kas pada contoh 1 di atas dimulai hari ini Rp. 1.000.000, tahun depan Rp. 1.100.000 dan
seterusnya, dengan i dan n yang sama, berapa nilai sekarang?
Jawab:
Pertama, kita mencari PV dari arus kas Rp. 1.100.000 mulai tahun depan dan seterusnya yang
bertumbuh sebesar 10% selama 9 kali dengan i = 12%. Kemudian kita menambah 𝐴0 , arus kas
hari ini, sebesar Rp. 1.000.000

1 + 𝑔 𝑛−1
1 − (1 + 𝑖)
𝑃𝑉 = [ ] 𝐴1 + 𝐴0
𝑖−𝑔

1 + 0,1 10−1
1 − (1 + 0,12)
=[ ] × 𝑅𝑝. 1.100.000 + 𝑅𝑝. 1.000.000
0,12 − 0,1

= 𝑅𝑝. 8.233.523,33 + 𝑅𝑝. 1.000.000


= 𝑅𝑝. 9.233.523,33

B. Perpetuitas Bertumbuh
𝐴
1 1𝐴
Persamaan perpetuitas yaitu: 𝑃𝑉 = 𝑖−𝑔 atau 𝑃𝑉 = 1−𝑔 + 𝐴0

Dengan 𝑖 > 𝑔 dan:


𝐴0 = 𝑏𝑒𝑠𝑎𝑟 𝑝𝑒𝑚𝑏𝑎𝑦𝑎𝑟𝑎𝑛 𝑎𝑡𝑎𝑢 𝑝𝑒𝑛𝑒𝑟𝑖𝑚𝑎𝑎𝑛 ℎ𝑎𝑟𝑖 𝑖𝑛𝑖
𝐴1 = 𝑏𝑒𝑠𝑎𝑟 𝑝𝑒𝑚𝑏𝑎𝑦𝑎𝑟𝑎𝑛 𝑎𝑡𝑎𝑢 𝑝𝑒𝑛𝑒𝑟𝑖𝑚𝑎𝑎𝑛 𝑝𝑒𝑟𝑖𝑜𝑑𝑒 𝑏𝑒𝑟𝑖𝑘𝑢𝑡𝑛𝑦𝑎
𝑖 = 𝑡𝑖𝑛𝑔𝑘𝑎𝑡 𝑏𝑢𝑛𝑔𝑎 𝑑𝑖𝑠𝑘𝑜𝑛𝑡𝑜 (𝑡𝑖𝑛𝑔𝑘𝑎𝑡 𝑏𝑢𝑛𝑔𝑎 𝑟𝑒𝑙𝑒𝑣𝑎𝑛)
5

𝑔 = 𝑡𝑖𝑛𝑔𝑘𝑎𝑡 𝑝𝑒𝑟𝑡𝑒𝑚𝑏𝑢ℎ𝑎𝑛
Contoh 3
Berapa harga wajar saham yang diperkirakan memberikan dividen sebesar Rp. 220.000 tahun
depan jika tingkat bunga adalah 15% p. a dan dividen tahun ini yang baru saja dibayar adalah
Rp. 200.000?
Jawab:
𝐴1 = 𝑅𝑝. 220.000
𝐴0 = 𝑅𝑝. 200.000
𝑖 = 15% = 0,15
𝐴1 − 𝐴0
𝑔= × 100%
𝐴0
𝑅𝑝. 220.000 − 𝑅𝑝. 200.000
= × 100%
𝑅𝑝. 200.000
= 10%
𝐴1
𝑃𝑉 =
𝑖−𝑔
𝑅𝑝. 220.000
=
0,15 − 0,1
= 𝑅𝑝. 4.400.000

Contoh 4
Mana yang lebih menarik, menerima uang pension sebesar Rp. 120.000.000 hari ini atau
Rp. 2.200.000 tahun depan dan terus naik sebesar 10% setiap tahun selama seumur hidup?
Asumsikan tingkat bunga yang relevan adalah 15% 𝑝. 𝑎.
Jawab:
Kita hanya perlu menghitung nilai sekarang dari perpetuitas bertumbuh untuk dibandingkan
denganRp. 120.000.000, kita memilih yang lebih besar tentunya karena jumlah itulah yang akan
kita terima.
𝐴1 = Rp. 2.200.000
𝑖 = 15% = 0,15
𝑔 = 10% = 0,1
𝐴1
𝑃𝑉 =
𝑖−𝑔
6

Rp. 2.200.000
=
0,15 − 0,1
= 𝑅𝑝. 44.000.000

Jadi, menerima 𝑅𝑝. 120.000.000 hari ini lebih menarik.

C. Anuitas Variabel
Anuitas yang hampir sama dengan anuitas bertumbuh adalah anuitas variable (variable
annuity). Perbedaannya, dalam anuitas bertumbuh tingkat pertumbuhan dinyatakan dalam
persentase; sedangkan dalam anuitas variable, besar pertumbuhan adalah dalam nilai nominal,
misalnya Rp. 1.000.000. Baik dalam anuitas bertumbuh maupun dalam anuitas variable, tingkat
pertumbuhan dan besar pertumbuhan, walaupun jarang, dapat juga negatif seperti – 10% atau
Rp 100.000.
Sama seperti anuitas bertumbuh, kita pun mempunyai persamaan khusus, walaupun lebih
panjang, untuk menghitung nilai sekarang dari arus kas yang bertumbuh sebesar nominal tertentu
setiap periodenya. Persamaan nilai sekarang untuk anuitas variable tidak dapat disangsikan lagi
adalah yang tersulit.
Anuitas variable dapat diterapkan untuk seorang pengusaha yang menginginkan pelunasan
utangnya dengan angsuran yang menurun setiap periodenya. Sementara seorang karyawan
mungkin merasa lebih nyaman dengan angsuran kredit pemilikan rumah (KPR) yang meningkat,
mengikuti kenaikan gajinya. Terakhir, anuitas variable pun dapat digunakan untuk menilai obligasi
yang pokok utangnya diangsur sama besar setiap periodenya bersama bunga periodik sehingga
jumlah pembayaran mengalami penurunan.
Contoh 5
Utang sebesar Rp. 60.000.000 berbunga 10% dilunasi dengan 3 kali angsuran tahunan. Pelunasan
1
pokok utang dalam setiap angsuran adalah sama besar, yaitu 3 atau Rp 20.000.000. Buatlah skedul

pelunasan utang di atas.


Jawab:
Biaya bunga hutang pertama = 10% × Rp. 60.000.000
= 𝑅𝑝. 6.000.000
𝐴𝑛𝑔𝑠𝑢𝑟𝑎𝑛 𝑝𝑒𝑟𝑡𝑎𝑚𝑎 = 𝑅𝑝. 20.000.000 + 𝑅𝑝. 6.000.000
= 𝑅𝑝. 26.000.000
7

𝑆𝑎𝑙𝑑𝑜 ℎ𝑢𝑡𝑎𝑛𝑔 𝑠𝑒𝑡𝑒𝑙𝑎ℎ 𝑎𝑛𝑔𝑠𝑢𝑟𝑎𝑛 𝑝𝑒𝑟𝑡𝑎𝑚𝑎 = 𝑅𝑝. 60.000.000 − 𝑅𝑝. 20.000.000


= 𝑅𝑝. 40.000.000
𝐵𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑏𝑢𝑛𝑔𝑎 ℎ𝑢𝑡𝑎𝑛𝑔 𝑘𝑒𝑑𝑢𝑎 = 10% × 𝑅𝑝. 40.000.000
= 𝑅𝑝. 4.000.000
𝐴𝑛𝑔𝑠𝑢𝑟𝑎𝑛 𝑘𝑒𝑑𝑢𝑎 = 𝑅𝑝. 20.000.000 + 𝑅𝑝. 4.000.000
= 𝑅𝑝. 24.000.000
𝑆𝑎𝑙𝑑𝑜 ℎ𝑢𝑡𝑎𝑛𝑔 𝑠𝑒𝑡𝑒𝑙𝑎ℎ 𝑎𝑛𝑔𝑠𝑢𝑟𝑎𝑛 𝑝𝑒𝑟𝑡𝑎𝑚𝑎 = 𝑅𝑝. 40.000.000 − 𝑅𝑝. 20.000.000
= 𝑅𝑝. 20.000.000
𝐵𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑏𝑢𝑛𝑔𝑎 𝑡𝑎ℎ𝑢𝑛 𝑘𝑒𝑡𝑖𝑔𝑎 = 10% × 𝑅𝑝. 20.000.000
= 𝑅𝑝. 2.000.000
𝐴𝑛𝑔𝑠𝑢𝑟𝑎𝑛 𝑘𝑒𝑡𝑖𝑔𝑎 = 𝑅𝑝. 20.000.000 + 𝑅𝑝. 2.000.000
= 𝑅𝑝. 22.000.000

Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3


Angsuran (Rp)
𝑅𝑝. 26.000.000 𝑅𝑝. 24.000.000 𝑅𝑝. 22.000.000

-Rp.2.000.000 -Rp.2.000.000
Skedul pelunasan hutang dalam contoh di atas ternyata memenuhi anuitas variable dengan 𝑛 = 3
tingkat bunga 𝑖 = 10%, nilai awal 𝐴1 = 𝑅𝑝. 26.000.000, dan perbedaan nominal (d) sebesar
−Rp. 2.000.000. Angsuran terakhir mengandung bunga dua kalinya, dan yang pertama bunganya
tiga kali lipat.

Perbedaan yang konstan seperti ini adalah kunci untuk membuktikan bahwa nilai sekarang adalah
𝑅𝑝. 60.000.000, yaitu:
(𝑅𝑝. 22.000.000 − 𝑅𝑝. 2.000.000) + (𝑅𝑝. 24.000.000 − 2 × 𝑅𝑝. 2.000.000) +
(𝑅𝑝. 26.000.000 − 3 × 𝑅𝑝. 2.000.000 = 3 × 𝑅𝑝. 20.000.000

−(𝑛×𝑑)
Jadi, 𝑃𝑉 = dengan:
𝑖

n = banyaknya anuitas
d = perbedaan nominal (difference)
i = tingkat diskon
8

−(𝑛 × 𝑑)
𝑃𝑉 =
𝑖
−(3 × 𝑅𝑝. 2.000.000)
=
0,1
= 𝑅𝑝. 60.000.000

Contoh 6
Hitung nilai sekarang dari arus kas berikut, jika diketahui i=10%
Tahun Angsuran (Rp) Tahun (Rp) Angsuran (Rp)
1 360.000.000 9 280.000.000
2 350.000.000 10 270.000.000
3 340.000.000 11 260.000.000
4 330.000.000 12 250.000.000
5 320.000.000 13 240.000.000
6 310.000.000 14 230.000.000
7 300.000.000 15 220.000.000
8 290.000.000 16 210.000.000

Jawab:
Kita dapat membagi arus kas di atas menjadi 2 seri dengan ruas kas seri 1 sebesar 𝑅𝑝. 100.000.000
dan perbedaan nominal sebesar −𝑅𝑝. 10.000.000 untuk seri 2.

Tahun Angsuran (Rp) Seri 1 (Rp) Angsuran (Rp)


1 360.000.000 100.000.000 260.000.000
2 350.000.000 100.000.000 250.000.000
3 340.000.000 100.000.000 240.000.000
4 330.000.000 100.000.000 230.000.000
5 320.000.000 100.000.000 220.000.000
6 310.000.000 100.000.000 210.000.000
7 300.000.000 100.000.000 200.000.000
9

8 290.000.000 100.000.000 190.000.000


9 280.000.000 100.000.000 180.000.000
10 270.000.000 100.000.000 170.000.000
11 260.000.000 100.000.000 160.000.000
12 250.000.000 100.000.000 150.000.000
13 240.000.000 100.000.000 140.000.000
14 230.000.000 100.000.000 130.000.000
15 220.000.000 100.000.000 120.000.000
16 210.000.000 100.000.000 110.000.000
Nilai sekarang dari arus kas di atas adalah jumlah nilai sekarang arus kas seri 1 dan nilai sekarang
arus kas seri 2. Nilai sekarang arus kas seri 1 adalah 𝑅𝑝. 782.370,86, yaitu anuitas biasa dengan:
𝐴 = 𝑅𝑝. 100.000.000
𝑛 = 16
𝑖 = 10% = 0,1
Sedangkan nilai sekarang arus kas seri 2 adalah :
−(𝑛 × 𝑑)
𝑃𝑉 =
𝑖
−(16 × 𝑅𝑝. 10.000.000)
=
0,1
= 𝑅𝑝. 1.600.000
𝑃𝑉 𝐴𝑛𝑢𝑖𝑡𝑎𝑠 𝑉𝑎𝑟𝑖𝑎𝑏𝑒𝑙 = 𝑃𝑉 𝑆𝑒𝑟𝑖 1 + 𝑃𝑉 𝑆𝑒𝑟𝑖 2
= 𝑅𝑝. 782.370,86 + 𝑅𝑝. 1.600.000

D. Anuitas Variabel Meningkat


Sejauh ini, kita baru membahas contoh-contoh anuitas variable dengan d < 0. Bagaimana
jika d > 0? Pembagian arus kas menjadi seri 1 dan seri 2 masih dapat dilakukan untuk anuitas
variabel yang meningkat.
Contoh 7
Hitung nilai sekarang dari arus kas Rp. 22.000.000 tahun depan yang meningkat
Rp. 2.000.000 setiap tahun selama 4 kali jika tingkat bunga yang relevan adalah10% p. a.
10

Jawab:
𝑖 = 10% = 0,1
𝑛=4
𝑑 = Rp. 2.000.000
𝑎1 = Rp. 22.000.000
Pertama, kita akan mencari arus kas periodic untuk Seri 1, yaitu:
𝑑
𝐴 = 𝑎1 + +𝑛∙𝑑
𝑖
𝑅𝑝. 2.000.000
= 𝑅𝑝. 22.000.000 + + 4 ∙ 𝑅𝑝. 2.000.000
0,1
= 𝑅𝑝. 22.000.000 + 𝑅𝑝. 20.000.000 + 𝑅𝑝. 8.000.000
= 𝑅𝑝. 50.000.000
Dengan demikian, pembagian seri 1 dan seri 2 menjadi:
Tahun Arus Kas (Rp) Seri 1 (Rp) Seri 2 (Rp)
1 22.000.000 50.000.000 28.000.000
2 24.000.000 50.000.000 26.000.000
3 26.000.000 50.000.000 24.000.000
4 28.000.000 50.000.000 22.000.000
PV arus kas seri 1 adalah PV anuitas biasa dengan 𝐴 = 𝑅𝑝. 50.000.000, yaitu Rp. 158.493.272,5.
Sedangkan PV seri 2 adalah −𝑅𝑝. 80.000.000 karena:

(−Rp. 28.000.000 − 4 × 10% × Rp. 20.000.000) + (Rp. 26.000.000 − 3 × 10% ×


Rp. 20.000.000) + (−Rp. 20.000.000) + (−Rp24.000.000 − 2 × 10% × Rp. 20.000.000) +
(Rp. 22.000.000 − 1 × 10% × Rp. 20.000.000) = 4 × ( −Rp. 20.000.000) =
− Rp. 80.000.000

Jadi, PV dari arus kas di atas adalah:


Rp. 158.493.272,3 + ( −Rp. 80.000.000) = Rp. 78.493.272,5.

Contoh 8
Hitung nilai sekarang dari pembayaran uang pensiun Rp. 30.000.000 tahun depan yang meningkat
sebesar Rp. 2.000.000 setiap tahunnya selama 10 kali jika diketahui tingkat diskonto yang relevan
adalah 8% p.a.
11

Jawab:
i = 8% = 0,08
n = 10
d = Rp. 2.000.000
𝑎1 = Rp. 30.000.000
𝑑
𝐴 = 𝑎1 + +𝑛∙𝑑
𝑖
𝑅𝑝. 2.000.000
= 𝑅𝑝. 30.000.000 + + 10 ∙ 𝑅𝑝. 2.000.000
0,08
= 𝑅𝑝. 75.000.000
1 − (1 + 𝑖)−𝑛 𝑛∙𝑑
𝑃𝑉 = ( )𝐴 −
𝑖 𝑖
1 − (1 + 0,08)−10 10 ∙ Rp. 2.000.000
=( ) 𝑅𝑝. 75.000.000 −
0,08 0,08
= Rp. 503.256.105 − Rp250.000.000
= Rp. 253.256.105
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
1. Anuitas atau annuity adalah rentetan pembayaran atau penerimaan pada interval-interval
waktu yang sama, biasanya sama besar. Jika besarnya angsuran tidak sama tetapi
meningkat dengan tingkat pertumbuhan yang sama disebut anuitas bertumbuh.
2. Bila besar pembayaran atau penerimaan setiap periode tidak sama, tetapi tumbuh dan
berkembang dengan tingkat pertumbuhan 𝑔 yang sama selama periode-periode tertentu,
maka:
1+𝑔 𝑛 1+𝑔 𝑛−1
1−( ) 1−( )
1+𝑖 1+𝑖
𝑃𝑉 = [ ] 𝐴1 atau 𝑃𝑉 = [ ] 𝐴1 + 𝐴0
𝑖−𝑔 𝑖−𝑔

3. Tingkat pertumbuhan pada anuitas bertumbuh dinyatakan dalam presentase sedangkan


tingkat pertumbuhan pada anuitas variabel dinyatakan dalam nilai nominal.
1 𝐴 1 𝐴
4. Persamaan perpetuitas: 𝑃𝑉 = 𝑖−𝑔 atau 𝑃𝑉 = 1−𝑔 + 𝐴0

B. Saran
Penulis menyadari dalam pembuatan dan penulisan makalah ini masih banyak kekurangan.
Oleh karena itu diharapkan agar pembaca mencari referensi/sumber yang lebih banyak
mengenai anuitas bertumbuh dan anuitas variabel untuk menambah pengetahuan dan
wawasan demi tercipta pemahaman yang lebih baik lagi.

12
DAFTAR PUSTAKA

Kiki. (2015, 7 November). Matematika Keuangan: Anuitas Bertumbuh dan Anuitas Variabel.
Diperoleh 27 Maret 2019, dari http://kikysimple.blogspot.com/2015/11/matematika-
keuangan-anuitas-bertumbuh.html.
Scribd. Anuitas Ditunda dan Anuitas Bertumbuh. Diperoleh 27 Maret 2019, dari https://www.
scribd.com/doc/39634111/Anuitas-Ditunda-Dan-Anuitas-Bertumbuh.

13