You are on page 1of 9

Pendahuluan

Orang senantiasa terpajan banyak jenis bahan alami maupun

bahan buatan manusia. Pada keadaan tertentu, pajanan (exposure) ini

berefek buruk bagi kesehatan, mungkin menyebabkan kematian, atau

hanya menimbulkan perubahan biologik yang kecil sekali.

Datura merupakan salah satu tumbuhan yang dapat menyebabkan

keracunan pada manusia. Datura termasuk dari golongan N.O.

Solanaceae. Di India datura dianggap bunga yang mendapat berkah dari

dewa Shiva, mereka dikenal sebagai Shivashekhara.

Datura menghasilkan zat aktif hyoscine, hyoscyamine dan atropine

(dl-hyoscyamine). Zat lainnya berupa dhaturine yang jika dipanaskan akan

menghasilkan atropin. Datura Fustuosa tumbuh di dataran dan datura

Stramonium tumbuh di daerah tinggi sekitar himalaya. Di India terdapat 2

jenis datura Fustuosa yaitu bearasal dari tumbuhan datura, yang

bunganya berwarna putih (safed dhatura) dan yang berasal dari tumbuhan

yang bunganya berwarna gelap atau ungu (kala dhatura). Kedua jenis

dhatura ini mudah untuk ditemukan diseluruh India.

Seluruh bagian dari tumbuhan muali dari daun, buah, biji, dan akar

terdiri dari bahan aktif yang bersifat racun, tetapi yang paling sering

digunakan untuk meracuni adalah dari biji dan buahnya karena paling

beracun.

1
Gambar datura putih

Gambar datura ungu

Ciri-ciri datura

Tanda-Tanda
Ukuran Besar dan tebal
Bentuk Seperti ginjal
Warna Coklat atau kuning
gelap
Permukaan Tidak teratur dan
teradapat cekungan
kecil dengan lekukan
ganda pada pinggiran
cembung.
Rasa Agak pahit
Benih Melengkung keluar
Cangkang Bergerigi
Tes pada mata Dilatasi pupil yang
menggunakan air lebar
rebusan biji

2
Gambar biji datura

Mekanisme Kerja

Konsentrasi koloid aktif berbeda-beda pada setiap tanaman,

alkaloid diabsorpsi baik di membran saluran cerna dan saluran

pernapasan. Atropine akan dihancurkan dalam hati oleh enzim atropinase.

Sebagian diekskresikan melalui urin. Pada mayat atropin bertahan untuk

jangka waktu yang lama.

Atrofin dan hyoscine menghambat reseptor asetil kolin dan

menimbulkan efek simpatometik atau parasimpatolitik yang merupakan

efek simpatomimetik atau parasimpatolitik yang merupakan fase awal

rangsangan SSP. Selanjutnya zat ini akan mendepresi SSP termasuk

pusat pernapasan. Efek stimulasi atropin bertahan lebih lama

dibandingkan tiosin, dengan efek vagolitiknya atrofin merangsang jantung.

3
Atropin

Hyoscine

Gejala Klinis

Ketika bijinya diambil secara utuh lalu ditelan setelah sebelumnya

dikunyah, gejala klinis akan timbul setelah 20-30 menit. Bila preparatnya

berupa ekstrak racun akan menimbullkan gejala setelah 5-10 menit. Bila

alkaloid murni dan preparat functur digunakan, gejala akan timbul secara

cepat.

4
Gejala yang timbul segera setelah datura masuk kedalam tubuh

adalah :

 Perasaan mual dan muntah

 Rasa kering pada mulut dan kerongkongan, haus yang tidak

tertahankan.

 Disfagia

 Rasa seperti terbakar pada kerongkongan dan lambung

 Disartria (kesulitan berbicara)

 Rasa kecap yang tidak enak pada mulut

Gejala tersebut kemudian akan diikuti dengan :

 Pusing dan cara berjalan yang kaku

 Wajah berwarna merah

 Kulit kering, panas dan suhu tubuh meningkat, suhu tubuh bahkan bisa

mencapai 420 C. bisa juga ditemukan ruam-ruam pada kulit.

 Dilatasi pupil, fotofobia dan tidak bisa berakomodasi

 Pada awalnya denyut nadi terasa penuh, tetapi perlahan-lahan dengan

semakin memburuknya keadaan pasien denyut nadi menjadi semakin

lemah dan lambat. Kemudian denyut nadi akan semakin tidak teratur

dan tidak dapat diraba.

 Pasien bisa menjadi tidak sadarkan diri.

 Pernapasan pada awalnya lambat tetapi kemudian kecepatan

pernapasan akan meningkat.

 Jarang terjadi kejang-kejang sebelum pasien meninggal

5
 Kematian terjadi karena :

o Kegagalan pernafasan

o Kegagalan jantung

Dosis Fetal

Dosis fetal pada datura belum diketahui secara pasti. Untuk atropin

fetal ± 50-60 mg pada rata-rata orang dewasa. Hyoscine ± 10 mg. Dalam

bentuk biji dosis fetal datura lebih dari 75 biji atau sekitar 100-125 biji.

Periode dosis fetal biasanya dalam waktu 24 jam.

Cara penggunaan datura biasanya biji dihancurkan dan kemudian

dicampur dengan nasi, chapatti, teh atau kopi. Ada orang yang

mencampurkannya dengan rokok. Datura bisa dicampur dengan alcohol

untuk meningkatkan daya intoksikasinya.

Penatalaksanaan

Bilas lambung harus dilakukan pada semua kasus dengan

menggunakan larutan kalium permanganas atau asam tanat 4-5 %. Asam

tannat bersifat sebagai antidotum. Teh dengan konsentrasi yang pekat

juga dapat bersifat antidotum.

Pasien dirangsang untuk muntah dengan cara-cara biasa

dilakukan. Untuk antidotum fisiologis yang bisa digunakan adalah

fisostigmin (prostigmin) dengan dosis 0,5 mg diberikan dengan suntikan

hypodermis akan mengatasi keracunan akibat datura. Selain itu bisa juga

6
digunakan pilokarpin dengan dosis 1/10 gram sampai 1/14 gram diberikan

dengan suntikan hypodermis.

Morfin bisa digunakan untuk menenangkan pasien yang gelisah,

asalkan tidak ada tanda-tanda penekanan fungsi pernapasan, karena

morfin juga bersifat menekan pernapasan. Obat penenang yang lebih

aman seperti paraldehida dan kloralhidrat juga bisa digunakan.

Berikan obat-obat stimulasi seperti kafein, striknin atau eter, jika

perlu diberikan oksigeen dan bantuan pernapasan.

Tanda-tanda adanya perbaikan pada pasien adalah :

1. Lidah menjadi basah

2. Perubahan prilaku

3. Ukuran pupil kembali normal

Medikolegal

 Terutama digunakan untuk tujuan kriminal, misalnya perampokan pada

jalan raya dan penculikan. Kadang-kadang jumlah yang digunakan

melebihi batas sehingga mengakibatan kematian.

 Keracunan karena bunuh diri jarang terjadi

 Keracunan secara tidak sengaja terjadi pada anak-anak dan orang

dewasa karena salah memakan buah.

 Pernah dilaporkan bahwa datura digunakan dengan tujuan untuk

melakukan abortus.

 Ekskresi daro bahan aktif yang dikandung datura memakan waktu

sekitar 24 jam. Karena itu dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan

7
kimia pada urin jika pemeriksaan bahan yang diambil dari lambung

tidak menunjukan hasil.

Gambaran Post-Mortem

Tidak ada perubahan yang khas pada bagian tubuh sehingga yang

harus dilakukan adalah berupaya dengan teliti untuk mencari adanya biji

datura pada lambung. Mungkin ditemukan tanda-tanda asfiksia.

Kesimpulan

Datura merupakan salah satu tumbuhan yang dapat menyebabkan

keracunan pada manusia. Datura termasuk dari golongan N.O.

Solanaceae.

Seluruh bagian dari tumbuhan muali dari daun, buah, biji, dan akar

terdiri dari bahan aktif yang bersifat racun, tetapi yang paling sering

digunakan untuk meracuni adalah dari biji dan buahnya karena paling

beracun. Di India terdapat 2 jenis datura Fustuosa yaitu bearasal dari

tumbuhan datura, yang bunganya berwarna putih (safed dhatura) dan

yang berasal dari tumbuhan yang bunganya berwarna gelap atau ungu

(kala dhatura).

Datura menghasilkan zat aktif hyoscine, hyoscyamine dan atropine

(dl-hyoscyamine). Atropine akan dihancurkan dalam hati oleh enzim

atropinase. Sebagian diekskresikan melalui urin. Pada mayat atropin

bertahan untuk jangka waktu yang lama. Atrofin dan hyoscine

menghambat reseptor asetil kolin dan menimbulkan efek simpatometik

8
atau parasimpatolitik yang merupakan efek simpatomimetik atau

parasimpatolitik, merupakan fase awal rangsangan SSP. Selanjutnya zat

ini akan mendepresi SSP termasuk pusat pernapasan. Efek stimulasi

atropin bertahan lebih lama dibandingkan tiosin, dengan efek vagolitiknya

atrofin merangsang jantung.

Gejala klinis timbul setelah 20-30 menit. Bila preparatnya berupa

ekstrak racun akan menimbullkan gejala setelah 5-10 menit. Bila alkaloid

murni dan preparat functur digunakan, gejala akan timbul secara cepat.

Dosis fetal pada datura belum diketahui secara pasti. Untuk atropin

fetal ± 50-60 mg pada rata-rata orang dewasa. Hyoscine ± 10 mg. Dalam

bentuk biji dosis fetal datura lebih dari 75 biji atau sekitar 100-125 biji.

Periode dosis fetal biasanya dalam waktu 24 jam.

Bilas lambung harus dilakukan pada semua kasus dengan

menggunakan larutan kalium permanganas atau asam tanat 4-5 %. Asam

tannat bersifat sebagai antidotum. Teh dengan konsentrasi yang pekat

juga dapat bersifat antidotum.

Aspek mediko legalnya yaitu keracunan karena bunuh diri (jarang

terjadi), keracunan secara tidak sengaja terjadi pada anak-anak dan orang

dewasa karena salah memakan buah. Dilaporkan datura digunakan

dengan tujuan untuk melakukan abortus.

Tidak ada perubahan yang khas pada bagian tubuh sehingga yang

harus dilakukan adalah berupaya dengan teliti untuk mencari adanya biji

datura pada lambung. Mungkin ditemukan tanda-tanda asfiksia.