Вы находитесь на странице: 1из 5

BAB III

LAPORAN HASIL

3.1 Hasil Penelitian


3.1.1 Analisis Instrumen Tes
Sebelum soal-soal digunakan dalam penelitian, terlebih dahulu diujicobakan kepada siswa
diluar populasi atau sampel penelitian, untuk mengetahui validitas, tingkat kesukaran, daya beda,
serta reliabilitas instrument tes. Uji coba instrument tes tersebut diketahui bahwa :
1. Validitas instrument tes
Banyaknya jumlah soal untuk diujicobakan peneliti adalah 25 soal, setelah dilakukan validasi
terdapat 20 soal yang valid dan dianggap layak untuk diujikan. Perhitungan validitas tes dilakukan
dengan menggunakan korelasi product moment.
2. Tingkat kesukaran
Distribusi tingkat kesukaran 20 soal yang valid terdiri dari 15 soal yang dikategorikan sedang,
2 soal dikategorikan sukar dan 3 soal dikategorikan mudah.
3. Daya beda
Dari 20 soal yang valid, terdapat 12 soal yang daya bedanya dikategorikan baik, dan 8 soal yang
dikategorikan cukup. Reliabilitas tes dengan menggunakan uji Kuder & Richardson 20 (KR-20),
maka diperoleh rhitung = 0,809 dimana rtabel = 0,361 (N=25 , α=0,5). Karena rhitung < rtabel , maka
instrument test secara keseluruhan dinyatakan reliabel.

3.1.2 Deskripsi Data Hasil Penelitian


Sebelum kedua sampel diberikan perlakuan yang berbeda terlebih dahulu diberikan tes awal
(pretest) yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan awal masing-masing siswa pada kedua kelas.
Selanjutnya dilakukan pembelajaran yang berbeda yaitu kelas eksperimen dengan bahan ajar
terintegrasi media easy sketch sedangkan pada kelas kontrol dengan bahan ajar yang digunakan di
sekolah. Pada akhir proses pembelajaran akan diberikan tes akhir (posttest) untuk mengetahui hasil
belajar siswa. Deskripsi data nilai pretest dan postest dari kedua kelas tersebut terdapat pada lampiran
7.
3.1.3 Analisa Data Hasil Penelitian
Data hasil penelitian diperoleh dari tes awal atau pre-test sebelum proses pembelajaran dan
tes akhir atau post-test setelah proses pembelajaran. Dari hasil perhitungan yang telah dilakukan
diperoleh nilai rata-rata tes awal, tes akhir dan gain kelompok eksperimen dan kelompok kontrol yang
terangkum dalam tabel 3.1.

16
17

Tabel 3.1 Nilai rata-rata pre-test, post-test, dan peningkatan hasil belajar (gain)
pada kelas eksperimen dan kelas kontrol
Kelas Pre-test Post-Test Gain (%)
X SD X SD X S2
Eksperimen 41,97 9,41 83,55 6,67 72,30 0,0085
Kontrol 45,92 8,53 77,23 6,64 58,10 0,0094
Berdasarkan data di atas dapat dilihat bahwa rata-rata pre-test, post-test, dan peningkatan hasil
belajar (gain) pada kelas eksperimen dan kelas kontrol berbeda. Untuk mengetahui apakah kedua
kelompok homogen dilakukan uji statistik sebagai berikut.

3.1.3.1 Uji Normalitas


Uji normalitas data menggunakan uji Chi Kuadrat, hasil perhitungan terdapat pada tabel 3.2.
Tabel 3.2 Hasil Uji Normalitas Distribusi Hasil Tes Awal (Pretest)
Kelas N X SD db  2  2 tabel
hitung
Eksperimen 38 41,97 9,41 5 0,05 4,58 11,07
Kontrol 38 45,92 8,53 5 0,05 6,92 11,07
Pada tabel di atas tampak pada kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol nilai  2 hitung

<  2 tabel . Hal ini berarti nilai tes awal pada kedua kelompok kelas berdistribusi normal. Hasil uji
normalitas terdapat pada tabel 3.3.
Tabel 3.3 Hasil uji normalitas distribusi hasil tes akhir (posttest)
Kelas N X SD db  2  2 tabel
hitung
Eksperimen 38 83,55 6,67 5 0,05 7,23 11,07
Kontrol 38 77,23 6,64 5 0,05 7,54 11,07
Pada tabel di atas tampak pada kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol nilai  2 hitung

<  2 tabel . Hal ini berarti nilai tes akhir pada kedua kelompok kelas juga berdistribusi normal.
3.1.3.2 Uji Homogenitas
Kriteria pegujian kedua kelompok sampel dikatakan homogen jika harga F hitung < F tabel pada
taraf signifikan  = 0,05. Hasil uji homogenitas tes awal (pretest) terdapat pada tabel 3.4.
Tabel 3.4 Hasil uji homogenitas hasil tes awal (pretest)
Kelas N S2 db= n1-1,  F F tabel
n2-1 hitung
Eksperimen 38 88,548 37,37 0,05
1,216 1,763
Kontrol 38 72,777 37,37 0,05
Karena Fhitung < Ftabel , maka data hasil tes awal kelompok eksperimen dan kelas kontrol
dinyatakan memiliki varians yang seragam (Homogen). Hasil uji homogenitas untuk test akhir
(posttest) terdapat pada tabel 3.5.
18

Tabel 3.5 Hasil uji homogenitas hasil tes akhir (posttest)


Kelas N S2 db= n1-1,  F F tabel
n2-1 hitung
Eksperimen 38 44,489 37,37 0,05
1,007 1,763
Kontrol 38 44,182 37,37 0,05
Karena Fhitung < Ftabel , maka data hasil tes akhir kelompok eksperimen dan kelas kontrol
dinyatakan memiliki varians yang seragam (Homogen).

3.1.3.3 Uji Hipotesis


Setelah diketahui bahwa kedua sampel penelitian berdistribusi normal, dan mempunyai
varians yang seragam (homogen), dengan demikian hipotesis dapat dilakukan dengan uji-t.
Dari lampiran diperoleh bahwa harga t hitung = 6,762. Kemudian dibandingkan dengan harga t
tabel pada db = 74 dan taraf  = 0,05 adalah 1,668 dengan interpolasi.
Dengan kriteria pengujian adalah: Ha diterima apabila harga thitung > t tabel yang berarti Ho
ditolak. Dari data diperoleh t hitung (6,762) > t tabel (1,668). Berarti ada pengaruh penerapan bahan ajar
terintegrasi media easy sketch terhadap peningkatan hasil belajar siswa pada pokok bahasan
Perhitungan Kimia di kelas X SMA Negeri 1 Pangkatan.

3.1.3.4 Persentase Peningkatan Hasil Belajar


Berdasarkan perhitungan menggunakan rumus n-gain faktor diperoleh rata-rata persentase
peningkatan hasil belajar kelas eksperimen adalah sebesar 72,30% sedangkan rata-rata persentase
peningkatan hasil belajar kelas kontrol 58,10%. Hal ini menunjukkan bahwa pengaruh penerapan
bahan ajar terintegrasi media easy sketch memberikan persentase peningkatan hasil belajar yang
lebih besar.
Perbedaan hasil belajar dan persentasi peningkatannya pada kelas ekperimen yang diajarkan
dengan menggunakan bahan ajar terintegrasi media easy sketch dan kelas kontrol yang diajarkan
dengan menggunakan bahan ajar yang digunakan di sekolah terdapat pada gambar 3.1.
19

eksperimen,
90 postest, 83.55 kontrol, postest,
77.23 eksperimen,
80 persentase, 72.3
70 kontrol, persentase,
60 58.1
eksperimen, kontrol, pretest,
50 pretest, 41.97 45.92
40
30
20
10
0
pretest postest persentase

Gambar 3.1. Diagram batang perbedaan hasil belajar dan persentase peningkatan hasil
belajar siswa di kelas ekserimen Dengan kelas kontrol.

3.2 Pembahasan
Penelitian ini bermula dari rumusan masalah, apakah ada pengaruh pengaruh penerapan bahan
ajar terintegrasi media easy sketch terhadap hasil belajar siswa. Dalam pelaksanaannya, bahan ajar
terintegrasi media easy sketch ini membantu siswa untuk saling membagi pengetahuannya kepada
timnya. Pada awal kegiatan penelitian, diperoleh hasil tes awal semua sampel yang mempunyai
kemampuan yang homogen dan berdistribusi normal. Tes awal dilakukan dengan menggunakan 20
item soal yang sudah dinyatakan valid dan reliabel dan memenuhi setiap indikator yang diteetukan.
Kedua kelas yang dijadikan sampel penelitian mendapatkan perlakuan yang berbeda, kelas
eksperimen dalam proses pembelajaran menerapan bahan ajar terintegrasi media easy sketch
sedangkan kelas kontrol dalam proses pembelajaran menggunakan bahan ajar yang digunakan di
sekolah. Selanjutnya sampel diberikan tes akhir (postest) untuk mengetahui sejauh mana
perkembangan sampel dalam menerima pembelajaran.
Berdasarkan analisa uji-t satu pihak (pihak kanan) diperoleh harga bahwa thitung (6,762) > ttabel
(1,668) dengan taraf signifikansi 5% (α= 0,05) atau taraf kepercayaan 95%. Sehingga Ho ditolak dan
Ha diterima, yang berarti ada pengaruh bahan ajar terintegrasi media easy sketch terhadap hasil
belajar kimia siswa di kelas X SMA Negeri 1 Pangkatan TA 2017/2018 pada pokok bahasan
Perhitungan Kimia. Sedangkan peningkatan hasil belajar siswa yang diajarkan dengan penerapan
bahan ajar terintegrasi media easy sketch sebesar 72,30% yang berarti lebih tinggi dibandingkan
dengan penerapan bahan ajar yang digunakan di sekolah sebesar 58,10%. Hal tersebut dapat terjadi
karena dalam penerapan bahan ajar terintegrasi media easy sketch , suasana belajar menjadi lebih
aktif, menyenangkan, tetapi tetap serius, sehingga interaksi antara guru dan siswa dapat ditingkatkan,
20

serta dapat meningkatkan motivasi belajar siswa, dan membangun kerjasama antar siswa dalam
memecahkan suatu masalah.
Dalam proses pembelajaran, setelah guru memberikan materi pelajaran, siswa dituntut untuk
menyelesaikan soal latihan yang terdapat pada bahan ajar guna menguasai materi dengan cara
berkelompok, dan didalam kelompok tersebut mereka akan saling bertukar pikiran dengan teman
sekelompoknya. Dengan demikian pada saat diskusi kelompok harus terjadi kerjasama yang baik,
dimana seorang siswa yang ditunjuk sebagai tutor sebaya yaitu siswa yang berkemampuan akademik
tinggi, harus membantu siswa yang berkemampuan akadenik sedang dan rendah, dan merekapun akan
bisa memberikan yang terbaik untuk kelompoknya, sehingga siswa menjadi terbiasa mengerjakan
dan memahami soal-soal yang diberikan dibandingkan siswa pada kelas kontrol. Hal inilah yang
membawa pengaruh positif dalam proses pembelajaran, sehingga dengan demikian peningkatan hasil
belajar kelompok kelas eksperimen menjadi lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh
penerapan bahan ajar terintegrasi media easy sketch pada pokok bahasan perhitungan kimia dalam
meningkatkan hasil belajar kimia siswa. Hal ini membuktikan bahwa penggunaan media
pembelajaran ini diperlukan, khususnya pada pembelajaran kimia, untuk mempermudah pencapaian
tujuan pembelajaran dan membangkitkan minat belajar dan aktivitas belajar siswa agar lebih aktif.